You'Re My Everything

You'Re My Everything
Keputusan Bian


__ADS_3

Begitu juga dengan Samuel, Luis memutuskan untuk memanfaatkan Samuel karena membunuh mamanya. Dia tidak ingin memiliki dendam pada orang yang telah membuat dia kehilangan mamanya. Dia sudah ikhlas untuk kepergian mamanya selamanya. Dia ingin saat ini hidup tenang dan bahagia bersama suami dan keluarga barunya. Yang terpenting Samuel telah menyesal dengan perbuatannya, dan Lusi juga sudah mendengar bagaimana Samuel selalu berusaha untuk mencari keberadaannya dulu.


"Om, saya sudah memaafkan om. Saya sudah mendengar kalau om dari dulu sudah mencari keberadaan saya untuk meminta maaf pada saya. Itu berarti om sudah menyadari dan menyesali perbuatan om. Sebenarnya saya dulu sangat membenci om dan ingin memberikan om hukuman yang setimpal. Tapi ketika melihat bagaimana om kesungguhan om meminta maaf kepada saya, membuat saya untuk berpikir kembali. Saya memutuskan tidak akan memberikan om hukuman apapun, saya sangat tahu kalau om sudah menerima hukuman yang setimpal dari Tuhan atas perbuatan om." ucap Lusi karena dia sudah mengetahui selama ini hidup Samuel tidak pernah sekalipun hidup tenang, dia selalu bermimpi buruk. Dia mengetahui semuanya itu dari Venesia. Rupanya Venesia lebih awal bertemu dengan Lusi untuk menceritakan semuanya tentang kehidupan Samuel sejak dia memutuskan untuk tinggal di luar negeri.


"Mama saya pasti juga melakukan hal yang sama. Karena saya sangat mengenal bagaimana sifat mama saya. Mama saya sangat mudah memaafkan orang, kalau orang itu sungguh-sungguh dan tulus meminta maaf." ucap Lusi dengan tersenyum.


Mendengar keputusan Lusi membuat Samuel terharu. Dia langsung bangkit berdiri dan berjalan kearah Lusi. Lalu dia memeluk Lusi dengan erat.


"Terimakasih, nak. Mama kamu pasti sangat bangga mendapatkan putri secantik dan baik hati seperti mu." ucap Samuel dengan meneteskan air matanya.


Venesia juga ikut memeluk Lusi dengan erat. Dia sangat bahagia karena Lusi tidak mengirimkan suaminya ke penjara.


"Kamu boleh menganggap Tante sebagai mama kamu. Saya sangat senang kalau kamu mau menganggap kami sebagai orang tua kamu" ucap Venesia dengan tulus. Lusi hanya mengangguk kepalanya saja mendengar ucapan Venesia padanya.


Kini Samuel dan Venesia sudah kembali duduk di kursinya kembali. Mike dan Lusi langsung menatap kearah Bian yang dari tadi terus menunduk kepalanya. Mereka sangat tahu kalau saat ini Bian pasti menatap mereka.


"Bian, kami memutuskan untuk memanfaatkan mu. Yang terpenting saat ini kamu sudah menyadari kesalahan kamu. Lagian kamu sudah mau membantu menyelamatkan istriku dari mereka. Jadi kami tidak akan memberikan hukuman apapun padamu!" ucap Mike dengan tegas.


Lusi langsung menggandeng tangan Mike dan menyandarkan kepalanya di tangan suaminya sambil tersenyum bahagia. Karena mendengar keputusan suaminya.


Bian yang mendengar ucapan Mike membuat Bian langsung menatap Mike dan Lusi. Sungguh hal itu membuat Bian terkejut, Mike dan Lusi begitu gampangnya memaafkan dirinya. Padahal yang dilakukan Bian, adalah kesalahan yang besar.


"Jangan terlalu banyak berpikir, kenapa kami berdua tidak membawa dirimu ke jalur hukum." ucap Mike yang mengerti isi pikiran Bian.


"Kami hanya ingin yang terbaik saja untuk semuanya." ucap Mike.

__ADS_1


"Terimakasih. Tapi aku sudah mengambil keputusan untuk menyerahkan diriku ke pihak berwajib. Aku akan memberi tahu mereka atas apa telah aku lakukan. Terimakasih sudah mau memaafkan kesalahan ku" ucap Bian.


Semuanya tampak sangat terkejut mendengarnya ucapan Bian, kecuali kedua orangtuanya yang sudah mengetahui rencana putra mereka. Mereka sebenarnya tidak setuju, karena mereka memikirkan nasibnya apalagi Bian harus bisa berjuang untuk mendapatkan hatinya Cinta. Tapi karena Bian mengatakan ingin memperbaiki diri disana, maka karena itu orang tuanya hanya bisa pasrah saja dengan keputusannya.


Flash back end


Lusi langsung memberikan bekal yang mereka bawa untuk Bian. Sejak Bian masuk ke dalam penjara, mereka sering mengunjungi Bian dan memberikan makanan untuk Bian. Mereka memutuskan untuk menjalin persahabatan dengan Bian.


"Wah makasih makannya. Berkat kalian, aku tidak tetap bisa makan makanan yang enak" ucap Bian dengan cengengesan.


"Bi, apa kamu tidak merindukan Cinta dan calon anak mu?" tanya Lusi dengan penasaran.


"Tentu saja aku merindukan mereka. Tapi, dia tidak pernah merindukan ku. Dia masih sangat membenci ku" ucap Bian dengan teringat bagaimana reaksi Cinta padanya saat Cinta bangun.


"Kamu salah, Bi. Cinta sangat merindukan mu. Kemarin kami tidak sengaja bertemu dengannya, sewaktu aku menemani Ira periksa kandungan" jelas Lusi.


Mendengar itu Bian langsung menghentikan makannya. Dia menatap Lusi, dia takut Lusi bicara seperti itu hanya untuk menghibur dirinya.


"Kami akan membantu mu untuk bebas dari sini. Kamu mau kan?" tanya Lusi kembali.


"Semuanya belum terlambat, Bi. Apa kamu tidak malu kalau saat anak mu lahir dan besar mengetahui kalau Papanya pernah masuk penjara?" sambung Mike.


"Benar kata Mike, Bi. Lagian kami tidak pernah sekalipun menuntut mu dan mengatakan pada mereka apa yang kamu katakan itu benar. Kami semuanya membantah apa yang kamu katakan pada mereka waktu itu" timpal Felix.


Bian diam terus memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabat barunya itu. Ketika memikirkan dengan matang, akhirnya Bian menyetujui apa yang dikatakan mereka. Beruntungnya kasus Bian hanya masih tahap penyelidikan, dan bukti-buktinya belum ada terkumpul.

__ADS_1


"Syukurlah. Baiklah, besok akan ada pengacara yang akan mengurus mu. Ingat jangan sampai kamu menolak lagi" ucap Mike.


Bian hanya tersenyum saja melihat tingkah para sahabat itu. Ini pertama kalinya Bian memiliki sahabat. Dia tidak menyangka menjalin persahabatan dengan orang yang telah dianggapnya sebagai musuh.


***


Setelah mereka dari penjara, Mike dan Felix membawa istri mereka untuk nonton bioskop. Sudah lama Mereka tidak pernah sekalipun untuk jalan bersama, karena sibuk dengan pekerjaan mereka. Setelah itu mereka memutuskan untuk makan malam dulu di restoran yang ada di mall.


"Ra, bagaimana dengan Dina ya? Apa dia masih menikmati bulan madunya?" tanya Lusi pada Miranda yang lagi memilih menu makanan.


Dina dan Sam sudah resmi menjadi suami istri, seminggu yang lalu. Sam langsung membawa Dina untuk bulan madu, selama satu bulan.


"Begitulah. Seperti yang kamu tahu, dia selalu memamerkan pada kita bagaimana romantisnya suaminya" ucap Miranda dengan kesal karena mengingat foto-foto yang dikirimkan sahabatnya itu pada mereka.


Felix dan Mike yang baru saja bergabung, melihat kedua istri mereka tampak manyun. Mereka sangat bingung dengan istri mereka, padahal saat mereka minta ijin ke toilet istri mereka tampak masih sangat ceria.


"Sayang, apa ada yang menggangu kalian?" tanya Mike dengan penasaran yang sudah duduk di samping Istri mereka masing-masing.


Kedua wanita itu langsung mengangguk kepalanya dengan manyun. Tentu saja membuat Mike dan Felix langsung melihat sekeliling mereka dengan emosi sudah naik ke ubun-ubun kepala mereka.


"Siapa sayang yang menggangu kalian?" tanya Felix dengan emosi.


"Dina, mas. Dia selalu mengirimkan foto romantisnya bersama suaminya. Kesal, tahu mas." ucap Lusi dengan kesal.


Kedua pria itu langsung mengkerutkan keningnya, ingin sekali rasanya mereka ketawa melihat tingkah istri mereka.

__ADS_1


Karena ulah Dina, membuat dua pria itu jadi sangat repot. Karena istri mereka meminta mereka harus bisa acara romantis yang bisa mengalahkan Dina, tapi acara itu harus bisa diabadikan dalam rekaman. Felix dan Mike yang tidak pernah sekalipun tahu bagaimana buat acara romantis pada wanita langsung merutuki Sam.


****


__ADS_2