You'Re My Everything

You'Re My Everything
Episode 25 Ending


__ADS_3

Davied pun memeluk ibunya itu, dan mencium bayinya, nenek pun demikian, di ruangan itu kakek montana dan pandawa nampak berbincang, setelah situasi menegangkan terlewati.


Karin pun kembali ke kediamannya setelah beberapa hari setelah melahirkan, setelah proses persalinan Karin terlewati Karin dan bayinya selamat, kini tinggal persiapan pesta atas lahirnya bayi mereka dan juga pemberian nama Yuda Anggara Panmont.


Satu tahun pun akhirnya berlalu Yuda sudah mulai aktif, Margaret sang nenek juga sibuk mengurusnya, sedangkan nenek Karin hanya mengawasi dan bermanja-manja. Davied juga mulai aktif dalam segala bidang di kantornya termasuk kantor Karin yang saat ini dia tangani. Terkadang Davied bisa lembur di kantornya bersama rekannya Aldo, begitu pula Stevani dan juga Wenwei.


Sekarang Karin lebih aktif di rumahnya, menemani yang bayi dan juga mertuanya itu, hari-hari terlewati dengan cukup baik sesuai dengan pemikiran mereka.


Stevani juga sudah menikah begitu pula Wenwei yang mulai merasakan apa yang pernah Karin rasakan. Sewaktu-waktu Karin akan kekantornya, Walapun begitu Karin masih terlihat cantik dan sangat elegant, ditambah aura penguasanya, membuat orang tertunduk saat menatapnya.


" Tidak banyak berubah istriku ini rupanya," ucap Davied meledek.


" ya,ya,ya. Kau menang, ledek saja sesukamu." Cebik Karin kesal.


Semua yang melihat nampak cagung unttuk tersenyum dan tertawa, lagi-lagi Karin spontan berkata.


" Kalau mau ketawa, ketawa saja jangan di tahan, mubazir...!!" Ucapnya


Akhirnya Stevani dan yang lainnya pun tertawa terbahak, Sampai di depan ruangan mereka pun mungkin mendengarnya, mungkin juga tidak karena ruangan itu kedap akan suara.


Semakin tumbuh kembangnya Yuda, semakin menambah kasih sayang Karin dan Davied berikan, membuat Yuda anaknya itu, sangat bijaksana dan pintar.


Dengan adanya Yuda keluarga besar tidak merasa kesepian lagi, atas penantiannya. Mereka juga selalu bersama baik suka dan duka yang mereka rasakan, seakan sehati, menyatu menjadi satu, tumbuhnya cinta itu.


Di umurnya yang masih terhitung anak kecil, Yuda mampu menangkap apa saja yang keluarganya perbincangan, membuat seluruh keluarga Pandawa dan Montana sangat gemas melihat tingkah yuda.


Tidak terasa usia Yuda sudah menginjak lima tahun, Karin sudah cukup dewasa begitupun dengan Davied, hari-hari seperti biasa mereka lalui, yang berbeda di usia Yuda ke lima tahun Davied malah di sibukkan dengan segala urusan kantor dan pekerjaan nya yang membuat Davied sekarang lebih jarang dirumah.


Malam itu seperti biasa para pelayan menyiapkan makan malam seraya seluruh keluarga besar berkumpul, mereka berkumpul semenjak Karin melahirkan Yuda. Karin terlihat gelisah menunggu Davied pulang kerumah, seperti biasanya Davied akan pulang jam tujuh malam tepat saat akan makan malam tiba, tetapi sampai detik ini Davied belum juga kembali.


Beberapa kali Karin mencoba menghubungi namun Davied selalu di luar jangkauan, hati Karin mulai gusar, dan juga resah, melihat itu Yuda memeluk Karin menenangkan.


Satu jam berlalu akhirnya terdengar suara mobil dari gerbang utama kediaman Montana, dengan tergesa Karin membuka pintu rumahnya, tanpa mengindahkan pelayan-pelayan di rumahnya.


Setelah membuka pintu rumah menantikan kedatangan sang suami, ternyata yang nampak orang asing yang datang kediamannya, orang asing itu hanya memberikan jam tangan Davied di dalamnya ada foto mereka berdua, dan juga satu cincin pernikahannya bertuliskan inisial DK, Karin mulai lemah, tidak berkata apa-apa, sedangkan kedua orang itu terlihat begitu bingung bagaimana menjelaskan, tidak sempat keduanya menjelaskan telpon rumah Karin pun berbunyi, sontak Karin langsung berlari mengejar arah telpon itu hingga hampir tersungkur, Karin pun mengangkatnya telpon itu tepat waktu, saat Karin mendengarkan orang yang di seberang telpon itu menjelaskan, Karin mulai nampak lemah, terduduk lemah, tidak terasa air mata menetes di wajahnya.


Melihat hal itu Margaret menanyakannya,


" Ada apa Karin, kau nampak pucat, apa yang terjadi, bicarakan..." Ucap Margaret pelan membelai rambut menantunya itu,


" Mam, bilang kepada ku, Davied tidak akan meninggalkan ku," jawab Karin tersedu,


" Mami bilang, mami bilang Davied tidak akan kemana-mana, mami bilang ini mimpi kan mam, ini bohongkan mam," tanpa sadar ucapan Karin itu terkeluar dari mulutnya, hatinya pilu, gusar mendengar berita itu.


" Karin jelaskan pelan sama mami, ada apa sayang, Davied kenapa, dia baik-baik saja bukan," tanya Margaret lagi,


Belum selesai Karin menjelaskan bunyi ambulanpun sudah ada di depan gerbang rumahnya, Karin kembali berlari kegerbang itu, terlihat seseorang sudah terbaring kaku, bersimbah darah, belum sempat membawa ke rumah sakit dikarenakan orang tersebut meninggal di tempat.


Sebelum meninggal orang itu hanya meninggalkan cincin dan jam itu, memberikan kesalah satu warga yang ada di lokasi kejadian, dengan derai air mata, Karin memberanikan diri membuka kain putih yang menutupi wajah orang yang terbaring kaku, karin mendekati lalu menguatkan hatinya memantapkan untuk melihatnya, kakek dan nenek Montana pun melihat, begitu pula Margaret, setelah membuka nya Karin melihat pakaiannya, wajahnya yang masih bersimbah darah tetapi tidak mengubah raut wajah orang itu, benar saja orang itu adalah suaminya Davied, sedangkan Aldo masih dirumah sakit di unit gawat darurat, Karin menangis sejadinya, memeluknya berteriak tidak sadarkan diri.


" Kenapa kau begini, kenapa kau tinggal kan janji, kenapa kau lupakan cinta kita, kenapa, agggghhhhhhh," keluh Karin, menjerit menangis pilu.

__ADS_1


Margaret pun menangis melihat anak satu-satunya meninggalkannya, tetapi dia harus tenang, menenangkan Karin, sehingga seluruh keluarga mendapat kabar itupun akhirnya berkumpul, hingga proses pemakaman selesai.


Stevani memberikan semangat untuk Karin sedangkan Wenwei tidak berhadir di pemakaman menunggu Aldo yang belum juga sadarkan diri karena koma.


Setelah pemakaman selesai keluarga nampak terlihat sendu dan berduka, begitu pula Yuda buah hati Karin, terlihat pula setelah di pemakaman Karin hanya mengurung dirinya di pojok kamarnya.


lirik lagu


"Hilang semua janji 


Semua mimpi-mimpi indah 


Hancur hati ini melihat semua ini 


Lenyap telah lenyap 


Kebahagiaan di hati 


Ku hanya bisa menangisi semua ini 


Hancur hati ini melihat kau telah pergi


Langit menjadi gelap berkelabu 


Menyelimuti hatiku 


Mengubah seluruh hidupku 


Mengapa semua jadi begini 


Perpisahan yang terjadi 


Ku akan menanti sebuah keajaiban 


Yang membuat kita bisa bersama kembali


Hilang semua janji 


Semua mimpi-mimpi indah 


Hancur hati ini melihat semua ini 


Lenyap telah lenyap 


Kebahagiaan di hati 


Ku hanya bisa menangisi semua ini 


Hancur hati ini melihat kau telah pergi


Langit menjadi gelap berkelabu 

__ADS_1


Menyelimuti hatiku 


Mengubah seluruh hidupku 


Mengapa semua jadi begini 


Perpisahan yang terjadi 


Ku akan menanti sebuah keajaiban 


Yang membuat kita bisa bersama kembali"


Beberapa minggu setelah mengurung diri, akhirnya Karin membenahi dirinya, menyemangati dirinya menjaga buah hati yang di tinggalkan oleh Davied, dengan rasa kegusaranya Karin pun menuliskannya lambang cintanya di dalam sebuah buku,


Dear Aby,


'Saat ku rindu kau tiada,


saat ku lara kau memberi makna cinta,


saat ku merasakannya kau meninggalkannya,


Cinta, kau datang di saat yang tak terduga,


kau juga pergi disaat waktu beranjak mengikuti,


cinta, kau tak pernah terganti, kau akan selalu ada di hati, bagaimana mungkin aku bisa berlari, yang ada di hatiku hanya penyesalan, mengapa ku terlambat menyukaimu saat itu,


Senyummu mengindahkan ku,


Nafasmu adalah ragaku,


semua nya adalah milikmu,


hingga selamanya dan sampai kapanpun,


kau terindah dalam hidupku, mencintaimu anugrah hidup untukku, because "YOU'ER MY EVERYTHING."


 


'END'


 


________________________


Bye semuanya senang bisa berbagi cerita,


semoga kalian terhibur.


love you so much.

__ADS_1


__ADS_2