
Kini Mike berada di balkon kamar Lusi. Saat lagi menikmati suasana malam dari balkon kamar Lusi, dia teringat dengan informasi yang dikirim Baim padanya.
Mike memeriksa hp nya untuk memeriksa informasi yang dikirim Baim padanya. Mike terkejut mendapati hasil dari penyelidikan dari orang suruhannya. Ternyata dugaannya benar kalau kecelakaan yang menimpa mamanya Lusi, karena campur tangan Monika. Handoko sebenarnya mengetahui semuanya itu, tapi karena pikirannya yang sudah dikuasai dengan harta dan kedudukan membuat hatinya tertutup.
Tok....tok...
Mike yang mendengar suara ketukan pintu langsung berjalan kearah pintu. Saat membuka pintu, dia melihat ada Baim dihadapannya.
"Kenapa?" tanya Mike dengan dingin.
"Pak, saya mendapatkan laporan kalau pria itu sudah dijemput paksa oleh tuan Renaldo." ucap Baim.
"Baiklah. Kamu bisa istirahat" Mike sangat senang mendengar kalau Renaldo telah membantunya.
***
Kini Lusi sibuk menyiapkan sarapan untuk Mike dan Baim. Karena mereka harus siap-siap untuk berangkat ke kerja.
Baim dan Mike secara serentak keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang sangat rapi.
"Kak Mike, pak Baim ayo sarapan dulu." ucap Lusi saat dia lagi menyiapkan sarapan yang dimasaknya ke atas meja, dia melihat Mike dan Baim keluar dari dalam kamar.
"Sayang kamu menyiapkan ini semua?" Mike tidak menyangka kalau Lusi menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Tentu saja. Aku tidak akan mungkin membuat kalian tidak sarapan. Maaf aku hanya menyiapkan nasi goreng saja. Karena aku tidak memiliki bahan yang lain" ucap Lusi.
Lusi langsung menyendonkan nasi goreng buatannya ke piring Mike, tentu saja hal itu membuat Mike bahagia. Dia membayangkan bagaimana Lusi akan melayaninya dan makan bareng setiap hari nanti.
"Terimakasih sayang" ucap Mike, Lusi hanya tersenyum saja mendengar ucapan terimakasih dari Mike.
"Dia bisa ambil sendiri" Mike tampak tidak suka kalau Lusi juga ingin melayani Baim. Dia langsung menatap Baim dengan tajam.
"Benar nona. Biar saya saja yang ambil" Baim sangat mengerti dari tatapan Mike padanya, Baim langsung mengambil sendok nasi yang berada di tangan Lusi dengan ke gugup.
Lusi hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah Mike yang sangat cemburu. Lusi memilih duduk di samping Mike.
Baim dan Mike sangat menikmati nasi goreng yang yang dimasak Lusi, walaupun hanya sekedar nasi goreng tapi rasanya sangat enak. Baim yang pertama kali menikmati masakan Lusi semalam, menjadi merasa ketagihan.
"Sayang, mulai hari ini kamu dan Dina akan tinggal di rumah kediaman om Putra dan Tante Veby." ucap Mike
"Kenapa? Aku merasa disini juga aman" Lusi merasa segan kalau tinggal disana lagi.
__ADS_1
"Tidak ada bantahan sayang. Aku sudah minta ijin pada mereka. Mereka sangat setuju, apalagi mereka lah yang akan menjadi wali di pernikahan kita nanti." ucap Mike.
"Baiklah" jawab Lusi terpaksa.
***
Sesampainya di di kantor, Mike langsung pergi ke ruangan papanya.
"Pa..." panggil Mike yang kini berdiri dihadapan ruangan Renaldo.
"Son... Masuklah!"
Mike dan Renaldo kini duduk di sofa saling berhadapan.
"Kenapa papa tidak memberi tahu kalau papa membawa pria itu kembali?" tanya Mike.
Renaldo sangat mengerti siapa yang dimaksud putranya.
"Papa hanya ingin membantu, mu untuk meringankan pekerjaan mu." jawab Renaldo singkat.
"Untuk sementara ini kamu hentikan dulu penyelidikan mu. Kamu harus fokus dengan pernikahan mu nanti." sambung Renaldo.
"Oh, ya papa lupa bertanya pada mu. Bagaimana pendapat mama mu tentang pernikahan mu?" tanya Renaldo.
"Mama mu ternyata tidak pernah berubah" ucap Renaldo.
Mike hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan papanya tentang mamanya.
***
Kini Lusi berada di ruangan Mike, Mike menyuruh Lusi untuk melakukan pekerjaannya didalam ruangannya.
Awalnya Lusi tidak setuju karena dia takut ketahuan sama para pegawai yang lain. Tapi Mike meyakinkan Lusi orang lain tidak akan ada yang mengetahuinya. Akhirnya Lusi pun mengikuti perintah dari Mike untuk bekerja di ruangan Mike.
Tok...tok...
"Masuk" ucap Mike dengan masih serius dengan pekerjaannya.
Saat masuk kedalam ruangan Mike, Cinta melihat Lusi berada di dalam ruangan Mike yang tampak lagi sibuk bekerja. Cinta memandang Lusi dengan tatapan benci, karena dia masih teringat dengan apa yang dilakukan Bian saat menikmati tubuhnya.
"Kamu tetap di sana. Ada perlu apa kamu kemari?" ucap Mike tiba-tiba saat Cinta ingin berjalan kearahnya.
__ADS_1
Tentu saja Cinta jadi gugup, dan sangat bingung karena Mike tidak mengijinkannya untuk mendekatinya.
"Maaf pak, saya ingin mengantar laporan yang bapak minta" ucap Cinta pada Mike dengan gugup.
"Berikan kepada sekretaris saya. Mulai saat ini jika kalian ingin memberikan laporan, berikan kepada Lusi sebagai sekretaris saya" ucap Mike dengan tegas.
"Baik pak" jawab Cinta.
Cinta langsung memberikan berkas yang dibawanya kepada Lusi yang dari tadi terus memperhatikan dirinya. Cinta menatap Lusi dengan tatapan tajam.
Lusi mengabaikan tatapan Cinta yang tajam padanya, karena hal itu sudah biasa dialami saat mereka bekerja di ruangan yang sama.
"Permisi pak" Cinta memutuskan langsung keluar setelah memberikannya kepada Lusi karena dia merasa kalau perutnya bergejolak.
Sebelum dapat jawaban dari Mike, Cinta langsung berlari ke luar dan tidak langsung menutup ruangan. Lusi yang melihat tingkah Cinta seperti itu hanya geleng-geleng kepala saja, Lusi langsung bangkit berdiri untuk menutup pintu ruangan Mike.
"Kak, apa kakak tidak lapar? Ini sudah waktunya untuk makan siang" ucap Lusi setelah melihat jam tangannya.
Mike langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap Lusi yang berdiri di sampingnya.
Tap...
Mike menarik Lusi duduk di atas pangkuannya. Tentu saja membuat Lusi terkejut, apalagi kini wajah Mike sangat berdekatan dengannya.
"A... apa yang kakak lakukan?" tanya Lusi dengan gugup.
Mike langsung menyandarkan kepalanya di bahu Lusi dan memeluk pinggang Lusi dari belakang.
"Sebentar saja begini. Aku hanya ingin merasakan aroma mu. Dengan begini rasa lelah ku mengurus pekerjaan ini berkurang." ucap Mike.
Mendengar ucapan Mike membuat Lusi merasa kasihan pada Mike. Ya, memang dari tadi pagi Mike tidak ada berhenti dengan pekerjaannya. Dia terus sibuk dengan kertas yang menumpuk di hadapannya.
Sudah lima belas menit Mike masih memeluk Lusi dari belakang. Lusi sebenarnya mulai tidak nyaman, apalagi dia merasakan ada hal yang menusuk-nusuk tubuhnya. Lusi seorang wanita dewasa, yang pastinya dia sangat mengerti hal itu.
"Kak, aku sudah sangat lapar" rengek Lusi supaya Mike melepaskannya.
Tentu saja hal itu membuat Lusi terlepas dari pelukan Mike. Mike langsung menarik hidung Lusi dengan gemas karena tingkah Lusi seperti itu.
"Maaf ya sayang aku lupa kalau kamu belum makan. Baiklah kita ayo makan siang bersama papa. Aku lupa tadi ngajak kita makan siang bersama" ucap Mike yang tiba-tiba teringat dengan ajakan papanya saat tadi pagi.
Mereka pun langsung keluar menuju restoran yang ada di hotel mereka, karena Mike mendapatkan pesan dari papanya kalau papanya menunggu mereka di restoran yang ada di hotel mereka.
__ADS_1
****