You'Re My Everything

You'Re My Everything
Cinta mencari pertolongan


__ADS_3

Cinta yang melihat Bian masuk kedalam kamar selesai makan siang, Cinta langsung pura-pura ke dapur untuk membuat jus untuknya. Dia ingin berbicara pada bibi Surti yang bekerja sebagai kepala pelayan dirumah Bian.


"Bibi..." panggil Cinta pada Bi Surti yang lagi membersihkan dapur.


"Non Cinta ada perlu apa?"


"Bibi bisa bantu saya?" tanya Cinta sambil pura-pura lagi membuat jus jeruknya.


"Apa yang bisa saya bantu, non?"


Mereka berbicara dengan berbisik karena takut ada yang mendengar mereka.


"Bi, saya ingin menghubungi seseorang. Apa bisa bibi meminjamkan saya telepon?"


"Biasanya kan non Cinta pakai telepon dari pak Didit" ucap Bibi Surti.


Sejak Cinta tinggal di rumah Bian, Bian menahan hp nya. Kalau dia menghubungi orang tua nya dikampung barulah Didit yang ditugaskan untuk menjaga Cinta memberikannya. Tapi Didit selalu berdiri di samping Cinta saat menelepon, karena takut Cinta akan menghubungi orang lain.


"Saya ingin menghubungi seseorang bi, dia lagi dalam bahaya!" bisik Cinta.


Tentu saja membuat bibi Surti terkejut. Cinta sengaja tidak menyebutkan nama Bian, dia takut kalau bibi Surti tidak membantunya.


"Siapa, non? Nona tau dari mana?"


"Teman saya, bi. Em... saya mendapat mimpi kalau dia mengalami kecelakaan!" ucap Cinta berbohong.


"Ini non. Di kamar mandi saja nona teleponnya, nanti Paka Didit mendengar"


Bi Surti diam-diam memberikan hp nya. Dengan cepat Cinta langsung mengambilnya. Setelah dia mendapatkannya, Cinta langsung masuk kedalam kamar mandi yang ada di dapur.


Cinta merasa lega kalau dia masih ingat nomor telepon sahabatnya yang ada ditempat kerja dulu.


Sudah dua kali Cinta menghubungi Monik, tapi Monik tidak juga mengangkat teleponnya. Mungkin karena nomor asing, Monik mengabaikannya.


"Please, Mon angkat" gumam Cinta dalam hati sambil menghubungi Monik sekali lagi.


"Halo, maaf ini siapa ya?"

__ADS_1


"Mon, ini aku Cinta" ucap Cinta dengan suara pelan.


" Ya, ampun Cin, kamu kemana saja sih? Ini nomor kamu yang baru?"


Cinta langsung memberitahukan apa yang terjadi padanya belakangan ini. Setelah menjelaskan semuanya, Cinta langsung meminta tolong pada Monik untuk memberitahu apa yang dikatakannya pada Mike untuk waspada.


Tok...tok...


"Non, cepat. Pak Bian sudah keluar dari kamarnya" ucap bi Surti panik.


"Jangan hubungi nomor ini ya. Ingat, kamu harus menghubungi pak Mike atau Pak Baim" ucap Cinta sebelum mematikan teleponnya.


Cinta dengan cepat keluar dari dalam kamar mandi, tapi dia berpura pura kalau dia lagi sakit perut. Supaya tidak ada yang curiga padanya.


Dilain tempat negara orang asing Mike tidak pernah melepaskan Lusi, dia selalu menggauli istrinya itu. Karena dia ingin cepat istrinya hamil. Mike selalu melepaskan istrinya kalau melihat istrinya terlihat lelah menghadapi dirinya.


Tapi Mike sangat senang karena setelah beberapa kali menggauli istrinya, Lusi sudah bisa mengimbangi permainannya. Apalagi istrinya tidak pernah menolak keinginannya.


***


Monik yang mendengar ucapan Cinta membuat dia sangat terkejut. Dia tidak menyangka Bian memperlakukan sahabatnya itu dengan sangat keji. Apalagi dia mendengar Cinta menceritakannya dengan menahan supaya tidak menangis.


Tok....tok...


Monik menghampiri Baim ke ruangan, karena mereka lagi jam istirahat. Sebenarnya Monik, sangat ragu kalau Baim tidak percaya padanya.


"Masuk"


setelah mendengar kalau Baim mempersilahkan dirinya masuk, Monik langsung membuka ruangan Baim. Dia tidak langsung masuk tapi kepalanya duluan yang masuk.


"Apa kamu tidak mendengar ucapan saya?" tanya Baim dengan dingin.


Tentu saja membuat Monik langsung takut. Ingin rasanya dia lari, tapi diurungkannya karena sudah berjanji pada sahabatnya itu. Monik pun langsung masuk kedalam ketika mendengar ucapan Baim.


"Maaf pak. Saya ingin mengatakan sesuatu" ucap Monik gugup.


"Em... Katakanlah"

__ADS_1


"Pak, yang ingin saya sampaikan berhubungan dengan pak Mike dan ibu Lusi" ucap Monik dengan gugup.


Mendengar nama Mike dan Lusi membuat Bi langsung menghentikan pekerjaannya. Dia langsung menatap Monik.


"Begini, pak saya mendapatkan informasi kalau pak Mike dan ibu Lusi dalam bahaya. Hanya bapak yang bisa menghubungi pak Mike untuk berhati-hati. Saat ini pak Bian sudah bersiap-siap untuk melenyapkan pak Mike" UC Monik dengan serius.


Tentu saja mendengar itu membuat Baim sangat terkejut. Apalagi ketika mendengar nama Bian, orang yang selama ini diawasi olehnya.


"Kamu tahu dari mana?"


"Saya tahu dari sahabat saya Cinta. Saat ini Cinta sedang ditahan pak Baim" ucap Monik dengan sendu karena mengingat apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Cinta? Teman kamu dari bagian keuangan?"


"Iya pak. Pak, saya mohon tolong selamatkan sahabat saya" ucap Monik sambil berlutut di hadapan Baim dengan menangis karena tidak tahan lagi untuk menangis.


"Ceritakan pada saya semuanya. Tapi kamu harus menjamin apa yang kamu katakan itu semuanya benar" ucap Baim


Monik pun langsung menceritakan semuanya apa yang dikatakan Cinta padanya. Setelah mendengar ucapan Monik, Baim langsung memerintahkan orang suruhannya untuk mencari rumah persembunyian Bian. Baim juga langsung memberitahukan semuanya pada Mike melalui pesan, karena Mike dan Lusi tidak mengangkat teleponnya.


***


"Dari mana saja kamu?" tanya Bian pada Cinta saat ingin naik ke atas.


"Maaf, mas. Saya tadi mulas tiba-tiba, jadi saya ke kamar mandi" untuk Cinta sambil memegang perutnya dengan pura-pura sakit.


Mendengar itu membuat Bian langsung kuatir. Bian langsung memegang perutnya Cinta sambil mengelus perutnya Cinta yang mulai sedikit besar.


"Ti.. Tidak apa-apa, mas. Ini hal biasa untukku karena telat makan." jawab Cinta dengan gugup. Apalagi melihat Bian yang kuatir. Cinta berharap kalau pria kuatir nya Bian terus seperti ini.


"Baiklah..."


"Bos..." panggil Vicky sebelum Bian menyelesaikan ucapannya. Bian langsung menatap tajam Bian. Melihat tatapan Bian yang tajam, tidak membuat Vicky gentar.


"Bos, Tuan besar dan nyonya menyuruh bos untuk menemui mereka. Karena ada yang ingin mereka bicarakan" ucap Vicky dengan serius.


"Aku sudah tahu. Siapkan mobil ku sekarang. Aku ingin menjumpai mereka, aku tidak ingin mereka tahu apa yang ingin aku lakukan belakangan ini" ucap Bian dengan tersenyum kecil sambil membayangkan bagaimana reaksi mamanya apa yang telah dia perbuat.

__ADS_1


Karena dia sangat tahu, mamanya akan marah besar kalau mamanya tahu apa yang dia perbuat. Bian sangat mencintai kedua orangtuanya, papanya adalah panutan baginya. Meskipun papanya sangat sibuk dengan pekerjaannya, Bian tetap menghormati papanya. Walaupun dia sangat jarang mendapatkan perhatian papanya seperti anak yang lain.


****


__ADS_2