
"Sayang kenapa kita kerumah sakit?" tanya Lusi ketika melihat mobil mereka masuk kedalam rumah sakit.
"Tidak ada sayang, aku hanya ingin kita memeriksa kesehatan saja" ucap Mike dengan tersenyum sambil mengelus pipi istrinya, dia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Karena takut Istrinya dan dirinya akan kecewa nantinya kalau tahu semuanya itu tidaklah benar.
Mike juga sudah mengatur dokter yang akan memeriksa mereka supaya tidak tampak kalau dokter itu bagian kandungan.
Saat mereka masuk kedalam ruangan yang khusus untuk mereka, Lusi sangat bingung karena depan ruangan Dokter itu tampak sangat sepi tidak ada pasien yang mengantri.
"Silahkan masuk tuan, nyonya" ucap seorang suster pada mereka saat mereka sudah sampai di depan pintu.
"Silahkan masuk tuan Mike, nyonya Lusi." ucap seorang wanita yang memakai baju kebesarannya warna putih.
"Baiklah saya ingin periksa nyonya Lusi lebih dulu. Silahkan ikuti saya ya.." ucap dokter itu dengan tersenyum.
Lusi langsung mengikuti dokter itu, dan Mike pun juga mengikuti dari belakang. Dalam hatinya dia berharap kalau kecurigaannya dengan kondisi istrinya adalah benar. Dokter itu pun langsung memeriksa keadaan Lusi.
"Apa selama ini anda tidak pernah mengalami mual atau hal lainnya nyonya?" tanya dokter itu setelah memeriksa Lusi.
"Tidak ada sama sekali, dok. Hanya saja nafsu makan saya semakin meningkat sejak satu bulan ini. Apa saya mengalami penyakit, dok?" tanya Lusi dengan cemas.
"Sudah berapa lama anda terlambat datang bulan?" tanya dokter itu lagi.
"Em..." Lusi langsung tampak berpikir, sepertinya dia telah melupakan sesuatu. Seharusnya awal bulan kemarin dia sudah waktunya datang bulan. Tapi karena sibuk memikirkan permasalahan yang terjadi, dia jadi melupakannya. Lusi langsung bangkit duduk sambil menutup mulutnya dengan menatap dokter itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa saya..." Lusi tidak melanjutkan ucapannya karena dokter itu langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
"Selamat ya, pa Mike dan nyonya Lusi. Sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua" ucap dokter itu tersenyum bahagia.
"Apa yang saya curigai itu benar, dok? Jadi istri saya memang hamil?" tanya Mike dengan tersenyum.
"Ia, pak. Lebih baik kita akan memeriksanya lebih lanjut. Supaya kita bisa tahu berapa umur janin dalam kandungan istri bapak!" ucap dokter itu.
Mike langsung mengangguk kepalanya, kemudian dia langsung memeluk erat Lusi dengan perasaan bahagia. Akhirnya rumah tangga mereka sebentar lagi akan lengkap dengan kehadiran buah hati mereka. Begitu juga dengan Lusi dia sangat senang melihat suaminya tampak sangat bahagia mendengar kehamilannya.
__ADS_1
***
Kini suami istri itu memutuskan untuk belanja kebutuhan ibu hamil. Selama dalam perjalanan Mike terus memeluk istrinya dengan erat sambil memandang foto USG Lusi tadi. Begitu juga dengan Lusi dia terus memeluk suaminya dengan erat dari samping. Tangannya tidak pernah berhenti mengelus perutnya yang masih rata. Mereka tidak menyangka kalau usia kandungan Lusi sudah berumur satu bulan.
"Mas aku penasaran apa maksud kamu tadi kalau kecurigaan kamu benar?" tanya Lusi dengan penasaran.
"Sebenarnya aku merasa curiga dengan kamu sayang, belakangan ini mood kamu sering berubah-ubah. Apalagi nafsu makan kamu semakin hari semakin bertambah" jelas Mike.
"Owh... Mas, kamu ingin anak kita nanti apa? Cewek atau cowok?"
"Bagiku sama saja sayang. Yang penting aku mau kamu dan calon anak kita nanti sehat selalu" ucap Mike sambil mengecup kening Lusi dengan penuh kasih sayang.
Lusi merasa terharu mendengar jawaban dari suaminya. Dia tidak menyangka kalau dia mendapatkan suami yang begitu mencintainya dan keluarga suaminya juga begitu menyayanginya.
"Mas, apa kamu sudah memberitahu kepada keluarga kita semuanya tentang kehamilan ku?"
"Belum. Aku ingin kasih surprise saja, sewaktu di acara ulang tahun Anda kita akan kasih tahu pada mereka semua" Lusi hanya mengangguk kepalanya saja mendengar ucapan suaminya.
***
Susu hamil untuk Lusi, mereka simpan di dalam kamar mereka. Mike memutuskan untuk dirinya lah yang akan selalu membuat susu untuk istrinya.
Sesampainya mereka di rumah Lusi tidur dalam pelukan Mike, dia tidak pernah mengijinkan Mike untuk pergi menjauh darinya. Mike bukannya marah, tapi malah sangat senang.
"Mas, aku lapar...." rengek Lusi dalam pelukan Mike.
"Baiklah. Kamu mau makan apa? Bira aku ambil" ucap Mike sambil mengelus rambut Lusi.
"Apa saja, mas. Tapi..." Lusi tidak melanjutkan ucapannya.
Karena ucapan Lusi tidak dilanjutkan, Mike langsung menarik tubuh Lusi dari pelukannya supaya dia bisa melihat wajah istrinya.
"Tapi kenapa sayang?"
__ADS_1
"Em... Aku takut gemuk..." ucap Lusi dengan suara pelan.
Lusi mengatakan itu karena baru dua jam yang lalu mereka makan siang, dan Lusi makannya juga sangat banyak. Melihat wajah sendu istrinya membuat Mike sangat gemas melihat tingkah laku istrinya.
"Tidak apa-apa sayang. Kalau kamu kelihatan seksi..." ucap Mike ditelinga istrinya dengan lembut.
Plak...
Lusi langsung memukul lengan Suaminya.
"AW..." teriak Mike pura-pura kesakitan karena pukulan Istrinya.
"Ish...Gemuk kok dibilang seksi..." ucap Lusi dengan tersenyum malu-malu karena ucapan suaminya.
"Benar loh sayang... Kamu kalau tampak gemuk pasti jadi tambah seksi..." ucap Mike sambil menarik Lusi kedalam pelukannya.
***
Kini seluruh keluarga, sahabat dan kolega bisnis dari keluarga Renaldo dan Putra telah hadir di acara ulang tahun Miranda. Felix memutuskan untuk merayakan ulangtahun istrinya dengan meriah. Sebenarnya Miranda menolak, tapi Felix mengatakan kalau dia ingin sekali-kali merayakan ulang tahun istrinya dengan meriah.
Akhirnya Miranda memilih mengalah, tapi dengan syarat dia ingin memberikan sumbangan ke panti asuhan yang ada di desa dimana dia dibesarkan. Felix memutuskan untuk membuat acara ulang tahun istrinya di hotel milik mertuanya.
Saat mereka memasuki ruangan semua tamu mengagumi Miranda yang tampak anggun dan cantik, sedangkan Felix tampak sangat tampan. Apalagi melihat wajah tampan putra mereka yang berada di gendongan baby sister nya.
Dibelakang mereka seluruh keluarga mereka dan para sahabat dekat mereka.
Mike dan Lusi juga tidak kalah tampan dan cantik dari Felix dan Miranda. Begitu juga dengan Dina dan Sam. Hanya Baim saja yang tidak memiliki pasangan.
Acara pun dimulai dengan tampak meriah, beberapa kolega juga memberikan kado untuk Miranda dan atas kelahiran putra mereka.
"Mas, aku duduk di sana ya... Capek banget kakiku..." bisik Lusi ditelinga suaminya.
Karena semenjak dari tadi dia terus mengikuti suaminya karena dia sendiri yang minta.
__ADS_1
"Aku temani ya sayang...." ucap Mike yang memang tidak ingin meninggalkan istrinya sendiri.
***