
"Kok dia bisa datang sih?" Tori langsung protes pada Bima, ia curiga Bima masih komunikasi dengan Tantri.
"Entah, mungkin lihat status salah satu dari kalian, aku sudah lama tidak komunikasi." jawab Bima seraya menaikkan kedua tangannya keatas, ngulet dia.
"Awas kamu Bim, kalau masih jalan sama dia." ancam Tori pada Bima, galak seperti Ibu tiri.
"Kenapa Tori, dia niat baik kan mau besuk Mamon?" Nona tampak bingung lihat Tori sewot.
"Tidak tulus Mamon, selalu ada maunya." jawab Tori naikkan alisnya pada Bima.
"Benar kan?" tanya Tori pada Bima.
"Tidak tahu, sudah sih jangan marah-marah seperti Ibu tiri saja, padahal kamu kan Ibu Tori." sungut Bima, Tori langsung tertawa dibuatnya, walau bersungut Bima tetap bercandai Tori.
F1, F1 Geng Rusuh segera merapat ke RS, Penting!!!!!!!!
Tori langsung menulis pesan di group Anak-anak Baen.
Oma kenapa? *Shaka
Oma aman, Mamon aman, Bima tidak aman. *Tori
Pingsan juga? *Bari
Jangan banyak tanya cepat kemari, rapat darurat! *Tori
OTW. *Shaka
Otw. *Bari
Kia jemput Baen ya. *Balen
Aku juga dong jemput. *Belin
Siapa yang jemput Kia dong? *Kia
Aku jemput Ante Baen sama Beyin, tunggu ya. *Bari
Oke aku jemput Kak Kia. *Shaka
Aku baru sampai RS nih, jemput C's sama Papon. *Aca
Bima gelengkan kepalanya membaca pesan di group, Tori langsung ajak geng rusuh rapat.
"Lebay Kak Tori, aku kan sudah menjauh." dengus Bima pada Tori.
"Kamu sudah menjauh tapi dia masih berusaha cari perhatian kamu, nyebelin."
"Tidak boleh terlalu benci, nanti malah cinta." Bima terkekeh.
"Hueeek..." Tori pasang gaya mau muntah, langsung keliatan gaya bocahnya.
"Ayo Mamon kita ke Oma." ajak Bima, ia tidak mau membahas soal Tantri lebih lanjut, ambil baiknya saja, besuk orang yang sedang sakit dapat pahala, begitu pikir Bima yang beranggapan Tantri tadi sedang melakukan ibadah membesuk orang sakit. Tidak perlu dicurigai, toh Bima juga tidak mendekat pada Tantri.
__ADS_1
"Ayo..." Nona ulurkan tangannya pada Bima.
"Pakai kursi roda saja." saran Bima.
"Mamon bisa jalan, kalau dimana nanti malah tidak bisa jalan beneran ah." tolak Mamon yang lebih senang digandeng saja. Ketiganya pun menyusul Richie keruangan ICU, dimana Oma Nina dirawat. Mereka belum bisa masuk, karena Richie masih didalam, sementara Aca, C's dan Papon juga sedang dalam antrian.
"Mamon masuk duluan saja sama Papon atau Cadi." kata Aca menyambut kehadiran Nona, Tori dan Bima.
"Ichie sendiri kan? Cadi kenapa tidak ikut masuk? atau Chandra dan Cayi bisa temani Om Ichie." kata Nona pada C's.
"Kata Dokter yang boleh masuk hanya Cadi, karena sebenarnya kita bertiga belum diijinkan untuk masuk, belum cukup umur." jawab Chandra mewakili adiknya
"Iya tadi dokter bilang mereka tidak boleh masuk, tapi saya minta ijin, paling tidak Cadi diijinkan masuk, karena Oma sekarang masih panggil Cadi." Kenan ikut menjelaskan.
"Kenapa Oma tidak panggil aku?" tanya Chandra setengah protes.
"Tidak boleh iri Chandra." jawab Cadi cepat.
"Bukan iri, hanya bertanya. Aku juga sering temani Oma tidur." lagi-lagi Chandra protes.
"Kamu kan kalau temani Oma cuma tidur saja disebelah Oma, memang kamu ajak Oma ngobrol? kalau aku kan cerita sekolah, teman, mainan, Pap, Mam, triplets." jawab Cadi bangga.
"Iya karena kamu kan bawel." Charlie menimpali.
"Biarin, Salah sendiri kalian tidak baweln jadi tidak dipanggil Oma." Cadi langsung bergaya tengil.
"Jangan berantem dong, Oma itu mau bertemu Cadi karena kemarin kamu bohongi Oma sih, pura-pura jadi Abang." Bima menggoda Cadi.
"Terus kenapa?" tanya Cadi polos.
"Padahal aku cuma bercanda." gumamnya, semua langsung terkikik geli.
"Rasain Cadi, Oma lagi sakit diajak bercanda sih." Charlie omeli adiknya sambil tersenyum puas, kalau begini Charlie jadi tidak merasa Oma pilih kasih.
"Nanti masuk sama Abang saja, Kak Tori boleh tuh menyusul Om Ichie." kata Bima mendorong pelan bahu Tori.
"Gitu kah?" tanya Tori.
"Iya nanti kan mau pimpin rapat." Bima menjulurkan lidahnya.
"Oh iya rapat penting." jawab Tori cekikan, lalu ijin sama Papon untuk masuk menyusul Richie.
"Dasar Kak Tori." Bima gelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Aca.
"Nanti saat rapat juga tahu, aku tidak ikut, mau temani Oma saja sekalian temani C's ." jawab Bima, malas ikut rapat membahas Tantri, daripada jadi tertuduh lebih baik memantau Oma dan bercanda dengan C's.
"Kenapa sih Bima, Mamon?" tanya Aca penasaran.
"Tidak tahu, urusan anak muda Mamon tidak ikut campur." jawab Nona nyengir, membantu Bima bikin Aca penasaran.
"Urusan anak muda sampai harus panggil anak Baen itu pasti urusan Tantri." Aca langsung menebak, Bima pilih tidak berkomentar.
__ADS_1
"Mamon duduk saja dekat Papon." kata Bima pada Nona.
"Iya kamu kok tidak mau dekat-dekat saya sih." kata Kenan ulurkan tangannya menyambut Nona yang langsung terkikik geli.
"Mas Kenan nangis? matanya bengkak." tebak Nona pandangi suaminya.
"Sedikit." jawab Kenan.
"Ya ampun, kalau tahu kamu dirumah malah sedih mending tidur disini temani aku Mas." Nona membelai lembut pipi suaminya.
"Ya kan kamu yang suruh saya tidur dirumah." jawab Kenan.
"Aku takut Mas Kenan tumbang juga, jadi lebih baik istirahat di rumah. Biar anak muda saja yang piket." Nona berikan alasannya.
"Tapi malah tidak bisa tidur, kepikiran Mama sama kamu." jawab Kenan.
"Untung saja aku temani." sahut Charlie.
"Iya sayang berdua Cayi semalam." Kenan tersenyum.
"Kenapa hanya Charlie?" tanya Nona.
"Takut Cinta dan Delvina rusuh cari kita Mamon, jadi salah satu saja yang temani Papon." jawab Chandra.
"Kenapa juga Papon tidak menginap dirumah Ante Baen." Aca terkekeh, bayangkan Papon pasti tidak bisa tidur juga kalau diganggu triplets yang hobby sekali begadang.
"Pakai ditanya." Bima ikut terkekeh.
"Serba Salah kalau begini ya." Kenan tersenyum.
"Bagaimana Chie?" tanya Kenan begitu Richie dan Tori keluar ruangan.
"Masih seperti kemarin Papon." jawab Richie lemas dan matanya tampak memerah.
"Ayo Papon." ajak Cadi.
"Langsung bertiga saja sama Mamon, boleh kok."
"Tidak kebanyakan?" tanya Bima.
"Ini pengecualian, Cadi kan kecil." jawab Richie.
"Papon..." panggil Chandra.
"Ya?"
"Kiss, aku titip kiss buat Oma." Chandra berjinjit menciumi Kenan.
"Bisik sama Oma, aku sayang Oma." lanjut Chandra sambil menciumi Kenan yang menganggukkan kepalanya, kembali matanya basah karena Chandra.
"Aku juga Papon." Charlie tidak mau kalah.
"Sama aku saja." Cadi sodorkan keningnya.
__ADS_1
"Iih..." Charlie langsung mendorong kening Cadi, semua yang matanya mulai berair jadi tertawa dibuatnya.