
Sesampainya mereka di rumah, mereka melihat Veby sudah menunggu mereka di luar.
"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Veby dengan cemas pada mereka.
"Maaf ya, ma! Tadi ada insiden kecil di jalan" ucap Felix pada mertuanya itu.
"Insiden?"
"Iya, ma. Tadi ada beberapa preman yang menghadang jalan kami" jelas Felix pada mamanya.
...Flash back...
Para pengawal Miranda langsung memberikan pelajaran kepada beberapa preman yang ngotot minta bayaran pada mereka. Felix juga ikut membantu, supaya mereka cepat pulang.
Beberapa preman yang berkelahi dengan Felix mengalami cedera yang sangat parah. Karena Felix tidak segan-segan mematahkan kaki dan tangan mereka.
"Sekarang aku memberikan kesempatan kepada kalian tiga, bawa teman-teman kalian ini atau kalian mau mengalami hal yang sama seperti mereka" ucap Felix pada tiga pria yang masih berdiri tegak, hanya terluka pada pipinya yang membiru dan perutnya yang kena tendangan.
"Maaf kan kami, pak." ucap mereka serentak dengan ketakutan. Mereka pun langsung membantu teman-teman mereka.
Felix dan beberapa bodyguard nya juga ikut langsung masuk kedalam mobil. Mereka langsung melanjutkan perjalanan pulang mereka ke rumah.
Flash back end
"Syukurlah kalian baik-baik saja" ucap Veby ketika mendengar penjelasan putranya.
"Sekarang kalian harus siap-siap. Kita harus berangkat jam enam. Kalian hanya punya waktu setengah jam" ucap Veby.
Mereka langsung masuk kedalam masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Dina dan Lusi lebih awal keluar dari dalam kamar. Saat mereka Keluar, Veby dan Putra juga baru keluar dari dalam kamar.
"Wah, kamu sangat cantik ya nak." puji Veby pada Lusi dengan tersenyum.
"Makasih, Tante. Oh, ya Tan apa dandanan ku terlalu berlebihan?" tanya Lusi pada Veby.
"Tidak, sayang" jawab Veby.
"Din,. kamu kapan nyusul? Apa Sam tidak mau ngajak kamu serius?" tanya Veby pada keponakannya itu dengan meledek.
__ADS_1
"Ih, Tante ini. Doakan saja Tan, rencananya bulan depan" jawab Dina dengan malu-malu.
"Hahaha. Baguslah. Jangan kelamaan ya.." ucap Veby. Dina hanya mengangguk kepalanya saja dengan tersenyum.
***
Kini tiga mobil masuk kedalam halaman rumah Renaldo. Saat Felix dan keluarganya keluar dari dalam mobil, mereka melihat Mike dan Renaldo sudah berdiri di depan pintu.
Putra dan Renaldo saling berpelukan, begitu juga Sam, Felix dan Mike berpelukan. Sam lah yang mengemudikan mobil Putra, dan Dina bersama dengannya.
"Maaf ya mas, kami kelamaan datangnya" ucap Veby pada Renaldo. Karena mereka telat lima belas menit dari jam yang ditentukan. Seharusnya mereka sampai di rumah Renaldo jam 18.30 malam.
"Tidak apa-apa. Putri papa tidak mau memeluk papa" ucap Renaldo sambil merentangkan tangannya kepada putrinya.
Miranda pun langsung menghambur ke dalam pelukan papanya dengan tersenyum manis.
Setelah mereka semua saling menyapa, Renaldo mengajak mereka masuk. Mike yang melihat sang pujaan hatinya, langsung menarik kekasihnya agak menjauh dari keluarganya.
Sejak awal saat Lusi keluar dari dalam mobil, Mike sangat terpesona dengan kecantikan calon istrinya itu. Dia sangat ingin memeluk Lusi karena merasa gemas.
"Kenapa kak? Nanti mereka mencari kita" ucap Lusi dengan kaget saat Mike menariknya, ke samping rumah Mike.
"Dari tadi aku cemas, karena kalian belum datang juga" bisik Mike yang memang dari tadi cemas karena Lusi dan yang lainnya belum datang.
Mendengar penjelasan Mike membuat hati Lusi terharu. Luis membalas pelukan Mike.
"Maaf ya kak sudah membuat kakak cemas" ucap Lusi dengan tulus.
"Sayang, kamu cantik sekali. Aku sangat terpesona melihat mu saat keluar dari dalam mobil tadi. Rasanya aku sangat tidak sabar untuk memiliki dirimu seutuhnya. Aku tidak ingin ada pria yang memiliki kesempatan untuk merebut dirimu dari ku!" ucap Mike.
"Tenang saja, kak. Aku tidak akan meninggalkan mu untuk pria yang lain. Asalkan kakak tau kalau aku tidak gampang tertarik dengan yang namanya pria. Aku hanya mencintaimu kak" ucap Lusi dengan tersenyum.
"Aku juga sangat mencintai mu" ucap Mike
Mike langsung melepaskan pelukannya dan menatap mata Lusi yang sangat indah. Kemudian Mike langsung mencium kening Lusi dengan penuh kasih sayang.
"Hei, apa kalian sudah cukup melepaskan rasa rindunya?" goda Dina dan Miranda yang sebenarnya dari tadi memperhatikan mereka.
__ADS_1
Mereka tadi ingin bicara pada Lusi, saat melihat kebelakang mereka, mereka terkejut melihat Lusi dan Mike yang berjalan di belakang mereka sudah tidak ada. Mereka pun langsung mencari mereka. Saat mereka mencari mereka mendengar suara Mike dari arah samping mereka. Mereka langsung mengintip mereka dan Miranda langsung mengambil gawainya untuk merekam acara mesra Mike dan Lusi.
Mike dan Lusi tampak terkejut ada Miranda dan Dina di samping mereka. Lusi sangat malu tertangkap basah dengan sahabatnya sedang bermesraan dengan Mike.
"Sudah nanti aja lanjutannya setelah sah" ledek Dina lagi.
***
Kini acara pertunangan Mike dan Lusi dimulai. Lusi awalnya sangat terkejut melihat beberapa orang penting dalam kota mereka juga hadir, juga beberapa rekan bisnis calon mertuanya dan teman arisan dari neneknya Mike.
Mike yang mengetahui kalau Lusi terkejut melihat tamu yang hadir, Mike langsung memberikan pengertian kepada Lusi.
"Papa ingin acara lamaran kita disaksikan sebagian orang yang penting. Supaya mereka tahu kalau putranya akan menikah" bisik Mike
Lusi sangat mengerti apa yang diinginkan Renaldo. Maka karena itu Lusi tidak marah.
"Baiklah terimakasih untuk semua yang hadir di acara ini. Kita akan melanjutkan acara pertemuan putra saya Mike dan Lusi" ucap Renaldo setelah mengobrol dengan para koleganya.
Mike dan Lusi pun langsung berjalan kearah Renaldo untuk mendekat.
Acara tunangan mereka pun dimulai dengan penuh kebahagiaan. Setelah mereka menyempatkan cincin di jari mereka, semuanya langsung memberikan selamat kepada mereka.
"Permisi den, ada dua wanita dan satu pria yang mencari tuan" ucap bibi Minah pada Mike yang lagi mengobrol dengan Felix, Sam dan Baim.
"Surah masuk saja, Bi!"
Bibi Minah yang mendapat persetujuan dari Mike, langsung pergi keluar lagi. Betapa terkejutnya Mike, Felix, Baim dan Sam yang masuk bersama bibi Minah.
"Sedang apa kemari?" tanya Felix pada Mike.
"Kita akan tahu, nantinya" jawab Mike.
Mike menatap mereka tajam, begini juga dengan Renaldo dari tempatnya berdiri dia menatap tajam ke arah tiga orang yang baru datang ke rumahnya.
Renaldo langsung menghampiri putranya yang berdiri sambil memandang tiga orang itu.
"Son, biar papa yang akan menghampiri mereka" ucap Renaldo sambil menepuk pundak putranya.
__ADS_1
****