
Tanpa mereka sadari kalau Miranda telah berhasil membuka ikatan tangannya. Miranda masih berpura-pura kalau tangannya masih terikat dibelakang.
"Karena kehadiran mu putra ku sendiri telah membenciku!" ucap Mira dengan emosi sambil menunjuk kearah Miranda.
"CK... Seharusnya Tante sadar kenapa kak Mike membenci Tante. Itu karena Tante sendiri" jawab Miranda tidak mau kalah.
Plak....
Mira menampar pipi Miranda dengan keras, karena Miranda menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi.
"Sekarang pembalasan ku untuk semua apa terjadi dalam rumah tangga ku!" ucap Mira.
"Kalian lakukan tugas kalian!" ucap Mira pada anak buahnya.
Miranda melihat kelima pria itu menatap dirinya dengan tatapan singa yang sudah siap-siap untuk menerkam mangsanya. Sedangkan Mira sudah siap untuk merekam, bagaimana saat Miranda akan dinodai oleh anak buahnya.
Saat kelima pria itu mulai mendekat, Miranda bersiap-siap untuk memberikan perlawanan. Kini kelima pria itu sudah berdiri di hadapan Miranda, dan salah satu pria itu saat ingin menyentuh pipi Miranda.
Bugh....
Miranda langsung menendang milik pria itu dengan keras, sehingga membuat pria itu meringis kesakitan. Teman-temannya langsung membantu temannya yang terkapar di lantai. Miranda kini langsung bangkit berdiri dan melihat keempat pria yang lainnya lagi sibuk mengurus temannya membuat dirinya mendapatkan kesempatan untuk kabur.
Mira yang sangat geram melihat Miranda telah berhasil bebas dari ikatannya dan berhasil melawan sala satu anak buahnya. Apalagi dia melihat Mira berusaha kabur dari dirinya.
"Bodoh tangkap wanita itu" teriak Mira pada anak buahnya.
Anak buahnya itu langsung meninggalkan temannya dan langsung berlari untuk menghadang Miranda. Akhirnya didalam ruangan itu terjadi pertarungan antara Miranda dan keempat pria itu. Mira sangat terkejut melihat Miranda pintar beladiri dan berhasil menangkis pukulan dari anak buahnya.
Dua pria telah berhasil di kalahkan Miranda dengan mematahkan tangan lawannya dan juga kakinya. Suara tulang-tulang mereka saja bisa terdengar didalam ruangan itu. Dua pria itu sampai menjerit kesaktian karena ulah Miranda. Sedangkan dua orang lagi ingin menyerang Miranda lagi, Miranda langsung berusaha untuk lari. Sedangkan Mira sudah merasa sangat marah karena anak buahnya gagal, Mira yang melihat pistol di kantong anak buahnya langsung berlari untuk mengambil senjata api itu.
Dor...
Miranda sangat kaget dengan suara tembakan itu, Miranda langsung melihat kearah tantenya yang lagi menodongkan senjata api pada nya. Untung saja peluru tadi meleset, Miranda yang melihat kalau tantenya masih belum ahli pegang senjata berusaha untuk mengambil kesempatan kabur.
__ADS_1
Mike dan yang lainnya mendengar suara tembakan dari atas, membuat mereka sangat cemas. Felix langsung berlari ke atas mencari keberadaan istrinya, setiap ada orang yang menghalanginya Felix langsung mematahkan leher lawannya atau kaki lawannya karena amarah nya sudah dipuncak.
Mira terus menembak Miranda dengan brutal, Miranda terus mencoba berlari turun kebawah. Karena Mira yang kurang mahir, peluru nya mengenai anak buahnya yang juga berlari di belakang Miranda. Felix yang sudah berlari naik ke tangga, melihat istrinya yang berlari turun kebawah.
"Sayang..." teriak Felix sambil menatap Istrinya.
Miranda mendengar suara suaminya langsung tersenyum dan berlari ke arah suaminya. Begitu juga keluarga dan para sahabat mereka melihat Miranda berlari menuju ke arah Felix. Felix dan Miranda langsung berpelukan dengan perasaan bahagia karena mereka bertemu kembali. Semuanya lawan musuh mereka sudah pada terkapar di lantai, begitu juga dengan Sandi sudah terkapar di lantai. Wajahnya sudah babak belur dan mulutnya juga banyak mengeluarkan darah. Begitu juga dengan Mike langsung berlari memeluk istrinya yang baru saja menghabiskan lawannya.
Dor...
Felix sangat terkejut mendengar suara tembakan dan dia melihat Mira terus menembak kearah mereka. Felix dengan gesitnya langsung menarik istrinya untuk berlari ke bawah. Begitu juga dengan yang lainnya sangat terkejut dan melihat Mira yang berlari ke bawah mengejar Miranda. Mike dan Lusi langsung melepaskan pelukan. Saat berlari tiba-tiba saja Miranda tersandung dengan orang-orang yang sudah terkapar di lantai.
"AW..." Miranda meringis kesakitan.
Felix langsung membantu istrinya dan saat dia ingin menggendong istrinya tiba-tiba saja kepala Miranda langsung ditodong pistol.
"Jika kalian bergerak peluru ini menembus ke kepalanya." ancam Mira sambil menatap Tajam Felix.
"Mundur.... Atau...." Mira memerintahkan Felix untuk menjauh dari mereka.
Mike dan Renaldo yang melihat hal itu membuat mereka sangat murka. Mereka langsung berjalan kearah Mira dan Miranda.
"Hentikan Mira..." teriak Renaldo dengan emosi.
Mira langsung menatap kearah Renaldo dan Mike yang berjalan kearah dirinya.
"Kenapa? Kamu takut putri mu ini mati?" ucap Mira dengan sinis.
"Sudah cukup dengan semua apa yang kamu lakukan. Kamu ini benar-benar gila!"
"Gila? Ya, aku memang gila. Itu semua karena mu. Kamu dengan gampangnya menceraikan ku! Kamu tidak memikirkan perasaan ku, kamu hanya sibuk memikirkan perasaan istri mu yang mati itu dan putri mu yang sial ini!" teriak Mira lagi.
"Jangan melimpah semua kesalahan karena papa! Itu semua karena ulah mama sendiri!" timpal Mike.
__ADS_1
"Mike..." gumam Mira dengan wajah sendu ketika mendengar suara putranya.
Tampak dari tatapan Mira kalau dia sangat merindukan putranya. Walaupun putranya sering berkata kasar padanya dan membenci dirinya, Mira sangat merindukan putranya.
"Lepaskan adikku, atau mama akan menyesal" ucap Mike dengan dingin terhadap mamanya.
"Apa kamu tega membunuh keponakan mu sendiri?" tanya Renaldo dengan emosi.
"Tidak sama sekali. Ini balasan yang setimpal dia dapatkan karena telah menghancurkan rumah tangga ku dan menjauhkan putra ku dari ku..."
"Bukan dia yang membuat rumah tangga mam dan papa hancur dan bukan karena Anda aku menjauh dari mama. Tapi itu semua karena ulah mama sendiri" ucap Mike.
Mendengar jawaban dari putranya membuat Mira semakin membenci Miranda, Mira langsung sudah bersiap-siap untuk menembak Miranda. Kalau Mira melepaskan pelatuknya, maka peluru itu akan langsung bersarang di kepala Miranda. Niko dan beberapa polisi sudah tampak bersiap-siap dengan senjata mereka dari belakang Mira.
"Tante kumohon tolong lepaskan istri ku!" ucap Felix dengan cemas melihat wajah istrinya yang sudah tampak ketakutan.
Entah kenapa perasaan Miranda saat ini jadi takut, padahal dari awal dia disekap Miranda tidak ada memiliki rasa takut. Mungkin karena melihat wajah suaminya yang tampak sangat sendu membuat dia sangat takut.
"Tidak akan. Aku tahu kalau aku akan mati, tapi sebelum aku mati dia harus mati lebih dulu ditangan ku..." teriak Mira yang sudah siap-siap melepaskan pelatuk senjatanya. Miranda langsung menggigit tangan Mira, Mira yang meringis kesakitan dan membuat Miranda kesempatan berlari ke pelukan suaminya. Melihat Miranda lari, Mira langsung menembak Miranda.
"Ah...." teriak Miranda.
Dor....
Dor...
"Sayang...." teriak Felix berlari ke arah istrinya.
"Miranda..." teriak semuanya.
Niko dan beberapa polisi langsung menembak Mira dari belakang. Mira masih berdiri tegak lurus ke depan menatap Renaldo dan Mike dengan wajah tersenyum. Begitu juga dengan Renaldo dan Mike mereka menatap Mira, mereka melihat darah mulai mengalir dari dada dan bahunya Mira dari depan.
***
__ADS_1