You'Re My Everything

You'Re My Everything
Membenci diri sendiri


__ADS_3

Setelah Miranda pergi, Samuel mendapatkan informasi kalau putranya berada di desa X. Hal yang paling mengejutkan Samuel dan Venesia adalah banyak pria-pria yang seperti preman berjaga-jaga dirumah putranya.


"Lebih baik kita berangkat sekarang. Saya sudah mendapatkan informasinya" ucap Samuel.


"Apa tuan Sam yakin mau ikut? Kondisi tuan saat ini saat lemah" ucap Jhonson.


"Saya dan istri saya tetap akan ikut. Saya yakin kalau dia melihat kami, dia akan menyerah" ucap Samuel.


"Baiklah. Sam kamu dan beberapa anak buah yang lain akan tetap disini. Seperti yang kamu tahu Tante Mira dan Sandi telah bebas" ucap Felix.


Mike yang sudah melangkah keluar, langsung berhenti ketika mendengar ucapan Felix pada Sam. Mike langsung menatap Felix yang masih bicara ada Sam.


"Tunggu, Fel. Apa maksudnya? Mama ku dan pria breng*** itu sudah bebas?" tanya Mike dengan gugup.


Felix langsung mendekati Mike yang masih berdiri tegak didekat pintu.


"Kita akan bahas nanti. Sekarang yang penting kita harus membawa istri mu kembali. Ayo!" ucap Felix sambil menarik Mike dengan tersenyum.


Mike pun hanya diam dan mengikuti apa yang dikatakan Felix. Karena apa yang dikatakan Felix ada benarnya, saat ini yang terpenting nyawa istrinya lebih dulu.


Jhonson meninggalkan beberapa anak buahnya untuk menjaga rumah Renaldo. Karena mereka tidak ingin terjadi sesuatu pada putri angkatnya dan x rumah.


***


Kini Bian berada dalam kamarnya, dia tampak memikirkan dengan ucapan Lusi tadi.


"*Dari mana dia tahu kalau papa pernah membunuh seseorang?" gumam Bian sambil berjalan mondar mandir.


"Apa dia anak wanita yang dibunuh papa*?"


Karena rasa penasarannya Bian memilih untuk kembali bertanya kepada Lusi lebih baik.


Brak...

__ADS_1


Bian membuka pintu kamar Cinta dengan kasar. Sehingga membuat Lusi dan Cinta yang lagi berdiri di dekat jendela terkejut. Sebelumnya sewaktu Bian sudah keluar dari dalam kamar, Cinta langsung membuka ikatan Lusi. Dia tidak peduli apakah Bian akan marah aap tidak.


Dengan emosi, Bian langsung menarik Cinta dengan kasar karena telah berani melepaskan Lusi dari ikatannya.


"AW... Sakit, mas!" Cinta meringis kesakitan saat tangannya di tarik kasar.


Lusi yang ingin membantu langsung dihadang anak buahnya Bian. Lusi yang masih belum memiliki tenaga hanya bisa diam saja sambil meringis kesakitan karena kedua tangannya di ditekan dengan sangat kuat oleh anak buahnya Bian.


Plak...


Bian menampar pipi Cinta dengan kuat sehingga membuat Cinta langsung terjatuh ke atas tempat tidur. Untuk saja Bian menampar Lusi didekat tempat tidur.


"Hei breng*** berani sekali kamu menampar wanita yang lagi hamil anak mu" teriak Lusi dengan emosi.


Ya, Cinta sudah memberi tahu semuanya kepada Lusi apa yang terjadi padanya belakangan ini. Lusi tidak menyangka kalau Cinta masih mencintai Bian dan masih bertahan di sisi Bian, padahal pria itu telah menyiksa dirinya. Kalau Lusi berada disisi Cinta, mungkin dia tidak akan sanggup bertahan. Lusi juga memberi tahu kalau dirinya sangat mencintai suaminya dan dia sangat merindukan suaminya saat ini.


Cinta meringis kesakitan dengan apa yang dilakukan Bian padanya. Ingin sekali Cinta menangis tapi dia berusaha untuk tidak meneteskan air matanya. Karena dia sudah bertekad untuk tidak lagi menangis dengan rasa sakit yang diberikan Bian padanya. Cinta sangat membenci dirinya sendiri, karena dirinya terlalu mencintai Bian. Dalam hatinya tidak ada kebencian untuk Bian, yang ada hanya kekecewaan saja.


Cinta menatap Bian dengan dingin, saat ini dihatinya Bian adalah pria yang tidak boleh lagi dia cintai.


"Apa kamu belum puas menyiksa ku?" tanya Cinta dengan dingin.


"Apa kamu sudah berani menantang ku?" ucap Bian dengan mengcekam pipi Cinta dengan kuat.


"Ya. aku tidak akan membiarkan kamu melakukan sesuka hati mu terhadap diriku!" ucap Cinta sambil menahan rasa sakit di wajahnya.


Bian dengan kasar langsung mendorong Cinta, sehingga Cinta kembali. Entah kenapa dia merasa melihat tatapan dingin Cinta dan darah segar dibibir Cinta membuat dalam hatinya sangat sakit dan tidak tega.


Untuk menahan emosinya pada Cinta, Bian langsung menjauh dari Cinta. Dia berjalan ke arah Lusi yang terus berusaha untuk melepaskan diri dari anak buahnya.


"Aku tidak akan menyakiti mu. Tapi ada yang harus ingin aku tanya lebih jelas padamu. Tapi aku harap kamu jawab jujur." ucap Bian dengan dingin.


"Lepaskan dia" ucap Bian pada anak buahnya.

__ADS_1


Setelah bebas dari anak buahnya Bian, Lusi langsung berlari ke arah Cinta. Dia ingin melihat keadaan Cinta, karena dia sangat kuatir kalau Cinta anak dalam kandungannya terjadi sesuatu yang buruk.


Bian membiarkan Lusi mendekati Cinta, karena dia pun juga ada rasa cemas pada Cinta. Tapi karena egoisnya yang tinggi dia, pura-pura cuek.


"Aku ingin memastikannya. Apa maksud dari ucapan mu tadi? Kamu tahu dari mana kalau papa ku dulu pernah membunuh?" tanya Bian


Melihat Cinta yang tampak baik-baik saja, Lusi langsung bangkit berdiri dan menatap Bian dengan dingin.


"Kenapa? Apa kamu ingin menyangkalnya?"


"Apa kamu putri dari wanita yang pernah di bunuh papa ku?" tanya Bian lagi.


"Bukankah kamu sudah mengetahuinya?" bukannya menjawab tapi Lusi malah memberikan pertanyaan.


Meskipun Lusi tidak menjawab, Bian mengetahui jawabannya. Dia tidak menyangka kalau Lusi adalah anak gadis yang selama ini dicari papanya. Dia akhirnya menyadari kenapa dia tidak akan pernah berjodoh dengan Lusi, wanita yang sangat dia kagumi. Karena apa yang dikatakan Lusi benar, mama kandungnya Lusi tidak ingin dia menjadi pendamping Lusi. Anak dari seorang pembunuh.


Tapi yang dia tahu kalau Lusi adalah anak om nya, suami dari Tantenya. Jika benar, berarti papanya membunuh istri Pertama om nya, kenapa om nya mau menikah dengan tantenya.


"Satu lagi, Apa kamu putri dari om Handoko?" tanya Bian memastikan, karena bisa saja apa yang terjadi waktu itu ada yang salah.


"CK... Dulu... Tapi sekarang tidak! Sejak dia mengambil keputusan mengatakan pada dunia kalau dia sudah meninggal. Dan itu berarti papa kandung ku sudah meninggal" ucap Lusi.


Akhirnya apa yang ingin Bian ketahui, sudah terjawab. Jadi sekarang pertanyaannya adalah, kenapa om nya mau menikahi tantenya? Apakah ingin balas dendam atau karena memang mencintai tantenya.


Brak...


Saat Bian ingin bertanya kembali, tiba-tiba pintu kamarnya Cinta terbuka. Mereka semua sangat kaget melihat beberapa pria tegak berdiri di depan pintu.


"Siapa kalian?" tanya Bian emosi karena dia sama sekali tidak mengenal mereka.


Hal yang paling mengejutkan Bian dan Lusi sangat terkejut melihat dua wanita yang baru saja muncul tiba-tiba dari belakang para pria yang ada di depan pintu.


****

__ADS_1


__ADS_2