
Sudah lima belas menit Lusi menunggu Mike datang. Saat Lusi lagi asyik bermain game, dia mendengar suara pintu terbuka.
"Kak, Mike ak..."
Lusi sangat kaget ternyata yang datang adalah seorang wanita yang tampak cantik. Wanita itu pun kaget melihat ada Lusi di ruangan Mike. Wanita itu sangat mengenal wajah Lusi, orang yang sempat menjadi pasiennya.
"Maaf, anda siapa? Apa nona ingin bertemu dengan pak Mike? Apa anda sudah buat janji?" tanya Lusi dengan sopan.
"Bina..." Sebelum menjawab pertanyaan Lusi,oke sudah berdiri di belakang Bina dan langsung menyapa Bina.
Bina dan Lusi langsung melihat Mike yang berdiri di dekat pintu.
"Hai, Mike lama tidak berjumpa" sapa Bina sambil memeluk Mike.
Luis hanya diam saja melihat bagaimana Mike tampak diam saja mendapatkan pelukan dari Bina. Mike hanya diam saja tidak membalas pelukan Bina, dengan cepat Mike langsung menarik Bina untuk melepaskannya.
"Masuklah" ucap Mike dengan dingin.
Lusi sangat bingung karena Mike tampak sangat dingin pada Bina. Dia sangat penasaran kenapa Mike memperlakukan Bina sama seperti wanita yang diluar.
Mike langsung berjalan kearah Lusi, dan menarik Lusi kedalam pelukannya. Lusi pun langsung membalasnya karena itu membuktikan kalau Mike hanya mencintai dirinya dan tidak memiliki hubungan dengan wanita yang bernama Bina itu.
"Maaf ya sayang, aku sudah membuat kamu menunggu" ucap Mike sambil mengelus rambut Lusi.
"Tidak apa-apa, kak" jawab Lusi dengan tersenyum.
Bina yang melihat keromantisan Mike pada Lusi membuat hatinya merasa panas. Dia sangat tidak suka Mike memperhatikan Lusi seperti itu, apalagi Mike memanggilnya sayang.
"Mulai sekarang aku akan berjuang mendapatkan hatinya. Aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki hati Mike. Akulah yang lebih dulu mengenalnya. Apalagi dia hanya gadis yatim piatu" gumam hari Bina
Sejak Bina memeriksa keadaan Lusi sewaktu di rumah Renaldo, Bina langsung menyuruh seseorang mencari informasi tentang Lusi.
Dia sangat marah dan kesal karena mendapatkan informasi dari orang tuanya kalau Mike bertunangan, membuat hatinya sangat kesal. Sejak saat itu Bina langsung menyuruh seseorang mencari informasi tentang Lusi. Dia tidak terima Mike dimiliki oleh orang lain. Selama ini dia selalu berusaha membuat Mike tertarik padanya.
Bina semakin kesal ketika informasi yang didapatnya tentang Lusi. Karena dia merasa saingannya tidak sebanding dengannya membuat dia nekad untuk mendapatkan Mike. Karena itu lah dia kini berada di kantor Mike.
***
__ADS_1
Kini Mike dan Lusi duduk berhadapan dengan Bina.
"Sayang kamu belum makan?" tanya Mike ketika melihat nasi yang dipesannya tadi belum kena sentuh.
"Iya, kak. Aku kan menunggu kakak" jawab Mike.
"Ya, sudah kita makan dulu. Oh, ya aku lupa sayang perkenalkan ini Bina. Bina ini dokter keluarga kami. Bina mengantikan papanya om Richard untuk menjadi dokter keluarga kami. Dokter Bina lah yang membantu kamu sewaktu sakit dulu" ucap Mike
"Oh ya. Terimakasih ya dok" ucap Lusi dengan tersenyum.
"Oh, ya saya Lusi, saya.." Lusi ingin memperkenalkan namanya, tapi langsung terpotong karena Mike.
"Tunangan ku..." sambung Mike sambil memeluk pinggang Lusi dan menunjukkan senyumnya pada Lusi.
Lusi yang mendengar ucapan Mike, membuat dia tersenyum bahagia. Sedangkan Bina semakin kesal karena Mike seperti sangat bahagia bersama Lusi.
"Oh, ya dokter Bina sudah makan?" tanya Lusi dengan tersenyum lembut.
"Sudah" jawab Bina singkat.
Mike sebenarnya sangat tidak suka melihat Bina ada diantara dirinya dan Lusi saat ini. Karena dia tidak bisa bermanja-manja dengan Lusi.
Sesekali Mike menyuapi makanannya pada Lusi, membuat Lusi jadi malu karena Bina dari tadi terus memperhatikan mereka.
"Lebih baik aku pergi. Karena aku ada urusan lagi" ucap Bina dengan kesal.
"Ya, kenapa tidak dari tadi saja sih" celetuk Mike
"AW..." Mike menjerit kesaktian sambil mengelus pinggangnya yang kena cubitan Lusi.
"Maaf, ya dok atas nam kak Mike" ucap Lusi dengan tulus. Dia merasa bersalah karena ucapan Mike yang sangat keterlaluan pada Bina.
"Iya, tidak apa-apa. Selamat ya atas pertunangan kalian. Saya hanya datang kesini untuk mengucapkan selamat" ucap Bina dengan berbohong dan menunjukkan senyum palsunya.
Setelah Bina pergi, Luis langsung menatap tajam ke arah Mike. Mike yang melihat tatapan Lusi sangat bingung dan apalagi tiba-tiba Lusi mencubitnya.
"Kenapa sih sayang? Apa aku ada salah?" tanya Mike yang belum mengerti kesalahannya.
__ADS_1
"Lain kali kalau sama tamu jangan seperti itu dong kak. Tidak baik!" ucap Lusi. Mike langsung tampak berpikir dengan kesalahannya. Setelah dia sadar apa yang dimaksud Lusi, Mike langsung tersenyum dan menarik Lusi kedalam pelukannya.
"Iya, sayang. Terimakasih sudah mengingatkan ku. Habisnya aku tadi sedikit kesal karena dia ada disini, jadi menggangu kebersamaan kita berdua" ucap Mike dengan tersenyum, tapi dia merasa bahagia karena Lusi mau mengkoreksi kesalahannya.
***
Kini Mike dan Renaldo berada dalam perjalanan menjemput Lusi dari apartemen Lusi. Mereka ingin pergi ke rumah Felix untuk menghadiri acara baby shower Miranda.
Lusi duduk di depan bersama Mike yang bertugas mengemudi. Karena mereka supirnya Renaldo sedang pulang kampung. Sedangkan Renaldo duduk di belakang. Renaldo memperhatikan putranya yang terus melirik Lusi yang sibuk melihat kearah luar jendela.
"Kak, apa kita sedang diikuti?" tanya Lusi karena dari tadi ada mobil yang terus mengikuti mereka dari belakang sejak mereka keluar dari Apartemennya.
Awalnya Lusi menganggap hal itu biasa saja. Tapi entah kenapa firasatnya sangat tidak enak. Apalagi dia melihat kalau mobil itu berusaha untuk menyelip ke arah depan mereka. Tapi karena jalan yang sangat ramai membuat mobil itu susah untuk menyelip.
Mendengar ucapan Lusi membuat Mike dan Renaldo langsung melihat kearah belakang mereka. Mereka pun baru menyadari kalau mobil itu memang dari tadi terus mengikuti mereka.
"Pa, sepertinya ada yang tidak beres" ucap Mike.
"Benar, son. Kalian tenang saja, kita harus tetap berjalan di tempat yang ramai sekarang. Kamu hubungi Felix, tapi suruh dia untuk tidak memberi tahu kepada adikmu" ucap Renaldo.
"Ia, pa"
Mike langsung menghubungi Felix. Felix yang mendapat kabar kalau papa mertuanya dan Mike dalam bahaya, membuat dia langsung menyuruh dua orang bodyguard istrinya untuk mengikutinya.
Dia juga setuju dengan apa yang dikatakan Mike kalau istrinya tidak boleh tahu, takutnya akan menjadi beban pikiran istrinya dan akibatnya ke anak mereka.
"Sayang, kamu mau kemana? Sebentar lagi acaranya dimulai" tanya Veby ketika melihat putranya membawa kunci mobil.
Felix langsung melihat keberadaan istrinya. Felix merasa lega karena melihat istrinya sedang sibuk bersama Dina di dapur. Felix pun langsung memberi tahu kepada Veby apa yang terjadi.
"Baiklah kamu cepat pergi. Kalian harus hati-hati. Kalau istri mu mencari mu, mama yang akan ngurus." ucap Veby dengan panik.
Tapi dia harus bisa berusaha untuk tenang karena dia tidak ingin membuat Miranda tau.
Akhirnya Felix pergi ke jalan yang diberikan Mike padanya.
*****
__ADS_1