You'Re My Everything

You'Re My Everything
Janji Suci


__ADS_3

Kini Lusi semakin gugup saat dia berdiri di depan pintu ruangan ballroom yang masih tertutup.


"Tenanglah nak." bisik Richard ditelinga Lusi sambil menepuk tangan Lusi yang di digandeng nya dari tadi saat keluar dari ruangan Lusi.


Saat pintu ruangan itu terbuka dan terdengar untuk mempersiapkan sang pengantin wanita masuk membuat Lusi langsung menarik nafasnya.


Seluruh tamu undangan langsung melihat kearah pintu untuk melihat calon istri dari Mike. Perempuan yang telah berhasil menaklukkan hati dinginnya Mike.


Semuanya tampak sangat kagum dengan kecantikan Lusi, apalagi melihat Lusi tersenyum membuat dia semakin cantik. Mike saja sangat terpesona dengan kecantikan Lusi.


Para pegawai yang dari tadi penasaran dengan calon istri Mike tampak sangat terkejut melihat siapa yang akan menjadi nyonya Mike.


Gadis yang sangat tidak sukai, yaitu Lusi. Beberapa pegawai yang hadir dalam bagian keuangan tampak takut. Karena mereka takut Lusi akan membalas perlakuan mereka saat Lusi bekerjasama dengan mereka. Sedangkan pegawai pria yang hadir langsung patah hati karena gadis pujaan mereka akan menikah dengan atasan mereka.


Handoko, Monika dan Sisil tampak hadir di acara pernikahan Mike dan Lusi. Handoko menatap putrinya dengan raut wajah sedih dan campur rasa bahagia. Dia sedih karena bukan dirinya yang mengantarkan putrinya ke depan, tapi orang lain yang sama sekali tidak dikenalnya. Dia bahagia karena dia masih bisa melihat putrinya menikah dengan pria yang sangat mencintai putrinya.


Sedangkan Monika dan Sisil tampak sangat tidak suka melihat Lusi yang tampil cantik dan menikah dengan pria yang sangat kaya. Mereka juga sangat penasaran dengan pria asing yang menggandeng tangan Lusi.


***


Lusi terus berjalan dengan tersenyum, pandangannya tidak pernah lepas menatap Mike yang berdiri di depan menanti kedatangannya.


Kini sesampainya di depan Jhonson langsung memberikan tangan Lusi ke Mike dengan tersenyum.


"Daddy harap kamu akan selalu menjaganya. Walaupun dia bukan putri kandung ku, tapi aku sangat menyayanginya. Aku sangat senang karena akulah yang mengantarkannya kepada pria yang menjadi suaminya. Dia adalah salah satu putri ku yang paling tegar. Berjanjilah kamu tidak akan pernah menyakitinya, jika kamu lakukan itu maka aku sebagai Daddy-nya akan membawa dia pergi jauh dari mu!" ucap Jhonson dengan tegas.


"Aku janji Dad. Aku tidak akan pernah menyakiti hatinya. Karena dia segalanya bagi ku" ucap Mike dengan tegas juga.


Mendengar ucapan Jhonson membuat hati Handoko sangat Sakit. Karena dia lah yang seharusnya mengatakan hal itu, tapi kini orang lain yang mengaku sebagai Daddy-nya.


Sisil dan Monika tampak sangat terkejut mendengarnya kalau pria itu menyebutkan dirinya sebagai Daddy-nya Lusi. Begitu juga dengan para pegawai hotel, juga sangat terkejut.

__ADS_1


Kini Mike sudah menggenggam tangan Lusi dengan erat. Perasaan kedua pengantin itu kini semakin gugup bercampur rasa bahagia. Karena sebentar lagi mereka akan sah menjadi suami istri.


***


Acara pernikahan Mike dan Lusi berjalan dengan penuh khidmat. Seluruh keluarga yang hadir tampak sangat bahagia ketika Mike dan Lusi mengucapkan janji suci mereka. Para undangan yang hadir juga ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan keluarga. Kecuali Monika dan Sisil, mereka sangat tidak menyukainya.


"Ma, aku tidak suka melihat ini. Apa aku tidak bisa pergi saja?" bisik Sisil pada Monika.


"Jangan dong sayang. Apa kamu tidak malu? Kamu jangan mempermalukan dirimu!" ucap Monika untuk mencegah Sisil pergi.


Dengan terpaksa Sisil mengurungkan niatnya untuk pergi.


***


Setelah acara mengucapkan janji suci mereka, Mike dan Lusi diarahkan untuk kembali ke ruangan yang tadi dipakai Lusi saat menunggu acara pernikahan dimulai. Karena Lusi ingin mengganti gaun pernikahannya dengan gaun yang akan digunakannya untuk acara resepsi pernikahan mereka. Begitu juga dengan Mike juga ikut mengganti pakaiannya. Acara resepsi pernikahan mereka tidak di buat jeda. Karena permintaan dari Mike. Dia ingin acara resepsi pernikahan mereka harus selesai jam 7 malam, supaya dia dan Lusi dapat istirahat dengan cepat.


Setelah Lusi mengganti bajunya dengan dibantu Dina dan penata riasnya, Mike yang baru keluar dari dalam kamar mandi untuk menganti bajunya tampak sangat terpesona dengan Lusi. Mike terus menatap perempuan yang baru saja sah jadi istrinya itu dari belakang


"Lus, kami keluar dulu. Lima belas menit lagi kami aku akan kembali" bisik Dina. Lusi yang tidak mengerti kenapa Dina meninggalkannya, langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum. Lusi memilih sibuk untuk melihat gawainya.


Mike sangat senang melihat Dina yang sangat pengertian padanya. Ketika melihat Dina dan penata rias Lusi keluar, Mike berjalan mendekati istrinya itu.


Jleb.


Lusi terkejut melihat dua tangan kekar melingkar di pinggangnya dan dagunya Mike sudah mendarat di atas bahunya.


Lusi langsung melihat kearah depan dan melihat wajah Mike yang terus menatapnya dengan tersenyum dari kaca yang didepannya.


"Kamu sangat cantik, sayang." ucap Mike dengan lembut.


Mendengar pujian Mike tentu saja membuat Lusi jadi malu.

__ADS_1


"Kamu tahu, aku adalah pria yang sangat beruntung mendapatkan istri secantik dirimu. Bukan hanya karena cantik fisik saja, tapi hati kamu juga cantik" sambung Mike lagi.


"Tidak perlu gombal kak" ucap Lusi yang sudah sangat malu karena Mike terus memujinya.


"Hahaha. Aku tidak gombal sayang. Apa kamu tidak lihat para pria yang hadir, mereka juga sangat terpesona dengan mu. Rasanya aku ingin sekali mencungkil bola mata mereka" ucap Mike.


"Hahaha. Jangan begitu juga kali, kak. Apa kamu tidak kasihan kalau mereka jadi buta" ucap Lusi.


"Hahaha. Rasanya aku tidak sabar untuk memakan mu" bisik Mike ditelinga Lusi.


Mendengar hal itu membuat Lusi jadi semakin malu dan gugup. Dia sangat mengerti apa yang dikatakan Mike padanya.


tok...tok....


Mike langsung melepaskan pelukannya dan langsung berjalan kearah pintu,. karena dia sangat yakin yang datang adalah Dina.


"Apa sudah selesai acara mesra-mesraannya?" tanya Dina dibalik pintu.


"Hahaha. Terimakasih" ucap Mike dengan tulus pada Dina.


"Baiklah, sekarang kalian disuruh untuk masuk" ucap Dina.


Mike langsung berjalan mendekati Lusi, dan mengulurkan tangannya untuk Lusi. Melihat uluran tangan Mike, Lusi langsung menyambutnya dengan tersenyum.


Mike terus mengapit tangan Lusi dengan tersenyum bahagia. Mereka berjalan kearah gedung ballroom, untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan mereka.


Saat mereka masuk seluruh para tamu undangan langsung bangkit berdiri dan bertepuk tangan untuk menyambut mereka.


Para tamu undangan semakin bertambah, apalagi karyawan hotel juga semakin bertambah ikut hadir untuk mengabadikan momen istimewa atasannya. Banyak para tamu undangan sibuk dengan gawainya untuk memotret pengantin baru itu.


***

__ADS_1


__ADS_2