You'Re My Everything

You'Re My Everything
Resepsi pernikahan


__ADS_3

Lusi tidak menyangka kalau acara pernikahannya sangat mewah dan para tamu yang hadir adalah orang-orang yang sangat penting. Padahal dia sudah meminta kepada keluarga Mike untuk tidak terlalu berlebihan membuat acara pernikahannya dan Mike.


***


Kini sang mempelai telah duduk di depan panggung yang dikhususkan untuk mereka berdua.


Satu persatu para tamu undangan datang menghampiri mereka untuk memberikan selamat kepada mereka. Setelah memberikan selamat kepada mereka, mereka juga berfoto-foto untuk mengabadikan momen istimewa Mike dan Lusi.


Handoko yang duduk diantara tamu, terus memperhatikan wajah Lusi putrinya yang dibuangnya tiada berhenti tersenyum. Handoko dapat melihat jelas kini putrinya tampak sangat bahagia.


"Pa, aku ingin kita pergi sekarang! Aku sudah sangat muak dengan acara ini. Kamu sebagai orang tuanya tapi kamu diperlukan seperti tamu yang lain." ucap Monika dengan kesal dan dia mengungkapkan hal itu ingin membuat Suaminya membenci Lusi kembali.


"Baiklah. Tapi kita harus memberikan selamat kepada mereka" ucap Handoko dengan suara yang lemah. Dia tidak langsung termakan dengan ucapan istrinya, karena itu semua terjadi karena dirinya.


"Terserah, yang penting kita cepat keluar dari sini." ucap Monika yang semakin kesal karena Handoko tampak tenang dan bukannya marah.


Handoko langsung bangkit berdiri dan berjalan menuju ke depan. Monika yang langsung menggenggam tangan Suaminya. Dia ingin membuat Lusi melihat kalau dia dan Handoko selalu mesra dan menunjukkan kalau Handoko hanya mencintai dirinya bukan mama kandung dari Lusi.


Sedangkan Sisil masih tampak duduk diam di bangkunya. Dia telah membuat rencana, dia akan mempermalukan Lusi dihadapan semua orang. Apalagi banyak para wartawan juga hadir di acara pernikahan Mike dan Lusi.


"Selamat untuk pernikahannya" ucap Handoko sambil mengulurkan tangannya pada Lusi.


Lusi tidak menyangka kalau Handoko juga hadir dan mengucapkan selamat atas pernikahannya. Dia mengira kalau Handoko tidak akan hadir karena bukan Handoko yang menjadi walinya. Lusi langsung membalas uluran tangan Handoko dengan tatapan dingin.


"Terimakasih pak Handoko" ucap Lusi dengan dingin.


Melihat Lusi yang sangat dingin padanya membuat Handoko merasakan dadanya seperti ditekan. Ada sedikit rasa kekecewaan nya pada Lusi, tapi dia sadar tidak berhak untuk kecewa dan dia tidak bisa memprotes dengan perlakuan Lusi padanya yang sangat dingin. Karena dia sadar kalau dia layak untuk mendapatkannya.


"Selamat tuan Mike untuk pernikahannya" ucap Handoko yang kini sudah beralih mengucapkan selamat pada Mike.


"Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir di pernikahan kami, pak Handoko" ucap Mike sambil berjabat tangan dengan Handoko.


Monika yang terus berada di samping Handoko hanya diam saja, Monika tidak ingin berjabat tangan dan mengucapkan selamat kepada Mike dan Lusi. Dia hanya diam saja mengikuti langkah suaminya. Lusi sangat tau tujuan Monika yang dari tadi menunjukkan kemesraannya dihadapannya.


Lusi tidak terlalu ambil pusing dengan tingkah Monika, karena menurutnya tidak terlalu penting baginya.

__ADS_1


***


Sisil yang melihat papa dan mamanya ingin pergi, Sisil langsung berjalan ke arah depan naik ke atas panggung dengan sombongnya.


Lusi langsung menyambar microphone yang berada di depan. Dia langsung tersenyum licik kepada Mike dan Lusi yang telah memperhatikan dirinya.


"Maaf untuk para tamu undangan, tolong perhatiannya. Saya ingin mengatakan sesuatu kepada kalian semua." ucap Sisil dengan menunjukkan wajah sendunya.


Semuanya para tamu langsung berhenti berbincang. Mereka merasa bingung dan penasaran dengan apa yang dikatakan Sisil pada mereka.


Renaldo, dan seluruh keluarganya tampak sangat kesal dengan Sisil. Karena mereka merasa saat ini Sisil ingin mengatakan sesuatu yang akan menghancurkan pernikahan Mike dan Lusi. Berbeda dengan Mike dan Lusi, mereka sangat tenang dan santai.


"Baim, kenapa kamu tidak menjaga perempuan itu? Bukankah kamu ditugaskan untuk menjaga dia supaya tidak buat onar!" tanya Renaldo dengan menahan emosinya pada asisten putranya itu.


"Maaf tuan. Tadi saya mengecek keamanan" ucap Baim dengan merasa bersalah karena telah lalai dalam pekerjaannya.


"Tuan Renaldo tenanglah. Apa kamu tidak lihat putra mu dan menantu mu saja tampak sangat santai. Saya merasa kalau mereka pasti bisa mengatasi ini" ucap Richard dengan tersenyum sambil menikmati minumannya.


"Benar, pa. Papa tenanglah. Benar apa yang dikatakan daddy kalau kak Mike dan Lusi bisa mengatasi semuanya" sambung Miranda yang sangat mengenal bagaimana sifat Lusi dan Mike.


Mendengar ucapan Jhonson dan Miranda membuat Renaldo tenang. Mereka memilih diam untuk melihat apa yang akan dilakukan Sisil.


Handoko yang tadi sudah berjalan mau turun kebawah, langsung menghentikan langkahnya. Dia sangat kaget melihat putrinya berada di panggung. Handoko memiliki firasat kalau putrinya Sisil akan membuat masalah. Handoko berniat menghentikan putrinya, tapi langsung dicegah Monika.


"Jangan ikut campur, mas. Biarkan saja, jika kamu ingin menghentikannya kamu ingin putri mu yang sangat kamu cintai itu marah sama kamu?" ucap Monika dengan suara pelan sambil menggenggam tangan Handoko.


***


"Baiklah karena semuanya sudah memperhatikan saya, saya ingin memberi tahu sesuatu kepada kalian semua. Saya ingin mengatakan kalau wanita yang bernama Lusi itu bukanlah wanita baik-baik. Dia anak durhaka! Papa kandungnya masih hidup, tapi dia mengatakan pada semua orang kalau papa kandungannya sudah meninggal" ucap Sisil dengan emosi.


Mendengar ucapan Sisil semua para undangan langsung tampak berbisik-bisik. Sisil yang melihat itu sangat senang, karena dia telah membuat semua orang memandang Lusi dengan sinis.


Sedangkan Renaldo dan keluarga besarnya dan yang lainnya tampak sangat santai, karena melihat Mike dan Lusi sangat santai dan tersenyum.


"Saya mengatakan ini ingin membuat Kakak saya Lusi sadar dengan kesalahannya. Didalam tubuh saya dan Lusi mengalir darah yang sama, kami satu ayah tapi beda ibu. Saya tidak terima melihat papa saya dari tadi sedih melihat putrinya menikah tapi bukan dia yang menjadi walinya." sambung Sisil.

__ADS_1


"Kak, tolong sadar lah. Maaf kan papa, dia sangat menyayangi mu. Tidak bisakah kamu menerima papa? Apakah karena papa menikah dengan mama ku? Lihat wajah papa yang dari tadi terus sedih." ucap Sisil pura-pura menangis.


Monika juga ikut beracting pura-pura menangis sambil menyandarkan kepalanya di bahu Handoko. Sedangkan Handoko hanya diam saja sambil memperhatikan putrinya Lusi.


Kalau ada pilihan acting terbaik, Sisil dan Monika pasti akan menang. Karena air mata buaya mereka telah mengalir di pipinya.


Mike yang dari tadi menahan amarahnya, kini sudah tampak tidak sabar lagi untuk memberikan pelajaran kepada Sisil. Wanita yang tidak memiliki tau diri. Karena dengan perbuatannya itu membuat dia dan keluarganya akan hancur dan malu.


Lusi yang melihat suaminya ingin bangkit berdiri langsung menahan suaminya. Mike langsung menatap Lusi dengan bingung.


"Aku yang akan menyelesaikannya, kak" ucap Lusi dengan tersenyum.


Lusi langsung bangkit berdiri, tentu saja Mike tidak akan membiarkan Lusi menghadapi Sisil sendiri. Dia menemani Lusi dan langsung berjalan dari belakang istrinya. Mereka berjalan kearahnya Sisil yang tampak sangat tenang.


"Apa kamu sudah selesai?" tanya Lusi dengan tersenyum.


"Sudah, kak. Apa kakak sudah mengakui kesalahan kakak? Apa kakak mau menerima papa?" tanya Sisil yang masih pura-pura bersedih.


Handoko hanya diam saja, dia tahu kalau putrinya Sisil akan mendapatkan masalah karena perbuatannya sendiri.


"Baiklah kalau begitu aku yang akan bicara sekarang." ucap Lusi dengan masih tenang.


Lusi langsung melihat kearah Handoko yang dari tadi diam berdiri tidak jauh dari mereka.


"Baiklah untuk semua orang yang hadir disini. Aku ingin mengatakan sesuatu. Aku berharap kalian yang sendiri yang menilai semuanya." ucap Lusi sambil menatap para tamu undangan.


"Aku berterima kasih untuk mu, aku berharap kamu tidak menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan di acara pernikahan ku ini!" ucap Lusi menatap Sisil.


Tentu saja membuat Sisil tampak bingung dengan ucapan Lusi yang ambigu menurut dirinya.


"Aku akan memberitahu semua orang siapa diriku. Benar apa yang dikatakannya kalau aku adalah putri dari pak Handoko" ucap Lusi.


Semua para tamu sangat terkejut dan mereka langsung berbisik-bisik. Tapi dari antara mereka yang sudah mengetahui disaat acara ulang tahun perusahaan PT Kraya dan pertunangan Mike dan Lusi, mereka hanya diam saja.


****

__ADS_1


__ADS_2