You'Re My Everything

You'Re My Everything
Ke Bandara


__ADS_3

Kini saat matahari terbit sepasang suami istri yang baru saja sah itu masih tampak tidur dengan saling berpelukan. Tidak ada satupun dari antara mereka yang seperti ingin bangun.


tok tok tok tok


Lusi yang mendengar suara ketukan pintu kamar mereka, pelan-pelan membuka matanya. Saat dia membuka matanya dia melihat wajah suaminya yang masih tampak memejamkan mata, dan kedua bibirnya membentuk senyum manisnya. Dia ingin sekali menyentuh wajah suaminya yang sangat tampan baginya itu, tapi langsung diurungkannya karena mendengar suara ketukan pintu kamar mereka lagi.


tok tok tok tok


Lusi pelan-pelan melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Mike dari tubuhnya, dia tidak ingin membuat Mike terbangun. Setelah terlepas dari pelukan Mike, Lusi langsung bangkit berdiri.


"Pak Baim" gumam Lusi saat membuka pintu ternyata yang datang adalah Baim, asisten Mike. Lusi juga melihat Baim membawa paper bag.


"Non, saya ingin sampaikan semuanya sudah siap. Apa mau berangkat sekarang?" tanya Baim. Mendengar itu Lusi langsung mengkerutkan keningnya.


Lusi tidak mengerti dengan ucapan Baim, dia tidak langsung menjawab asisten suaminya itu.


"Maaf pak, tunggu sebentar ya" ucap Lusi sebelum meninggalkan Baim yang masih berdiri diluar. Baim hanya mengangguk kepalanya saja.


"Kak, ayok bangun. Pak Baim ada diluar" ucap Lusi sambil menggoyangkan tubuh Mike.


Mike langsung membuka matanya pelan-pelan. Mike langsung tersenyum melihat istrinya duduk disampingnya.


"Morning sayang" ucap Mike dengan ciri khas orang bangun tidur. Mike langsung bangkit untuk duduk. Mike melihat bibir ranum istrinya itu, dia sangat ingin merasakan bibir ranum istrinya. Karena selama mereka pacaran, Mike hanya mencium kening dan pipinya Lusi.


Cup...


Mike tiba-tiba langsung mencium Lusi dengan singkat. Tentu saja membuat Lusi sangat malu dan gugup, karena dia belum membersihkan mulutnya.


"Ish.. Apaan sih kak" ucap Lusi pura-pura kesal, karena ingin menghilangkan kegugupannya.


"Hahahaha. Itu morning kiss." ucap Mike dengan tersenyum bahagia.


"Sudah sana. Pak Baim ada diluar." ucap Lusi sambil mendorong Mike menjauh darinya.


Mendengar nama Baik, Mike langsung melihat kearah pintu. Mike langsung mengerti tujuan Baim datang menghampiri nya.


"Baiklah, sayang. Kamu mandi dulu, aku ingin berbicara dengan Baim dulu" ucap Mike.


Lusi hanya mengangguk kepalanya saja. Mike langsung meninggalkan istrinya yang masih duduk di atas tempat tidur. Setelah Mike pergi, Lusi langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


***


Setelah berbicara dengan Baim, Mike langsung masuk kedalam kamarnya sambil membawa paper bag yang dibawa Baim.

__ADS_1


Mike tidak menemukan istrinya dalam kamar, Mike sangat yakin kalau saat ini Lusi pasti masih mandi. Mike memutuskan untuk menunggu istrinya keluar dari dalam kamar mandi, memeriksa informasi yang dikirim Baim padanya.


Baim melihat foto-foto apa saja yang dilakukan Samuel kakak kandung dari Monika setelah pulang ke Indonesia.


Disana dia melihat Samuel pergi ke kantor polisi. Kantor polisi dimana mamanya dan pacar mamanya sedang ditahan.


Mike sangat penasaran siapa yang dijumpai Samuel dalam penjara itu.


"Kak, mandilah! Aku sudah siapkan air hangat untuk kakak" ucap Lusi sambil menghampiri Mike yang masih fokus dengan gawainya.


Mendengar suara Lusi, Mike langsung mematikan gawainya. Dia melihat istrinya masih memakai bathrobednya. Mike langsung memberikan paper bag yang ada disampingnya pada Lusi.


"Sayang baju untuk mu. Kamu pakai ini, saja" ucap Mike pada Lusi.


Lusi langsung mengambil paper bag dan melihat dress panjang. Lusi langsung memeluk suaminya itu.


"Thanks kak. Tahu aja kalo aku tidak memiliki baju yang lain" ucap Lusi dengan bahagia. Setelah mengucapkan kata terimakasih, Lusi langsung melepaskan pelukannya.


"Oh ya kak, apa maksud pak Baim? Katanya semuanya sudah siap" ucap Lusi.


"Oh, itu. Aku menyuruhnya untuk mempersiapkan pesawat pribadi milik papa" ucap Mike dengan merapikan rambut Lusi yang agak berantakan.


"Pesawat? Untuk apa?"


"Aku kira kita akan berangkat nanti sore. Berarti kita tidak pulang dulu?"


"Tidak. Kita langsung berangkat ke bandara dari sini"


"Tapi, baju ku?"


"Tenang saja, Anda sudah mempersiapkan semuanya. Kita akan bertemu dengan mereka di bandara. Sekarang aku mandi dulu. Kamu siap-siaplah" ucap Mike.


Setelah mengatakan itu, Mike langsung pergi ke kamar mandi. Sedangkan Lusi langsung memakaikan bajunya.


***


Mike dan Lusi yang sudah bersiap-siap untuk meninggalkan hotel. Disaat mereka setelah sampai di lobby hotel, seluruh pegawai memberikan hormat pada mereka sekaligus memperhatikan Lusi, yang dari tadi tangganya di genggaman Mike.


Lusi sangat yakin para pegawai itu pasti memperhatikan dirinya dan membicarakan tentang dirinya. Tapi, namanya juga Lusi. Lusi sangat cuek dengan orang-orang yang membicarakan tentang dirinya.


Baim melihat Mike dan Lusi berjalan kearah, Baim dengan lihainya dia langsung membuka pintu untuk mereka.


Sesampainya di depan mobil, saat Baim ingin membuka pintu untuk atasannya, Mike langsung menatapnya. Baim yang sangat mengerti tatapan Mike, langsung menghentikannya.

__ADS_1


Mike memilih dia sendiri yang membuka pintu mobil untuk Lusi.


"Masuklah sayang" ucap Mike setelah membuka pintu untuk Lusi.


Lusi hanya menampilkan senyum manisnya, karena dia merasa terharu Mike memperlakukan dirinya sangat baik.


Selama dalam perjalanan ke bandara, Mike selalu menggenggam tangan Lusi. Sedangkan Lusi memilih untuk menyandarkan kepalanya di bahu Mike.


***


Setelah menempuh perjalanan satu setengah jam menuju bandara, akhirnya mereka sampai. Mike Langsung membawa Lusi untuk bertemu dengan keluarganya lebih dulu sebelum berangkat.


"Akhirnya kalian datang juga" celetuk Felix kepada Mike dan Lusi saat berada di depan mereka.


Lusi dan Mike langsung mencium tangan Renaldo, Jhonson, Geral dan Mesya sebagai tanda hormat mereka kepada orang yang lebih tua.


"Kakak ipar, apa kamu tidak akan memeluk ku?" goda Miranda pada Lusi.


"Jangan panggil aku kakak ipar. Geli aku mendengarnya" ucap Lusi sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sahabatnya itu yang sudah menjadi adik iparnya.


Semuanya pada ketawa mendengar protes dari Lusi pada Miranda. Setelah memeluk Miranda, Lusi memeluk Dina, sahabatnya.


"Baiklah. Son saat kalian pulang nanti, kalian harus sudah membawa kabar baik untuk kami" ucap Jhonson pada Mike.


"Hahaha. Tenang saja, pa. Kami akan bekerja keras membuat cucu untuk papa" ucap Mike dengan melirik Lusi.


Lusi yang mendengar ucapan Mike sangat frontal membuat dirinya sangat malu. Apalagi Dina dan Miranda yang berada di samping kiri dan kanannya langsung menggoda dirinya.


"Lus, kami ingin kami memberikan kado yang sangat indah untuk mu. Kami sudah letak didalam koper mu. Kami yakin kamu pasti akan menyukainya. Karena sangat cocok untuk kamu pakai saat bulan madu nanti" ucap Miranda dengan senyum penuh arti.


"Thanks ya. Kalian sahabat yang baik" ucap Lusi sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


"Ingat kalian jangan lama-lama Bula madunya. Dua Minggu lagi pernikahan ku. Aku tidak mau tahu kamu harus ada" ucap Dina menginginkan sahabatnya itu.


"Ia, bawel" ucap Lusi.


***


Setelah berpamitan dengan keluarganya, mereka langsung pergi untuk naik pesawat yang dari tadi sudah menunggu mereka.


Untuk kali ini, Baim tidak diperkenankan untuk ikut. Karena dia harus membantu Renaldo mengurus perusahaan, tapi Mike tetap membawa Bodyguard. Dia tidak ada kelalaian saat mereka bulan madunya.


****

__ADS_1


__ADS_2