
Sudah tinggal dua hari lagi Mike dan akan bertunangan. Acaranya dilaksanakan di rumah Mike, karena tidak mungkin acaranya akan dilakukan di apartemen Lusi yang tidak luas.
Mesya dan Veby lah yang sibuk untuk mempersiapkan pertunangan mereka. Karena Lusi tidak memiliki sanak keluarga.
Untuk sementara Lusi dan Dina tinggal bersama dirumah Felix. Karena Veby dan Putra yang meminta, merekalah yang akan menjadi orang tua Lusi nantinya.
Dikediaman keluarga Mike sudah sangat ramai. Karena Felix, Miranda dan orang tuanya Felix datang untuk makan malam bersama.
"Oh, ya bagaimana baju pernikahan kalian? Apa kalian sudah mencobanya?" tanya Mesya pada Lusi dan Mike yang dari tadi terus menggenggam tangan Lusi, seperti takut Lusi akan pergi jauh.
"Sudah, nek. Semuanya sudah beres. Oh, ya nek apa bisa sewaktu acara pernikahan ku nanti aku mengundang ibu panti yang selalu menjaga ku?" tanya Lusi.
" Tentu saja bisa sayang. Kami tidak mungkin melarang. Kamu berhak mengundang siapa saja, karena itu adalah acara penting untuk hidup mu" jelas Mesya.
"Terimakasih, nek!" ucap Lusi dengan tersenyum. Dia sangat bahagia karena keluarga Mike tidak melarangnya untuk mengundang ibu panti yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri.
"Son, bagaimana dengan mama mu? Kapan kalian berkunjung dan memberi tahu kabar padanya?" tanya Renaldo menatap putranya.
Dia ingin mengingatkan putra untuk memberikan kabar pada mantan istrinya itu.
"Apakah harus pa? Kenapa tidak sewaktu aku mau menikah saja?" tanya Mike. Karena dia hatinya sangat menolak bertemu dengan mamanya.
"Tidak, kamu harus memberi tahu kepada mama ku tentang kabar gembira ini" ucap Renaldo.
"Baiklah, besok kami akan singgah ke sana sebelum berangkat ke kantor" ucap Mike dengan pasrah. Lusi dan yang lainnya hanya diam saja mendengar perdebatan Mike dan Renaldo.
Renaldo tahu kalau putranya sangat tidak menyukai bertemu dengan mantan istrinya itu, tapi dia tidak ingin putranya menjadi seorang anak yang membenci orang tuanya sendiri,. walaupun orang tuanya melakukan kesalahan besar.
Setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, mereka semua langsung berkumpul di ruang tamu. Mereka ingin membahas persiapan acara pertunangan Mike dan Lusi, mereka takut ada yang mereka lupakan.
Setelah memastikan persiapan mereka sudah sempurna, Felix mengajak istri dan orang tuanya untuk pulang. Begitu juga dengan Dina dan Lusi juga ikut pulang ke rumah kediaman Felix.
__ADS_1
***
Kini Lusi dan Mike telah sampai di kantor polisi dimana Mira ditahan. Lusi melihat kalau Mike tampak sangat berat untuk masuk kedalam.
"Kak, ayo.... " ucap Lusi karena Mike terus saja diam.
"Aku sangat malas bertemu dengannya" ucap Mike dengan lesu.
"Aku tahu kalau kakak masih kecewa dengan Tante Mira, tapi bagaimanapun juga Tante Mira harus tahu."
Mike merasa sangat beruntung memiliki pasangan yang sangat baik hati dan pengertian. Tapi, ada rasa takut di dalam hati Mike, yaitu kalau mamanya menghina Lusi dan memperlakukan sangat buruk. Mike tidak tau entah kenapa dia memiliki rasa kuatir seperti itu.
"Kak Mike" panggil Luis karena melihat Mike masih tampak diam saja.
Mike pun langsung menghela nafasnya, lalu dia membuka pintu mobilnya. Begitu juga dengan Lusi dia juga ikut keluar dari dalam mobil. Mike menggenggam tangan Lusi saat mereka masuk kedalam kantor polisi.
***
Ini pertama kalinya selama Mira ditahan, Mike datang berkunjung melihat Mira, mamanya.
"Mike" Mike mendengar suara perempuan yang sangat dia kenal memanggil namanya. Dia langsung melihat kearah belakang untuk melihat. Mike dan Lusi langsung bangkit berdiri, disaat Mira berjalan pelan kearah mereka.
Mike Marasa kasihan melihat keadaan mamanya, mamanya yang selalu tampil modis dan kini tampak sangat kucel.
Mira dengan perasaan penuh kerinduan dengan putranya itu langsung memeluknya. Tapi tidak dengan Mike dia tidak membalas pelukan mamanya. Mira menyadari kalau putranya masih tampak kecewa dengan dirinya. Mira yang tadi sempat meneteskan air matanya karena melihat putranya ada didepannya saat ini, Mira langsung menghapuskan air matanya.
Dia meletakkan kedua tangannya di pipi putranya itu. Dia ingin melihat wajah Putranya yang sangat dirindukannya.
"Mama sangat merindukan mu, nak! Akhirnya, kamu datang berkunjung melihat mama" gumam Mira dengan wajah sendu.
Mike tampak diam saja, tidak ada semangatnya untuk melihat dan mendengar mamanya. Dia terpaksa melakukan itu semua karena perintah dari papanya, dia tidak ingin papanya merasa bersalah kepada mamanya.
__ADS_1
"Bisakah kita duduk?" tanya Mike.
Mira langsung tersenyum karena mendengar ucapan putranya itu. Dengan penuh semangat Mira langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum bahagia.
"Saya duduk di sini saja" ucap Mike saat Mira menarik dirinya untuk duduk di sampingnya.
Mendengar ucapan Mike, Mira langsung melepaskan tangannya dan dia merasa sedih karena putranya menolak duduk di sampingnya.
"Baiklah!" ucap Mira dengan memaksakan dirinya untuk tersenyum.
"Bagaimana kabar mama?" tanya Mike dengan basa basi meskipun dia sangat malas.
Lusi tahu kalau saat ini Mike hanya terpaksa untuk bertanya tentang keadaan calon mama Mertuanya itu. Sedangkan Mira merasa bahagia karena Mike bertanya tentang keadaannya.
"Mama baik-baik saja. Apalagi kamu mau berkunjung melihat mama" Jawab Mira dengan tersenyum. Mike hanya mengangguk kepalanya saja dengan wajah yang datar.
"Aku kemari hanya ingin memberi tahu sesuatu pada mama. Besok aku bertunangan, dan perkenalkan ini adalah calon istriku yang sangat aku cintai" ucap Mike sambil menggenggam tangan Lusi, saat dia melirik ke arah Lusi dengan tersenyum manis.
Mira sambil terkejut mendengar kalau putranya akan bertunangan, tapi dia merasa bahagia ketika melihat putranya seperti sangat bahagia bersama Lusi. Mira merasa tidak asing dengan wajah Lusi, tapi dia lupa pernah bertemu.
"Oh, ya? Mama sangat mendengarnya. Mama, pasti merestui kalian, mama berharap acaranya lancar ya. Tapi mama seperti pernah bertemu dengannya" tanya Mira yang masih tampak tersenyum.
"Terimakasih Tante" Lusi yang tadi sangat kuatir kalau Mira mata, kini dia merasa sangat bahagia karena Mira merestui mereka.
"Kita memang pernah bertemu, apa Tante lupa dengan saya? Saya Lusi, sahabatnya Ira" ucap Lusi dengan tersenyum.
"Ira? Maaf, Tante merasa tidak pernah mengenal namanya Ira." ucap Mira yang masih tersenyum.
"Oh, iya maaf lupa. Maksud saya Miranda, Tante" Lusi langsung menyebutkan nama asli dari sahabatnya itu.
Mendengar nama Miranda membuat wajah Mira yang dari tadi masih tampak ramah, kini berubah. Dia langsung menatap tajam kearah Lusi, dia teringat Lusi dan Dina lah yang memberi tahu kepada mantan suaminya dengan apa yang dilakukannya pada Miranda saat mereka secara tidak sengaja bertemu di mall. Sehingga membuat mantan suaminya sangat membencinya dan menceraikan dirinya.
__ADS_1
***