
Ketika Lusi menyadari kalau calon menantunya sahabatnya Miranda, keponakan yang paling dibencinya membuat Mira langsung menatap tajam ke arah Lusi. Apalagi dia sudah mengetahui latar belakang kedua sahabat Miranda saat dia ingin menyelidiki orang-orang yang disekitar Miranda.
"Bukankah kamu anak yatim-piatu?" tanya Mira dengan dingin.
Mendengar pertanyaan Mira, membuat dia teringat dengan masa lalunya dimana orang tua manta kekasihnya tidak menyukai latar belakangnya. Tapi dia teringat dengan apa yang dikatakan Renaldo dan nenek, kakeknya Mike kalau mereka tidak mempermasalahkan latar belakang Lusi, yang penting bagi mereka calon menantu mereka harus memiliki karakter yang baik tidak hanya cantik saja dan latar belakang yang bagus. Lagian dia sudah mengetahui kalau papanya masih hidup, meskipun dia tidak diakui papanya. Dengan percaya diri Lusi langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
Mike sebenarnya ingin marah karena mendengar pertanyaan mamanya pada Lusi, tapi Lusi langsung menggenggam tangan Mike untuk membuat Mike tenang.
"Ia Tante. Apa ada yang salah dengan latar belakang saya Tante?" tanya Lusi dengan tersenyum sopan.
"Tentu saja! Saya tidak akan setuju anak saya menikah dengan wanita yang tidak jelas asal-usulnya. Apalagi saya sangat ingat bagaimana kamu membentang saya dihadapkan semua orang. Itu artinya kamu tidak memiliki sopan santun sama sekali, karena kamu tidak dididik dengan orang tua yang lengkap" ucap Mira dengan tajam.
" Cukup!" Ucap Mike dengan kesal karena mamanya sudah menghina Lusi.
"Dengar, Mike mama tidak merestui kamu menikah dengan wanita yang tidak jelas asal-usulnya" ucap Mira dengan emosi.
Mike bangkit berdiri dan menarik Lusi untuk juga ikut bangkit berdiri.
"Asalkan mama tahu, sebenarnya aku sangat malas untuk datang kemari dan memberi tahu kabar tentang kebahagiaan ku. Kalau bukan papa ku yang memaksa, aku tidak akan mungkin datang. Aku akan tetap menikah dengan Lusi, tanpa restu dari mama. Bagiku cukup dapat restu dari Papa, kakek dan nenek! Kami pergi dulu" ucap Mike dengan emosi. Mike langsung menarik Lusi untuk pergi.
"Jangan kurang ajar kamu, Mike! Kamu tidak akan pernah bahagia dengan wanita yang sepertinya" teriak Mira emosi.
Mendengar ucapan Mira, membuat Lusi sangat marah. Dia tidak terima dengan ucapan Mira tentang dirinya. Lusi langsung menghentikan langkahnya dan melepaskan tangannya dari Mike. Tentu saja Mike terkejut, apalagi Lusi kembali berjalan kearah mamanya.
"Maaf Tante, saya tidak suka Tante menilai karakter yang saya miliki hanya karena saya tidak memiliki orang tua dan apalagi Tante belum mengenal saya. Meskipun saya tidak memiliki orang tua, tapi ibu panti saya, mendidik saya dengan benar. Saya akan buktikan kepada Tante, kalau saya akan menjadi istri yang baik dan pantas baginya" ucap Lusi dengan tegas.
Mike yang berdiri di belakang Lusi merasa sangat bahagia dan bangga, padahal tadi dia sangat takut Lusi akan memikirkan ulang pernikahan mereka karena mamanya yang menilai Lusi dengan buruk.
Plak...
Lusi dan Mike sangat terkejut Mira menampar pipi Lusi tiba-tiba. Lusi mengelus pipinya yang terasa perih. Mike langsung berlari mendekati Lusi.
"Berani sekali kamu" ucap Mira dengan emosi.
__ADS_1
"Apa-apaan mama?" teriak Mike. Mike langsung memeriksa pipi Lusi. Dia merasa bersalah karena tidak melindungi Lusi apalagi dia melihat pipi Lusi memerah karena tamparan mamanya.
"Mama sungguh kelewatan!" ucap Mike dengan dingin.
"Aku kira mama akan berubah saat berada di sini. Ternyata tidak, mama tetap saja menjadi seorang ibu yang buruk. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang mama lakukan pada wanita yang ku cintai" ucap Mike dengan menatap tajam Mira.
Melihat tatapan tajam putranya, membuat Mira sangat takut. Dia langsung mendekati putranya itu untuk meminta maaf, dia tidak ingin putranya semakin membenci dirinya.
"Sayang, maafkan mama" ucap Mira sambil menggenggam tangan Mike sebelah kanan.
Dengan kasar Mike langsung menghempaskan tangan mamanya sambil menatap tajam mamanya.
"Jangan pernah menyentuh ku" teriak Mike.
Mendengar teriakkan Mike seorang polisi yang menjaga pintu ruangan tunggu langsung menghampiri mereka.
"Sayang kita pergi sekarang" ucap Mike sambil merangkul Lusi dengan penuh kasih sayang.
Melihat putranya ingin pergi, Mira langsung menarik tangan putranya itu.
Petugas polisi itu langsung menarik Mira untuk melepaskan tangannya dari tangan Mike. Tentu saja Mira langsung memberontak, dia ingin mendengar putranya telah memaafkan dirinya.
"Mike, tolong maafkan mama" teriak Mira.
Mike yang dari awal sudah tidak menyukai sikap mamanya, membuat dirinya tidak perduli dengan apa yang dikatakan mamanya. Dia terus membawa Lusi untuk pergi dari sana.
***
Selama dalam perjalanan pulang Mike terus menggenggam tangan Lusi.
"Sayang apa tidak sebaiknya kamu tidak bekerja?" tanya Mike dengan perasaan merasa bersalah.
"Kenapa, kak?" tanya Lusi dengan bingung.
__ADS_1
"Pipi kamu masih tampak merah. Lagian besok adalah acara penting untuk kita. Jadi aku ingin kamu istirahat saja" ucap Mike.
"Ah, tidak mau. Bosan kalau dirumah terus. Kalau masalah pipi, aku bisa menutupinya dengan...ini" ucap Lusi sambil menunjukkan bedaknya dengan tersenyum.
Sebenarnya Lusi sangat sedih, tapi dia tidak ingin Mike mengetahuinya. Dia tidak ingin membuat Mike semakin membenci Mira. Walaupun Mira bersalah, dia berharap Mike tetap menghormati Mira sebagai mamanya.
"Bagaimana, apa aku bisa masuk kerja?" tanya Lusi dengan tersenyum.
Mike sangat tahu bagaimana keras kepalanya Lusi, akhirnya dia pun menyetujuinya. Lusi pun langsung memoleskan pipinya untuk menutupi pipinya yang merah.
Saat mobil mereka sampai di parkiran, Lusi dan Mike langsung turun bersamaan. Lusi dan Mike langsung bersikap seperti biasa, Lusi memilih berjalan di samping Mike.
Seluruh pegawai yang melihat kedatangan mereka secara bersamaan, membuat mereka tampak bertanya-tanya. Tapi tidak ada yang berani satupun yang bergosip saat ada Mike disampingnya Lusi.
Saat mereka masuk kedalam lift, Mike langsung menarik Lusi kedalam pelukannya. Tentu saja Lusi terkejut, tapi dia tidak merasa kuatir karena tidak ada satupun pegawai yang bisa naik ke dalam lift ini.
"Aku hanya ingin mengisi baterai ku untuk semangat bekerja" ucap Mike dengan tersenyum.
"Ish, kak Mike ada-ada saja. Untung ini lift tidak sembarangan orang masuk" ucap Lusi sambil memukul punggung Mike.
"Sayang maaf, ya karena aku tidak bisa melindungi kamu tadi" ucap Mike dengan perasaan bersalah.
Lusi sangat tahu kalau saat ini Mike sedih dan merasa bersalah karena perbuatan calon mertuanya.
"Kak, jangan dibahas itu lagi. Aku tidak apa-apa. Kak tolong Jangan beri tahu pada yang lainnya kalau Tante Mira menampar ku" ucap Lusi.
Mike langsung melepaskan pelukannya dan menatap mata Lusi.
"Kenapa sayang?"
"Aku hanya tidak ingin mereka merasa bersalah terhadap ku. Janji!" Lusi memberikan jari kelingkingnya dengan tersenyum.
Dengan terpaksa Mike pun mengangguk dan jari kelingking mereka pun bertautan. Mike merasa dirinya kalau bersama Lusi sangat berbeda, bukan seperti dirinya. Apalagi yang baru saja dilakukannya, dia merasa kalau dia seperti anak-anak.
__ADS_1
***