You'Re My Everything

You'Re My Everything
Episode 21


__ADS_3

Pelayan hanya gigit jari di belakang melihat majikannya, yang menurut mereka seperti film drama-drama yang di tontonnya. Bedanya ini malah terlihat sangat nyata.


Malam itupun berakhir dengan keromantisan mereka berdua buat.


***


Sampailah di acara honeymoon yang Karin jadwalkan selama sepekan. Mereka pun menuju kepulau yang sudah di sepakati, yaitu pulau cinta. Sesampainya di sana mereka pun sudah di sambut para pelayan, lalu mereka menuju sebuah hotel tempat dimana mereka tinggal selama sepekan untuk berbulan madu, benar saja acara bulan madu Karin memang sudah di siapkan serapi dan sebaik mungkin oleh asistennya itu.


"Cukup baik." Ucap Karin dalam hatinya, terlihat senyum kepuasan di raut wajahnya.


Setelah mereka beristirahat, sore harinya mereka pun ke pantai cinta, menikmati pemandangan pasir yang putih, sambil bermain air dan menikmati pemandangan terbenamnya matahari, menambah keindahan dan keromantisan mereka saat berbulan madu.


Entah sejak kapan Mereka mulai berani dan liar, semakin romantisnya mereka, semakin menantang rasa gairah yang mereka miliki. Karin dan Davied mulai tidak malu berciuman dan berpelukan di pantai itu, serasa dunia milik berdua saja.


Mereka berjalan menyisiri pantai yang di hiasi pasir yang putih, dengan nyanyian ombak yang meraung merdunya, menjadi saksi sumpah janji mereka berdua merangkai kata, tangan yang saling menggenggam menjanjikan cinta mereka abadi selamanya hingga maut memisahkan.


Seolah lupa dengan waktu, mereka masih sibuk di pantai itu, waktu menunjukan pukul tujuh malam, yang artinya waktunya mereka makan malam. Akhirnya Karin dan Davied pun kembali ke tempat tinggal mereka, dan bersiap-siap untuk berkencan, makan malam bersama.


Karin sudah bersiap memakai gaun yang sudah di sediakan sebelumnya begitu pula dengan Davied. Terlihat Davied sedang berduduk menunggu kedatangan Karin, Karin terpesona melihat pemandangan yang begitu memukau, hanya ada mereka berdua di tempat itu, sekeliling mereka tampak lilin-lilin yang bergoyang mengikuti alunan musik romantis, lilin itu hidup melingkari tempat makan mereka, dengan bentuk seperti hati, seperti insan yang saling melengkapi.


Mereka pun makan malam dengan sejuta keromantisan, di tambah sedikit minuman beralkohol, membuat mereka sedikit bergairah dengan suasana malam itu, mereka pun menari dan berdansa bersama.


Di awal dansa Karin nampak sangat cantik di tambah cahaya lilin yang menyinarinya, terlihat saat itu Karin mulai merasakan hawa panas di tubuhnya. Menyadari hal itu lalu Davied memutuskan untuk kembali ke tempat istirahat mereka.


Kamar itu pun juga di penuhi hiasan bunga-bunga yang indah dan aroma wangi yang menggoda, menambah malam itu semakin panas. Mulanya Davied memeluk Karin, lalu dia memberikan sedikit bumbu kecupan hangat.


"Apakah istriku sudah siap?, jika kita memulainya maka jangan menghalanginya dan tahanlah sedikit," ucap Davied sambil menciumi ceruk leher Karin.


Karin hanya terdiam merasakan sentuhan itu, lalu mengangguk mengiyakan ucapan Davied. Mengingat hal ini adalah hal pertama bagi mereka, Davied juga meminta kepastian dan persetujuan dari Karin.


"Aku akan melakukannya dengan pelan, kau jangan takut." Ucap Davied lagi


Lagi-lagi Karin hanya terdiam mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"WARNING"


Davied pun mulai mendekati Karin, mulanya Davied membelai anak rambut yang menutupi wajah Karin, lalu Davied mulai menciumi Karin dengan lembut, Jari jemari Davied mulai menggerayangi setiap inci lekuk tubuh Karin, lalu menggerayang di area sensitifnya. Merasakan hal itu Karin hanya sedikit mengeluarkan suara yang berat dan desahan.


Melihat wajah Karin yang di sinari lilin di remang-remang kamarnya, semakin menambah luapan gairah yang semakin membara.


Karena suara desahan dan juga rasa yang menggebu, Davied kembali melanjutkan aktivitasnya, Karin membalas perlakuan Davied, lalu Karin melingkarkan kedua tangannya di leher Davied, menciumi Davied hingga bertukar salavinanya.Davied juga masih menciumi Karin lalu berlanjut kiss marks memberikan tanda-tanda kepemilikannya. Seolah tidak mengenal lelahnya, masih bersahut desahan mereka. Davied menuntun Karin Ke tempat tidur dan membaringkannya, tanpa mereka sadari pakaian mereka yang sudah berserakan di lantai kesana kemari.


Akhirnya Karin mulai nampak menggelinjang tanda dia sudah mendapatkan pelepasannya, melihat itu Davied masih melanjutkan permainannya malam itu, dengan sedikit hentakan Davied masih melanjutkan senam malamnya, dan akhirnya mereka pun melepaskan kalimaks secara bersamaan.


Terlihat tetesan keringat membasahi pelipis mereka, Davied pun membelainya lalu mengecup Karin dengan lembut dan mengucapkan.


"Terimakasih istriku, kau adalah kebahagianku, terimakasih sudah memberikan segalanya untukku, kau adalah segalanya bagiku," ucap Davied sambil berbaring di samping Karin, melepaskan lelahnya dan terlelap sambil berpeluk mesra.


***


Keesokan harinya Karin nampak terbangun kesiangan, Davied sudah terlihat cerah seperti biasanya, Davied memaklumi hal itu, Davied juga berinsiatif membuatkan sarapan untuk Karin kali ini.


Saat Karin terbangun yang di rasakan Karin saat itu hanya perih di area sensitifnya, lalu karin miringis mengeluh sakit.


Walau terlihat jelas raut wajah Karin terlihat riang, tetapi tidak dapat menutupi nyilu yang di rasanya.


Davied pun datang membawa nampan berisi sarapan yang di buatnya, melihat itu karin tersenyum malu, wajahnya berubah merona.


"Istriku selamat pagi," ucap Davied lalu mengecupnya lembut, dan menaruh nampan itu disisi tempat tidur mereka.


Karin membalas kecupan itu lalu melingkarkan tangannya.


"Makasih my Abi, aku sangat beruntung memilikimu, kau yang terbaik." Ucap Karin.


Davied nampak tersenyum memamerkan senyum cerahnya.


"Apakah kau ingin makan, jangan lupa cuci wajahmu." Davied mengingatkan.

__ADS_1


Karin pun hendak bergegas, turun dari tempat tidurnya itu.


"Aduh...!! ringis Karin."


"Hati-hati istriku, biar ku bantu kau pasti merasakannya bukan, maafkan aku." Davied bersuara sedikit sesal.


"Sudahlah, ini kodrat seorang wanita bukan." Jawab Karin enteng, sambil tersenyum manja.


Hal pertama yang di rasakan dan di lihat Davied adalah senyum menawan manjanya Karin yang mampu menggoda naluri Davied sebagai lelaki normal.


***


Saat Davied dan Karin Honeymoon, Urusan kantor yang di kerjakan Stevani dan sekertasinya Wenwei tentunya berjalan dengan baik.


Terlebih saat mereka tidak berada di tempat masih asik dengan dunianya, masing-masing keluarga baik dari Pandawa dan Montana sangat antusias mendoakan agar mereka cepat di berikan keturunan.


Kebahagian itu sangat terlihat dari dua belah pihak, nyatanya Karin sudah menerima Davied sebagai mana mestinya, begitu pula dengan sebaliknya. Margaret adalah saksi cinta mereka berdua saat pertama kali menikah. Sebagai tetua hanya menginginkan yang terbaik untuk putra dan putri sulung mereka, dan akhirnya berakhir indah sampai saat datang hari ini.


Keduanya pun nampak berbahagia menikmati bulan madu selama sepekan terakhir.


____________


Author : "Cinta itu Anugrah dari tuhan,


tanpa kita sadari rasa itu akan datang dengan berjalannya waktu,


Cinta itu akan hadir Karena perhatian dan pengertian, kesabaran dan kesetiaan....


Cinta adalah Lambang kasih sayang.


bermodal kan kasih akan tumbuh sayang, lalu sayang akan tumbuh perhatian lalu tumbuh bening-benih cinta"😋😋😋😋😍


 

__ADS_1


WeiRdy


 


__ADS_2