
Bian melihat foto anak kecil perempuan yang diberikan papanya. Disana hanya ada inisial nama L.M.
"Kenapa papa ingin mencarinya?" tanya Bian dengan menatap serius kedua orangtuanya.
"Papa punya hutang yang sangat besar pada keluarganya dulu. Jadi papa ingin membayarnya" ucap Samuel.
Bian merasa kalau papa dan mamanya telah menyembunyikan sesuatu darinya, karena dia bisa mengetahui kalau papanya sedang berbohong padanya saat ini.
"Kalau boleh tahu, kemana harus Bian cari lebih dulu?" tanya Bian pada papanya.
"Kalau tidak salah yang papa dapat informasi dari teman papa, dia di titipkan di panti asuhan Bunda yang ada di Surabaya. Papa sudah pernah kesana, tapi panti asuhannya sudah pindah. Tidak ada yang tahu kemana pindahnya." ucap Samuel.
"Kalau begitu dimana teman papa itu sekarang? Aku yakin kalau dia pasti tahu"
"Sebenarnya teman papa itu dipenjara. Papa sudah meminta padanya untuk memberitahu keberadaan anak kecil itu. Tapi dia meminta syarat supaya papa melepaskan dirinya bersama pacarnya dari penjara."
"Jadi, papa sudah bebaskan dia?"
"Sebenarnya mereka susah untuk bebas. Tapi karena papa memberikan jaminan yang besar, akhirnya mereka bisa bebas dan papa sebagai jaminan kalau mereka tidak akan melakukan apapun yang dapat merugikan diri mereka." ucap Samuel dengan sendu.
"Ya, sudah panggil dia kemari pa. Kita bisa langsung bertanya padanya"
"Itu dia masalahnya, Bi. Dia kabur bersama pacarnya. Papa mu tidak tahu dimana dia berada" Venesia yang menjelaskan pada putranya itu.
Tentu saja mendengar itu, Bian langsung diam. Bian langsung menatap papa dan mamanya.
"Bian akan bantu, tapi Bian kalian harus jujur. Kenapa papa ingin menemukannya?"
Mendengar persyaratan dari Putranya, Samuel langsung menarik nafasnya dalam dan langsung menatap kearah istrinya. Ketika melihat istrinya langsung mengangguk kepalanya, itu tanda untuknya supaya jujur di dengan putranya.
"Sebenarnya papa pernah membunuh seseorang. Karena papa, membuat anak itu kehilangan mamanya" ucap Samuel dengan sendu.
Tentu saja mendengar kejujuran papanya, membuat Bian langsung terkejut.
"Sebenarnya papa sudah lama mencarinya, karena papa ingin meminta maaf darinya. Papa tahu kalau kamu kamu pasti kecewa dengan papa, tapi itu adalah masa lalu papa. Papa ingin memperbaiki semuanya, papa ingin meminta maaf padanya" ucap Samuel.
__ADS_1
Ya, apa yang dikatakan papanya benar. Bian memang kecewa dengan papanya, tapi ada rasa bangga pada papanya. Papanya mau meminta maaf pada gadis itu, meskipun belum tentu gadis itu mau memaafkan papanya. Paling setidaknya papanya ingin meminta maaf pada gadis itu dan apabila gadis itu melaporkan papanya, Bian akan terus berada di samping papanya.
"Baik. Bian akan bantu. Bian akan usahakan cepat menemukannya" ucap Bian.
***
Sesuai dengan yang mereka rencanakan. Mike dan Lusi memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Mereka menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Mike.
Mike juga sudah memberi tahu kepada keluarganya dengan kepulangan mereka. Richard yang mendapatkan kabar kalau putri angkatnya pulang, memutuskan untuk menjemput mereka dari bandara bersama para bodyguard nya yang selalu setia bersamanya.
Sedangkan Renaldo dan yang lainnya membuat acara penyambutan atas kepulangan mereka dari honeymoon.
Sebenarnya Kakek dan nenek Mike saja yang tidak tahu alasan apa sebenarnya kenapa Mike dan Lusi pulang lebih awal.
Ketika mereka sudah masuk kedalam pesawat, Mike membawa istrinya kedalam kamar tempat istirahat mereka.
Saat Lusi langsung merebahkan tubuhnya di kasur, Mike langsung menindih tubuh istrinya dengan tersenyum penuh arti.
"A..apa yang kamu lakukan kak?" tanya Lusi dengan gugup, dia takut kalau Mike meminta haknya. Kalau mereka berada dalam hotel atau di kamar mereka, Lusi tidak akan gugup seperti ini. Dia takut saat suaminya melakukannya, suara seksi nya akan keluar, dan para petugas yang ada di pesawat pribadi milik suaminya itu akan mendengarnya.
Mike yang sudah sangat gairah ketika melihat istrinya yang langsung merebahkan tubuhnya di kasur, langsung menyambar bibir istrinya yang ranum. Mike tidak pernah melepaskan istrinya, karena setiap dekat dengan istrinya, membuat dirinya selalu bergairah.
Setelah dua ronde melakukannya dan itu berarti mereka melakukannya dua jam. Lusi menyandarkan kepalanya di dada Suaminya dengan tersenyum bahagia.
Lusi teringat dengan pesan yang dikirim Baim pada suaminya. Saat dia ingin melihat fotonya bersama Mike dari hp Mike sebelum mereka berangkat ke bandara, dia melihat pesan Baim. Entah kenapa Lusi ingin sekali membukanya, melihat pesan dari Baim, Lusi langsung menatap suaminya yang masih berada dalam kamar mandi.
Lusi membaca pesan dari Baim kalau Baim sudah menyiapkan semuanya. Sesampainya mereka nanti di Indonesia mereka akan menyelamatkan Cinta dari rumah Bian.
"Kak, aku tahu kalau kamu menyembunyikan sesuatu dariku. Sekarang katakan yang sebenarnya alasan kita pulang?" ucap Lusi sambil mengelus dada Suaminya, dia ingin Suaminya jujur padanya.
"Siapa yang bilang aku menyembunyikan sesuatu dari kamu sayang?" tanya Mike gugup.
"Aku tidak sengaja membaca pesan pak Baim dari hp kamu. Aku tahu kamu pasti marah, kan? Tapi aku ingin kamu jujur dengan ku kak! Kenapa dengan Cinta? Apakah Cinta yang dimaksud adalah Cinta teman satu kantor ku dulu?"
Mike langsung menarik istrinya ke sampingnya. Hingga kini Lusi berada di samping Mike dan tangan Mike yang menjadi bantal kepalanya Lusi.
__ADS_1
"Aku punya syarat. Kamu mau mengabulkannya?"
Lusi langsung menatap kesal karena Suaminya, tapi karena rasa penasarannya yang besar membuat dia langsung menyetujui syarat apa akan diajukan suaminya.
"Aku ada tiga permintaan. Pertama kamu harus mengubah panggilan kamu untuk ku, sayang" ucap Mike dengan tersenyum bahagia.
"Em.. Baiklah. Aku akan panggil mas, honey, Dady?" tanya Lusi pada suaminya
"Honey saja, sayang"
"Oke. Sekarang yang lainnya?"
"Em... Kalau kamu sudah mengetahui semuanya, aku tidak ingin kamu ikut campur. Biar semuanya urusan ku"
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian sayang. Kamu sudah berjanji akan mengikuti yang aku minta" potong Mike saat Lusi tidak setuju.
Dengan tidak semua, Lusi langsung mengangguk kepalanya. Mendapatkan jawaban dari istrinya, membuat Mike langsung semangat untuk melanjutkan permintaannya.
"Ketiga setiap aku meminta hak ku kamu tidak boleh menolaknya" ucap Mike dengan senyum penuh kemenangan.
"Astaga. Yang benar saja dong kak...Honey!" Aku sangat lelah kalau begitu." ucap Lusi dengan tidak terima.
"Tenang saja sayang, aku suami yang sangat perhatian. Aku tidak akan memintanya kalau kamu lelah" ucap Mike.
"Baiklah, yang terakhir apa?"
Mike langsung mendekati istrinya untuk berbisik di telinga istrinya.
"Kamu akan tahu nanti, saat kita sudah sampai di rumah kita" ucap Mike.
Mike langsung mengecup bibir istrinya, setelah mengatakan hal itu. Lusi langsung menatap curiga pada suaminya.
Sesuai dengan yang dijanjikannya pada istrinya, Mike langsung menceritakan semuanya. Mike juga memberitahu apa yang terjadi pada mamanya. Dan siapa saja yang terlibat dalam pembunuh mamanya.
__ADS_1
Hal itu membuat Lusi semakin kecewa dengan papanya. Sedangkan untuk Monika, Lusi sangat ingin membalasnya atas apa yang telah mereka lakukan pada mamanya. Dia tidak ingin membalas dendam dengan cara yang sama, membunuh orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan mamanya. Tapi, dia ingin membalas dendam dengan cara yang berbeda. Dia tidak ingin sama seperti mereka, seorang pembunuh.
***