
Seperti yang sudah disepakati Mike dan Lusi, saat berada di kantor mereka seperti biasa saja. Hari ini Mike memutuskan untuk pergi ke kantor bersama Renaldo karena, mobil papanya sedang dibawa ke bengkel. Akhirnya Lusi pun pergi kerja sendiri dengan naik mobil sendiri.
Saat Lusi menunggu menunggu lift, Bian menghampiri Lusi dengan tajam.
"Pagi pak Bian" sapa Lusi dengan lembut.
Bian hanya menatap tajam ke Lusi, Lusi sangat bingung dengan tatapan Bian yang tajam padanya. Lusi tidak memperdulikannya karena menurutnya tidak terlalu penting.
Mereka bersamaan masuk kedalam lift, tak ada satupun yang ada pembicaraan antara mereka. Bian, lah yang lebih dulu keluar sedangkan Lusi menuju lantai paling atas.
Saat Lusi sampai di mejanya dia langsung masuk ke ruangan Mike. Dia tidak mendapati Mike didalam. Karena Mike belum datang Lusi merapikan ruangan Mike. Saat dia asik membersihkan meja Mike, Lusi sangat terkejut dua tangan yang kekar melingkar di perutnya.
Tapi Lusi sangat mengenal aroma parfum tubuh orang tersebut.
"Kak Mike" ucap Lusi sambil memukul-mukul lengan yang melingkar di pinggangnya.
"Kenapa kamu bisa tahu kalau aku?" tanya Mike yang menyandarkan dagunya di pundak Lusi.
Lusi langsung memutarkan tubuhnya sehingga mereka bisa saling berhadapan dan tersenyum mendengar pertanyaan Mike padanya. Lusi melingkar tangannya di pinggang Mike juga.
"Tentu saja aku tahu, kak. Aku sudah sangat mengenal parfum yang kamu pakai setiap hari" ucap Lusi sambil memeluk Mike.
Mendengar jawaban Lusi membuat hatinya Mike sangat senang dan itu berarti Lusi sudah sangat mengenal tentang dirinya. Mike langsung menarik Lusi kedalam pelukannya.
"Lepaskan kak, ingat janji kakak kalau di kantor kita harus bersikap seperti biasa" ucap Lusi yang merasa kuatir karena orang akan melihat mereka berpelukan.
"Tidak akan ada yang melihatnya sayang! Aku sudah sangat kangen dengan mu" ucap Mike, Mike mencium puncak kepala Lusi.
tok...tok...
"Kak lepas, ada yang datang" ucap Lusi sambil menarik Mike untuk melepaskan pelukannya.
"Siapa sih yang menggangu" ucap Mike dengan kesal. Lusi hanya geleng-geleng kepala saja dengan tersenyum melihat Mike yang sangat penting kesal.
Mike langsung duduk ke kursinya, Sedangkan Lusi memilih melakukan kembali tugasnya.
__ADS_1
"Masuk" perintah Mike dengan yang masih tampak sangat kesal.
"Permisi pak, saya ingin menyampaikan laporan tentang kerja sama kita dengan PT Kraya" ucap Baim saat dia sudah masuk kedalam.
Mendengar nama PT Kraya Lusi langsung menghentikan kegiatannya, dia langsung memandang Mike.
"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Mike.
Dimalam kejadian kemarin itu, Mike sudah memerintahkan Baim untuk mempersiapkan berkas-berkas untuk pemutusan kontrak dengan PT Kraya. Mike juga sudah mempersiapkan pengacaranya untuk melawan PT Kraya kalau mereka menuntut pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
"Sudah, pak. Dan saya mendengar dari orang suruhan kita, kalau mereka akan sedang dalam perjalanan ke mari pak" ucap Baim.
"Baiklah. Siapkan semuanya, jika mereka datang suruh mereka langsung naik saja. Dan bagaimana dengan penyelidikan yang saya suruh kamu?" tanya Mike lagi.
"Sudah, pak. Benar pak, kecelakaan itu sudah seperti yang direncanakan. Apalagi polisi yang menangani kasus itu memilih pensiun dini. Dan dia tidak lagi tinggal di Indonesia, dia sudah membuka usaha di Singapura" ucap Baim.
"Ya, sudah aku mau satu Minggu ini hasilnya sudah ada" ucap Mike.
"Baik, pak. Saya permisi pak" ucap Baim. Mike langsung mengangguk kepalanya. Baim juga memberikan hormat pada Lusi, juga.
Setelah Baim keluar, Lusi langsung mendekati Mike dengan tatapan tajam. Dia butuh penjelasan dari Mike saat ini. Dia juga ingin mengetahui kecelakaan apa yang sedang diselidiki Mike saat ini.
"Aku tahu kamu pasti ingin tahu apa yang sedang kami bicarakan, kan?" tanya Mike pada Lusi. Lusi pun langsung mengangguk kepalanya.
Mike langsung menepuk pahanya, tentu saja Lusi mengerti apa yang ingin diinginkan Mike.
Dengan terpaksa Lusi mengikuti apa yang diinginkan Mike, karena dia memiliki rasa penasaran.
Kini Lusi duduk di atas pangkuannya dan kedua tangannya Lusi sudah melingkar di lehernya. Mike merasa sangat senang karena Lusi mau mengikuti keinginannya. Meskipun Mike sangat tahu kalau Lusi terpaksa, tapi dia tidak mempermasalahkannya karena dia bisa menyalurkan kerinduannya pada Lusi.
"Aku dan papa sudah sepakat untuk memutuskan kontrak dengan mereka" ucap Mike.
Lusi sangat terkejut mendengarnya, walaupun di acara kemarin dia mendengar itu, Lusi hanya berpikir gertakan saja.
"Kenapa? Bukankah hasil desain mereka sangat cocok dengan keinginan kita kak?"
__ADS_1
"Iya. Tapi, seperti yang kamu tahu papa sangat tidak suka dengan perbuatan mereka pada mu. Apalagi papa melihat bagaimana pak Handoko memperlakukan kamu seperti orang asing, padahal kamu adalah anak kandungnya" ucap Mike.
"Tapi, apa kakak dan Om sangat yakin kalau dia adalah papaku? Atau hanya karena wajahnya sangat mirip dengan foto papa ku?" tanya Lusi dengan penasaran, karena Mike dan keluarganya Mike sangat mempercayai dirinya.
"Awalnya kami tidak terlalu percaya, tapi karena bukti kecelakaan itu ada yang janggal dan foto-foto yang kami temukan membuat kami percaya kalau dia adalah papa kamu. Kami juga sudah mempersiapkan bukti yang kuat kalau dia adalah papa kamu." ucap Mike.
"Tunggu, apa maksud kakak kalau kecelakaan itu ada yang janggal?" Lusi mengkerut kan keningnya.
"Apa kamu ingat terakhir kepergian papa kamu dan mama ku sebelum kecelakaan itu?" tanya Mike dengan menatap Lusi.
"Mereka awalnya sempat bertengkar dikamar. Tapi aku tidak tahu apa yang mereka perdebatkan. Saat aku mengintip aku melihat wajah mama yang seperti orang sedang menangis. Aku yang masih terlalu kecil tidak mengerti apa masalah mereka" ucap Lusi sambil mengingat bagaimana mamanya yang duduk ditepi tempat tidur sambil menghapus air matanya.
"Baiklah aku akan memberi tahu rahasia, tapi aku harap kamu tidak langsung gegabah" ucap Mike dengan serius.
"Baiklah, aku tidak akan gegabah" jawab Lusi dengan serius.
"Sepertinya kecelakaan yang menimpa mama kamu adalah kecelakaan yang sudah direncanakan" ucap Mike.
Mendengar itu membuat Lusi sangat terkejut, dan dia menatap mata Mike berharap ada kebohongan dengan apa yang dikatakan Mike padanya.
"Aku tahu kamu pasti berharap kalau aku salah. Maka karena itu aku mengatakan kamu jangan bertindak gegabah dulu, karena aku masih melakukan penyelidikan" ucap Mike.
Mike langsung menarik Lusi kedalam pelukannya, dia ingin menyalurkan kekuatan-kekuatan pada Lusi. Lusi hanya diam saja dalam pelukan Mike. Dia sangat takut kalau apa yang dikatakan Mike adalah kenyataan.
***
Sisil bersama Handoko datang ke hotel dengan penuh kekesalan.
"Saya ingin bertemu dengan atasan kalian" ucap Handoko dengan menahan emosi.
"Maaf pak! Apa bapak sudah punya janji?" tanya sala satu resepsionis hotel itu.
"Om Handoko, Sisil" sapa Bian.
Bian sangat terkejut melihat om dan sepupunya datang. Apalagi dia melihat tatapan dari om nya yang seperti lagi menahan amarahnya.
__ADS_1
****