You'Re My Everything

You'Re My Everything
Semakin dekat


__ADS_3

Setelah kepergian Handoko dan keluarganya, Renaldo meminta maaf kepada para tamunya untuk kejadian yang tidak menyenangkan. Renaldo juga mempersilahkan para tamu untuk menikmati makanan yang telah disediakan.


"Sayang, kamu sangat baik dan sangat kuat. Nenek senang cucu nenek mendapatkan calon istri yang baik dan kuat seperti kamu. Jika mereka menyakiti kamu, kami selalu ada bersama mu" ucap Mesya pada Lusi saat mereka menikmati makan malam mereka.


"Terimakasih, nek" ucap Lusi sambil memeluk Mesya.


Lusi merasa bahagia, karena keluarga Mike menerima dirinya dan menyayanginya.


Waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, satu persatu para tamu mulai pulang. Setelah para tamu pulang, Lusi juga ikut balik bersama keluarga Felix.


***


Di dalam sebuah apartemen kini Cinta pelan-pelan membuka matanya. Entah sudah berapa lama dia tidur. Saat dia membuka matanya dia melihat Bian duduk di sofa yang ada didepannya sambil menikmati minumannya dan merokok.


Cinta menutup tubuhnya yang polos dengan selimut yang dari tadi dipakainya saat tidur. Setelah itu dia pelan-pelan menurunkan kakinya karena kejadian tadi Bian sangat kasar padanya.


Cinta teringat dengan apa yang dilakukan Bian padanya. Karena dia meminta Bian untuk berhenti karena sudah lelah dan apalagi Bian selalu menyebut nama Lusi hingga membuat harga dirinya terasa jatuh, Bian langsung menamparnya dengan keras.


Hingga membuat Cinta langsung pingsan. Cinta memaksakan dirinya untuk berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia memalingkan wajahnya untuk memandang Bian yang terus menatapnya saat turun dari tempat tidur.


"Mau kemana kau?" teriak Bian pada Cinta.


Cinta yang sangat kesal pada Bian, Cinta tetap diam saja dan terus melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan memungut bajunya yang telah berserakan di lantai.


Sesampainya di dalam kamar mandi Cinta langsung menguncinya, karena dia takut kalau Bian masuk.


Didalam kamar mandi Cinta menatap dirinya dari pantulan kaca, dia melihat ujung bibirnya terluka.


"AW..." cicit Cinta karena menyentuh ujung bibirnya yang tadi kena tamparan Bian.


"Ini semua karena wanita itu. Aku akan membalasnya. Aku tidak akan membiarkan Lusi mendapatkan pak Bian" cicit Cinta.

__ADS_1


Setelah setengah jam Cinta keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat Bian masih berada di tempat yang sama. Dia mendekati Bian,. sambil menatap Bian dengan kesal.


"Aku ingin pulang" ucap Cinta dengan kesal. Entah kenapa dia tidak bisa membenci Bian, padahal apa yang dilakukan Bian padanya sudah terlalu kelewatan.


"Pergilah. Besok pagi temui aku di ruangan ku!" ucap Bian.


"Baik." ucap Cinta. Cinta pun langsung pergi dari apartemen Bian.


Setelah Cinta pergi Bian keluar dari dalam kamar itu. Dia kembali ke kamarnya yang sebenarnya. Karena kamar yang mereka pakai tadi adalah kamar tamu. Bian tidak ingin membawa wanita asing kedalam kamarnya


Saat dia ingin kembali tidur, dia mendapatkan pesan dari orang suruhannya. Dia melihat gambar Lusi keluar dari rumah Mike. Mike memeluk dan mencium kening Lusi saat Lusi belum masuk kedalam mobil.


Setelah mendapat gambar itu membuat Bina sangat marah, Bian ingin langsung melemparkan ponselnya tapi dia mendapatkan pesan dari sepupunya. Isi pesannya adalah tunangan Lusi adalah Mike, atasannya.


Prang...


Bian membanting gawainya, karena mendapat kabar Lusi memang benar telah bertunangan dengan Mike.


"CK... Aku mengerti kenapa wanita itu memilih Pria bodoh itu. Itu karena pria itu sangat kaya. Baiklah aku akan menunjukkan padanya kalau aku juga pria yang kaya." gumam Bian.


***


Sudah seminggu sejak pertunangan Mike dan Lusi. Mike semakin menunjukkan pada Lusi kalau dia sangat mencintainya. Begitu juga dengan Lusi dia juga selalu menunjukkan kalau dia mencintai Mike.


Lusi sesekali datang ke rumah Mike, untuk memasak makan malam mereka bersama Renaldo, Kakek dan neneknya Mike.


"Sayang, nanti malam kita harus pergi ke butik untuk mencoba baju yang akan kamu pakai saat pernikahan kita nanti!" ucap Mike setelah melihat Lusi masuk kedalam mobil.


Mike tidak lagi memberikan ijin pada Lusi untuk membawa mobil, karena dia lah yang akan menjemput Lusi ke kantor dan mengantar Lusi pulang.


"Ia, kak. Kak, besok kita pergi bareng kerumah kak Mike atau kita jumpa disana?"

__ADS_1


"Aku akan menjemput kamu sayang" ucap Mike sambil tersenyum bahagia pada Lusi.


"Baiklah. Bagaimana dengan proyek yang di Bogor, kak? Apa mereka sudah mulai?" tanya Lusi dengan penasaran, karena setelah hari itu mereka telah menyerahkan proyek pembangunan hotel mereka ke PT Kraya.


"Sudah sayang. Tapi, ada kabar yang mengejutkan kalau Kenny telah mundur dari perusahaan itu. Tapi aku meminta mereka untuk Kenny yang mengatur proyek itu. Aku baru semalam Kenny kembali bergabung bersama mereka" ucap Mike.


"Apa maksudnya kak? Apa kak Kenny mengundurkan diri?" tanya Lusi dengan terkejut.


Mendengar Lusi memanggil Kenny kakak, membuat Mike langsung mengkerut keningnya.


"Kenapa kamu manggil dia kakak? Apa hubungan kalian sangat dekat? Padahal kalian baru bertemu beberapa kali" ucap Mike dengan cemberut.


Dia merasa cemburu karena Lusi memanggil Kenny dengan sebutan kakak, padahal mereka baru bertemu beberapa kali saja.


Lusi menyadari kalau saat ini Mike telah cemburu, hingga membuat Lusi ingin ketawa. Tapi dia berusaha menahannya karena dia tidak ingin membuat Mike kesal.


"Jangan kesal dong kak. Itu karena dia yang memintanya" ucap Lusi sambil bersandar pada lengan Mike.


Mike hanya tersenyum saja, apalagi Lusi langsung bermanja-manja dengan dirinya. Membuat kekesalan Mike langsung sirna.


Kini mereka telah sampai di hotel dan sampai saat ini tidak ada satupun pegawai yang mengetahui hubungan mereka. Mereka sangat pintar untuk menutupinya. Tapi tidak dengan Bian. Beberapa kali Bian bertemu Lusi, Bian selalu menatap Lusi dengan tatapan yang dingin.


Lusi merasakan ada hal yang berbeda dengan Bian, apalagi pernah sekali Bian menatap tubuhnya dari bawah ke atas seperti tatapan yang sangat liar. Tapi dia tidak pernah memberitahukan kepada Mike, karena dia tidak ada memiliki bukti.


Lusi juga sesekali mendapatkan teror, dia selalu mendapat pesan yang ingin membunuhnya. Tapi, dia selalu mengabaikannya karena dia menganggap itu hanya spam saja.


"Nona, pak Mike mengatakan kalau anda makan siang di ruangan nya pak Mike. Pak Mike sudah memesan makanan untuk anda, sebentar lagi pak Mike akan kembali dari ruangan Pak Renaldo." ucap Baim pada Lusi yang masih fokus dengan pekerjaannya.


"Baik, pak. Terimakasih" ucap Lusi dengan sopan.


Saat Lusi ingin masuk kedalam ruangan Mike, seorang pria datang membawa bungkusan. Lusi sangat yakin itu adalah makanan yang telah dipesan Mike untuk mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2