You'Re My Everything

You'Re My Everything
Musuh masuk kedalam perangkap


__ADS_3

Lusi merutuki dirinya sendiri, karena ulahnya sendiri dia mengundang macan yang tidur jadi terbangun. Suaminya langsung memakannya ketika melihat tubuh polosnya yang tanpa sengaja dia buat.


Akhirnya pagi ini mereka melakukan olahraga panas nya selama dua jam, setelah itu barulah mereka membersihkan tubuh mereka. Jam sudah menunjukkan jam 10 pagi, barulah mereka keluar dari dalam kamar mereka.


Saat mereka keluar, Felix dan Miranda sudah ada dibawah, begitu juga dengan yang lainnya. Lusi langsung berlari mendekati Miranda. Sedangkan Mike langsung bergabung duduk dengan yang lainnya.


"Ira...".sapa Lusi sambil memeluk adik iparnya yang sekaligus sahabatnya itu.


"Raja sayang..." Lusi langsung mengecup pipi gembul putra Miranda dan Felix.


"Hai, aunty Lusi...." sapa Miranda dengan khas suara anak-anak sambil melambaikan tangan putranya pada Lusi.


Setelah puas menciumi Raja, Lusi duduk di samping suaminya dengan manja. Begitu juga dengan Miranda sudah duduk di samping suaminya.


"Bos, saya sudah mendapatkan informasi mobil siapa yang semalam" ucap salah satu bodyguard yang ditugaskan untuk mencari informasi tentang mobil yang berhenti di depan rumah mereka semalam.


Bodyguard itu memberikan data yang sudah didapatkannya. Mike langsung membacanya saat berkas itu sudah ada ditangannya. Ternyata mobil itu adalah mobil sewaan, dan yang menyewanya bernama Dodi seorang preman yang baru saja keluar dari penjara. m


"Yang saya dapat kabar dari teman saya yang sudah mengikutinya pria itu bekerjasama dengan nyonya Mira dan Sandi, tuan. Dia tidak sendirian tuan, tapi ada mereka ada lima orang. Semuanya orang-orang yang baru saja bebas dari penjara karena kasus perampokan" jelas bodyguard itu.


"Sepertinya kita lebih baik bergerak sekarang. Raja harus kita sembunyikan lebih dulu, untuk keamanannya." jelas Mike.


"Benar apa yang dikatakan Mike. Nak, kamu setujuhkan?" tanya Putra pada menantunya itu.


"Ia, pa! Ira tidak mempermasalahkannya. Seperti yang sudah disepakati, Raja saya titip dengan mama dan nenek" ucap Miranda dengan sedih karena dia akan berjauhan dengan putranya sementara waktu.


"Tenang saja sayang, mama dan nenek Mesya akan menjaga putra kalian dengan baik" sambung Veby.


Tring....tring...


Bodyguard yang tadi memberitahu kepada Mike siapa orang yang memata-matai rumah mereka, langsung mengambil gawainya yang baru saja berbunyi.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan orang yang menghubunginya, Bodyguard itu langsung memberikan laporan kepada Mike.


"Tuan sepertinya ke-lima pria itu akan melakukan pekerjaan mereka hari ini. Mereka saat ini mulai bergerak menuju ke rumah tuan Felix, karena mereka berpikir kalau nyonya Miranda dan tuan muda Raja ada dirumah. Rupanya salah satu mereka menyamar dan bertanya ada satpam tentang keberadaan nyonya. Saat satpam rumah mengatakan kalau nyonya masih tidur, pria itu langsung pergi menjumpai teman-temannya" ucap bodyguard itu.


Memang Felix mengatakan pada satpam dan pembantu rumahtangga nya kalau ada yang bertanya tentang Istrinya, harus mengatakan kalau istrinya lagi tidur dan tidak bisa diganggu.


"Baiklah. Berarti mereka juga mengirimkan seseorang untuk mengawasi gerak-gerik kita disini" ucap Felix.


"Biar Daddy dan anak buah Daddy melihatnya nya. Sekarang usahakan bagaimana para wanita dan cucuku untuk pergi dari sini tanpa ada yang tahu." ucap Jhonson.


Jhonson pun langsung bangkit berdiri dan sedangkan Veby, Mesya dan Geral mengikuti Baim. Miranda langsung mengecup kening putranya lalu memberikannya kepada mama Mertuanya. Felix merangkul istrinya supaya untuk memberikan kekuatan pada istrinya.


Miranda dan Lusi memutuskan untuk masuk kedalam mobil bersama Felix. Mereka harus sampai di rumah mereka sebelum para penjahat itu tahu kalau mereka keluar. Sedangkan Veby mengikuti Mesya dan Geral bersembunyi ke hotel milik besannya itu tanpa ada yang mengetahui keberadaan mereka. Bodyguardnya tetap bersiaga bersama mereka. Baim lah yang mengantarkan mereka ke hotel tempat persembunyian mereka.


Saat Miranda, Lusi dan Felix berangkat, Sam dan Dina datang. Tentu saja membuat mereka jadi mempunyai ide, bagaimana caranya Miranda masuk kedalam rumah tanpa ada yang tahu kalau dia baru saja keluar.


***


"Bos, kami akan bergerak sekarang" ucap salah satu dari mereka berbicara pada Mira melalui telepon.


"Baiklah. Apa kalian yakin wanita itu ada didalam?"


"Iya, bos. Tadi temannya keluar tanpa ada wanita itu ikut masuk kedalam mobil" ucap pria itu.


"Oke. Bawa wanita itu ketempat yang sudah kita sepakati" ucap Mira.


"Baik, bos!"


Mobil itu langsung melajukan mobilnya ke rumah Miranda. Saat mereka sampai di rumah, mereka langsung menodongkan pistol kearah. satpam rumah itu.


"Cepat buka! Atau peluru ini menembus ke kepala mu" ancam pria itu.

__ADS_1


Satpam itu langsung mengikuti perintah mereka dengan penuh ketakutan. Dua mobil itu pun langsung masuk kedalam sedangkan pria yang tadi sudah lebih dulu keluar, langsung mengikat satpam itu setelah dia masuk kedalam.


Kelima pria itu langsung masuk kedalam, tentu saja membuat para pelayan yang di rumah itu terkejut. Apalagi kelima pria itu membawa senjata api dan senjata tajam.


"Ikat mereka semua" ucap salah satu dari mereka yang sepertinya pemimpin dari kelompok itu.


Semuanya pada langsung diikat dan mulutnya juga ikut dibekap. Dua dari antara mereka langsung naik ke atas mencari keberadaan Miranda. Mereka membuka satu persatu pintu kamar, dan ketika kamar yang ketiga barulah mereka mendapatkan keberadaan Miranda.


Miranda yang mengetahui kedatangan mereka, memiliki pura-pura tidur. Tak ada rasa takut yang dihadapi Miranda saat ini. Salah satu dari mereka langsung menodongkan pistolnya ke kepala Miranda.


"Hei, nona bangunlah" ucapnya sambil menodongkan senjatanya.


Miranda pelan-pelan membuka matanya dan melihat pria itu berdiri di hadapannya sambil menodongkan senjatanya.


"Siapa kalian?" tanya Miranda pura-pura terkejut kedatangan kedua pria itu.


"Tidak perlu banyak tanya. Sekarang ayo bangkit berdiri" Teriak pria itu. Miranda langsung bangkit berdiri dan mengikuti apa yang dikatakan pria itu.


"Dimana putra mu?" tanya salah satu dari pria yang dari tadi mencari keberadaan putranya Miranda dan Felix.


"Putra ku tidak ada disini. Tadi dia mengikuti suami ku untuk ke rumah papa ku" ucap Miranda dengan tegas.


Kedua pria itu melihat tatapan Miranda yang sangat tegas, melihat tidak ada kebohongan dimata Miranda kedua pria itu langsung percaya.


"Jalan" teriak pria yang dari tadi menodongkan pistol ke kepala Miranda.


Saat mereka turun kebawah, Miranda melihat semua pembantunya sudah di ikat dan mulutnya sudah dilakban.


"Bos, putranya tidak ada. Katanya suaminya yang membawa" ucap pria itu kepada pria yang tampak seperti bos.


" Ah sial..." ucap pria itu dengan emosi, pria yang dikatakan bos tadi menatap tajam ke arah Miranda.

__ADS_1


***


__ADS_2