You'Re My Everything

You'Re My Everything
Penyelamatan


__ADS_3

Sisil mengambil kayu yang ada didekatnya dan langsung berjalan pelan-pelan untuk tidak membuat Lusi menyadarinya.


Bugh...


Sisil langsung memukul samping Lusi dengan kayu yang besar itu. Tentu saja membuat Lusi langsung terjatuh ke lantai sambil memegang kepalanya yang kena pukul Akibat kena pukulan kayu, membuat keningnya Lusi mengeluarkan darah.


Dengan cepat Monika langsung menghampiri Lusi untuk menarik Lusi bangkit berdiri. Setelah Lusi bangkit berdiri, Monika langsung menodongkan pisau ke leher Lusi. Lusi hanya bisa diam saja sambil meringis kesakitan.


Monika dan Sisil membawa Lusi keluar dari ruangan itu. Saat mereka keluar Mike bersama yang lainnya, sedang berkelahi dengan anak buahnya Monika.


Handoko yang melihat istrinya sedang menodongkan pisau ke leher Lusi langsung berlari mendekati istrinya dan putrinya Sisil.


"Monika! Lepaskan putriku" ucap Handoko dengan emosi.


"Hahaha... Putri mu? Hei apa kamu lupa kalau dia mengatakan kalau dia tidak akan menganggap kamu adalah papanya" ucap Monika dengan sinis.


Mike, Samuel berserta istri dan putra Bian langsung menyusul mendekati Monika. Mike yang melihat darah mengalir dari keningnya istrinya membuat hatinya sangat sakit, seperti dia juga ikut merasakan kesakitan istrinya.


"Lepaskan istri ku, atau kalian tahu akibatnya" ucap Mike dengan tatapan dingin pada Monika dan Sisil.


"Tidak akan. Kalau dia tidak munculkan wajahnya pasti kehidupan rumah tangga ku tidak akan terusik kembali" ucap Monika.


"Sisil om, mohon tolong kamu bujuk mama mu untuk melepaskan wanita itu. Ingat, nak bagaimanapun dia adalah kakak mu juga" ucap Samuel.


"Baik aku akan melepaskan dia. Tapi aku punya syarat" ucap Sisil dengan licik.


"Sisil apa-apaan kamu?" teriak Monika pada Putrinya.


"Lepaskan kami dan Mike harus menikah dengan ku" ucap Sisil dengan senyum liciknya.


"Hahahaha. Ternyata putri ku sangat pintar" ucap Monika dengan bangga pada putrinya.

__ADS_1


"CK.. Ternyata ibu sama anak sama saja. Bangga sekali kalian jadi pelakor" ucap Lusi dengan sinis.


"Apa kamu bilang?" teriak Monika sambil menekan pisau di lehernya Lusi sehingga membuat mengeluarkan darah segar.


Melihat itu membuat mereka semua cemas. Begitu juga yang lainnya sudah menghampiri mereka setelah anak buahnya Monika telah berhasil dikalahkan. Jhonson sangat emosi melihat putrinya terluka.


"Hei... Jangan sakiti putri ku" teriak Jhonson dengan emosi sambil berjalan mendekati putrinya.


"Jika ada yang mendekat, aku tidak akan segan-segan memotong lehernya" ancam Monika setelah melihat Jhonson mulai mendekat.


Handoko tiba-tiba langsung berlutut di hadapan Monika dengan tatapan sendu. Semuanya langsung terkejut melihatnya, begitu juga Lusi dan Sisil.


"Ku mohon tolong lepaskan dia. Sudah cukup dia hidup menderita, aku tidak peduli bila putri ku tidak menganggap aku sebagai papanya. Karena aku yang salah, aku telah membuangnya dan karena aku mamanya meninggal. Aku siap menggantikan posisinya" ucap Handoko dengan sendu.


Hati kecilnya Sisil merasakan tersentuh mendengar ucapan papanya. Tapi dalam hatinya masih ada rasa kebencian terhadap papanya. Begitu juga dengan Sisil dia tidak menyangka papanya rela berkorban untuk menggantikan posisi Lusi.


Felix membisikkan sesuatu kepada Mike, setelah itu dia diam-diam mencari jalan untuk menuju ke arah belakang Monika dan Sisil. Setelah dia mengambil posisi yang tepat dia mengedipkan matanya pada Mike.


Ketika melihat Monika dan Sisil tidak menyadarinya, Felix langsung memukul punggung Monika dengan kuat. Pisau yang ada di tangan Monika langsung terhempas ke lantai dan dia juga sampai tertunduk menahan rasa sakit di punggungnya.


"AW..." Teriak Monika dengan kesaksian sambil memegang pundaknya. Lama kelamaan Monika pun langsung pingsan.


Mike dengan cepat langsung menarik Lusi kedalam pelukannya. Sedangkan Sisil tampak sangat terkejut dan melihat Lusi berada dalam pelukan Mike. Dengan cepat Sisil langsung mengeluarkan pisau kecilnya. Dia sangat membenci Lusi yang telah kembali ke pelukan Mike dan kini Mamanya telah tidak sadarkan diri.


"Ah... Breng***" teriak Sisil sambil berlari untuk mengarahkan pisaunya ke Lusi.


Samuel yang melihat itu langsung menghalangi keponakannya itu. Pisau kecil menggoreskan lengan Samuel. Bian langsung membantu papanya untuk menarik Sisil. Pisau yang ditangan Sisil sudah dirampas Samuel.


"Berhenti Sisil" teriak Bian pada Sisil.


"Lepaskan aku. Dia harus mati" ucap Sisil dengan emosi.

__ADS_1


Sedangkan Handoko tampak terkejut melihat bagaimana putrinya ingin membunuh Lusi dihadapannya. Samuel dan Venesia berusaha untuk menenangkan Sisil.


Sedangkan Mike terus memeluk istrinya dengan penuh kerinduan dan rasa bersalah.


"Sayang maafkan aku" ucap Mike terus menerus.


Lusi memeluk erat suaminya dengan menangis. Dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan suaminya. Dia mengira kalau dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan suaminya dan seluruh keluarganya.


Renaldo dan Jhonson langsung menghampiri mereka berdua dengan perasaan bahagia. Mereka sangat senang anak mereka telah bersatu kembali, Jhonson dan Samuel menepuk pundak Mike dengan pelan.


"Baim kamu bawa wanita itu ketempat yang seharusnya. Begitu juga dengan mereka semua. Aku ingin memberikan hukuman yang setimpal pada mereka" ucap Mike pada Baim.


"Baik, tuan" ucap Baim.


Baim langsung menyuruh anak buahnya Jhonson untuk membawa Sisil. Samuel, Bian dan Venesia tidak bisa melakukan apa untuk membantu Sisil. Karena mereka tahu kalau mereka membantu Sisil, maka nyawa mereka dalam bahaya. Handoko yang melihat putrinya dibawa paksa oleh anak buahnya Jhonson hanya bisa diam saja. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Mike masih terus memeluk istrinya dengan erat, sedangkan Renaldo, Jhonson dan Felix membantu anak buah mereka yang terluka untuk dibawa ke mobil.


"Sayang, maaf aku terlalu lama menyelamatkan mu" ucap Mike dengan sendu.


"Tidak apa-apa, sayang. Aku sangat senang bisa melihat mu. Seharusnya aku yang minta maaf, kalau saja aku mengikuti ucapan mu mungkin ini tidak akan terjadi" ucap Lusi dengan menyesal.


Handoko melihat Lusi dan Mike saling berpelukan membuat hatinya merasa tenang. Karena dia dapat melihat jelas kalau Mike begitu sangat mencintai putrinya. Dia sangat yakin kalau Mike tidak akan pernah menyakiti hati Lusi, seperti dirinya pernah menyakiti hati wanita yang dicintainya yaitu mama kandungnya Lusi. Hanya karena harta dia bisa menghianati istrinya yang begitu mencintainya dan putrinya.


Mereka tidak menyadari kalau Monika mulai sadar. Pelan-pelan matanya Monika melihat bagaimana Lusi berpelukan dengan Mike dan suaminya tersenyum bahagia melihat Lusi bersama Mike.


Monika melihat pisau yang digunakannya tadi, Monika langsung mengambilnya. Setelah pisau itu berada di tangannya, dia langsung bangkit berdiri. Mike dan Lusi yang ingin pergi, dengan cepat dia berjalan ke arah dan Mike dan Lusi.


Handoko yang melihatnya langsung bangkit berdiri, dial langsung berlari ke arah Mike dan Lusi untuk menjadi tameng putrinya. Tentu saja membuat Lusi dan Mike terkejut melihat Handoko berdiri di belakang mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2