
Kini Lusi dan Mike berada dalam kamar mereka. Lusi langsung memberikan kado yang sudah dipersiapkannya untuk Mike.
"Apa ini sayang?" tanya Mike penasaran.
"Buka aja, mas..."
Mike langsung membuka kadonya, saat bungkusan kadonya terbuka Mike sangat senang karena mendapat kado satu stell baju untuk nya lengkap dengan dasinya. Dia juga melihat ada amplop terselip di jasnya. Dengan rasa penasaran Mike langsung membukanya, Mike melihat hasil USG istrinya dan disana juga ada ketertarikan kalau calon anaknya seorang laki-laki. Tentu saja membuat hatinya merasa bahagia.
Mike langsung mengangkat istrinya lalu mencium bibir istrinya dengan gemas.
"Mas turun kan aku. Aku sudah terlalu berat mas" ucap Lusi dengan malu karena tingkah suaminya.
"Tidak apa-apa. Kamu tidak berat sama sekali." ucap Mike dengan tersenyum.
Mike sangat senang karena mendapatkan kabar bahagia kalau istrinya hamil anak laki-laki. Dia tidak menyangka akan mendapatkan putra di calon anak mereka yang pertama.
***
Tidak terasa waktu sudah berlalu, kini usia kandungan Lusi sudah menunggu waktu. Mike memutuskan untuk bekerja di rumah karena ingin menjaga istrinya.
Malam ini Lusi sangat susah sekali untuk tidur, biasanya kalau dalam pelukan suaminya dia langsung bisa terlelap tidurnya. Tapi kali ini tidak sama sekali. Dia juga dari tadi sore sesekali mengalami kontraksi, tapi dengan cepatnya rasa sakitnya langsung hilang.
Mike yang merasa terganggu karena ulah istrinya langsung membuka matanya. Dia melihat istrinya kali ini duduk dan bersandar di dinding tempat tidur mereka.
"Sayang kamu kenapa? Apa kamu merasa tidak nyaman?" tanya Mike yang kini sudah duduk di samping istrinya. Lusi langsung mengangguk kepalanya dengan memanyunkan bibirnya.
Dengan inisiatif Mike langsung mengelus perut istrinya dengan lembut, lalu mengecupnya. Tiba-tiba saja Lusi merasa kali ini perutnya terasa sangat sangat sakit, berbeda dengan rasa sakit tadi sore.
"AW... Mas, sakit..." runtuh Lusi dengan menggenggam tangan suaminya dengan erat sambil menahan rasa sakitnya. Keringatnya sudah mulai bercucuran. Mike melihat ada cairan yang mengalir dari kaki istrinya.
"Sayang, kita kerumah sakit sekarang!" ucap Mike.
Mike langsung bangkit berdiri dan mengambil kunci mobilnya setelah itu Mike langsung menggendong istrinya. Saat keluar dari dalam kamarnya Mike berteriak memanggil papanya. Renaldo yang baru saja ingin tidur langsung keluar dari dalam kamarnya.
"Pa, tolong kami. Sepertinya istri ku akan melahirkan" ucap Mike dengan panik. Renaldo mengikuti putranya dari belakang.
__ADS_1
"Biar papa saja yang menyetir, kamu temani istri mu di belakang" ucap Renaldo sambil mengambil kunci mobil dari tangan Mike.
Mike terus memberikan kekuatan untuk istrinya bertahan. Dalam tempo Lima belas menit mereka sampai di rumah. Untung saja perjalanan ke rumah sakit tidak ramai.
Mike langsung menemani istrinya kedalam ruangan persalinan karena Lusi ingin melahirkan dengan ditemani suaminya. Saat diperiksa ternyata Lusi masih pembukaan sembilan, jadi harus menunggu sampai pembukaan sempurna.
Mike terus berada di samping Lusi untuk memberikan semangat dan kekuatan pada istrinya. Mike merasa sangat kasihan dan tidak tahan melihat istrinya yang kesakitan melahirkan putra mereka. Saat Lusi semakin kesakitan membuat Mike langsung memanggil dokter.
"Pembukaannya sudah sempurna, ibu kita mulai ya. Ibu sudah siapkan?"
Lusi hanya mengangguk kepalanya saja untuk menjawab pertanyaan dokternya. Lusi menggenggam tangan Mike dengan sangat erat karena rasa sakitnya.
Mike jadi semakin kuatir karena putranya tak kunjung keluar juga, dan istrinya semakin kesakitan dan wajahnya sudah mulai tampak pucat.
"Saya tidak tahan lagi dok. Sakit dok..." keluh Lusi dengan lemah karena menahan rasa sakitnya.
"Sayang bertahanlah. Ku mohon kamu pasti bisa, tolong bertahan untuk putra kita" ucap Mike sambil mengecup kening istrinya.
"Kita coba sekali lagi ya nyonya." ucap dokter itu dengan lembut.
"Sayang ayo keluar lah. Kasihan mama sudah kesakitan terus dari tadi" bisik Mike diperut istrinya. sebelum istrinya mencoba sekali lagi untuk mengejan.
"Ayok bu coba sekali lagi" ucap dokter itu.
Lusi langsung mengejan sekali lagi, dan dalam tempo beberapa menit ruangan itu terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang. Tentu saja membuat Mike sangat senang dia langsung memeluk istrinya lalu dengan penuh kasih sayang dia mengecup kening istrinya.
"Terimakasih sayang karena mau bertahan" ucap Mike dengan sendu sambil mengelus pipi Lusi.
Lusi hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih dari suaminya. Lusi juga tidak kalah bahagia karena dapat melahirkan putra pertamanya dengan sempurna. Bayi mereka langsung dibawa susternya untuk dibersihkan.
***
Kini seluruh keluarga dan sahabatnya sudah berkumpul di dalam ruangan Lusi dirawat. Kini putra mereka berada digendongan Miranda. Semuanya pada berebut untuk menggendong putra mereka, karena merasa gemas dengan putra mereka. Wajah putra mereka perpaduan antara wajah Mike dan Lusi.
"Sekarang katakan kalian berikan apa nama putra kalian?" tanya Renaldo yang kini mengambil alih menggendong cucunya dari gendongan Miranda.
__ADS_1
"Kami berikan dia nama Adelard Wijaya, pa!" ucap Mike yang dari terus duduk di samping Lusi sambil memeluknya.
"Adelard Cucu kakek yang ganteng...." ucap Renaldo sambil memainkan tangan mungil cucunya. Mesya dan Geral sangat senang melihat cicit mereka lahir dengan sehat dan sangat tampan.
Setelah seluruh keluarga dan sahabat mereka pulang, kini hanya ada Lusi, Mike dan putra mereka yang berada di gendongan Lusi. Mike melihat betapa rakusnya putranya menyedot ASI dari istrinya.
"Wah, sayang sekarang aku mengerti kenapa kamu banyak makan sejak kamu hamil. Ternyata Putra ku lah yang membuat kamu jadi rakus" ucap Mike, Lusi hanya geleng-geleng kepala saja mendengar ucapan Mike.
"Astaga seperti nya aku akan kalah saing dengan putra kita!" celetuk Mike melihat putranya yang juga belum berhenti minum ASI.
"Maksudnya apa, sih mas?"
"Itu..." ucap Mike sambil mengarahkan pandangannya ke dada istrinya.
Plak..
Lusi langsung memukuli lengan suaminya.
"Kamu ini, ya mas. Mesum banget ya!" ucap Lusi dengan tersenyum malu-malu.
"Sama istri sendiri mes tidak masalah dong sayang. Dari pada aku mesum sama perencanaan lain. Apa kamu mau?" goda Mike.
"Sempat aja, kamu memikirkan perempuan yang lain ya, mas. Tidak segan-segan aku akan langsung mengkebiri milik mu" ancam Lusi sambil menatap tajam Mike.
"Hahaha. Kamu ini tega banget sih, sayang mengkebiri milik suami mu!"
"Biarkan. Supaya wanita yang lain tidak akan ada yang mau dengan mu" ucap Lusi.
Cup...
Mike langsung mengecup bibir istrinya dengan singkat, hingga membuat Lusi sangat terkejut dan langsung malu.
"Aku tidak akan mungkin menghianati mu, sayang. Karena bagi ku hanya kamu segalanya bagiku, You"re my everything! Tidak akan ada yang pernah menggantikan posisi mu dalam hati ku..." ucap Mike sambil menatap Lusi dengan tersenyum.
Mendengar ucapan Mike membuat hatinya Lusi tersentuh. Dia sangat bahagia mendapatkan suami seperti Mike.
__ADS_1
"Kamu percaya kan?" Lusi hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum manis.
****