You'Re My Everything

You'Re My Everything
Kurang Ajar


__ADS_3

"Baby..." bisik Noah pada Belin yang masih tertidur pulas disampingnya, sementara Noah belum juga bisa tidur, padahal sudah kerjai istrinya beberapa kali, rencana kunjungi Opa dan Oma pun belum terealisasi, karena mereka terlalu sibuk di kamar, sesekali hanya keluar keliling kota sebentar setelahnya kembali lagi ke kamar. Noah masih belum mau ke rumah Opa dan Oma karena kalau sudah disana Noah pasti malas keluar rumah.


Saat ini Noah tidak mendapati tanggapan dari Belin yang kelelahan, tampak nyaman memeluk guling, istrinya tetap tidak sadar ketika wajahnya di ciumi sang suami beberapa kali.


"Bey..." Noah mulai merengek seperti bocah, ia kesepian karena sudah ditinggal tidur. Mulai mendusel-dusel di ketika Belin.


"Hmm..." Belin terbangun karena efek Noah yang mendusel-duseli di tubuhnya.


"Kenapa?" tanya Belin dengan suara seraknya, sambil pejamkan mata ia usap-usap pucuk kepala Noah.


"Belum ngantuk, aku sepi." kata Noah mengadu.


"Sudah malam sayang, bobo." kata Belin seperti perlakukan C's saat menginap dirumahnya. Noah terkekeh diperlakukan seperti anak kecil. Belin menepuk bahu suaminya pelan berulang kali.


"Banguuun baby" Noah goyangkan badan istrinya.


"Noah..." gantian Belin yang merengek, tidurnya terganggu.


"Tidur terus." gerutu Noah, keningnya berkerut.


"Ini sudah malam." jawab Belin.


"Di Jakarta sudah pagi, aku tidak bisa tidur baby." Belin menghembuskan nafas kasar, ini bukan pertama kali suaminya mengganggu tidurnya selama di Italy.


"Mau apa sih? ML?" tanya Belin to the point. Cuma itu yang bisa bikin suaminya diam dan setelahnya tidur pulas seperti kemarin-kemarin.


"Kamu mau?" tanya Noah nyengir, seperti anak kecil yang ditawari permen.


"Terserah kamu, kalau bisa bikin kamu tidur, ayo." jawab Belin menggaruk pipinya.


"Kamu tidak capek baby?" yah basa-basi padahal mau, Belin terkikik geli.


"Jangan basa-basi, nanti kalau aku bilang capek bagaimana? tanya Belin bantu suaminya lepaskan kancing piyama.


"Hehehe, jangan dong." langsung gerak cepat dan beraksi kemudian terjadilah yang Noah inginkan, untung saja istrinya sangat pengertian dan tidak pernah mengeluh, bikin Noah tambah betah saja berlama-lama di hotel.


Ditengah aktifitas ranjang handphone Noah berdering,


"Shhh siap yang telephone tengah malam?" gerutu Noah, konsentrasinya terganggu.


"Angkat." Belin berusaha bergerak ambilkan handphone Noah di Nakas.


"Baby jangan gerak-gerak." Noah menahan tangan istrinya dan kembali lanjutkan aktifitasnya, abaikan handphonenya yang terus saja berdering. Belin pun kembali menikmati perlakuan suaminya, selanjutnya ******* dan teriakan Belin diiringi musik yang keluar dari handphone Noah.


"Thank you baby, aku baru tahu honeymoon seenak ini." Belin terkikik geli mendengar ucapan suaminya yang terus kecupi bibirnya setelah aktifitas mereka selesai.


"Honeymoon saja terus kalau begitu, Kamu tidak mau angkat telepon? berisik sekali dari tadi." Belin tunjuk handphone suaminya.

__ADS_1


"Ini sudah malam bey, mengganggu saja sudah tahu kita lagi honeymoon." Noah gelengkan kepalanya.


"Di Jakarta pagi, siapa tahu penting." desak Belin karena private number terus saja hubungi suaminya.


"Awas saja kalau Denis yang telepon, potong gaji nanti." ancam Noah monyongkan bibirnya tapi ikuti kemauan istrinya menjawab telepon.


"Ha..."


"Dasar cucu kurang ajari!" ups Noah langsung julurkan lidahnya, suara Opanya terdengar sangat marah.


"Astaghfirullah Opa, jam berapa ini, kenapa belum tidur?" tanya Noah lembut sambil senyum-senyum, walaupun Opa tidak melihat.


"Sudah berapa hari di Italy tidak sampai-sampai kamu, nyangkut dimana?" tanya Opa masih galak.


"Iya istirahat dulu di hotel Opa, besok pagi Noah kesana." janji Noah pada Opanya.


"Punya Opa dan Oma disini malah menginap di hotel, betul-betul kamu Noah, bikin Opa dan Oma tidak bisa tidur." masih saja marah.


"Iya maaf Opa, Noah takut Opa dan Oma terganggu karena kami lumayan berisik." Belin langsung mencubit perut suaminya.


"Memangnya kalian ngapain sampai kami terganggu?" tanya Opanya Noah.


"Ya kan pengantin baru, aduuuh." Noah kembali mendapat cubitan diperut dari istri tercinta.


"Kenapa?" tanya Opa mendengar Noah kesakitan.


"Bagus Belin, jewer juga telinganya." kata Opa semangat, tapi Belin tidak mendengar.


"Ih Opa mana boleh begitu." dengus Noah.


"Jadi kamu mau ke rumah Opa apa tidak?" tanya Opa.


"Mau lah, besok ya."


"Tidak usah, sudah tidak terima cucu kurang ajar." merajuk si Opa.


"Ih Opa jangan begitu lah, besok betul kok Noah sama Belin kesana." bujuk Noah pada Opanya.


"Oma sudah tidak tidur tiga hari." kata Opa kesal.


"Karena menunggu Noah?" tanya Noah merasa bersalah.


"Bukan, menunggu Belin." jawab Opa.


"Ya sudah besok Belin saja sendiri yang kesana." dasar Noah malah sok-sok an merajuk.


"Oke, besok biar Opa jemput Belin ke hotel, kamu tidak usah ikut." cucu sama Opa sama saja kelakuannya.

__ADS_1


"Enak saja Opa."


"Memang enak, kamu tidak tepat janji sih."


"Iya maaf Opa, Noah keenakan di hotel." Noah menjelaskan sambil cengengesan.


"Makanya dari dulu disuruh menikah tidak mau sih, terlambat kan merasakan enaknya." Noah jadi terbahak karena Opa.


"Ya sudah besok Noah sama Belin kesana, Opa tetap mau jemput kita?" tanya Noah.


"Kita? Belin bukan kita." dengus Opa.


"Ish Opa kejam."


"Lebih kejam kamu, orang tua sampai semutan menunggu kamu."


"Maaf ya Opa, sekarang deh Noah sama Belin kesana." kata Noah akhirnya.


"Nah tau diri juga kamu." masih sinis.


"Opaaa jangan marah terus nanti tensi Opa naik loh."


"Sudah Noah, Dari tiga hari lalu tensi Opa sudah naik kamu bikin."


"Iya iya, Noah mandi dulu, kesana malam ini juga." kata Noah akhiri sambungan teleponnya bersama Opa.


"Kita kesana sekarang?" tanya Belin.


"Iya, kalau tidak sekarang, bisa sakit telinga kita dengar Opa dan Oma ngoceh." Noah segera beranjak menuju kamar mandi.


"Baby, ayo." teriak Noah yang belum menutup pintu kamar mandi.


"Kamu duluan." kata Belin yang masih gegoleran.


"Lama baby, ayo sekalian." teriak Noah lagi. Belin meringis, suaminya kalau sudah bilang A sepertinya harus ikut A. Ia segera menyusul Noah yang sudah membuka bajunya dan diguyur air shower.


"I'm coming." Belin tersenyum dan memeluk suaminya dari belakang.


"Buka bajunya." perintah Noah sambil sibuk sabuni dirinya. Belin ikuti arahan Noah.


"Ini mandi beneran loh." kata Noah pada Belin yang pandangi suaminya sambil mencebik.


"Beneran baby, kita ditunggu Opa." kata Noah menarik Belin agar ikut diguyur Shower.


"Iya." jawab Belin mulai sibuk bersihkan diri.


"Tapi bisa kali sebentar." dasar Noah mulai tergoda Iman. Sekali lagi Noah mendapat tabokan dibahunya. Dasar Noah

__ADS_1


__ADS_2