You'Re My Everything

You'Re My Everything
Besuk


__ADS_3

Bima tersenyum lebar setelah Magda pulang, saat masuk ke kamar rawat Mamon, mereka sempat ngobrol banyak. Senang sekali Bima rasanya melihat interaksi Magda dengan keluarga besarnya. Bahkan Magda sempat Bima kenalkan dengan Om Ichie dan Kak Tory. Walaupun Kak Tory dan Magda sama-sama besar di Singapore, tapi rupanya mereka jarang bertemu, hanya sekedar tahu saja.


"Om kapan datang?" tanya Bima pada Richie.


"Sejak Oma dirawat, kemarin aku sudah keburu pulang, menunggu kamu terlalu lama." jawab Richie pada Bima.


"Sombong." dengus Bima, Richie terkekeh langsung merangkul Bima.


"Sudah mantap sama yang tadi?" tanya Richie.


"Ya iyalah, pakai ditanya." jawab Bima tengil.


"Bagus lah, cepat menikah biar Ailen dan Galen cepat jadi Om." Richie terkikik geli.


"Kemana mereka Om?" tanya Bima.


"Sama Papa Mario."


"Jadi mainan Opa tuh mereka."


"Ya tapi anak-anakku kenapa pendiam ya, keturunan kita tidak ada yang pendiam loh, Tory saja bawelnya minta ampun." Richie tidak habis pikir, anaknya tidak sekonyol anak-anak Balen, anak-anaknya cenderung pemalu.


"Seperti Om Ichie lah, kan pemalu juga, kalah sama Ante Baen." Bima cekikan. "Lagipula Ailen sama Galen mainnya sama Om Kisna juga jadi ketularan kalem." Bima komentari adik-adiknya. Richie senyum-senyum saja, mungkin dulu dia memang pendiam, jadi sedikit konyol karena selalu nempel sama Balen.


"Om sudah lihat Oma?" tanya Bima, Richie menggelengkan kepalanya sambil melihat jam dipergelangan tangannya.


"Nanti malam biar aku yang menginap disini, Bim. Kamu sudah boleh pulang pagi ini, belum istirahat kan?"


"Kita berdua ya Om nanti malam, Kak Tory biar pulang saja istirahat di rumah." Bima langsung semangat.


"Kamu tidak capek?" tanya Richie.


"Aku mau dekat Oma sama Mamon." jawab Bima melankolis.


"Mamon sudah boleh pulang siang ini." kata Nona pada keduanya.


"Alhamdulillah, berarti Mamon sudah sehat." Richie langsung peluki Mamon.


"Mamon bikin panik ya kemarin, maaf ya sayang." Nona balas peluki Richie.


"Ih aku cemburu." Tory yang dari tadi diam saja buka suara.


"Kamu kan sudah sering aku peluk." Richie pandangi istrinya.


"Aku mau dipeluk Mamon juga." semua tertawa, ternyata Tory cemburu karena Mamon bukan karena Richie.


"Mamon, aku pendiam ya waktu kecil? Ailen sama Galen itu meniru aku ya?" lagi-lagi Richie membahas anaknya.

__ADS_1


"Mungkin ya." Nona terbahak ingat Balen dan Richie kecil, mereka tidak pernah diam, selalu bikin rusuh. Tapi kalau lagi sendiri memang Richie kalem tidak seperti Balen, mau sendiri mau berdua tetap saja ribut.


"Kita tidak lihat Oma?" tanya Bima pada semuanya.


"Sudah bisa kah?" tanya Nona.


"Sudah Mamon, ayo berdua aku." ajak Bima.


"Aca dimana?" tanya Nona.


"Lagi dalam perjalanan sama Papon tadi jemput Cadi." jawab Richie.


"Kata Aca, Oma membaik, Mamon?" Tori pandangi mertuanya.


"Katanya sih, tapi masih belum lepas kabel-kabel, belum bisa ngobrol juga." Nona mendesah.


"Sudah Mamon, semalam ngobrol sama aku mengangguk, nangis, tersenyum. Ada ekspresi walaupun tutup mata." Bima menjelaskan.


"Nanti kita ajak ngobrol juga ya?" Tory minta persetujuan suaminya.


"Ya." Richie menganggukkan kepalanya.


"Assalamualaikum..." lagi asik ngobrol berempat, ada yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu, Richie kerutkan keningnya karena tidak kenal dengan gadis yg didepan pintu.


"Bim..." Tory langsung pasang wajah malas pandangi Bima.


"Ijin besuk Mamon ya. Tadi aku tidak sengaja lewat." Tantri berjalan mendekat lalu letakkan buah yang dibawanya di atas meja lalu langsung salami Nona dan semua yang ada disana.


"Cepat sehat ya Mamon." kata Tantri tersenyum pada Nona.


"Aamiin, terima kasih ya. Ini siapa?" tanya Nona bingung karena ia juga tidak kenal Tantri.


"Ini Tantri teman sekolah aku dulu, Mamon." Bima kenalkan Tantri pada Nona.


"Tadi kebetulan aku lihat Bima masuk keruangan ini Mamon, jadi aku tanya perawat ternyata keluarga Bima ada yang dirawat." Tantri tersenyum, Tori pandangi Tantri dengan wajah masam.


"Ayo kita lihat Oma." aja Richie.


"Kamu duluan Beib, aku harus jaga Bima." bisik Tori, ia tidak mau tinggalkan Bima bersama Tantri yang penuh akal bulus.


"Oke aku duluan lihat Oma ya Mamon." pamit Richie, Nona anggukan kepalanya.


"Kamu sama siapa?" tanya Bima pada Tantri.


"Sendiri."


"Mau berobat kesini, bisa kebetulan begitu." Bima tersenyum.

__ADS_1


"Iya aku mau kedokter Gigi." jawab Tantri nyengir.


"Tadi mau lihat Oma siapa?" tanya Tantri kepo.


"Oma Nina lagi dirawat juga." jawab Bima.


"Oh nanti aku boleh besuk?" Tantri minta ijin.


"Sorry tidak bisa, cuma keluarga dekat saja yang boleh." jawab Tori ketus.


"Oke." jawab Tantri santai, benar-benar muka tembok pikir Tori.


"Kamu juga tidak bisa lama-lama disini, karena Mamon juga harus bertemu Oma. Kita sebenarnya tidak terima orang lain untuk besuk." kata Tori, Bima sudah kode-kode saja pada istri Om nya supaya tidak bikin keributan.


"Oh iya aku cuma sebentar kok, karena aku juga harus kedokter Gigi. Mamon cepat sembuh ya." kata Tantri tersenyum manis pada Nona, ia tidak peduli kalau Tori ketus, yang penting Mamon ramah, siapa tahu bisa merestui hubungan Bima dengan dirinya.


"Terima kasih." jawab Nona lagi.


"Aku pamit kalau begitu, besok aku kesini lagi deh." janji Tantri pada Nona.


"Tidak usah Tantri, Mamon siang ini sudah boleh pulang." jawab Bima cepat, ia segera berdiri berniat mengantar Tantri kedepan pintu.


"Duduk Bim, pegangi Mamon tuh." kata Tori galak, aih Kak Tori bergaya satpam, Bima jadi geli sendiri. Begini kelakuan geng rusuh kalau ada Tantri.


"Oke." Bima langsung nyengir. Tori yang berdiri hampiri Tantri.


"Terima kasih sudah besuk Mamon, tapi lain kali kamu tidak perlu repot-repot seperti ini " Tori menepuk bahu Tantri.


"Ayo aku antar keluar." ajak Tori, maunya Tantri segera entah dari ruangan itu, kalau bertemu Aca dan yang lain bisa tambah ribut, apalagi kalau bertemu Kia.


"Sampai bertemu lagi ya Mamon, Bima." pamit Tantri sambil tersenyum, ikuti Tori berjalan keluar.


"Terima kasih kamu sudah repot dan niat sekali antar aku keluar ruangan." Tantri terkekeh.


"Ya, lain waktu kita perlu bertemu rasanya. Hanya kita tanpa Bima." kata Tori pada Tantri.


"Oh sudah mulai mau akrab sama aku ya?" tanya Tantri. Tori mencibir sambil mengedikkan bahunya.


"Aku sama Kia mau bicara penting sama kamu, bisa kan?" tanya Tori.


"Bisa, mau kapan?" tanya Tantri.


"Nanti aku cek jadwal Kia."


"Boleh simpan nomor handphone aku." Tantri serahkan handphonenya.


"Sorry, aku belum butuh nomor kamu, nanti biar asistenku saja yang hubungi kamu." jawab Tori lalu segera masuk tinggalkan Tantri. Tantri mengedik lalu segera tinggalkan ruangan itu menuju parkiran, siapa juga yang mau kedokter Gigi, ia tahu Mamon lagi dirawat dari status Kia dan ini salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan keluarga Bima.

__ADS_1


__ADS_2