
Kini di kediaman keluarga Handoko, sesampainya di rumah Sisil langsung memberi tahu semuanya apa yang terjadi di hotel milik Mike. Sedangkan Handoko kini berada di dalam ruangan kantornya. Ucapan putrinya masih terngiang di telinganya.
"Ma, aku ingin tuan Mike yang akan menjadi suami ku. Kenapa dia putri dari wanita miskin itu bisa mendapatkan pasangan yang ganteng dan kaya. Sedangkan aku, Kak Kenny saja sudah memilih memihak padanya ketika bertemu dengannya" ucap Sisil dengan kesal pada mamanya.
Melihat putri kesayangannya sangat kesal, Monika langsung menarik Putrinya kedalam pelukannya.
"Mama, tahu kepada siapa kita akan minta tolong" ucap Monika pada Putrinya itu.
Tentu saja mendengar itu membuat Sisil langsung semangat lagi.
"Siapa, ma?"
"Om mu Samuel" ucap Monika dengan tersenyum. Mendengar nama pamannya, keningnya Sisil langsung mengerut.
"Om Sam? Mama yakin?" Sisil sangat tidak percaya dengan ucapan mamanya.
Karena setahu Sisil om nya saat ini berada di Inggris sibuk dengan bisnisnya disana. Maka karena itu kakak sepupunya Bian lari ke Indonesia karena tidak ingin mengikuti jejak om nya yang gila dengan pekerjaan. Tapi, dia tidak tahu apa usaha om nya karena mamanya tidak pernah memberitahukannya. Apalagi dia bertemu dengan om nya hanya dua kali dalam setahun. Kalau mereka ingin liburan dan ingin bertemu dengan putranya.
"Hahaha. Mama sangat yakin sayang. Apa kamu lupa dengan cerita mama, mama mendapatkan papa mu karena bantuan dari om mu. Apalagi kamu adalah keponakannya yang paling disayanginya" ucap Monika.
Mendengar itu Sisil langsung kembali tersenyum, karena dia tadi sempat melupakan hal itu.
"Baiklah. Mama hubungi om Sam sekarang juga."
"Ia, sayang. Kamu tenang saja, walaupun mereka nanti sudah menikah mama janji om kamu pasti bisa memisahkan mereka dan akhirnya Mike akan menjadi milikmu" ucap Monika sambil mengelus pipi putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Tapi ingat jangan beri tahu kepada papamu. Mama sangat yakin kalau papa kamu tidak akan mendukung hal ini. Kamu lihatlah walaupun dia seperti itu dengan gadis itu, didalam hatinya seperti memiliki rasa kasih sayang untuknya" ucap Monika dengan serius.
Sisil hanya mengangguk kepalanya saja karena dia juga merasakan apa yang dirasakan mamanya.
***
Kini Mike, Baim dan Kenny kembali meninjau proyek mereka kembali. Karena mereka mendapat telepon dari pegawai Kenny akan ada masuk barang yang akan mereka pakai untuk pembangunan.
__ADS_1
Sedangkan Sisil disuruh untuk kembali kedalam kantor Kenny untuk melakukan pekerjaannya.
"Pekerjaan kamu sangat bagus. Saya sangat kagum dengan pekerjaan kamu" ucap Mike.
"Terimakasih pak" Kenny tidak menyangka akan mendapatkan pujian dari seorang Mike, karena setahu yang didengarnya kalau Mike tipe orang yang tidak pernah memuji orang dan sangat dingin dengan semua orang.
"Setelah ini apa rencana mu? Karena setahu saya kamu sudah membuat surat pengunduran diri kamu. Kamu masih disini hanya karena untuk proyek ini saja" tanya Mike pada Kenny yang masih tampak serius dengan melihat pekerjaan pegawainya.
"Saya akan melanjutkan studi saya ke LA, pak! Kebetulan saya juga sudah mendapatkan pekerjaan baru disana" ucap Kenny.
"Kamu pergi bukan karena Lusi akan menikah dengan saya kan?"
Mendengar pertanyaan itu membuat Kenny terkejut dan langsung menatap Mike. Karena dia tidak menyangka kalau Mike bisa mengetahui kalau dia menyukai Lusi. Padahal dia sudah berusaha membuat Mike tidak tau perasaannya pada Lusi.
"Saya tahu kamu tertarik padanya dari awal ketemu. Jadi saya ingin memastikan kamu pergi jauh bukan karena hal itu, kan?"
"Hahaha. Bapak tenang saja, saya pergi bukan karena hal itu. Saya memang ingin melanjutkan studi saya. Saya hanya mengagumi sosok Lusi saja." ucap Kenny dengan tersenyum.
"Sai tau, pak. Saya bisa lihat jelas kalau bapak sangat mencintai Lusi. Tapi saya ingin memberikan tau sesuatu dengan bapak. Tolong jaga Lusi dari Sisil. Terutama dengan ibu Monika dan Bian kakak sepupu Sisil" ucap Kenny dengan serius.
Mendengar nama Bian membuat Mike tampak terkejut. Apalagi mendengar Bian adalah kakak sepupu dari Sisil.
"Bian?"
"Benar. Tentu anda mengenalnya, karena dia bekerja di perusahaan bapak"
"Jadi Bian adalah keponakan dari Pak Handoko?"
"Bukan. Bian anak dari Abang kandung dari ibu Monika yang tinggal di Inggris selama ini" jelas dari Kenny.
"Saya sudah lima tahun bekerja di perusahaan pak Handoko, jadi saya sudah sangat mengenal keluarga mereka. Apalagi bagaimana wataknya Bian yang sangat keras. Dia sangat menyayangi Sisil, dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Sisil. Perlu bapak tau kalau Sisil sudah sangat tergila-gila dengan anda"
"Bagaimana dengan Handoko?" tanya Mike, karena dari tadi Kenny hanya menceritakan Sisil, Monika dan Bian.
__ADS_1
"Setahu saya pak Handoko sangat baik dan ramah. Tapi dia akan bersikap kasar kalau ada yang menganggu putrinya sisil dan istrinya. Dia juga paling tidak suka ada yang merebut posisinya dari kedudukannya di perusahaan, karena dia sangat mencintai yang namanya kekuasaan dan uang." jelas Kenny.
Mike tampak diam mendengar cerita dari Kenny. Entah apa yang dipikirkan Mike saat ini.
"Pak, lebih baik kita kembali ke ruangan saya saja" ucap Kenny pada Mike.
Mike pun langsung melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu. Mereka hanya tampak diam saja selama dalam perjalanan kembali ke ruangan Kenny.
"Aa...."
Mike dan yang lainnya tampak terkejut mendengar teriakkan Lusi.
Dengan cepat Mike langsung berlari melihat keadaan Lusi. Begitu juga dengan Baim dan Kenny juga ikut berlari di belakang Mike.
Sesampainya di ruangan itu dia melihat kotak sedang didepan pintu. Mike masuk kedalam dengan perasaan takut, saat dia masuk dia melihat Lusi duduk di sofa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil meremas rambutnya.
"Sayang" Mike memanggil Lusi dengan lembut sambil berjalan mendekati Lusi.
Lusi yang mendengar suara Mike, pelan-pelan mengangkat wajahnya. Lusi melihat Mike kini berdiri di hadapannya.
"Kak Mike" gumam Lusi.
Lusi langsung bangkit berdiri dan memeluk Mike dengan erat.
"Kenapa kamu menjerit? Apa yang terjadi sayang?" tanya Mike dengan kuatir.
Lusi tetap diam saja dan malah memeluk Mike semakin erat. Mike sangat yakin telah terjadi sesuatu pada Lusi, walaupun dia Lusi tidak menangis tapi dia merasakan saat ini Lusi seperti orang yang ketakutan.
Kenny dan Baim yang baru saja tiba melihat Mike dan Lusi sedang berpelukan. Kenny melihat ada kotak sedang berada di depan pintu. Kenny langsung mengambilnya karena dia merasa penasaran dengan isinya.
Kenny sangat terkejut melihat isi dalam kotak itu, dia langsung menunjukkannya kepada Baim. Baim yang melihat isinya menatap Kenny dengan terkejut.
****
__ADS_1