You'Re My Everything

You'Re My Everything
Melihat nya


__ADS_3

Lusi dan Mike masih tampak saling berpelukan dengan tubuh yang polos. Setelah mereka pulang dari rumah sakit, Mike langsung menerkam Lusi sampai menjelang pagi. Mike selalu mengatakan kalau dia ingin membuat Lusi hamil, maka karena itu mereka harus melakukannya Setiap hari.


Pelan-pelan Lusi membuka matanya dan melihat suaminya masih tidur dengan memeluk dirinya. Lusi langsung menarik sudut bibirnya, karena melihat wajah suaminya yang tampan meskipun masih tidur.


Pelan-pelan Lusi mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi suaminya lalu ke mata dan hidung suaminya, entah kenapa Lusi sangat ingin melakukannya. Karena selama ini dia tidak pernah ingin melakukan hal itu lebih dulu, biasanya Mike lah yang selalu lebih dulu.


"Sayang apa kamu menggoda ku?" tanya Mike tiba-tiba sambil membuka matanya sambil menatap Lusi.


Melihat suaminya terbangun karena sentuhannya membuat Lusi terkejut. Lusi langsung menyembunyikan wajahnya di dada suaminya yang polos karena malu. Mike langsung memeluk Lusi dengan gemas karena melihat Lusi yang masih malu-malu padanya.


"Mas, apa Bian sudah bebas?" tanya Lusi yang masih memeluk tubuh suaminya.


"Sudah sayang. Tapi dia tidak langsung pulang, dia tinggal di hotel kita. Oh, ya jangan beritahu pada Cinta ya!"


"Kenapa?"


"Aku tidak tahu, itu permintaannya Bian"


"Baiklah"


"Sayang, apa hari ini kamu tidak ke rumah sakit?"


"Kerumah sakit dong, mas! Aku kangen dengan Raja" ucap Lusi dengan tersenyum sambil menatap suaminya.


"Baiklah, aku akan antar kamu ke sana. Aku ada perlu dengan Felix" ucap Mike.


***


Kini Felix sedang asyik ngobrol bersama putranya yang berada di gendongan istrinya.


"Sayang terimakasih ya, kamu rela mengorbankan nyawa kamu untuk melahirkan anak kita" ucap dengan Sendu, mengingat bagaimana sakitnya Miranda saat melahirkan semalam.


"Sama-sama mas. Lagian itu sudah kewajiban ku, mas. Setiap wanita pasti akan mengalami hal ini, kami sangat bahagia ketika melahirkan anak untuk suami kami" ucap Miranda dengan tulus.


Felix langsung mencium bibir istrinya dengan singkat, lalu ke pipi gembul putranya. Mereka tampak sangat bahagia ketika Miranda melahirkan anak pertama mereka, ini adalah momen yang paling ditunggu sepasang suami istri itu. Kebahagiaan yang tidak pernah tergantikan dengan apapun di dunia ini. Setelah mencium putranya, Felix kembali melahap bibir istrinya dengan lembut. Karena terbuai mereka tidak menyadari kalau ada seseorang yang datang.

__ADS_1


Cklek....


Pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan wajah Bian dengan tersenyum bahagia, dia juga membelikan kado untuk anak Felix dan Miranda.


"Wah.... Sepertinya aku datang diwaktu yang salah!" ucap Bian saat melihat Felix dan Miranda langi berciuman.


Mendengar suara seseorang, Miranda langsung mendorong Felix. Melihat Bian yang datang, membuat Miranda jadi malu. Berbeda dengan Felix yang tampak biasa saja.


"Apa tidak bisa sebelum masuk, diketok pintu dulu" ucap Felix sambil menatap Bian dengan kesal karena mengganggu dirinya bersama istrinya.


"Hahaha. Hei, tuan Felix saya dari tadi sudah mengetok pintu" ucap Bian sambil berjalan masuk kedalam dengan santainya.


"Selamat untuk kalian berdua, ya." ucap Bian kepada Felix dan Miranda sambil menyerahkan kado yang dibawanya tadi.


"Terimakasih ya, Bi. Oh ya, kenapa tidak bersama Cinta kemari?" tanya Miranda dengan tersenyum.


"Aku belum pulang ke rumah. Karena ada yang harus ku urus" jelas Bian.


"Berarti Cinta belum tahu keberadaan mu?"


"Belum."


Tentu saja membuat Miranda bahagia melihat kedatangan sahabatnya.


"Dina" cicit Miranda ketika melihat Dina.


Kedua sahabat itu saling berpelukan, sedangkan Sam langsung menghampiri Felix dan Bian yang duduk di sofa.


"Ih, lucunya keponakan ku" cicit Dina sambil mencium pipi Raja Sanjaya dengan gemas.


Kedua wanita itu langsung saling bercerita, sedangkan pasangan mereka berdua hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah istrinya yang seperti melupakan suami mereka. Setiap Felix ataupun Sam ingin bicara kepada istri mereka, kedua wanita itu langsung menatap suaminya dengan tatapan tajam. Setelah mereka berdua kembali bercerita dengan penuh canda tawa. Raja yang berada dalam gendongan Miranda, juga ikut tersenyum mendengar celotehan tantenya dan mamanya.


***


Kini Lusi dan Mike sudah sampai di rumah sakit tempat dimana Miranda dirawat. Saat mereka masuk kedalam, Lusi tidak sengaja melihat Mira yang lagi ngobrol dengan seorang pria. Dilihat dari bajunya, pria itu tampak seorang dokter. Lusi yang sudah tahu wajah Mira, mama kandung dari suaminya sangat yakin kalau wanita yang lagi ngobrol bersama dokter itu adalah Mira.

__ADS_1


"Mas, bukannya itu mama kamu?" ucap Lusi AW pada Mike sambil menunjuk kearah wanita yang mirip dengan Mira.


Mike langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lusi tunjuk. Tiba-tiba saja ada gerombolan orang lewat di depannya yang membuat Felix terhalang dengan yang dilihat istrinya. Saat sudah sepi, Felix tidak melihat mamanya.


"Tidak ada, sayang. Mungkin kamu salah orang" ucap Mike dengan tersenyum.


"Lebih baik kita ke ruangan Anda, sekarang" ucap Mike. Lusi hanya mengangguk kepalanya saja.


Saat mereka sampai, Lusi langsung memeluk Dina sahabatnya dengan penuh kerinduan. Ketiga wanita itu langsung saling bercerita dan bermain bersama Raja, putra dari Felix dan Miranda.


"Lebih baik kita bicara sebentar diluar. Ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian berdua" ucap Mike.


***


Dina dan Lusi lah yang menjaga Miranda dirumah sakit. Sedangkan suami mereka bertiga sudah pergi ke kantor bersama dengan Bian.


"Aku keluar sebentar ya, mau beli minuman" ucap Lusi.


"Sekalian beli roti ya, aku lapar" ucap Dina.


"Baik nyonya Dina" ucap Lusi


Lusi berjalan keluar, tapi tetap didampingi dengan bodyguardnya. Saat dia ingin menghubungi suaminya, Lusi menabrak orang sehingga membuat Lusi hampir jatuh kebelakang. Dengan cepat orang yang menabraknya langsung menangkap tubuh Lusi. Sehingga membuat Lusi dan orang itu seperti berpelukan.


"Nyonya anda tidak apa-apa?" tanya bodyguard yang dibelakang Lusi.


Lusi yang masih merapikan bajunya dan mengambil hp nya yang sempat terjatuh langsung menatap kearah bodyguardnya. Sedangkan orang yang menabrak Lusi langsung mengambil berkasnya yang juga terjatuh.


"Tidak apa-apa, pak" ucap Lusi dengan tersenyum bahagia.


"Maaf kan saya nona, saya tadi buru-buru" ucap orang itu setelah mengambil berkas yang dibawanya.


Lusi dan orang itu langsung saling bertatapan, betapa terkejutnya Lusi ketika melihat sosok yang pernah menyakiti hatinya dulu. Begitu juga dengan orang tersebut sangat terkejut melihat Lusi ada didepannya. Lusi menatap pria itu dengan dingin, saat diperhatikan pria itu memakai baju dokter.


"Lusi" gumam pria itu.

__ADS_1


Lusi hanya diam saja lebih memilih langsung pergi mengabaikan pria itu begitu saja. Saat Lusi pergi, pria itu langsung menangkap tangan Lusi dengan tatapan sendu.


***


__ADS_2