You'Re My Everything

You'Re My Everything
Menjaga diri


__ADS_3

Wanita yang menjadi pembantu di rumah kediaman keluarga Putra, sudah bersujud di hadapan Miranda dan Veby dengan penuh ketakutan.


"Dia ini wanita yang sudah dibeli Tante Mira untuk menjadi mata-matanya" jelas Felix dengan dingin.


Mendengar itu membuat mereka terkejut, mereka tidak menyangka pembantu mereka berani menghianati mereka.


"Dia sudah menjual semua informasi tentang kita." sambung Mike.


"Wanita itu kenapa tidak bisa berubah sih." ucap Veby dengan kesal.


"Ren, apa kalian sudah tahu keberadaan Mira" tanya Mesya pada putranya itu.


"Sudah, ma. Hanya saja kami menunggu pergerakan mereka saja. Mereka hanya berdua, mereka juga sudah mengubah penampilan mereka. Jadi kami berharap kalian harus lebih berhati-hati." ucap Renaldo tenang.


***


Sudah tiga hari sejak kejadian dimana mereka semua mengetahui kalau Mira dan Sandi sedang berencana untuk membalas dendam, Miranda dan Lusi jadi lebih sering berlatih beladiri lagi bersama Daddy Jhonson mereka. Keamanan mereka juga semakin diperketat.


Kini Lusi memilih bekerja di ruangan suaminya, karena dia selalu ingin melihat wajah tampan suaminya. Mike tidak mempersalahkan hal itu karena dia juga merasa sangat senang dan semakin semangat bekerja sambil menatap istrinya yang duduk di hadapannya.


"Sayang apa tidak sebaiknya kamu istirahat saja berlatih beladiri? Belakangan ini kamu selalu gampang lelah ku kulihat." ucap Mike saat mereka berduaan di dalam ruangan kantor Mike.


Lusi langsung menghentikan kegiatannya dan berjalan kearahnya Mike. Tanpa segan dan malu, Lusi langsung duduk di pangkuan suaminya. Tentu saja membuat Mike terkejut, karena ini pertama kalinya Lusi mau duduk di pangkuannya tanpa disuruhnya. Lusi mengalungkan tangannya kebelakang leher Mike.


"Mas, ini untuk kebaikan ku. Aku tidak ingin membuat kamu terlalu lelah dan mengalami hal yang bahaya hanya untuk menjaga ku" Lusi sambil mengelus pipi Mike dengan tangan kanannya.


Cup..


Mike langsung mengecup bibir istrinya dengan gemas, karena mendengar ucapan istrinya.


"Tidak ada kata lelah hanya untuk menjaga mu. Aku hanya ingin kamu tidak terlalu lelah, aku masih bisa untuk menjaga mu" ucap Mike


"Aku tahu itu, mas. Aku hanya ingin bisa menjaga diri ku sendiri." ucap Lusi lagi.

__ADS_1


Mike hanya diam saja, dia tidak sanggup melihat setiap malam Istrinya selalu mengeluh capek. Karena melihat suaminya hanya diam saja, Lusi langsung meletakkan kedua tangannya di pipi Mike dan mengarahkan wajah Mike menatap dirinya.


Tanpa sadar Lusi langsung mengecup bibir suaminya. Tentu saja membuat Mike sangat senang, dan dia ingin melihat bagaimana cara istrinya membujuk dirinya. Karena tidak ada respon dari suaminya, kini tangan Lusi sudah menjalar ke tubuh suaminya. Hal membuat Mike tidak ingin hilang kesempatan, apalagi hasratnya langsung naik karena sentuhan istrinya.


Akhirnya di pagi hari itu mereka melakukan olahraga panas didalam ruangan kantor Mike. Mike langsung membantu Lusi kedalam kamar pribadinya, karena dia ingin lebih leluasa. Mereka berhenti setelah dua jam melakukannya. Mike yang melihat Lusi tertidur pulas karena lelah, Mike memutuskan untuk membersihkan tubuhnya sendiri. Setelah membersihkan tubuhnya, Mike membantu istrinya untuk membersihkan tubuh Lusi yang dipenuhi keringat.


Barulah dia kembali memakai baju kantornya, sedangkan Lusi tetap tidur dengan tubuh yang masih polos. Mike mengecup kening istrinya dengan penuh kelembutan sambil tersenyum.


"Sayang aku lanjut kerja dulu, kamu istirahat saja" ucap Mike dengan lembut.


"Emmm" hanya itu saja jawaban dari Lusi, suara khas orang masih tidur.


Saat Mike keluar dari dalam kamar pribadinya, dia terkejut melihat papanya, Jhonson, Felix dan Bian berada di ruangannya.


"CK.....Apa putriku selalu kamu makan setiap hari di kantor mu?" tanya Jhonson dengan ketawa melihat tingkah Mike yang terkejut melihat kedatangan mereka.


Mike langsung mengendalikan dirinya, dia pura-pura tidak mendengar pertanyaan Jhonson. Dengan tenang, Mike duduk bergabung bersama mereka.


"Sejak kapan kalian datang?" tanya Mike sambil menatap Bian.


Tentu saja membuat Mike jadi malu setengah mati. Ini pertama kalinya dia dan Lusi melakukannya di kantor, biasanya mereka hanya berciuman saja. Tidak pernah sampai melakukan hal yang lebih dari itu. Kini wajah Mike berubah menjadi merah karena mendengar ucapan Bian.


"Hahaha. Son, kenapa wajah menjadi merah padam?" goda Renaldo pada putranya.


"Sepertinya dia sangat malu, pa" sambung Felix.


"Sedang apa kalian ke ruangan ku. Kalau tidak penting, aku mau lanjutin pekerjaan ku" ucap Mike dengan cuek.


Mereka semuanya langsung ketawa mendengar ucapan Mike. Mereka tahu kalau saat ini Mike sangat malu pada mereka.


***


Kini Mira dan Sandi bersiap-siap menjalankan rencana mereka. Mereka juga sudah mendapatkan beberapa anak buah yang bisa mereka ajak kerjasama.

__ADS_1


"Saya hanya ingin kalian menculik bayi ini dan perempuan ini. Apa kalian sanggup?" tanya Mira sambil menyerahkan foto baby Raja pada lima orang preman yang sudah dijadikannya jadi anak buah mereka.


Kelima pria itu langsung mengangguk kepalanya, tanda kalau mereka sanggup melakukan perintah dari Mira.


"Ingat, kalian harus hati-hati. Karena wanita ini memiliki bodyguard yang selalu ada disampingnya 24 jam" sambung Sandi.


"Baik, bos." jawab salah satu pria itu.


"Bagus! Ini pembayaran pertama untuk kalian! Sisanya akan kami beri kalau kalian sudah melakukan tugas kalian" ucap Mira sambil menyerahkan amplop yang agak tebal pada kelima pria itu.


"Bos sangat pintar sekali. Tenang saja, bos kami akan melakukan tugas kami dengan baik" ucap salah satu kelima pria itu.


"Tidak perlu banyak bicara. Sekarang lakukan tugas kalian. Kami tidak ingin ada kegagalan, ingat kami sudah bayar yang mahal pada kalian" sambung Sandi.


"Baik, bos. Kami pergi dulu bos" sambung pria itu kalau dilihat dia lah ketua dari kelompok preman itu.


Mira dan Sandi hanya mengangguk kepalanya saja. Setelah kelima pria itu keluar dari apartemen mereka, Sandi langsung menarik Mira ke pangkuannya.


"Sayang, setelah kita berhasil apa yang selanjutnya kamu lakukan?" tanya Sandi sambil mengelus pipi Mira.


"Aku akan membalas pada Renaldo. Dia juga terlibat membuat aku jauh dari putra ku." ucap Mira dengan dingin.


"Hahaha. Kamu yakin? Bukannya kamu sangat mencintainya?"


"CK... Itu dulu, sayang. Yang ada sekarang saat ini hanya kebencian terhadap dirinya. Kamu tahu siapa yang saat ini aku cinta?"


"Siapa?"


"Kamu. Kamu pria yang sangat aku cintai saat ini. Kalau saja dulu aku menerima cinta mu, kita bisa hidup bahagia dari dulu" ucap Mira dengan merasa bersalah karena pernah mengabaikan cintanya Sandi dulu sewaktu mereka kuliah bersama.


Cup...


Mendengar ucapan Mira, Sandi mengecup bibir Mira dengan tersenyum. Tentu saja wajah Mira yang sempat sedih langsung senyum kembali. Dengan penuh semangat dan bahagia Mira langsung membalas ciuman Sandi. Akhirnya di siang hari itu mereka kembali menyatukan tubuh mereka kembali.

__ADS_1


****


__ADS_2