You'Re My Everything

You'Re My Everything
Kekacauan


__ADS_3

"Nama mama saya adalah Cahaya, dan mama saya hanya orang biasa. Tapi perlu saya tegaskan kembali kalau nama kandung papa saya Handoko Mars, bukan Handoko Winata" ucap Lusi dengan tenang.


"Kakak kan tau papa mengganti nama belakangnya!" ucap Sisil yang tidak mau kalah.


Dia tidak menyadari Lusi mengatakan hal itu untuk membuat Sisil sendiri lah yang akan mengatakan keburukan papanya sendiri.


"Oh, ya? Kenapa pak Handoko mengganti namanya? Apa dia sengaja mengganti nama belakangnya?" tanya Lusi dengan tersenyum sinis.


"Atau kalian hanya mengaku-ngaku kalau dia adalah papa saya, untuk mencari keuntungan karena saya menikah dengan Mike Wijaya" ucap Lusi.


"Hei... Jaga bicaramu. Ucapan mu telah merendahkan kami" teriak Monika tiba-tiba dengan emosi karena mendengar ucapan Lusi yang telah menghina harga diri mereka.


Semua para tamu langsung melihat kearah Monika yang mulai berjalan kearah Lusi dan Sisil.


"Kenapa anda marah nyonya?" tanya Lusi yang pura-pura tidak bersalah.


"CK... Perlu kamu tahu papa mu memang sengaja menggantikan nama belakangnya. Karena dia tidak ingin ada orang lain mengetahui kalau dia selamat dari kecelakaan yang menimpa mama kamu yang jelek itu dengan papa kamu. Asalkan kamu tau kalau kamu bukanlah anak yang diinginkan papa mu. Sejak kamu lahir, karir papa mu hancur. Untung saja kami dipertemukan kembali, saya membantu papa kamu untuk membuat karirnya maju kembali. Ternyata lambat laun cinta kami yang telah hilang, tumbuh kembali. Akhirnya papa kamu menikahi saya, papa kamu sangat mencintai saya dan apalagi ketika putri kami lahir, usaha yang dikelola papa kamu meningkat dan karirnya semakin menanjak. Karena itu papa kamu sangat mencintai saya dan putri saya. Papa kamu memilih untuk bersama saya dan putri saya dari pada putri yang membawanya sial dan istri yang jelek dan miskin." ucap Monika tanpa sadar dia mengungkapkan aibnya sendiri.


"CK.... Saya tidak menyangka anda terlalu bangga merebut suami orang lain dan menjadi perusak rumah tangga wanita lain. Nyonya apa tidak sadar kalau kamu seperti ******?" ucap Lusi dengan merendahkan diri Monika


Mendengar ucapan Lusi membuat hatinya Monika semakin panas.


"Breng***! Berani sekali kamu mengatakan saya ******" Teriak Monika dengan emosi dan kini tangannya sudah bersiap untuk melayangkan tangannya ke pipi Lusi.


Untung saja ada Mike yang berdiri di belakang Lusi. Mike langsung menangkap tangan Monika dengan tatapan tajam. Handoko dan Sisil langsung berlari untuk mencoba menenangkan Monika.

__ADS_1


Sedangkan Lusi lagi menahan emosinya karena mendengar Monika telah menghina mamanya. Lusi ingin sekali merobek mulut Monika, tapi langsung diurungkannya karena dia tidak ingin di acara bahagianya hancur.


"Tenang Nyonya Monika. Apa anda tidak melihat semua orang memperhatikan anda." ucap Lusi dengan tersenyum.


"Diam kamu anak sialan!" teriak Monika.


"Kamu, itu sengaja buat mama emosi kan? Kalau papa saya lebih memilih bersama saya dan mama saya itu berarti karena mama bodoh dan tidak bisa menjaga Suaminya sendiri." tanya Sisil dengan kesal sambil menahan tubuh mamanya yang terus memberontak untuk lepas.


"Saya tidak sengaja untuk membuat nyonya Monika marah. Tapi saya hanya ingin mengatakan kebenaran saja. Saya akui mama saya bodoh, bodoh karena mencintai pria penghianat dan buta karena harta." ucap Lusi sambil melirik papanya yang dari tadi diam saja.


"Oh, ya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada nona Sisil dan nyonya Monika. Tanpa saya menjelaskan kepada semuanya, kalian sendiri lah yang telah memberi tahu alasannya." ucap Lusi


Monika yang dari tadi memberontak langsung berhenti dan diam. Monika dan Sisil melihat keseluruh ruangan dan melihat para tamu undangan pada berbisik-bisik sambil menatap kearah mereka. Monika dan Sisil menyadari kalau mereka sendiri telah mempermalukan diri mereka sendiri.


"Jika anda ingin saya mengatakan pada seluruh dunia kalau anda adalah papa saya, saya ingin bertanya dengan anda. Dimana anda disaat saya sakit Saat saya diejek orang mengatakan kalau saya anak yatim-piatu, disaat semua orang memandang rendah saya?" tanya Lusi sambil menatap Handoko dengan tajam.


Handoko hanya tampak diam saja, dia tidak tau mau menjawab apa.


"Anda tidak bisa jawabkan? Disaat saya mengetahui kalau anda masih hidup, saya berlari seperti orang gila untuk mengejar anda. Saya bahagia karena melihat papa saya tampak sehat, saya berharap kalau papa saya mengenal saya. Tapi, semuanya itu hanya mimpi saya saja."


"Saya memperkenalkan diri saya, dan menyebut nama mama saya. Dengan gampangnya anda mengatakan kalau anda tidak mengenal saya dan mama saya. Saya menunjukkan bukti kepada anda kalau ucapan saya tidak lah bohong, tapi anda tetap mengatakan kalau saya orang asing. Anda juga mempermalukan saya dihadapan semua orang. Tapi ketika anda mendengar kalau saya bertunangan dengan Mike Wijaya, anda datang mengatakan kalau saya adalah putri anda"


Setelah mengatakan itu, Lusi langsung menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.


"Saya akui dalam tubuh saya mengalir darah anda dan saya akui kalau anda papa kandung saya. Tapi bukan berarti hubungan kita bisa seperti antara anak dan orang tua. Karena anda lebih dulu yang menghancurkan semuanya" ucap Lusi dengan menahan air matanya.

__ADS_1


Jleb....


Hati Handoko semakin sakit mendengar ucapan putrinya. Handoko ingin sekali marah, tapi dia bukan marah pada Lusi, tapi kepada dirinya sendiri.


"Maafkan saya dan keluarga saya telah membuat acara ini kacau" ucap Handoko dengan sendu.


Sisil dan Monika langsung menatap kearah Handoko dengan kesal.


"Papa, untuk apa meminta maaf padanya?" teriak Monika pada Handoko.


"Cukup! Hentikan semuanya, lebih baik kita pulang" ucap Handoko dengan sendu pada Monika dan Sisil.


Handoko langsung menarik tangan istrinya untuk pergi. Sedangkan Sisil langsung menatap tajam Lusi, dia tidak terima kalau Lusi berhasil mempermalukan mereka.


"Kamu akan membalas semuanya ini" ucap Sisil sebelum dia pergi meninggalkan acara itu.


***


Setelah kepergian Handoko dan keluarganya acaranya pun dilanjutkan. Semuanya tampak sangat bersimpati pada Lusi dan mereka sangat bangga pada Lusi yang tampak sangat tegar.


Mereka tidak tahu kalau apa yang dirasakan Lusi saat ini. Meskipun Lusi mengatakan hal itu kepada papanya tapi didalam hatinya dia masih sangat merindukan papanya. Dia ingin sekali merasakan pelukan papanya seperti dulu, tapi dia sangat sadar kalau semuanya itu tidak akan pernah terjadi lagi.


Meskipun saat ini Lusi selalu menampilkan senyumnya, Mike sangat tahu kalau itu senyum palsu. Sejak kepergian Handoko dan keluarganya Mike terus menggenggam tangan Istrinya, dia ingin memberikan kekuatan pada istrinya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2