You'Re My Everything

You'Re My Everything
Melamar


__ADS_3

Setelah Cinta diperiksa dokter, Bian duduk di samping Cinta. Bian menggenggam tangan Cinta dengan erat, sesekali dia mencium tangan Cinta. Apa yang dilakukan Bian membuat Cinta jadi sangat bingung, melihat perubahan drastis sikap Bian padanya.


"Mas..." Cinta memangil Bian dengan gugup.


"Kenapa sayang? Apa kamu perlu sesuatu? Atau apa ada hal yang membuat kamu tidak nyaman?" tanya Bian dengan panik.


"Astaga kenapa sih dengan mas Bian? Apa dia tidak sadar tingkah nya yang membuat aku tidak nyaman? Tunggu dulu apa aku tidak salah dengar mas Bian panggil aku sayang?" gumam Cinta dalam hati.


"Sayang?" cicit Cinta dengan mengkerut keningnya.


Bian mengetahui kalau saat ini Cinta pastinya sangat bingung dengan sikapnya, apalagi dia memanggil Cinta dengan sebutan sayang.


"Apa kamu tidak suka aku manggil kamu sayang?" tanya Bian dengan gugup, ada rasa takut Bian kalau Cinta menolak dirinya dipanggil sayang.


Cinta hanya diam saja, dia tidak tahu mau bilang apa. Cinta sebenarnya tahu selama dia koma, Bian selalu memanggilnya dengan kata sayang. Cinta sangat bahagia Ketika Bian memanggil dirinya sayang, tapi dia takut sikap lembut dan manis Bian hanya sesaat saja. Cinta sebenarnya sudah memaafkan apa yang telah dilakukan Bian selama ini, karena dia sangat tahu disaat dia koma, Bian menjaganya dan selalu menangisinya karena dia juga belum membuka matanya.


"Em...Mas, kenapa mereka katakan kalau aku istrimu?" tanya Cinta untuk mengelak pertanyaan Bian padanya, lagian dia juga sangat penasaran disaat dokter memeriksa keadaannya dokter mengatakan kalau dia istrinya Bian.


"Hehehe. Karena aku ingin kamu menjadi istriku" ucap Bian dengan lembut sambil mengelus pipi Cinta.


Mendengar jawaban Bian dan sentuhan lembut Bian membuat Cinta sangat terkejut dan dalam hatinya dia sangat bahagia karena Bian mengatakan kalau dia ingin Cinta menjadi istrinya.


"Cinta maaf kan aku! Aku tahu kamu pasti sangat marah membenci diriku karena apa yang telah aku lakukan selama ini telah menyakiti hati mu dan fisik mu" ucap Bian dengan tulus, karena melihat Cinta hanya diam saja.


"Cinta ayok kita bersama-sama membesarkan ank kita. Maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Bian dengan serius.

__ADS_1


Cinta sebenarnya sangat terkejut karena Bian mengajak dirinya untuk menikah. Tapi Cinta berusaha untuk tidak menunjukkan rasa terkejutnya. Cinta hanya diam saja sambil menatap matanya Bian. Dia ingin memastikan apakah ucapan Bian benar-benar tulus atau Bian mengatakan itu karena merasa bersalah kepadanya.


Saat dia menatap matanya Bian dia dapat melihat ada ketulusan dari matanya Bian. Tapi Cinta masih ada sedikit rasa ragu untuk menerima lamaran Bian padanya. Yang ditakutkan Cinta adalah keluarganya Bian. Dia takut Keluarganya Bian tidak menerima dirinya karena dia hanya anak dari keluarga yang miskin di kampung.


Bian yang melihat Cinta hanya diam saja, Bian langsung menghela nafasnya. Diam nya Cinta membuat hatinya Bian seperti tertusuk dan ingin sekali dia berteriak untuk melepaskan rasa kecewanya.


Tapi Bian tidak bisa melakukannya karena dia merasa saat ini Cinta pastinya memiliki rasa sakit hati karena perbuatannya. Bian memilih diam saja, dia tidak ingin memaksa Cinta untuk menerima dirinya. Bian sudah berjanji tidak akan memaksa Cinta lagi kalau Cinta bangun dari komanya.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa mu. Sekarang kamu lebih baik istirahat. Tidak baik untuk kesehatan mu, kalau tidur lama-lama" ucap Bian dengan lembut memaksakan dirinya untuk tersenyum.


"Apa mas Bian sudah makan?" tanya Cinta, karena dia tahu kalau Bian tidak pernah makan selama dia koma.


"Tidak perlu memikirkan ku! Tidur lah!" ucap Bian sambil menarik selimut Cinta untuk menutupi tubuh Cinta.


Setelah itu Bian mengecup kening Cinta dengan lembut. Cinta dapat merasakan kalau saat ini Bian sangat tulus dan benar-benar berubah.


***


Mike sampai di rumahnya sudah jam sebelas malam. Saat dia masuk dia melihat papanya bersama Jhonson dan para bodyguard mereka lagi diruang tengah menonton pertandingan bola antara Jerman dan Portugal.


Terdengar suara ricuh di ruang tengah rumah mereka. Banyak bungkusan kacang dan minuman yang sudah berserakan.


"Son kenapa baru jam segini kamu pulang?" tanya Renaldo pada putranya itu saat Renaldo baru masuk.


"Tadi ada urusan penting pa. Aku naik ke atas dulu ya pa, Dad." ucap Mike. pada Renaldo dan Jhonson.

__ADS_1


Renaldo hanya mengangguk kepalanya saja tapi tatapannya tetap mengarah ke tv.


"Cepatlah naik. Dari tadi istri mu sudah gelisah karena kamu belum pulang" ucap Jhonson dengan tersenyum.


Mike langsung berlari naik keatas menuju kamarnya. Dia merutuki dirinya karena lupa menghubungi istrinya lama pulang.


Saat dia membuka pintu kamarnya, dia melihat istrinya sedang berbaring di tempat tidur. Mike berjalan mendekati istrinya, pelan-pelan Mie duduk di tepi tempat tidur mereka. Karena melihat istrinya tampak sangat terlelap tidurnya, memilih mengecup kening Lusi tanpa membangunkan istrinya.


Setelah mencium kening istrinya, Mike memilih untuk membersihkan tubuhnya. Hampir setengah jam Mike dikamar mandi. Saat dia keluar Mike melihat Lusi lagi mengambil baju untuknya. Ternyata saat Mike masuk kedalam kamar mandi, Lusi terbangun dari tidurnya. Dia melihat tas Mike di sofa yang ada dalam kamar mereka.


Lusi langsung turun kebawah untuk mengambil teh untuk suaminya. Setelah menyiapkan teh untuk suaminya, Lusi memilih baju tidur suaminya.


Mike berjalan mendekati Lusi dengan perasaan bahagia, ketika melihat Lusi menyiapkan segala sesuatu untuk dirinya. Mike memeluk pinggang Lusi dari belakang, dan dagunya di sandarkan nya di atas bahunya Lusi. Mike yang hanya memakai handuk untuk menutupi tubuhnya yang di bawah, membuat Lusi bisa merasakan sentuhan kulit suaminya ke tubuhnya.


"Kenapa bangun sayang? Apa aku mengganggu tidur mu?" tanya Mike yang masih memeluk Lusi.


"Tidak mas. ayo pakai bajunya dulu, mas!" ucap Lusi sambil memutarkan tubuhnya menghadap suaminya.


Mike mengambilnya dari tangan Lusi, bukannya langsung dipakai tapi Mike mencampakkannya ke atas tempat tidur mereka.


"AW..." Luis terkejut karena tanpa aba-aba Mike langsung menggendong dirinya.


Karena tidak ingin jatuh, Lusi langsung mengalungkan tangannya di leher Mike. Mike menampilkan senyum manisnya. Dengan pelan Mike meletakkan Lusi ke atas tempat tidur mereka.


Lusi mengerti apa yang diinginkan suaminya saat ini. Akhirnya dimalam itu mereka kembali menyatukan tubuh mereka, karena sudah beberapa hari belakangan ini Mike menyentuh istrinya. Karena sudah sangat merindukan tubuh istrinya membuat Mike dimalam itu tidak berhenti sampai menjelang pagi. Lusi pun juga menikmatinya, karena dia juga sangat merindukan sentuhan suaminya. Karena sejak kejadian dimana dia di culik dan papanya meninggal membuat Lusi kurang enak badan. Apalagi Lusi memilih langsung bekerja supaya tidak memikirkan kesedihannya.

__ADS_1


***


__ADS_2