You'Re My Everything

You'Re My Everything
Ancaman Mira


__ADS_3

Mendengar jeritan Miranda membuat semua keluarga dan sahabatnya yang masih dibawah, langsung berlari naik keatas menuju kamarnya.


Miranda langsung berdiri mematung melihat hal yang menjijikkan baginya. Dia tersadar karena mendengar suara tangisan baby nya yang terbangun karena mendengar teriakkan nya.


Keluarga nya dan suaminya tampak sangat terkejut melihat apa yang ada didepan pintu kamar. Felix melihat istrinya yang lagi duduk ditepi tempat tidur sambil memeluk putra mereka, Felix langsung memeluk istrinya.


"Sayang apa kamu tidak apa-apa?" tanya Felix dengan gelisah. Miranda langsung menggeleng kepalanya.


"Ma, tolong panggilkan bibi membersihkannya ucap Felix pada mamanya.


Setelah itu Felix membawa istrinya untuk ikut bersama mereka ke bawah. Semuanya pada berkumpul di bawah.


"Sayang kenapa tidak tunggu aku saja membukanya?" tanya Felix sambil memeluk pinggang istrinya dari samping.


"Aku sudah mencari kamu dari tadi, mas. Tapi kamu tidak ada. Sebenarnya aku ingin membawa Raja tidur, tapi entah kenapa aku sangat penasaran isi kado yang diberikan untuk ku!" jelas Miranda.


"Kamu dari tadi, dimana sih mas? Kak Mike, Sam dan Baim juga tadi menghilang" ucap Miranda dengan penuh selidik.


Dia merasa suaminya menyembunyikan sesuatu, karena saat mereka makan siang tadi, dia terus tampak sibuk dengan gawainya dan selalu melihat kearah dapur mereka.


"Benar kata Ira. Kalian tadi kemana? Kamu juga mas, mas Renaldo dan tuan Jhonson juga tidak ada. Saat mama selesai ngobrol bersama Lusi dan Dina kalian tidak ada lagi di ruangan kerja papa" ucap Veby.


Semuanya para pria langsung saling menatap satu sama lain. Mereka tampak diam, dan bingung untuk menjelaskan kepada para wanita yang ada di dalam. Sedangkan, Geral dan Mesya Kakek dan nenek, Mike dan Lusi hanya diam saja.


"Mas, aku merasa kalau kamu tahu siapa yang mengirimkan bangkai tikus itu pada ku" ucap Miranda dengan tenang. Felix tampak diam saja.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan nak?" tanya Veby

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ma. Hanya saja tadi Ira sempat syok saja." ucap


"Mas, aku tidak suka kalau kamu menyembunyikan sesuatu pada ku" ucap Miranda dengan menatap tajam suaminya.


"Sayang, ini bukan kesalahan suami kamu. Papa yang meminta padanya untuk tidak memberi tahu kepada mu" ucap Renaldo tiba-tiba.


"Semuanya untuk kebaikan kamu" sambung Renaldo lagi.


"Sayang, aku akan memberi tahu sesuatu pada mu. Tapi, aku berharap kamu tetap tenang. Jika kamu tenang, aku juga ikut tenang" ucap Felix sambil menggenggam tangan Ira. Ira hanya mengangguk kepalanya untuk menjawab suaminya.


"Mama dan yang lainnya juga ikut tenang." jelas Felix lagi pada mamanya dan yang lainnya sambil menatap mereka.


Ketika melihat semuanya tampak tenang, Felix langsung menatap kearah Mike, lalu mengangguk kepalanya. Mike yang mengerti kode Felix, langsung menarik nafasnya.


"Kami menduga kalau kado itu pemberian dari mama kandung saya dan pacarnya" jelas Mike dengan sendu.


Mike bangkit berdiri dan langsung berlutut di hadapan Miranda, tentu saja membuat mereka terkejut. Lusi yang mengerti kenapa suaminya seperti itu, ikut sedih yang dapat merasakan kesedihan suaminya.


"Kak, kenapa seperti ini?" tanya Miranda dengan terkejut. Miranda langsung memberikan putranya pada mertuanya yang dari tadi terus disampingnya.


Miranda langsung menarik Mike untuk bangkit berdiri. Dia tidak suka melihat kakaknya seperti itu, Miranda sangat tahu kenapa Mike seperti itu. Miranda langsung memeluk erat-erat Mike.


"Kenapa kakak sampai seperti itu? Kakak tidak salah sama sekali. Aku tidak ingin kak Mike memiliki rasa bersalah seperti ini" ucap Mike.


"Kakak janji, Ra. Kakak akan melindungi kamu, kakak lah yang akan menjadi perisai didepan kamu saat dia datang nanti" ucap Mike sambil memeluk erat Miranda. Miranda hanya mengangguk kepalanya saja.


***

__ADS_1


Kini Baim dan Sam datang menarik seorang wanita masuk kedalam rumah. Miranda dan Mertuanya sangat kaget melihat wanita itu.


"Rumi" gumam Miranda dan Veby bersamaan.


"Mas, kenapa pembantu kita dibawa kasar seperti sama mereka?" tanya Miranda.


"Benar, sayang. Kamu tahu siapa dia sebenarnya?" ucap Felix sambil menatap tajam wanita itu yang bernama Rumi. Veby dan Miranda langsung menatap kearah Felix.


***


Di dalam kamar sebuah apartemen tampak sangat kacau, dan seluruh ruangan itu dipenuhi aroma yang tidak enak dicium. Aroma alkohol menyebar didalam kamar itu. Sedangkan seorang pria tampak duduk diam di bawah tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dilantai kamarnya itu tidak hanya botol minuman saja yang berserakan, tapi juga ada foto-foto pernikahan Lusi dan Mike.


"Ah......" teriaknya tiba-tiba. Ternyata pria itu adalah Roni, mantan pacar dari Lusi.


Ternyata selama beberapa Minggu ini sejak dia melihat Lusi bergandengan tangan dengan Mike, Roni langsung memfotonya. Setelah itu hasil fotonya dia berikan kepada seseorang untuk mencari latar belakang Mike. Betapa terkejutnya Roni melihat hasil dari penyelidikannya, yang membuat dia paling terkejut adalah Mike suami Lusi.


Makanya karena itu sudah beberapa hari ini dia melampiaskan semuanya dengan minuman. Sebenarnya dia datang ke kota x karena ingin bertemu dengan Lusi. Ketika sudah mendengar Lusi di kota x, Roni berusaha untuk mengurus perpindahan tugasnya dari desa ke kota X. Sebenarnya ingin sekali dia langsung pindah ke kota X, dua tahun yang lalu tapi dia tidak bisa melakukannya karena dia harus menyelesaikan tugasnya dulu di desa. Apalagi desa itu sangat terpencil, tidak ada satupun yang mau menjadi dokter di desa itu. Ketika dia mendapatkan kesempatan, Roni segera cepat mengurus perpindahannya dan mencari pekerjaan di kota X. Dia tidak menyangka baru saja dia bertugas selama seminggu di kota X dia bertemu dengan Lusi. Wanita yang sangat dirindukannya, bertahun-tahun.


"Ini semua nya karena mama dan Sisi" teriak Roni dengan emosi sambil melemparkan botol minuman yang ada didekatnya.


Roni menyesal karena telah mempercayai ucapan mamanya waktu itu, tanpa mendengar penjelasan dari Lusi.


Hiks hiks hiks....


Roni terus menangis dalam penyesalan. Ketika sudah puas menangis dalam satu jam, Roni berjalan kearah foto Lusi yang selalu dipajangnya di dinding kamarnya. Foto lama Lusi, saat Lusi masih kuliah.


"Lus, aku akan merebut mu kembali ke sisi ku. Aku akan berjuang mendapatkan mu! Aku yakin didalam hati mu masih ada aku" gumam Roni dengan tajam menatap foto Lusi.

__ADS_1


******


__ADS_2