You'Re My Everything

You'Re My Everything
Penyesalan Mike


__ADS_3

Tidak ada yang menyadari kalau Lusi telah diculik. Mike dan Renaldo masih bertarung menghadapi lawannya.


Satu persatu lawan mereka telah berbaring di tanah dengan lumuran darah, ada yang dari kepalanya, ada juga yang muntah darah ada. Tapi dari beberapa anak buahnya dan Jhonson juga mengalami luka. Meskipun lukanya tidak parah, tapi membuat beberapa anak buah mereka untuk istirahat lebih dulu.


Dari sekian tiga puluh orang suruhan Bian, hanya tinggal sepuluh orang saja yang tidak memiliki luka parah. Mereka memilih untuk kabur, karena tidak ingin bernasib sama dengan temannya.


Jhonson yang melihat salah satu yang sudah terkapar di tanah berusaha untuk bangun, Jhonson langsung menghampiri nya. Sedangkan Mike kembali ke mobil, dia ingin memanggil Lusi untuk keluar.


Jhonson memerintahkan anak buahnya untuk menahan pria itu sebelum kabur.


"Ah... Brengsek!" teriak Mike ketika dia melihat kalau istrinya tidak ada dalam mobil. Karena emosi.dan merasa gagal menjaga istrinya, Mike langsung meninju kaca mobilnya sehingga pecah dan darah segar mengalir darah tanganya.


Jhonson yang mendengar teriakkan Mike dan melihat apa yang dilakukan Mike, langsung berlari menghampiri Mike.


Jhonson melihat mobil mereka kosong dan langsung mengerti kalau putri angkatnya telah berhasil di culik.


"Tenanglah. Istri pasti bisa kita temukan" ucap Jhonson sambil menepuk pundak Mike.


***


Kini Lusi yang masih pengaruh dalam obat bius, tidak menyadari kalau dia berada dalam mobil Bian.


Bian yang melihat Lusi ada disampingnya merasa tampak sangat bahagia. Karena usahanya untuk mendapatkan Lusi telah berhasil.


Dia tidak peduli kalau Lusi akan marah padanya nanti. Dia berharap Lusi akan mencintainya ketika mereka tinggal bersama nanti. Bian membawa Lusi ke rumah persembunyiannya, dia tidak peduli dengan perasaan Cinta. Karena baginya Cinta hanya wanita pemuas nafsunya.


Bian dan Lusi duduk di bangku belakang, kepalanya Lusi disandarkan di paha Bian. Sedangkan Vicky sebagai supir mereka.


***


Kini Mike dan yang lainnya sampai di rumahnya. Semuanya sudah mengetahui apa yang terjadi pada Lusi. Karena Jhonson langsung menghubungi putrinya Miranda. Jhonson menceritakan semuanya, bagaimana bisa Lusi diculik.


Renaldo dan yang lainnya sudah menunggu di ruang tamu, tampak sangat kasihan melihat raut wajah Mike yang sangat lesu.


Mike yang melangkah kakinya masuk kedalam rumahnya hanya diam saja. Dia tidak menyapa satu orang pun yang ada di hadapannya. Pandangannya sangat kosong, dia terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

__ADS_1


Miranda ingin menghampiri kakaknya, karena dia merasakan apa yang dirasakan kakaknya saat ini. Tapi, langsung ditahan suaminya.


"Biarkan dia untuk sendiri dulu. Aku sangat yakin kalau dia butuh sendiri" ucap Felix pada Istrinya.


Miranda langsung menangis dan memeluk suaminya. Dia tidak tahan melihat kakaknya seperti itu. Dan dia sangat takut kalau sahabatnya itu akan dibawa pergi jauh.


"Tenang sayang. Kamu harus bisa tenang, ingat kamu tidak boleh stress. Anak kita pasti merasakan apa yang kamu rasakan saat ini." ucap Felix dengan mengelus rambut Miranda.


***


Mike membuka kamarnya yang berada di lantai atas. Dia melihat kamarnya tampak dihias sangat indah, seperti kamar pengantin. Dan Foto pernikahannya telah terpasang di dinding kamarnya.


Mike berjalan untuk memandang wajah istrinya yang tampak sangat ceria. Pelan-pelan tangannya mulai terangkat dan langsung menyentuh foto Istrinya dengan raut wajah sendu.


" Sayang, kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja?" gumam Mike sambil menatap foto Istrinya.


Seluruh keluarga Mike masih tampak duduk di ruang tamu. Tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.


tok tok tok tok


"Baim, siapa mereka?" tanya Renaldo dengan bingung.


"Mereka orang tua dari pria yang menculik nona Lusi, pak!" jawab Baim dengan dingin menatap Venesia dan Samuel.


"Hei, sudah ku katakan jangan asal bicara. Putra ku tidak mungkin melakukan hal itu" teriak Venesia tidak terima.


Flash back


Baim yang mendengar kalau Lusi telah diculik langsung pergi tanpa bicara pada yang lainnya. Dia langsung melanjutkan mobilnya ke kediaman keluarga Samuel. Dia merasa kalau orang tua Bian pasti terlibat. Karena Samuel adalah pria yang membunuh mama kandungnya Lusi, dan mungkin saja dia juga membantu putranya untuk membalas dendam karena menyakiti hati keponakannya dan adiknya.


Apalagi dia mendapat laporan kemarin, Bian datang berkunjung untuk menemui mereka. Hanya saja dia belum mendapatkan informasi yang jelas kenapa bisa Samuel datang ke penjara.


Tapi, saat dia sampai di rumah Samuel. Baim sangat terkejut mendengar pembicaraan antara Samuel dan Venesia di ruang tamu. Karena pintu ruangan itu agak terbuka,. membuat dia mendengar apa saja yang mereka perbincangkan.


"Mas, bagaimana kita harus mencari mereka? Apalagi kalau keluarga mantan suami perempuan itu tahu kalau kita sudah membebaskan istrinya pasti mereka akan marah besar" tanya Venesia dengan cemas, karena mereka sudah mengetahui kenapa Mira dan Sandi dalam penjara.

__ADS_1


"Ia, sayang. Aku tidak tahu kalau Sandi dan pacarnya itu akan menipu kita begini. Apalagi yang aku dengar mantan suaminya itu sangat berkuasa di kota ini, apalagi besannya" ucap Samuel yang juga cemas.


"Mas, apa wanita yang bernama Mira itu tidak memiliki keluarga yang lainnya? Mungkin saja mereka bersembunyi di keluarga wanita itu!"


Mendengar nama Sandi dan Mira membuat Baim terkejut. Apalagi ketika mendengar kalau mereka telah membebaskan mama kandung dari bosnya.


Karena emosi Baim langsung mendobrak pintu, sehingga membuat mereka terkejut.


"Siapa kamu? Kenapa kamu datang k rumah saya dan masuk tanpa permisi?" tanya Samuel dengan emosi.


"Dimana putra kalian? Dia telah menculik istri bos saya" tanya Baim dengan dingin.


"Menculik? Tunggu, apa maksud anda? Tidak mungkin putra saya menculik istri orang!" ucap Venesia.


"Kalau begitu kalian ikut, saya! Bawa mereka" teriak Baim.


Dua orang pria dengan baju hitam langsung masuk kedalam rumah Samuel. Samuel tampak biasa saja, berbeda dengan Venesia. Venesia jadi takut melihat kedua pria itu.


Samuel pun langsung menyetujui apa yang dikatakan Baim, bukan karena dia takut. Dia hanya tidak ingin membuat istrinya semakin takut dan terjadi hal yang buruk.


Flash back end


"Tidak perlu berteriak nyonya" ucap Renaldo dengan dingin.


"Tuan, saya ingin melaporkan sesuatu" ucap Baim, tatapannya terus menatap Samuel dan Venesia.


"Katakan apa itu?"


"Nyonya Mira dan pak Sandi telah bebas!"


Mendengar itu membuat semuanya langsung terkejut. Begitu juga dengan Venesia dan Samuel. Mereka sangat bingung kenapa Baim menyebutkan nama Mira dan Sandi. Mereka berdua melihat sekeliling mereka, dengan raut wajah yang sudah berubah.


"Kenapa bisa?" tanya Renaldo dengan berteriak.


****

__ADS_1


__ADS_2