You'Re My Everything

You'Re My Everything
Lusi mengetahui semuanya


__ADS_3

Setelah menceritakan apa yang dia ketahui tentang pembunuhan mama Mertuanya, Mike menceritakan apa telah dia dengar dari Baim tentang Cinta.


"Jadi maksudnya Cinta sedang ditahan oleh pak Bian?" tanya Lusi dengan tidak percaya


"Ya, sayang. Itu semua dia lakukan supaya Cinta tidak memberitahu kepada siapapun tentang kehamilannya. Ada hal yang harus kamu tahu, Bian sebenarnya adalah anak dari Samuel. Kakak laki-laki dari nyonya Monika, pria yang terlibat dalam pembunuhan mama kamu" ucap Mike dengan tenang.


Tentu saja membuat Lusi sangat terkejut, sehingga langsung menutup mulutnya dengan tangannya.


"Jadi ku, mohon jika kamu bertemu dengannya jangan lupa untuk kabari aku. Aku sangat yakin kalau dia saat ini sedang dalam perjalanan ke Paris. Seperti yang aku katakan, dia ingin membunuh ku dan mengambil mu dari ku" ucap Mike menahan emosinya.


Lusi langsung memeluk erat suaminya, Lusi jadi takut kalau apa yang direncanakan Bian terjadi.


"Tenang lah sayang, Kita tidak sendiri. Keluarga kita bersama kita. Apalagi Dady Jhonson ikut membantu kita" ucap Mike yang mengerti kalau istrinya kuatir


Mendengar hal itu membuat Lusi agak lega mendengarnya. Dia sangat bersyukur Daddy Jhonson mau membantu mereka untuk menghadapi Bian.


Setelah menceritakan semuanya pada istrinya, Mike yang sudah merasa candu dengan istrinya, membuat dirinya kembali menyatukan tubuhnya dengan istrinya. Lusi hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan suaminya padanya. Entah sampai berapa jam mereka melakukannya.


Karena melihat istrinya yang mulai lelah akhirnya, Mike memutuskan untuk menghentikannya. Dia tidak ingin istrinya sakit karena ulahnya. Sebelum mereka memutuskan untuk tidur, Mike membawa istrinya untuk membersihkan tubuh mereka. Supaya saat mereka sampai, mereka sudah rapi.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang panjang dari jam lima sore , mereka sampai di negara Indonesia jam sembilan pagi. Perjalanan yang sangat melelahkan bagi mereka.


***


Kini Bian sudah pulang ke rumah persembunyiannya, dia bersiap-bersiap untuk ke bandara. Dia ingin ke Paris, menjalankan rencananya.


"Bos, anda sudah siap?" tanya Vicky pada Bian.


"Sudah! Kita berangkat sekarang! Didit ingat kamu harus perhatikan wanita itu." ucap Bian.


"Baik, bos!" jawab Didit.


Cinta mengintip dari dalam kamarnya, dia melihat Bian yang sudah tampak mau pergi. Cinta berharap kalau Monik sudah melakukan permintaannya. Dia sangat menyesal dan merasa bersalah pernah menyakiti Lusi. Padahal dia sangat tahu kalau Lusi tidak pernah sekalipun menarik perhatian Bian.


Lusi selalu cuek pada setiap pria yang mendekatinya, dan Lusi juga tidak pernah sekalipun membalas apa yang telah dia lakukan selama mereka bekerja di ruangan yang sama.

__ADS_1


***


Saat Bian dan anak buahnya dalam perjalanan ke bandara, Vicky mendapatkan informasi dari orang suruhannya. Ketika sudah selesai bicara dengan orang suruhannya,. Vicky langsung menatap bosnya yang asik memandang foto. Vicky tahu kalau Bian selama ini selalu bersembunyi menatap foto Lusi yang duduk di taman belakang sambil memegang perutnya yang mulai besar.


Vicky merasa kalau Bian sebenarnya menyukai Cinta, tapi dia sangat yakin kalau bosnya belum menyadari hal itu. Karena bosnya saat ini hanya merasa tertantang dengan Lusi yang tidak pernah menanggapi Bian sama sekali.


Apalagi dia melihat Lusi memilih untuk menikah dengan seorang Mike yang sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki sisi romantis dan sangat dingin dengan wanita. Dia merasa harga dirinya seperti jatuh, karena Mike dengan gampangnya mendapatkan Lusi. Padahal dia sudah bertahun-tahun mendapatkan perhatian Lusi.


"Bos..." panggil Vicky dengan gugup.


Bian langsung mematikan teleponnya dan menatap kearah Vicky.


"Ada apa?"


"Bos, dari orang buah kita yang sudah berada di bandara mengatakan ada pesawat pribadi milik tuan Renaldo mendarat di bandara" ucap Vicky.


"Berapa lama lagi kita sampai di sana?"


"Sepuluh menit lagi, bos"


"Baik, bos!"


***


Kini Jhonson dan beberapa anak buahnya sudah berada di bandara. Saat melihat putrinya dan Mike keluar, Jhonson langsung merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Lusi.


"Daddy" gumam Lusi dengan tersenyum bahagia melihat Jhonson menjemput mereka.


Lusi langsung menghambur ke Jhonson dengan bahagia.


"kalian baik-baik saja?" tanya Jhonson pada Lusi yang berada dalam pelukannya.


Lusi langsung melepaskan pelukannya dan menatap Jhonson dengan mengangguk kepalanya.


"Sepertinya suamimu sangat ganas menerkam mu" ucap Jhonson pada Lusi.

__ADS_1


Tentu saja membuat Lusi jadi malu, Lusi merasa kalau Jhonson telah melihat jejak yang ditinggalkan suaminya di lehernya yang mulus. Lusi mengetahui kalau suaminya telah membuat stempel dilehernya saat dia lagi bercermin sebelum turun dari pesawat. Berbeda dengan Mike dia hanya tersenyum bangga karena ucapan Jhonson.


"Apa kabar tuan Jhonson" sapa Mike sambil memeluk Jhonson dengan hangat.


"Baik. Terimakasih sudah menjaga putri ku dengan baik" ucap Jhonson sambil menepuk punggung Mike.


Setelah mereka saling menyapa, mereka memutuskan untuk langsung pergi dari bandara. Semua orang memperhatikan mereka dengan tatapan bingung. Karena banyak pria memakai baju hitam disekelilig mereka. Mereka tidak terlalu mengenal siapa berjalan di hadapan mereka. Hanya orang-orang penting saja dalam bisnis yang mengenal siapa mereka.


Didalam mobil mereka tampak saling berbincang-bincang. Mike duduk bersama Lusi dibelakang. Sedangkan Jhonson duduk di depan.


Saat mobil mereka melihat persimpangan jalan, dari arah lain tiba-tiba menabrak mobil anak buah Jhonson yang ada didepan mereka. Tentu saja membuat supir mereka mengerem mendadak.


Mereka terkejut melihat mobil yang didepan mereka sudah berguling kearah yang lain. Dan tiba-tiba saja beberapa mobil menghadang mereka.


"Sayang, sepertinya mereka tahu kalau kita sudah pulang. Kamu ingat jangan keluar dari dalam mobil" ucap Mike dengan tegas. Lusi hanya mengangguk kepalanya saja.


Jhonson dan Mike langsung keluar dari dalam mobil mereka. Begitu juga para bodyguard mereka juga keluar dari dalam mobil.


Setelah mereka keluar, orang-orang yang menghadang mereka juga keluar dari dalam mobil.


"Serang!" Teriak salah satu dari lawan mereka.


Akhirnya terjadilah perkelahian antara mereka. Jhonson sudah menduga untuk hal ini, makanya dia membawa banyak anak buahnya untuk melindungi putri angkatnya itu besama menantunya.


Lusi tampak sangat cemas melihat pertarungan yang ada dihadapannya. Setiap melihat Mike dan Jhonson bisa membuat lawannya langsung terkapar membuat hatinya merasa sangat bahagia. Tapi entah kenapa perasaannya tidak enak.


Lusi yang melihat dari arah lain, tampak sangat terkejut melihat seseorang sudah menyiapkan senapannya pada Mike. Karena takut terjadi sesuatu padanya, membuat Lusi keluar dari dalam mobil.


"Ehmmmm" saat keluar dari dalam mobil, mulutnya Lusi tiba-tiba langsung dibekap seseorang. Akhirnya Lusi langsung tidak sadarkan diri.


Lusi langsung dibopong untuk dibawa masuk kedalam mobil yang tidak jauh dari mobil mereka.


Pria yang menodongkan senjata itu, hanya ingin menjebak Lusi supaya keluar dari dalam mobil. Jika ada yang memecahkan kaca mobil itu tiba-tiba, membuat Mike akan menyadari hal itu. Maka karena itu mereka membuat rencana seperti itu, mereka sangat yakin kalau Lusi akan keluar langsung untuk menyelamatkan suaminya. Saat melihat Lusi telah berhasil mereka dapatkan, Pria itu langsung pergi menjauh.


****

__ADS_1


Maaf untuk yang namanya Daddy Richard saya ganti dengan nama Jhonson. Karena dari awal sebenarnya nama daddy angkatnya Lusi adalah Jhonson. Saya lupa dengan namanya sewaktu saya buat pertama kalinya. Maaf ya 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2