
Setelah menurunkan Magda dirumahnya, Bima langsung menuju kerumah, mandi dan berganti pakaian dulu, setelahnya baru menjemput Cayi dan Cadi.
"Bim, antar Om ke Bandara." baru juga sampai di rumah, Lucky sudah menodong Bima minta diantar ke Bandara.
"Mau kemana Om?" tanya Bima.
"Menyusul mertua lah." jawab Lucky, Bima langsung saja mencibir, pasti tidak kuat menjaga si gembul sendirian, jadi ingin menyusul istrinya yang sedang liburan, begitu pikir Bima.
"Syabda mau ke Mama." kata Syabda pada Bima.
"Besok juga Mama pulang, disini saja. Kita Nonton yuk sama C's." ajak Bima pada Syabda.
"No, Sawatnya sudah nunggu." jawab Syabda.
"Beneran Om?" tanya Bima.
"Iya benar." sahut Dania.
"Kenapa deh? Kok mendadak?" tanya Bima kepo.
"Kan tadi ada urusan, sekarang sudah selesai, kita liburan dulu susul istri." jawab Lucky.
"Ayo, nanti terlambat." Syabda goyangkan tangan Bima. Rencana Bima mau mandi dan ganti baju buyar sudah.
"Lagian Om tidak bilang mau susul Kak Kia, kenapa sekarang jadi menyusul?" protes Bima saat mengantar Lucky ke Bandara.
"Terserah Om dong, kok kamu protes?" jawab Lucky sambil terkikik geli. "Capek ya?" tanya Lucky basa-basi.
"Aku mah masih muda, masih banyak energinya." jawab Bima sok iye, Lucky tertawa mendengarnya.
"Setelah ini kemana?" tanya Lucky saat turun dari mobil, hanya menggandeng si gembul dan tas selempang, tanpa koper ditangan.
"Jemput C's, Magda terus movie." jawab Bima lalu lajukan kendaraannya setelah lambaikan tangan dan pastikan tidak ada barang Lucky yang tertinggal.
"Abaaang..." teriak Cadi saat Bima datang.
"Sudah siap?" tanya Bima.
"Sudah, sholat magrib dulu ayo." ajak Cadi sambil kenakan sarungnya.
"Abang belum mandi, boleh numpang mandi?" tanya Bima pada Cadi.
"Mandi saja dikamar aku." jawab Chandra yang sudah siap dengan sarung, peci dan baju Koko.
"Kalian sholat di Mesjid?" tanya Bima.
"Iya mau ikut?" tanya Charlie.
"Abang mandi dulu, sempat tidak?" tanya Bima, sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
"Mandi kilat saja." kata Cadi nyengir.
"Seperti apa mandi kilat?" tanya Bima.
"Buka baju, nyebur di kolam berenang pakai handuk deh." jawab Cadi serius.
"Jorok, kalau dari kolam harus mandi pakai sabun Cadi." kata Chandra ajarin adiknya.
"Tidak harus, air kolam kan pakai kaporit tidak ada virusnya." jawab Cadi sok tahu.
__ADS_1
"Iih Maaam Cadi jorok tuh." adu Charlie pada Balen.
"Iya ih, Cadi." Chandra bergidik geli.
"Ih kalian saja yang sok bersih." jawab Cadi. "Yang benar yang mana sih Mam?" tanya Cadi akhirnya ragukan pendapatnya.
"Mandilah pakai sabun dan shampoo, kamu memang tahu kalau ada yang pipis di kolam?" tanya Balen.
"Hei kalian siapa yang suka pipis di kolam? itu yang jorok." protes Cadi pada kedua Abangnya.
"Aku tidak pernah." jawab Chandra.
"Aku juga tidak pernah." jawab Charlie.
"Tuh Mam berarti air kolam dirumah kita bersih." kata Cadi menyimpulkan. Bima terkekeh sambil mengacak anak rambut Cadi.
"Pinjam kamarnya ya." kata Bima pada adiknya.
"Ok." jawab Cadi tersenyum manis.
"Nanti aku menginap disini Ante." kata Bima mereka sudah selesai sholat magrib.
"Sudah bilang Panta?" tanya Balen.
"Iya nanti aku bilang. Chandra kamu ikut saja yuk, Mam masih lama lahirannya." kata Bima pada Chandra.
"Iya ikut saja, mama tidak melahirkan hari ini." kata Balen pada Chandra.
"Nanti Mam and Pap kalau lapar panggil bibinya bagaimana?" tanya Chandra.
"Ada handphone sayang, nanti Mama telepon bibi." jawab Balen, kasihan Chandra tidak pernah mau ikut kalau diajak pergi abang-abangnya.
"Aku bilang Pap dulu." kata Chandra segera hampiri Daniel yang sedang di kamar.
"Om masih lemas Ante?" tanya Bima.
"Iya, kalau habis magrib begini apalagi, kasihan nih Aban." Balen mendesah.
"Ya setelah ini Ante jangan hamil lagi, tujuh loh tujuh." Bima terkekeh.
"Mau bikin sebelas saja ya Bim?" Balen terkikik geli.
"Please Ante bagi-bagi, jangan Ante semua, tujuh lebih dari cukup, nanti Ante repot bagi-bagi warisan loh." kata Bima bikin Balen terbahak.
"Seperti harganya banyak saja." Balen meninju Bima masih saja terbahak.
"Mam take care." Chandra memeluk erat Balen, memang anak Balen yang satu ini manisnya kelewatan.
"Mam aku pergi sebentar ya, Mam tidur saja jangan tunggu aku." pamit Cadi sok iye, kemudian tinggalkan Balen menuju kamar diikuti Chandra, sudah pasti pamit pada Papanya. Bima pun ikuti kedua adiknya.
"Ooom pinjam C's ya, selamat berpacaran." kata Bima pada Daniel yang terkekeh mendengarnya.
"Om tidak keluar ya Bim." kata Daniel pada Bima.
"Masih pusing Om? mau makan apa nanti aku belikan?" tanya Bima perhatian.
"Tidak udah nanti pesan online saja kalau mau." jawab Daniel tersenyum
"Have fun boys, nanti kalau sudah sehat, nontonnya sama Papa." janji Daniel pada bujangnya.
__ADS_1
"Yes Pap." jawab Charlie peluki Daniel sesaat. Ke-empatnya pun segera tinggalkan rumah menuju rumah Magda.
"Kita Nontong yang jam 9 dong Abang?" tanya Charlie.
"Iya." jawab Bima.
"Nonton apa?" tanya Chandra.
"Pilih saja." Bima sodorkan handphonenya pada Chandra.
"Oh jangan Chandra yang pilih, dia pasti pilih film yang edukasi, capek aku nanti." Cadi langsung merebut handphone Bima.
"Tidak sopan Cadi." protes Charlie pada adiknya.
"Iya, aku kan hanya mau kita semua enjoy. Iya kan Chandra?" dasar Cadi malah minta pendapat Chandra.
"Kamu jangan pilih film horror Cadi." kata Chandra yang tidak peduli siapa yang mau pilih.
"Abang, boleh nonton film romantis?" tanya Cadi pada Bima yang langsung tertawa geli.
"Iiih Abang, aku kan tanya karena pilihannya hanya itu, tidak ada film anak-anak sekarang."
"Apa film romantisnya?" tanya Bima fokus menatap kedepan.
"Ada film Indonesia sama Hollywood."
"Ya sudah pilih yang tidak ada tulisan 21+." kata Bima.
"Karena kita masih kecil ya?" tanya Charlie.
"Iya kalian kan belum 21 tahun." jawab Chandra.
"Film Indonesia?" tanya Charlie.
"Terserah yang penting semua enjoy." jawab Bima.
"Abaaang, Cadi pilih filmnya kok hahaha..." Charlie terbahak lihat film pilihan Cadi.
"Ih cuma ada ini, Cayi." Cadi merengut sementara Chandra ikut terbahak.
"Apa sih?" tanya Bima penasaran.
"Film Indonesia Abang." jawab Charlie.
"Iya kan tidak apa-apa, yang penting enjoy." jawab Cadi.
"Memang judulnya Apa?" tanya Bima.
"Hahhaa Cadi mau cepat menikah sepertinya." jawab Charlie.
"Cayi kamu nih bisanya tertawakan saja. Abang tidak apa kan kalau aku pilih film ini?" Bima menoleh saat Cadi tunjukkan layar handphone ditangannya, seketika Bima ikut terbahak saat membaca judul film yang dipilih Cadi.
JADIKAN AKU ISTRIMU.
"Kita makan saja ya tidak usah nonton, karena filmnya untuk dewasa semua." kata Bima akhirnya.
"Ini kan ada anak kecilnya." tunjuk Cadi pada poster.
"Hm Cadi, kamu mau nonton film ini karena yang pemeran ciliknya ini ya?" Bima menggoda adiknya.
__ADS_1
"Hehehe pretty kan Abang, dia teman sekelasku tahu." langsung saja semua soraki Cadi yang dari kecil paling tahu cewek cantik."