
Kini Lusi dan Mike memutuskan untuk jalan-jalan ke mall lebih dulu, karena Lusi yang memintanya. Sesampainya dalam mall, Mike dengan posesif memeluk pinggang istrinya dari samping. Jika ada pria yang menatap istri cantiknya tentu saja Mike langsung menatap pria itu dengan tajam.
Lusi hanya senyum-senyum saja melihat tingkah suaminya yang sangat posesif. Tidak ada komentar dari mulut Lusi karena sifat posesif suaminya, dia sangat mengerti kenapa suaminya seperti itu. Lusi juga seperti itu kalau melihat wanita yang kadang kala mau mencoba suaminya, meskipun suaminya tidak pernah merespon para wanita itu.
"Sayang kita sekalian belanja keperluan dapur ya. Kata bibi tadi stok makanan di kulkas sudah menipis." ucap Lusi dengan manja, Mike hanya mengangguk kepalanya dengan tersenyum manis.
"Kita kesana dulu, ya sayang. Sebentar lagi ulang tahun Anda. Kita harus siapkan kado untuknya" ucap Mike saat melihat toko perhiasan.
Mereka berdua pun langsung masuk kedalam toko perhiasan itu, manager toko itu yang mengenal Mike langsung menyambut kedatangan mereka dengan antusias.
"Tuan Mike, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Manager itu dengan ramah.
"Kami lihat-lihat dulu" ucap Mike.
Mike dan Lusi langsung melihat perhiasan yang ada di toko itu. Mike menyuruh Lusi untuk mencari yang terbaik untuk Anda, sedangkan Mike langsung menghampiri manager itu berbicara dengan empat mata. Lusi yang melihatnya tampak biasa saja, dia tidak memperdulikan apa mereka bicarakan. Lusi hanya ingin fokus melihat perhiasan untuk Miranda.
"Lusi..." sapa seseorang dari belakang Lusi.
Lusi yang mendengar namanya dipanggil, langsung melihat kearah belakangnya. Lusi langsung menatap pria itu dengan dingin, berbeda dengan pria itu yang selalu menampilkan senyumnya.
"Kamu sedang mencari sesuatu? Aku bisa membantu mu" ucap Roni.
Ternyata yang menyapa Lusi ada Roni. Roni yang lagi mencari hadiah ulangtahun untuk mamanya, melihat Lusi sendirian didalam toko perhiasan dengan perasaan bahagia Roni langsung menghampiri Lusi.
"Tidak perlu. Aku bisa mencari sendiri, aku bukan gadis bodoh yang tidak tahu perhiasan mana yang bagus" ucap Lusi.
"Baiklah. Apa kamu sendiri? Kalau boleh kamu mau kita makan siang bersama?" tanya Roni.
"Tida..." ucapan Lusi terpotong karena Mike.
"Dia tidak sendirian di sini. Dia bersama suaminya" ucap Mike yang tiba-tiba muncul di belakang Roni.
__ADS_1
Ternyata Mike sangat marah ketika melihat seorang pria menghampiri istrinya. Tapi dia lebih memilih diam, dia ingin mendengar pembicaraan pria itu pada istrinya. Ketika mendengar pria itu ingin mengajak Lusi makan siang, tentu saja membuat Mike sangat marah. Roni yang mendengar ucapan itu langsung melihat kebelakang nya. Roni yang sudah mengetahui jati diri Mike, tentu saja membuat dia tidak terkejut.
Lusi langsung menghampiri suaminya dan memeluk tangan suaminya dengan erat sambil tersenyum. Lusi sangat tahu kalau saat ini Mike lagi menahan amarahnya.
"Aku tidak sendirian di sini. Aku bersama suami ku, dan aku hanya ingin makan bersama suami ku" ucap Lusi.
Tentu saja mendengar ucapan Lusi membuat Mike merasa bahagia, karena Lusi langsung memamerkan dirinya sebagai suaminya. Berbeda dengan Roni, Roni menatap tajam ke arah Mike. Apalagi melihat Lusi merangkul tangan Mike dengan erat.
"Sayang, aku sudah mendapatkan hadiah untuk Ira" ucap Lusi dengan tersenyum bahagia sambil menekan kata sayang dihadapan Roni.
"Baiklah, kita akan langsung membungkus kan nya." ucap Mike.
Mendengar ucapan kata sayang pada Mike, membuat hatinya Roni sangat Sakit. Karena tidak ingin semakin sakit, Roni memilih pergi. Mike dan Lusi tidak terlalu menggubris Roni yang pergi tanpa bicara.
***
Setelah mereka keluar dari toko perhiasan, Lusi dan Mike masuk kedalam restoran. Mereka memilih makan malam diluar, karena sudah waktunya untuk mereka makan malam. Apalagi Lusi mengatakan kalau dia sudah sangat lapar, Mike yang tidak ingin membuat istrinya kelaparan langsung membawa istrinya makan malam di restoran yang ada di dalam mall.
"Sayang ini sangat ramai" ucap Mike sambil melirik ke sekelilingnya.
Mike memang tidak terlalu suka makan di tempat yang terlalu ramai. Kalau dia makan diluar, pastinya Mike memilih makan di ruangan yang VIP.
"Sesekali tidak apa-apa dong sayang. Kalau kamu tidak mau, kamu bisa sendiri kesana" ucap Lusi yang sudah mulai kesal.
"Baiklah, kita akan makan disini. Sekarang kamu mau makan apa?" ucap Mike yang melihat istrinya mulai ngambek, tentu saja Mike langsung mengalah. Mendengar hal itu membuat Lusi langsung tersenyum.
"Mbak, saya mau mie bakso ayam nya, sate kambing, dan udangnya nya sama lemon tea dingin nya" ucap Lusi.
Mike yang mendengar pesanan Lusi sangat terkejut, ini pertama kalinya Lusi memesan makanan yang sangat banyak.
"Sayang apa kamu yakin mau makan semuanya?" tanya Mike memastikan, Lusi langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah. Mbak saya pesan yang ini saja dan meminumnya samakan saja" ucap Mike.
"Baik. Mohon ditunggu ya nyonya, tuan" ucap Pelayan itu dengan ramah.
"Sayang siapa pria yang tadi berbicara pada mu? Sepertinya kalian saling kenal" ucap Mike.
Tanpa mereka sadari Roni berada di dalam restoran yang sama. Roni duduk didekat mereka, sehingga Roni bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Hanya mantan yang tidak penting, sayang." ucap Lusi menjelaskan, dia tidak ingin menyembunyikan sesuatu pada suaminya.
"Mantan?" gumam Mike dengan terkejut, karena dia baru mengetahui kalau Lusi pernah memiliki pacar.
"Kenapa, mas? Cemburu? Jangan cemberut gitu dong sayang" ucap Lusi sambil memeluk suaminya dengan erat, dia sangat yakin kalau saat ini suaminya pasti cemburu.
"Ternyata aku bukan pria pertama yang ada di hati mu" ucap Mike dengan dingin.
"Tapi kan kamu pria yang terakhir ku. Dia hanya masa lalu yang tidak penting bagi ku. Sekarang hanya kamu yang ada di hati ku sampai maut memisahkan kita. Aku hanya mencintaimu" ucap Lusi dengan lembut.
Mendengar itu membuat Mike merasa hangat dihatinya. Dia sangat senang mendengar kalau dia pria ada di hati Istrinya dan istrinya sangat mencintai dirinya. Sebenarnya dia tidak marah, dan mengetahui kalau istrinya tidak menyukai keberadaan Roni, dari cara Lusi menatap Roni.
Tapi dia ingin melihat bagaimana Istrinya membujuk dirinya.
Lusi yang melihat kalau suaminya tetap diam saja membuat dia sangat bingung bagaimana harus membujuk Mike dan mempercayai ucapannya.
Cup..
Mendapatkan ciuman dari istrinya membuat Mike sangat terkejut Apalagi istrinya mencium dirinya bukan di pipi tapi di bibirnya, apalagi saat ini mereka berada di tempat yang ramai.
"Jangan ngambek dong sayang. Apa kamu tidak mempercayai ku?" tanya Lusi dengan lemah karena tidak ada respon dari suaminya, padahal dia sudah mencium Mike di depan umum.
****
__ADS_1