You'Re My Everything

You'Re My Everything
Lusi bertarung


__ADS_3

Setelah Lusi keluar, Miranda melakukan apa yang dikatakan Lusi. Dia sangat senang di dering kedua, Kakaknya Mike langsung mengangkat teleponnya. Dia lebih dulu menghubungi Mike, barulah Felix suaminya.


Diluar mobil Lusi sudah bertarung dengan orang-orang yang memakai topeng itu. Dua pengawal mereka sudah pada tumbang karena kena tusuk dibagian perutnya.


Lusi melihat pria bertopeng itu berjumlah dua puluh orang, sedangkan bodyguardnya dan Miranda kalau digabungkan hanya delapan orang. Tentu saja kalah telak, karena mereka langsung main keroyok.


Lusi langsung melawan tiga orang sekaligus, tidak ada rasa takut baginya. Dia sangat mensyukuri sewaktu di LA Daddy Richard mengajarinya dan Miranda beladiri. Dan akhirnya ilmu yang didapatnya bisa dia gunakan. Apalagi dia sudah lama tidak menyalurkannya untuk orang-orang jahat.


"Ingat jangan buat dia terluka. Bos ingin dia utuh!" ucap salah satu dari lawannya.


Lusi akhirnya mengetahui apa yang diincar para penjahat itu, yaitu dirinya.


"CK... Ternyata kalian menginginkan ku. Coba saja kalau kalian bisa" Lusi menantang ketiga lawannya.


Satu persatu maju melawan Lusi. Dengan lihainya Lusi bisa menangkis setiap serangan mereka. Dalam tempo singkat ketiga lawannya sudah berada di tanah, meringis kesakitan akibat dari pukulan Lusi.


"Kita lawan bersamaan!" ucap salah satu mereka.


Lusi langsung diserang bersamaan. Disaat Lusi diserang, Mike, Sam dan Felix dan beberapa anak buahnya sudah berada di tempat dimana terjadinya pertempuran Lusi.


Mike, Sam dan Felix sangat terkejut melihat Lusi bertarung dengan tiga orang sekaligus. Mereka memang sudah mengetahui kalau Lusi dan Miranda memiliki ilmu beladiri saat mereka di LA. Tapi mereka tidak menyangka kalau Lusi sangat hebat.


Mike yang melihat salah satu lawan dari Lusi terhempas kedepannya membuat dia sangat kagum dengan pujaan hatinya. Karena memiliki pasangan yang sangat baik, dan kuat.


"Kak Mike, kak Felix, kak Sam kenapa kalian diam saja? Bantu, kami cepat!" teriak Lusi dengan kesal karena melihat Felix, Mike dan anak buah yang dibawa mereka hanya diam saja memperhatikan mereka.


Mike, Sam dan Felix langsung sadar dari lamunannya. Mereka langsung bergabung membantu Lusi dan yang lainnya.


"Kalian cepat bergerak bodoh, kenapa kalian ikuti kami diam saja!" celetuk Mike pada orang-orangnya.


Akhirnya pertarungan itu seimbang. Meskipun masih lebih banyak lawannya, Mereka lebih unggul dalam pertarungan. Hanya dalam lima belas menit para lawannya sudah pada terkapar di tanah.


Pria bertopeng itu langsung menyuruh seluruh temannya untuk masuk kedalam mobil mereka. Sebelum mereka tertangkap, mereka harus kabur.

__ADS_1


Felix dan beberapa anak buahnya yang ingin mengejar mereka langsung dihentikan Mike.


"Tidak perlu dikejar, Fel!" teriak Mike.


"Kenapa? Kita harus tau siapa dalang semua ini!" ucap Felix dengan bingung.


"Mereka melupakan salah satu teman mereka yang tidak sadarkan diri" ucap Mike sambil menatap pria yang tadi terhempas ke depannya karena tendangan dari Lusi.


Mereka semua langsung memperhatikan seseorang yang masih terkapar di tanah dengan tidak sadarkan diri.


"Mas Felix" Miranda memanggil suaminya saat keluar dari dalam mobil.


Felix yang mendengar suara istrinya langsung melihat sumber suara. Dia melihat istrinya berjalan kearahnya, Felix langsung berlari memeluk istrinya dengan perasaan lega dan bahagia.


Karena melihat istrinya baik-baik saja, dan istrinya mendengar perintahnya untuk tidak keluar dari dalam mobil.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, sayang!" ucap Felix sambil mengelus rambut istrinya dengan lembut.


Sam juga memeluk calon istrinya itu dengan perasaan bahagia. Karena melihat Dina tampak baik-baik saja. Sewaktu mendengar dari Felix kalau Miranda dan kedua sahabatnya sedang di serang Sam sangat kuatir.


Lusi menampilkan senyumnya dengan menggeleng kepalanya dan Lusi langsung memeluk Mike dengan erat setelah memberikan jawaban pada Mike.


"Terimakasih kak sudah datang tepat waktu" ucap Lusi dengan tersenyum bahagia.


Mike langsung memeluk erat Lusi, dia sangat kuatir kalau terjadi hal-hal yang buruk pada Lusi saat mendengar ucapan Miranda kalau Lusi keluar dari dalam mobil ikut bertarung.


"Aku sangat kuatir ketika mendengar dari Anda kalau kamu ikut bertarung. Ternyata kekasih ku ini sangat hebat. Aku sangat bangga!" ucap Mike dengan tersenyum bahagia.


"Aku tidak menyangka kalau sangat hebat dari yang aku duga. Tapi aku tidak ingin kamu melakukan hal itu lagi, kecuali kalau hal mendesak. Aku sangat yakin mereka masih bisa menanganinya" ucap Mike.


Lusi langsung melepaskan pelukannya dan menatap kearah Mike.


"Maaf ya kak kalau aku membuat kakak kuatir. Kalau aku tidak keluar, aku tidak akan tahu kalau incaran mereka adalah aku!" ucap Lusi.

__ADS_1


Mike dan yang lainnya langsung terkejut mendengar ucapan Lusi. Terutama Dina dan Miranda. Mereka langsung melepaskan pelukan dari pasangan mereka, untuk mendekati Lusi.


"Kamu tau dari mana, Lus?" tanya Miranda dengan perasaan.


"Dari salah satu lawan ku tadi. Dia melarang temannya untuk tidak membuat ku terluka, karena bos mereka minta aku terlihat utuh." jelas Lusi.


"Kalau begitu aku saja yang keluar memberi mereka pelajaran. Bagaimana jadinya kalau kamu tertangkap" ucap Miranda dengan kesal.


"Hei nyonya Felix kamu itu ada-ada saja. Kamu memang lebih jago dari ku dalam hal ini, tapi kamu ingat ada nyawa yang hidup di rahim mu" celetuk Lusi dengan geleng kepala mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Kamu ini ada-ada saja, sayang. Kalau kamu terluka bagaimana? Aku tidak ingin kamu dan anak kita terluka" ucap Felix sambil memeluk pinggang Miranda dengan erat.


"Hehehe. Maaf aku lupa" ucap Miranda dengan cengengesan.


"Bos, bagaimana dengannya?" tanya salah satu orang Mike sambil menunjuk musuh mereka yang belum sadarkan diri.


"Satukan dia dengan orang tua itu. Ingat kamu ikat dia dengan erat" ucap Mike.


"Sebagian dari kalian bawa yang terluka ke rumah sakit, yang lainnya temani dia bawa pria itu cukup hanya empat orang saja yang mengikuti kami dari belakang" ucap Felix.


"Lebih baik kita pulang kerumah. Mereka pasti sudah menunggu kita dengan kuatir." ucap Felix.


"Mereka siapa, mas?" tanya Miranda dengan perasaan.


"Mama, papa dan papa Renaldo" Jawab Felix sambil menuntun istrinya masuk ke dalam mobil.


***


Dikediaman Putra dan veby, Para Orang tua sudah berkumpul menunggu kepulangan mereka dengan kecemasannya.


Renaldo yang saat itu sedang kumpul bersama orang tuanya untuk membahas pernikahan Mike tinggal dua hari lagi, Renaldo sangat terkejut mendengar dari Mike kalau Lusi dan putrinya Miranda sedang dihadang orang jahat.


Mike menyuruh Renaldo untuk menunggu mereka di kediaman keluarga Putra. Renaldo dan kedua orangtuanya pun langsung bergegas pergi dengan penuh kecemasan.

__ADS_1


***


__ADS_2