You'Re My Everything

You'Re My Everything
Miranda melahirkan


__ADS_3

Kini Mike dan Felix bersama pengacara mereka di kantor polisi. Mereka ingin menjemput Bian, karena kata pengacaranya bahwa Bian akan bebas di hari itu. Saat Bian keluar dari dalam penjara, mereka bertiga saling berpelukan.


"Terimakasih" ucap Bian dengan tulus kepada Mike dan Felix.


"Sama-sama. Sekarang apa rencana mu?" tanya Mike pada Bian.


"Aku akan tinggal di hotel untuk sementara waktu." Mendengar itu Mike dan Felix langsung saling menatap.


"Apa tidak sebaiknya kamu langsung pulang ke rumah?" tanya Felix dengan bingung.


"Tidak. Karena ada yang harus ku urus. Aku minta tolong jangan beritahu pada keluargaku kalau aku sudah bebas" ucap Bian.


"Baiklah. Kamu bisa tinggal di hotel milik ku. Sekalian kami mau bicara sesuatu dengan mu." ucap Mike.


"Baiklah" ucap Bian


***


Miranda yang lagi asyik ngobrol bersama Lusi di restoran yang ada dekat dengan hotel milik keluarganya.


"Lus, kenapa wajahmu sangat pucat? Kamu sakit?" tanya Miranda dengan cemas ketika melihat wajah Lusi yang pucat.


"Tidak apa-apa. Aku hanya kurang tidur saja belakang ini" ucap Lusi.


"Wah, kak Mike selalu memakan mu?" tanya Miranda dengan cengengesan.


"Aku bingung kenapa kenapa semua pria tidak ada capeknya untuk urusan itu, ya?" ucap Lusi dengan kesal karena setiap hari suaminya tidak pernah sekalipun berhenti dengan urusan ranjang.


"Hahaha. Sabar, mungkin kak Mike ingin cepat kamu hamil" ucap Miranda.


"Ra, kenapa sampai sekarang aku belum berisi ya?" tanya Lusi karena sudah satu bulan lebih menikah tapi belum juga ada tanda-tanda kalau dia sudah berisi.


"Sabar, Lus. Nikmati saja dulu masa-masa masih berdua" ucap Miranda untuk menghibur Lusi.


Saat mereka mengobrol mereka tidak menyadari ada dua orang yang dari tadi terus memperhatikan mereka dari jarak jauh. Kedua orang itu memakai masker sehingga tidak ada satupun yang mengenal mereka.


"Apa tidak sebaiknya kita lakukan sekarang?" bisik seorang wanita kepada pria yang didepannya.

__ADS_1


"Jangan. Lihatlah bodyguard mereka ada dekat mereka. Kita harus melakukannya dengan hati-hati" ucap Pria itu.


"Baiklah itu terserah mu. Lebih baik kita sekarang kita pulang, dari pada mereka mencurigai kita" ucap wanita itu.


Pria itu hanya mengangguk kepalanya saja. Saat mereka lagi membayar makanan mereka ke kasir, bodyguard Miranda dan Lusi memperhatikan kedua orang itu. Sampai mereka keluar pun para bodyguard itu terus memperhatikan mereka. Setelah kedua orang itu pergi, salah satu dari Bodyguard tampak langsung menghubungi seseorang.


"Ra, aku balik ke kantor dulu ya. Kamu mau pulang atau ke kantor kak Felix?" tanya Lusi setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam dua siang.


"Aku langsung pulang saja. Soalnya aku merasa lelah" ucap Miranda.


"Baiklah. Ayo, ku antar kamu ke mobil" ucap Lusi.


Lusi langsung membantu Miranda untuk bangkit berdiri, karena melihat Miranda yang mulai susah bangun dari tempat duduknya.


"AW..." tiba-tiba Miranda merasakan perutnya sakit.


"Ra, kamu tidak apa-apa? Apa yang sakit?" tanya Lusi dengan cemas karena Miranda tiba-tiba menjerit kesaktian sambil memegang perutnya.


"Perutku, Lus sakit banget" ucap Miranda dengan menahan rasa sakitnya.


"Nyonya anda kenapa?" seorang bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga Miranda bertanya dengan cemas.


"Salah satu dari kalian tolong bawa Ira ke dalam mobil, cepat" perintah Lusi pada bodyguardnya.


Dengan cepat mereka melakukan tugas mereka. Didalam mobil Miranda terus menggenggam tangan Lusi dengan erat karena menahan rasa sakit perutnya.


"Tenang, Ra. Bertahanlah" ucap Lusi untuk menguatkan Miranda.


Setelah sepuluh menit mereka sampai di rumah sakit, untung rumah sakitnya sangat dekat dengan tempat makan mereka tadi. Miranda langsung dibawa ke ruangan persalinan, dan Langsung ditangani oleh dokter. Miranda sangat cemas, karena Mike dan Felix juga belum datang sudah setengah jam.


"Nona, apa tuan Felix sudah datang?" tanya dokter yang selama ini menangani Miranda untuk memeriksa kandungannya.


"Belum, dok? Bagaimana keadaan Ira, dok?"


"Nyonya Miranda baik-baik saja. Sebenarnya sudah Waktunya nyonya Miranda melahirkan karena sudah pembukaannya sempurna. Tapi sepertinya nyonya Miranda membutuhkan suaminya. Dari tadi nyonya Miranda memanggil suaminya" ucap dokter itu.


"Dokter dimana istri saya?" tiba-tiba Felix datang sambil lari-lari. Tampak wajahnya sudah penuh keringat.

__ADS_1


"Syukurlah tuan sudah datang. Silahkan ikuti saya tuan, istri tuan sudah menunggu dari tadi" ucap dokter itu.


Felix pun langsung mengikuti dokter itu untuk masuk kedalam ruangan persalinan. Felix sangat cemas dengan istrinya dan calon ank mereka.


Setelah Felix masuk, orang tua Felix dan Miranda tampak hadir bersama dengan perasaan cemas, Daddy Jhonson juga ikut hadir bersama mereka.


"Son, bagaimana dengan adik mu?" tanya Renaldo dengan cemas.


"Papa tenanglah! Anda masih di dalam, Felix juga sudah didalam untuk menemani Anda. Kota berdoa saja Anda dan anaknya akan selamat" ucap Mike untuk menenangkan para orang tua mereka.


Vanya duduk bersama Lusi dengan saling bergemgam tangan. Mereka tampak sangat cemas, ketika mendengar suara jeritan kesakitan Miranda. Setelah beberapa menit kemudian, mereka mendengar suara tangisan bayi dari dalam.


"Selamat ya Tante, sudah menjadi nenek" ucap Lusi dengan tersenyum.


Putra, Jhonson dan Renaldo langsung saling berpelukan dengan perasaan bahagia. Geral dan Mesya juga saling berpelukan.


***


Kini didalam ruangan rawat Miranda sudah dipenuhi keluarga. Semuanya pada berebut untuk menggenggam anaknya Miranda dan Felix. Felix dan Miranda sangat bahagia melihat seluruh keluarganya tampak sangat antusias dan bahagia menyambut kelahiran putra mereka yang pertama.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama anak kalian?" tanya Putra pada Felix dan Miranda.


"Sudah, pa. Kami sudah sepakat untuk memberikan nama Raja Sanjaya" ucap Felix dengan memeluk Miranda dari samping.


"Nama yang bagus" ucap Renaldo sambil memainkan tangannya mungil cucunya yang ad di gendongan Mesya.


"Nenek dan kakek sangat bahagia, kami masih diberikan kesempatan untuk melihat kelahiran cicit kami yang sangat tampan ini" ucap Mesya dengan tersenyum bahagia.


"Benar, sayang. Berarti kita tinggal menunggu cicit dari Mike dan Lusi" ucap Geral.


"Tenang, kek. Kami lagi proses mencetaknya" ucap Mike sambil mengedipkan matanya dengan mesum pada Lusi. Mendengar ucapan Mike membuat Lusi langsung memukul lengan Mike.


"Mencetak. Memangnya adonan makanan?" ucap Lusi dengan kesal pada suaminya.


Semuanya langsung ketawa melihat pertengkaran kecil Mike dan Lusi. Felix meminta pada dokter untuk membuat putranya berada di ruangan yang sama bersama istrinya. Ruangan rawat Miranda pun juga diberi penjagaan yang ketat, tidak boleh ada yang bisa masuk tanpa konfirmasi dari dirinya dulu.


Miranda sebenarnya tidak setuju dengan tindakan Felix, tapi karena papanya, Daddy Jhonson dan kakaknya menyetujui tindakan Felix akhirnya Miranda hanya bisa diam saja.

__ADS_1


***


__ADS_2