
Mike bersama Baim masuk kedalam ruangan dimana Monika dan Sisil disekap. Sungguh miris melihat keadaan mereka berdua saat ini. Monika dan Sisil yang selalu tampil modis kini sudah tampak seperti gelandang.
Mereka diikat di kursi yang kosong, sedangkan dua pria yang hampir menodai Lusi tangannya di gantung keatas dan mereka di atas Kursi. Sekali saja mereka bergerak maka mereka bisa dipastikan mereka akan bergelantungan.
Dengan tatapan dingin Mike masuk kedalam ruangan gelap itu. Monika melihat kedatangan Mike langsung berteriak.
"Lepaskan kami breng***" teriak Monika dengan emosi.
"Hahaha. Aku akan melepaskan kalian, ketika kalian mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang kalian lakukan pada istri ku" ucap Mike dengan dingin.
"Itu layak dia dapatkan. Wanita ****** seperti dia tidak layak menjadi istri seorang tuan Mike" ucap Sisil.
Mendengar Sisil menghina istrinya, Mike berjalan menatap tajam Sisil. Tanpa belas kasih Mike mencekik leher Sisil.
"Akh... Lepaskan saya...Tu..an.." ucap Sisil dengan susah karena Mike mencekik Sisil dengan kuat.
Ketika melihat Sisil susah bernafas, barulah Mike melepaskannya. Dia langsung menyuruh Baim untuk memutarkan video yang sudah dipersiapkan anak buahnya Mike lebih dulu.
Di Video itu dapat dilihat jelas dimana Sisil selalu bergonta-ganti pasangan untuk menemani dirinya. Untuk mendapatkan proyek yang besar, tidak segan-segan Sisil menjual tubuhnya pada pengusaha kaya hanya karena untuk proyek.
Monika dan Sisil berteriak untuk mematikan video itu pada saat dimana terlihat jelas dimana Sisil dan pria yang agak berumur sedang memadu kasih.
Setelah video itu mati, Mike menatap mereka berdua dengan dingin. Terlihat jelas wajah Sisil sangat merah, karena malu pada Mike.
"Aku tidak percaya seorang ibu mendukung apa yang dilakukan anaknya. Dan apalagi selama ini anda seorang istri tidak pernah sekalipun menyembunyikan semuanya kepada suami anda sendiri." ucap Mike.
Semenjak Mike mengetahui kebenaran tentang keluarga Handoko, Mike memerintahkan Baim untuk menyelidiki keluarga Handoko semuanya.
Betapa kagetnya Mike mengetahui bagaimana perusahaan PT Kraya bisa sesukses itu dan mendapatkan banyak proyek besar. Ternyata karena Sisil menjual tubuhnya kepada para pengusaha besar. Monika mengetahui hal itu semuanya, bukannya marah Monika malah mendukung putrinya. Apa yang dilakukan kedua wanita itu, Handoko tidak pernah mengetahui semuanya. Handoko berpikir banyak proyek yang mereka dapatkan, karena usaha kerja keras putrinya.
__ADS_1
"Apa kamu ingin bilang kalau kamu lah yang cocok menjadi istriku nona Sisil?" tanya Mike.
"CK... Maaf, saya tidak akan mau dengan wanita bekas pria lain. Kamu mengatakan kalau istri saya adalah wanita ******, saya akan menunjukkan pada kalian siapa ****** yang sebenarnya" ucap Mike.
Lalu Mike berjalan kearah dua pria yang dari tadi sudah ketakutan pada Mike.
"Turunkan mereka" ucap Mike pada anak buahnya.
Kedua pria itu langsung diturunkan, dan mereka langsung bersujud di kaki Mike. Mereka meminta Mike untuk memaafkan mereka.
"Kami akan melakukan apapun yang anda katakan tuan, tolong lepaskan kami" ucap salah satu pria itu.
"CK... Apapun?" tanya Mike dengan sinis.
"Ia tuan!" jawab dua pria itu dengan cepat.
"Baiklah."
"Baik, pak!" jawab Baim dengan cepat.
Ikatan kedua tangan pria itu langsung dilepaskan. Lalu Mike berjalan mendekati kedua pria itu. Lalu dia membisikkan sesuatu kepada kedua pria itu. Kedua pria itu yang mendengar bisikan Mike, membuat mereka susah menelan ludahnya.
"Kalian semua keluar" ucap Mike kepada anak buahnya yang berada di dalam ruangan termasuk pada Baim.
"Aku berikan kalian waktu sampai besok pagi bersenang-senang" ucap Mike kepada kedua pria itu sambil melirik Monika dan Sisil dengan sinis.
Anak buahnya Mike tidak ada yang tahu apa yang dibisikkan Mike kepada kedua pria itu. Hanya Mike dan kedua orang pria itu saja yang tahu. Setelah itu Mike meninggalkan ruangan itu. Monika dan Sisil merasakan sesuatu yang buruk pada mereka berdua, tapi mereka tidak tahu apa itu.
Sesampainya di luar, Mike memerintahkan anak buahnya untuk tidak ada yang masuk. Mereka hanya disuruh untuk memastikan bahwa tidak ada satupun yang keluar dari dalam ruangan itu.
__ADS_1
***
Kini Bian tertidur di samping Cinta, tangannya di jadikan nya untuk menjadi bantalannya. Bian tidur sambil menggenggam tangan Cinta.
Baru saja Bian tidur, setelah kedua orangtuanya memutuskan untuk pulang karena ingin istirahat di rumah pribadi Bian. Bian merasakan tangan Cinta bergerak-gerak. Sontak saja membuat Bian langsung bangun, dia langsung menatap Cinta apakah Cinta sudah bangun.
"Cinta sayang kamu sudah bangun?" ucap Bian dengan lembut sambil mengelus pipi Cinta.
setelah menunggu beberapa detik, Cinta juga tak kunjung membuka matanya. Bian kembali kecewa, karena Cinta tidak juga bangun.
"Ternyata hanya mimpi saja. Sayang, kapan kamu bangun?" tanya Bian dengan lemah karena sudah berhari-hari dia tidak makan, dia hanya makan buah apel yang selalu dikupas mamanya dan minum. Makan apel saja itu karena mamanya terus memaksanya.
"Hiks...hiks..." Entah kenapa sejak Cinta koma, Bian jadi pria yang gampang menangis.
"Sayang aku ke toilet sebentar ya. Maaf aku tinggalkan kamu sebentar" ucap Bian, lalu mengecup kening Cinta dengan lembut. Tanpa sadar air matanya menetes ke pipinya Cinta, setelah mengecup kening Cinta, Bian mengecup perut Cinta yang mulai membesar. i
Saat Bian pergi ke toilet, pelan-pelan mata Cinta mulai terbuka. Cinta melihat cahaya putih dan bau obat didalam ruangan itu. Cinta melihat ke sekelilingnya mencari seseorang yang selama ini suaranya selalu dia dengar saat dia belum sadar.
Sebenarnya di alam bawah sadar Cinta, Cinta bisa mendengar apa saja yang dibicarakan orang didalam ruangan. Hatinya sangat sakit dan sedih kalau mendengar Bian tidak ingin makan apapun sebelum dirinya bangun. Cinta dapat membuka matanya ketika air mata Bian yang menetes ke pipinya.
Saat lagi mencari Bian Cinta mendengar suara pintu terbuka kamar mandi yang ada di sampingnya, Cinta langsung mengedarkan pandangannya dan melihat sosok yang dari tadi dicarinya.
"Mas Bian..." gumam Cinta, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Bian yang mendengar namanya dipanggil, langsung melihat kearah dimana Cinta terbaring. Betapa terkejutnya Bian melihat Cinta sudah sadar. Dengan cepat Bain langsung jalan dan langsung memeluk Cinta dengan menangis.
Hiks...hiks... hiks...
Cinta sangat terkejut mendengar Bian menangis, dia hanya bisa diam saja. Ingin rasanya Cinta ketawa karena ini pertama kalinya dia melihat Bian menangis. Dia merasakan kalau pelukan Bian mulai terasa sangat erat.
__ADS_1
"Mas... Aku.. susah bernafas" ucap Cinta ketika Bian memeluk dirinya sangat erat.
***