You'Re My Everything

You'Re My Everything
Aki-aki


__ADS_3

Perjalanan kurang lebih 40 menit dari Hotel menuju rumah Opa, tengah malam yang benar saja, Belin saja ketakutan karena suasana jalan yang sepi, untungnya Noah tampak akrab dengan supir yang mengantar mereka, Belin biarkan suaminya ngobrol dengan sang supir entah apa yang mereka bahas karena Belin tidak mengerti bahasanya.


Kedatangan dirumah Opa mereka disambut oleh beberapa pekerjaan yang nampaknya diperintah Opa menunggu Noah dan Belin.


"Opa dan Oma sudah tidur, besok pagi kita ditunggu sarapan bersama, kamu mau makan apa besok untuk sarapan, biar disiapkan?" tanya Noah pada Belin setelah bercakap dengan pegawai di rumah Opa.


"Apa yang ada saja." jawab Belin, tidak mungkin request soto mie bogor kan, pikir Belin.


"Oke, aku sudah pesan buatkan soto mie bogor sih, kamu suka kan?" tanya Noah bikin Belin terpana, kontak batin mereka benar-benar kuat.


"Tadi disuruh pilih mau soto mie bogor atau soto ayam." lanjut Noah menggandeng istrinya menuju kamar.


"Capek banget." kata Belin sambil mengusap begitu masuk kamar.


"Yuk bobo, jangan mancing-mancing." Noah terkekeh, Belin monyongkan bibirnya, tidak dipancing saja sudah aktif.


Alarm berhasil bangunkan Noah dan Belin, tidak mau mendengar omelan Opanya Noah bangun tepat waktu, segera bersiap menemui Opa dan Oma. Belin juga bangun tepat waktu, kesan pertama bertemu Opa dan Oma harus baik bukan? apalagi kata Noah, Oma cenderung ketus, jadi Belin siapkan diri, dalam hati berdoa saja biar kuat hati dan telinga.


"Buongiorno Piccola (selamat pagi) Opa, Oma." sapa Noah cengar-cengir sambil menggandeng istrinya.


"Assalamualaikum..." sapa Oma tanpa senyum.


"Hihi Waalaikumusalaam." Noah terkikik geli, selalu saja tertawa lihat ekspresi Oma yang sok galak.


"Bey..." Noah mendorong Belin maju Le depan, menghadap Opa dan Omanya.


"Halo Opa, Oma. Aku Belin." Belin ulurkan tangannya, Opa dan Oma menyambut dengan senyum.


"Anak cantik, kok mau sama Noah?" tanya Opa bikin Noah berdecak kesal. Belin tersenyum lebar, bingung mau jawab apa.


"Sama saja kalau aku tanya kenapa Oma mau sama Opa yang sudah tua." dengus Noah kesal.


"Ya Opa sih ganteng, kaya lagi." jawab Opa percaya geli, Belin terkikik geli.


"Baik lagi." sambung Oma memuji Opa. Noah mencibir pasangan suami istri itu kompak sekali.


"Noah sih belum sekaya Opa tapi Noah juga Ganteng, iya kan Bey?" Noah tidak mau kalah.


"Bey, kamu tuh nyangkut dimana tiga hari, mata Oma semutan menunggu kalian."


"Buset semutan." Noah terbahak.


"Cucu kurang ajar memang, tidak tepat janji." gerutu Opa.


"Maaf deh Opa Oma, minta maaf terus nih kaya lebaran." kata Noah.


"Awas saja disini cuma dua hari." ancam Oma. Sejauh ini Oma tidak seketus yang Belin bayangkan, masih wajar sih.


"Kamu sebagai istri mesti bisa kasih tau suami kalau tidak benar." kata Oma pada Belin.


"Iya Oma." Belin menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oma jangan mulai ya, Belin tidak salah." Noah ingatkan Oma.


"Soto mie bogor nih, ayo makan." Opa tawarkan Belin.


"Opa makan soto mie bogor pagi-pagi?" tanya Belin mengingat di lingkungannya semua ikut pola hidup sehat.


"Apa saja yang disiapkan." jawab Opa.


"Kenapa?" tanya Oma.


"Tidak, keluarga Belin biasa pada minum jus murni atau buah potong." jawab Belin.


"Oh kita sih makan berat dulu, makan buahnya nanti jam sepuluh." jawab Oma, Belin anggukan kepalanya.


"Kamu mau buah?" tanya Opa, Belin gelengkan kepalanya.


"Beyin apa saja bebas, tidak harus buah." jawab Belin.


"Ayo makan, setelah ini kita keliling keperkebunan, Opa mau kenalkan Belin sama para pegawai." kata Opa.


"Opa punya perkebunan hazelnut." Noah jelaskan pada Belin.


"Oh jadi yang di kantor itu dari perkebunan Opa?" tanya Belin.


"Kamu baru tahu?" Opa balik bertanya, Belin anggukan kepalanya.


"Kecil-kecilan." kata Opa kemudian.


"Siapa yang mau warisan Opa sih, aku maunya Opa sama Oma panjang umur sehat, aku juga bisa bikin kebun sendiri." jawab Noah kemudian.


"Sombong." dengus Opa, Belin yang terbahak sekarang.


"Turunan siapa juga, Opa kan." Noah terkekeh, ia nikmati soto mie bogor buatan asisten Oma.


"Kalian di Italy lama kan? Oma mau undang keluarga Die." kata Oma kemudian.


"Itu anaknya Oma dari pernikahan sebelumnya." bisik Noah.


"Dua minggu." jawab Noah.


"Oke, karena mereka akan datang akhir pekan ini." lanjut Oma yang bahasa Indonesianya masih terbata dan beraksen Italy tapi sangat dimengerti.


"Semua datang?" tanya Noah.


"Assolutamente giusto." Oma tersenyum, keluar bahasa Italynya.


"Artinya betul sekali." Noah menjelaskan. "Oma lancar sekali bahasa Indonesia." kata Belin.


"Oma juga ada keturunan Indonesia kok, cuma dari lahir sudah disini." jawab Oma.


"Anak-anak dan Cucunya Oma juga bisa bahasa Indonesia." sambung Noah.

__ADS_1


"Nanti yang weekend datang itu pun bee bahasa. Kamu jangan khawatir." Noah tersenyum manis pada istrinya.


"Sejak punya istri, beda ya." kata Opa komentari Noah.


"Beda apa, tambah ganteng?" tanya Noah narsis.


"Ganteng sih masih unggul Opa." tidak kalah narsis si Opa.


"Opa, makan kuahnya jangan diseruput gitu lah, asin kan." Noah menegur Opa yang kemudian asik nikmati muah soto mie bogor langsung dari mangkok.


"Nanti kan minum obat tensi." jawabnya santai, Noah gelengkan kepalanya.


"Jangan sampai sakit, jangan andalkan obat juga." omel Noah.


"Iya." jawab Opa yang kemudian bertahak kekenyangan.


"Nanti siang bikin Risotto." pinta Opa pada Oma.


"Berkuah lagi." Noah protes.


"Kamu mau apa bilang saja." kata Oma pada Noah.


"Apa Bey?" Noah tanyakan Belin.


"Ikuti Opa saja." jawab Belin.


"Nanti Oma bikinkan pasta buat kamu Noah." janji Oma.


"Pecel ada Oma?" tanya Noah.


"Ada." jawab Oma.


"Kita sudah belanja di Indonesian market buat sambut kalian, Mamanya Noah sudah bikinkan list makanan kesukaan kamu Beyin." Oma menjelaskan.


"Soto Mie Bogor masuk list Oma?" tanya Belin, Oma anggukan kepalanya, Belin tersenyum pasti hasil memantau CCTV jadi Mama mertua hapal makanan kesukaan Belin.


"Mertua kamu tuh baik loh." Belin menganggukkan kepalanya, terlalu baik malah sampai kasih Belin mas kawin perusahaan.


"Noah saja yang tidak baik." sahut Opa yang masih kesal sama cucunya.


"Idih, Opa dendam sekali, ayolah kita berkebun." Noah membujuk Opa yang masih kesal.


"Opa sama Belin saja." jawab Opa.


"Eh berdua saja? tidak boleh. Aki-aki jangan genit deh lihat cewek cantik." Noah langsung saja sewot, Opa melengos dan kemudian berdiri tinggalkan meja makan.


"Ayo Beyin." ajak Opa ulurkan tangannya. "Gandeng Opa Bey." perintah Oma yang malah mendukung Opa.


"Ish." Noah mendengus ketika istrinya dan Opa berjalan tinggalkan dirinya, tampak Belin menggandeng Opa yang jalannya sudah miring-miring.


"Dasar aki-aki genit, kan bisa minta gandeng aku." gerutu Noah mengejar Opa dan Belin tinggalkan Oma yang terkikik geli melihat Opa dan Cucunya yang selalu ribut tidak jelas.

__ADS_1


__ADS_2