
Melihat suaminya emosi, Venesia langsung menenangkan suaminya.
"Mas, tenang lah." ucap Venesia pada Samuel.
Samuel langsung menarik nafasnya untuk meredakan emosinya. Setelah merasa tenang, Samuel kembali menatap lembut adiknya.
"Kakak hanya ingin dimasa tua kakak, kakak ingin memperbaiki diri kakak. Asalkan kamu tahu salah satu tujuan kakak pulang ke Indonesia, ingin meminta maaf pada putri dari istri pertama Suami mu." ucapan Samuel yang membuat Monika dan Sisil terkejut.
Samuel menatap wajah keponakan yang sangat disayanginya itu.
"Sil, om tahu kamu pasti sudah tahu bagaimana mama kamu mendapatkan papa kamu. Om ingin kamu jangan mengikuti kesalahan mama kamu. Om yakin kamu pasti bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Mike" ucap. Samuel dengan lembut.
"Lebih baik kami pulang" ucap Monika dengan emosi sambil menarik tangan Sisil.
Sisil hanya diam saja dan mengikuti apa yang dikatakan mamanya. Samuel yang sangat mengenal keras kepala adiknya itu hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Dia sudah nekat tidak akan pernah membuat adiknya melakukan kesalahan lagi.
Setelah melihat kepergian Monika dan Sisil, Venesia langsung menatap Samuel.
"Mas, apa kamu sudah siap bertemu dengan anak perempuan itu?" tanya Venesia pada Samuel.
"Ia, sayang. Aku harus menyelesaikan semuanya. Kamu tahu kan rasa bersalah ku pada mereka." ucap Samuel dengan wajah sendu mengingat bagaimana kejamnya dia menghabiskan satu nyawa hanya karena ingin mengabulkan permintaan adiknya.
"Bagaimana kalau dia minta pertanggung jawaban dari kamu?"
"Aku akan menerima hukuman yang diberikan padaku nantinya. Yang sekarang terpenting sudah bertahun-tahun aku mencari keberadaan putrinya tapi tidak ditemukan. Apalagi teman ku yang ikut membantu ku saat itu berada dalam penjara" ucap Samuel.
"Jadi kamu belum tahu kemana anak wanita itu, mas?"
"Belum. Aku sudah tidak memerintahkan orang untuk mencari keberadaan anak itu di setiap panti asuhan. Tapi aku curiga dengan teman ku, kalau dia mengetahui keberadaan anak itu"
"Ya, sudah kamu tanya saja sama dia mas!"
"Dia minta imbalan. Dia ingin aku harus membantunya untuk bebaskan dirinya dengan pacarnya yang saat ini berada dalam penjara"
"Jadi bagaimana?"
"Aku tidak tahu. Sudahlah, nanti aku pikirkan lagi. Sekarang dimana Putra mu itu?"
__ADS_1
"Aku sudah berungkali untuk menyuruhnya menemui kita. Seperti yang kamu tahu, mas! Dia selalu mengatakan kalau dia sibuk"
"Memang anak itu. Tidak bisa membuat aku tenang."
***
Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya Lusi dan Mike sampai di tempat yang sudah direncanakan Mike untuk bulan madu mereka.
Mike melihat Lusi yang masih terlelap tidur karena saat mereka selesai makan, mereka bermain tebak-tebakan dan setelah itu mereka kembali tidur.
"Pak, mobilnya sudah siap" ucap salah satu bodyguardnya Mike saat Mike keluar dari dalam kamar tempat mereka tidur.
"Baiklah" ucap Mike sebelum kembali ke dalam kamar lagi.
Mike tidak tega membangunkan istrinya, akhirnya Mike memutuskan untuk menggendong istrinya dengan hati-hati.
Pramugari yang berada di dalam pesawat pribadi miliknya, tampak sangat cemburu melihat Mike menggendong Lusi. Mereka dapat melihat jelas kalau Mike sangat mencintai Lusi.
Didalam Mobil Mike membuat kepala Lusi di atas Pahanya. Mike sangat gemas melihat Lusi yang masih tidur saja, tidak merasa terganggu sedikitpun.
Sesampainya di hotel Mike juga menggendong Lusi untuk menuju kamar mereka. Untung saja ada bodyguard mereka. Bodyguard mereka lah yang membantu Mike membawa barang bawaan mereka dan untuk meminta kunci kamar mereka.
"Kak, apa kita sudah sampai?" tanya Lusi yang masih tengah sadar sambil mengucek matanya.
"Sudah sayang. Yuk bangun kamu bersihkan tubuh mu dulu. Biar kita makan" ucap Mike dengan terkekeh melihat istrinya yang masih belum sadar kalau mereka sudah berada di dalam kamar mereka.
Lusi pelan-pelan bangkit untuk duduk. Saat nyawanya terkumpul semua membuat Lusi tampak bingung. Karena setahu dia kamar yang mereka gunakan saat di pesawat sangat berbeda.
"Kak kita ada dimana?" tanya Lusi sambil bangkit berdiri untuk melihat sekelilingnya.
Mike yang tadi duduk di pinggir tempat tidur, Mike langsung berjalan kearah Lusi yang masih tampak bingung dengan keberadaan mereka. Saat Mike berdiri di sampingnya, Lusi langsung menatap Mike.
"Kak, kita dimana?" tanya Lusi dengan pelan.
"Kita sudah sampai di hotel, sayang" ucap Mike sambil menarik hidung Lusi dengan gemas.
Mendengar kalau mereka sudah sampai di hotel membuat Lusi membulatkan matanya karena terkejut.
__ADS_1
"Yang benar, mas?" Mike mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
Lusi langsung melihat sekitarnya lagi, barulah Lusi sadar kalau mereka memang sudah sampai.
"Astaga, jangan bilang kamu tadi menggendong aku mas!"
"Ya, iya dong sayang. Tidak mungkin aku menyuruh mereka untuk menggendong kamu" ucap Mike dengan mengkerut keningnya karena mendengar pertanyaan Lusi.
"Kenapa tidak bangunkan aku, mas? Kalau begitu kita sekarang dimana?"
"Aku tidak tega membangunkan kamu tadi. Kalau kamu ingin tahu kita berada di mana, kamu bisa lihat dari balkon kamar ini" ucap Mike.
Tentu saja Lusi langsung berlari ke arah pintu balkon kamar mereka. Lusi sangat terkejut melihat apa yang dihadapannya. Karena sangking terkejutnya membuat Lusi menutup mulutnya dengan satu tangannya.
Mike berjalan kearah Lusi dan langsung memeluk istrinya dari belakang. Mike sangat ingin sekali ketawa melihat reaksi Lusi yang sangat lucu baginya.
"Apa kamu sangat senang?" bisik Mike ditelinga Lusi.
Lusi dengan wajah bahagia langsung mengangguk kepalanya. Lusi tidak tahu ingin mau mengucapkan apa-apa pada Mike. Lusi tidak menyangka kalau Mike akan membawanya bulan madu ke kota Paris. Negara yang sangat ingin sekali Lusi datangi.
"Baiklah, sayang. Lebih baik kamu kita bersih-bersih dulu. Aku ingin membawa kamu makan diluar. Atau kamu kita makan disini saja?" tanya Mike yang masih memeluk istrinya.
"Em... Kita makan dikamar saja, ya mas! Besok saja kita makan diluar"
"Siap ratu ku" bisik Mike ditelinga Lusi.
Lusi merasakan saat ini jantungnya berdegup kencang karena dia merasakan nafasnya Mike di lehernya yang jenjang.
"A.. aku mandi dulu, mas!" ucap Lusi sambil melepaskan tangan Mike yang melingkar di pinggangnya.
Setelah terlepas dari pelukan Mike, Lusi langsung berlari ke kamar mandi. Mike hanya geleng-geleng kepala saja melihat Lusi yang masih malu-malu padanya.
Sedangkan Lusi yang masih bersandar di balik pintu kamar mandi sambil menyentuh dadanya dengan tersenyum bahagia.
"Lama-lama aku bisa kena serangan jantung kalau seperti ini terus" gumam Lusi.
Setelah merasa tenang, Lusi langsung mempersiapkan air hangat untuk mandinya. Setelah mempersiapkan semuanya, barulah Lusi membuka bajunya dan masuk kedalam bathtub.
__ADS_1
Lusi yang baru saja masuk kedalam bathtub, Lusi terkejut melihat Mike masuk ke dalam kamar mandi. Dan apalagi Mike membukakan bajunya dan tersenyum penuh arti pada Lusi.
****