You'Re My Everything

You'Re My Everything
Bertemu


__ADS_3

Kini Lusi bersama Miranda dan Dina memutuskan untuk belanja bareng ke mall. Saat mereka masuk masuk kedalam mobil, Lusi mendengar namanya dipanggil.


"Nak Lusi..." sapa mamanya Roni yang sudah berdiri dibelakang Lusi bersama suaminya.


Lusi sangat kaget melihat mamanya Roni mantan pacar nya berdiri dihadapannya.


"Tante..." sapa Lusi dengan lembut, Lusi langsung mencium punggung tangan kedua orang tua Roni.


Meskipun mamanya Roni pernah menghina dirinya dan memfitnahnya, Lusi tetap menjaga kesopanannya pada orang yang lebih tua darinya.


Kedua orangtuanya Roni sangat terkejut melihat perut Lusi yang sudah membesar. Mamanya kini sudah mengerti kenapa putranya mengatakan kalau semuanya sudah terlambat. Ternyata Lusi sudah menikah dan lagi hamil.


"Nak, maaf apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Mamanya Roni dengan lembut.


"Bisa Tante, tapi maaf saya tidak bisa sekarang. Saya sedang ada perlu dengan saudara ipar saya" ucap Lusi dengan sopan.


"Baiklah. Kalau begitu apa Tante bisa minta nomor telepon kamu?"


Lusi langsung membuka tasnya dan mengeluarkan kartu namanya. Setelah itu dia minta ijin pamit lebih dulu, tapi dia tidak lupa untuk mencium tangan orang tuanya Roni. Papanya sangat kagum dengan kesopanan Lusi, padahal istrinya pernah menghina Lusi di depan umum.


***


Kini ketiga wanita itu sibuk dengan dunia mereka, untuk berbelanja. Padahal suami mereka tiga dari tadi terus menghubungi mereka, tapi karena suara handphone mereka di silent akhirnya mereka tidak mengetahuinya.


Mike langsung menghubungi bodyguard mereka, baru lah Mike tenang karena melihat video yang dikirimkan bodyguardnya. Begitu juga Miranda Felix langsung menghubungi bodyguard istrinya.


"Lus,. bagaimana kalau kita belanja kebutuhan baby mu nanti?" tanya Dina dengan antusias.


"Em... Tidak mau... Aku ingin belanja keperluan anak ku nanti sama dengan suami ku" ucap Lusi sambil mengelus perutnya.


"Baiklah. Kalau begitu kita makan saja yuk. Aku sudah lapar..." ucap Dina.


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan lebih dulu sebelum pulang. Saat mereka lagi menikmati makanan mereka, Roni menghampiri Lusi dengan wajah sendu. Tentu saja membuat Lusi dan kedua sahabatnya terkejut. Mereka sudah mengetahui siapa Roni, karena Lusi pernah menunjukkan foto Roni pada mereka.

__ADS_1


"Roni..." gumam Lusi dengan lembut.


Semenjak dinyatakan hamil, Lusi memutuskan untuk melupakan masa lalunya orang-orang yang telah menyakiti hatinya. Terutama dengan Roni dan mamanya Roni. Makanya hari ini Lusi tidak ketus lagi bertemu dengan Roni. Lusi langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Roni.


Tentu saja membuat Roni sangat senang, karena Lusi mau berjabat tangan dengannya. Padahal terakhir mereka bertemu, Lusi menatap dirinya dengan dingin. Tapi ada rasa sakit di hatinya ketika melihat perutnya Lusi yang tampak besar. Roni sangat yakin kalau saat ini Lusi tengah hamil.


"Kamu sendiri?" tanya Lusi dengan lembut.


"Em..." jawab Roni sambil mengangguk kepalanya.


"Apa kita bisa bicara sebentar?"


"Maaf ya, aku lagi bersama sahabat dan saudara ipar ku. Aku akan hubungi kamu, kalau aku punya waktu. Bagaimana?" tentu saja membuat Roni sangat senang karena Lusi mau bertemu dengannya.


"Oke. Kamu hubungi aku ya..." ucap Roni sambil menyerahkan kartu namanya.


Lusi langsung mengangguk kepalanya sambil mengambil kartu nama Roni. Setelah itu Roni langsung minta ijin lebih dulu pergi.


Melihat Roni sudah pergi jauh kedua sahabatnya itu langsung menatap kearah Lusi. Mereka minta penjelasan apa maksudnya Lusi ingin bertemu dengan Roni.


"Hahaha. Kalian ini pasti berpikir kalau aku bertemu dengannya sendiri. Ya, tidak mungkinlah aku bertemu dengannya sendiri. Aku masih sadar kali, kalau aku wanita yang sudah bersuami dan lagi hamil!" ucap Lusi dengan cengengesan karena pikiran kedua sahabatnya itu.


"Maksudnya?" tanya Dina dengan bingung.


"Aku akan mengajak suami ku lah. Aku tidak ingin membuat kak Mike salah paham tentang hubungan kami" ucap Lusi dengan santai.


Miranda dan Dina langsung mengacungkan kedua jari jempolnya karena sangat kagum dengan tindakan dan pikiran Lusi.


***


Kini Lusi berada dalam pelukan suaminya dengan penuh kerinduan. Karena sudah dua hari suaminya kerja keluar kota. Lusi sangat senang ketika mendengar dari Baim kalau suaminya lagi dalam perjalanan pulang. Karena tidak sempat membeli kado yang diinginkan istrinya, akhirnya Mike memutuskan untuk membeli kado yang lain.


"Mas, apa kamu besok sibuk?" tanya Lusi sambil mengelus pipi suaminya.

__ADS_1


Karena belakangan ini Lusi sangat suka memandang wajah suaminya sambil mengelus pipi suaminya.


"Tidak sayang. Kenapa?"


Lusi langsung menceritakan semuanya yang terjadi pada hari ini. Mike sangat senang karena Lusi sangat memikirkan perasaannya dan mengajak dirinya untuk bertemu dengan Roni dan kedua orang tua Roni.


"Kamu mau kan, mas?" tanya Lusi dengan gugup, ada rasa cemas kalau Mike tidak mau ikut dan mengijinkan dirinya bertemu dengan Roni dan kedua orang tua Roni. Lusi ingin bertemu dengan mereka, untuk menyelesaikan masa lalu mereka.


"Tentu saja sayang, aku akan ikut. Aku tidak ingin kamu pergi bertemu dengan mereka sendiri." ucap Mike setelah itu Mike menarik Lusi kedalam pelukannya.


Lusi sangat senang karena Mike sangat mengerti tentang dirinya. Betapa beruntungnya Lusi mendapatkan suami yang begitu perhatian dan pengertian.


***


Hari ini Lusi memutuskan mengikuti suaminya ke kantor. Karena saat jam makan siang nanti mereka bersama-sama pergi menemui Roni dan kedua orang tua Roni.


Sudah tiga jam Lusi ditinggalkan Mike dalam ruangan sendiri, karena Mike harus mengikuti rapat penting. Lusi yang ingin pergi, langsung menghentikan niatnya untuk pergi ketika melihat suaminya masuk kedalam. Lusi langsung memeluk erat suaminya.


"Kenapa lama sih, mas?" tanya Lusi dengan kesal pada suaminya.


"Maaf ya sayang. Pasti kamu merasa bosan sendiri disini. Maaf ya, sayang. Tadi banyak yang dibahas dalam rapat." ucap Mike merasa bersalah pada istrinya.


"Apa kamu perlu sesuatu, sayang?" tanya Mike pada istrinya.


Lusi hanya menggeleng kepalanya saja untuk menjawab pertanyaan suaminya. Saat Mike sudah duduk di kursinya, Lusi langsung duduk di pangkuan Mike.


"Mas, aku kangen kamu..." ucap Lusi dengan manja sambil mengalungkan tangannya di leher Mike.


Mike membiarkan apa yang akan dilakukan istrinya pada dirinya. Jika dia menghentikan apa yang dilakukan istrinya, maka istrinya akan ngambek padanya sampai berhari-hari. Tentu saja Mike tidak ingin itu terjadi.


Setelah puas menciumi seluruh wajah suaminya, Lusi baru turun dari pangkuan suaminya. Barulah Mike bisa melanjutkan pekerjaannya sebelum mereka pergi.


***

__ADS_1


Roni yang mendapatkan pesan dari Lusi tadi pagi membuat hatinya sangat bahagia. Roni tampak bersemangat untuk bertemu dengan Lusi. Roni memutuskan untuk datang lebih awal dari jam yang ditentukan oleh Lusi.


*****


__ADS_2