You'Re My Everything

You'Re My Everything
Mencari bersama


__ADS_3

Mike ingin sekali ketawa melihat bagaimana reaksi Handoko, Venesia dan Samuel setelah mendengar ucapannya.


"Apa kalian ingin meminta bukti dari ku?" tanya Mike dengan menatap tajam mereka bertiga.


"Pa..." Mike memanggil Renaldo yang masih diam saja.


Renaldo langsung mengambil hp nya untuk menelepon seseorang. Renaldo sangat mengerti, kenapa Mike memanggilnya.


"Bawa dia kemari!" setelah mengatakan itu di balik telepon, Renaldo langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tidak butuh waktu yang lama, seseorang pria datang membawa seorang pria yang agak tua datang. Pria itu langsung didorong untuk duduk di hadapan mereka semua.


Handoko dan Samuel sangat terkejut melihat sosok pria yang baru saja duduk di hadapan mereka.


"Tentunya, saya tidak perlu lagi memperkenalkan pria ini dihadapan kalian" ucap Mike.


"Sekarang katakan tuan Samuel dimana putra anda menyembunyikan istri saya? Kalau tidak anda beritahu saya, saya akan membawa kalian ke penjara semuanya" ucap Mike dengan dingin.


"Tunggu dulu. Bang, apa maksudnya? Apa Bian menculik Lusi? Dan tadi dia menyebutkan kalau Abang ingin membunuhnya atas permintaan istri dan Putri ku?" tanya Handoko dengan emosi.


"Tenang dulu, Han. Biar kakak yang jelaskan." Ucap Venesia untuk menenangkan adik iparnya.


"Kami tidak tahu apa benar Bian menculik istrinya atau tidak, kalau tentang tuduhan mereka tentang suami saya yang ingin membunuh istrinya itu tidak benar sama sekali. Ya, kami akui kalau tentang istri mu dan putri mu Sisil meminta pertolongan pada kami untuk membunuh wanita itu memang benar. Tapi mas Sam langsung menolaknya." jelas Venesia pada adik iparnya itu.


Handoko dan yang lainnya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Venesia. Handoko, tidak menyangka kalau istrinya dan putri nya ingin membunuh Lusi. Padahal dia sudah melakukan apa yang diinginkan istrinya untuk tidak berhubungan lagi dengan putri pertamanya.


"Tunggu, Han. Tolong jelaskan dulu pada kami, apa istri anak muda ini adalah putri pertama kamu dari wanita itu?" tanya Venesia dengan penasaran karena dari tadi dia ingin sekali bertanya hal itu, apalagi melihat adik iparnya tampak sangat marah ketika mendengar kalau Lusi diculik oleh putranya.


Handoko tetap diam saja, pikirannya saat ini hanya tertuju pada Lusi. Dia mulai merasa takut kalau masalah penculikan Lusi, istrinya dan putrinya juga terlibat. Kalau mereka ikut, pasti nyawa Lusi sedang dalam bahaya.


Handoko langsung bangkit berdiri, dan langsung berlari keluar dengan wajah penuh emosi. Mike langsung menyuruh dua bodyguardnya untuk mengikuti Handoko dari belakang.


Setelah Handoko pergi, Samuel kembali bertanya kepada mereka siapa Lusi sebenarnya. Dan dia ingin menjelaskan semuanya kepada Mike dan keluarganya tentang tujuan dia sebenarnya datang ke Indonesia.

__ADS_1


"Saya akui kalau sayalah yang membunuh istri pertama dari Handoko dan saya juga lah yang membayar polisi untuk tidak melanjutkan kasus itu dulu. Kalau kalian ingin melaporkan saya, saya sudah siap. Tapi ada yang harus saya jelaskan, saya datang ke Indonesia tidak memiliki niat seperti kalian pikirkan. Saya datang ke Indonesia hanya ingin meminta pengampunan dari putri pertama dari adik ipar saya. Makanya saya menolak apa yang diinginkan adik saya" ucap Samuel.


Semuanya hanya diam saja mendengar ucapan Samuel. Ucapan Samuel sama apa yang dikatakan Venesia tadi pada mereka. Dan apalagi mereka dapat melihat jelas dari matanya Samuel tidak ada kebohongan sama sekali.


"Apakah Lusi istri anda, putri dari adik ipar saya dari istrinya yang pertama?" tanya Samuel dengan wajah sendu.


Kalau benar apa yang dugaannya, dia akan membantu mencari keberadaan putranya itu. Dia tidak ingin putranya melakukan dosa yang besar, seperti dirinya.


"Benar, pak. Lusi istri dari kakak saya adalah anaknya pak Handoko. Kalau benar tujuan bapak ingin meminta maaf pada Lusi, apa bapak bersedia membantu kami mencari keberadaannya?" Miranda yang langsung menjawab pertanyaan Samuel, karena dia dapat melihat kesungguhan hati dari pria tua itu.


"Baik, saya dan istri saya akan membantu kalian." ucap Samuel.


"Baiklah, tuan Samuel. Kami mempercayai anda. Sekarang tolong katakan dimana anak putra anda tinggal. Mungkin saja dia membawa menantu saya ke rumah pribadinya" ucap Renaldo.


"Apa kalian sudah mencari ke apartemennya?" tanya Venesia.


"Anak buah kami sudah pergi ke sana. Tidak ada satupun tanda-tanda orang yang didalam" ucap Richard.


"Rumah pribadi?" cicit Venesia sambil memikirkan sesuatu, karena dia merasa seperti melupakan sesuatu.


Begitu juga dengan Samuel juga tampak berpikir ada yang telah dia lupakan. Dia pernah menyuruh seseorang untuk selalu menjaga putranya dari jauh. Dari orang suruhannya dia bisa mengetahui kalau putranya memiliki beberapa restoran yang sangat besar di beberapa kota besar di Indonesia dan di Singapura. Samuel juga mengetahui kalau putranya terkenal playboy, tapi masih tampak sangat wajar. Karena hubungan Bian bersama wanita yang dikencaninya hanya kencan biasa tidak pernah sekalipun berhubungan ****.


Bian tidak pernah tahu kalau Papanya selalu menyuruh untuk mengawasinya. Bian berpikir kalau orang tuanya tidak mengetahui kalau dia mempunyai usaha sendiri di Indonesia.


Samuel langsung menghubungi seseorang, yang pernah dia tugaskan untuk selalu mengawasi putranya.


"Fer, apa ada yang kamu lupakan sesuatu tentang putra ku? Bagaimana bisa kamu tidak tahu kalau putra ku punya rumah pribadi sendiri dan sudah melakukan kejahatan?" Teriak Samuel dengan emosi.


"Bos, sewaktu saya ingin mengabarinya pada bos, nyonya yang angkat. Jadi saya memberitahu kepada nyonya kalau tuan muda membeli rumah pribadi di desa X. Kalau masalah tentang kejahatannya, saya memang tidak tahu, bos!"


"Sekarang kamu datang kesana, perhatikan apa dia ada disana apa tidak. Dan kirimkan alamatnya sekarang!" Teriak Samuel.


Sebelum mendapatkan jawaban dari orang suruhannya, Samuel langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia langsung menatap Mike yang masih diam memperhatikan dirinya. Dia merasa kalau Mike belum mempercayai dirinya.

__ADS_1


"Sayang


***


Pelan-pelan Lusi mulai membuka matanya dan melihat ada seorang wanita yang tidak asing lagi duduk di sampingnya dengan wajah sendu.


"Cinta" gumam Lusi yang berusaha untuk bangkit duduk.


Cinta langsung membantu Lusi untuk duduk, Ketika Lusi memegang kepalanya.


"Lebih baik kamu tidur saja dulu kalau masih pusing " ucap Cinta dengan lembut.


Lusi tetap memaksakan dirinya untuk duduk. Dia melihat sekelilingnya yang tampak sangat asing dan apalagi ada Cinta di hadapannya.


"Aku dimana?" tanya Lusi dengan suara yang lemah.


"Ini rumah mas Bian. Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Cinta.


Lusi langsung teringat AAP yang terjadi padanya. Saat dia ingin menolong suaminya, seseorang membekap mulutnya dari belakang. Lalu dia teringat dengan ucapan Cinta yang mengatakan kalau dia berada di rumah Bian, matanya langsung membulat menatap Cinta.


"Bian? Apa kamu yakin ini rumah Bian?" tanya Lusi dengan menahan emosinya.


"Ya, Lus." jawab Cinta singkat.


"Brengsek. Dimana dia?" ucap Lusi sambil bangkit dari tempat tidur.


Melihat Lusi ingin keluar dari dalam kamar, Cinta berusaha untuk menahannya dengan menarik tangannya Lusi.


"Sstt. Tenang dulu, Lus. Kamu harus bisa tenang. Kalau dia tahu kamu sudah bangun,.dia pasti akan datang kemari" ucap Cinta.


"Biarkan dia datang. Itu yang aku mau. Aku ingin memberikan dia pelajaran" ucap Lusi.


****

__ADS_1


__ADS_2