
Setelah kakek dan neneknya kembali ke kamar, Felix langsung menatap Renaldo karena ada yang ingin dia sampaikan berhubungan dengan kebebasannya Mira dan Sandi.
"Pa, maaf aku ingin meminta pendapat kalian saat ini" ucap Felix sambil menatap keluarganya dan para sahabatnya yang masih ada di ruang tamu dikediaman mertuanya.
"Apa itu, Fel?" tanya Renaldo.
"Apa perlu untuk saat ini Miranda harus kita carikan tempat yang aman lebih dulu? Seperti yang kalian tahu kalau Tante Mira dan pria itu telah bebas" ucap Felix.
"Tunggu apa maksudnya?" Tanya Mike yang belum mengetahui kalau mamanya telah bebas dari penjara.
"Son, mama kamu beberapa hari yang lalu telah bebas" ucap Renaldo menjelaskan.
"Bebas? Siapa yang bebaskan? Kenapa bisa?"
"Ada yang memberikan jaminan yang besar pada mereka"
"Jadi, apa papa tahu siapa yang membebaskan mereka?"
"Maaf, sayalah yang membebaskan mereka" ucap Samuel yang berjalan dengan dibantu istrinya dan Sam.
Mike dan yang lainnya langsung menatap kearah Samuel yang berjalan mendekat kearah mereka.
"Sam untuk apa kamu bawa mereka kemari? Melihat wajah mereka, membuat ku sangat muak." ucap Mike dengan kesal melihat Samuel.
"Dia memohon kepada saya tuan, dia ingin bertanya tentang anak dari wanita yang tuan tunjukkan padanya" ucap Sam.
Tok....tok...
Mereka semua langsung melihat kearah pintu dan melihat yang datang adalah orang yang mereka tunggu, Baim bersama Handoko.
"Bang Sam" gumam Handoko dengan terkejut.
Handoko langsung menghampiri Samuel yang berdiri dengan dibantu Venesia. Dia terkejut melihat Abang iparnya saat ini babak belur.
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini?" tanya Handoko dengan emosi.
"Saya yang melakukannya tuan Handoko. Apa yang ingin kamu lakukan pada saya?" ucap Mike dengan menantang Handoko.
Handoko ingin sekali menghajar Mike karena membuat Abang iparnya seperti itu. Kalau istrinya mengetahui ini tentu saja membuat istrinya jadi sedih.
"Han, tolong kamu bantu mas Sam untuk duduk dulu" ucap Venesia dengan tenang.
Handoko langsung membantu kakak iparnya untuk duduk di kursi yang kosong. Dia sangat bingung kenapa kakak iparnya ada dirumah menantunya. Setelah membantu Samuel duduk dia mencari keberadaan Lusi, karena sepanjang perjalanan dia memang sangat merindukan putrinya itu.
"Baim, kenapa hanya dia yang kamu bawa?" tanya Renaldo dengan Baim, karena tidak sesuai dengan perintahnya.
"Maaf pak! Sebenarnya saat saya ingin ke Bogor, tapi dalam perjalanan saya tidak sengaja menyenggol mobil tuan Handoko. Maka karena itu saya langsung membawa tuan Handoko kemari tuan" jelas Baim.
"Dimana istri dan putri mu?" tanya Mike dengan menatap tajam kearah Handoko.
***
Ketika melihat mobil Bian dan tiga mobil yang dibelakang mobil Bian memasuki gerbang rumah, Cinta ingin langsung berlari menghampiri Bian. Tapi, langsung diurungkannya karena melihat Bian keluar dari dalam mobil sambil menggendong seorang wanita yang tidak sadarkan diri.
Cinta terus memperhatikannya, untuk melihat wajah wanita yang ada di gendongan Bian. Cinta sangat terkejut dan hampir jatuh kalau tidak memegang kuat jendelanya.
"Lusi... Jadi mereka berhasil membawanya?" gumam Cinta sambil meneteskan air matanya.
Dia sempat berpikir kalau Bian akan gagal, dan akan ada seseorang yang membantunya untuk keluar. Cinta langsung menghapus air matanya dengan kasar, dia harus melihat kemana Bian akan menyekap Lusi.
Cinta memilih untuk sembunyi di balik pintu kamarnya, karena saat dia ingin keluar dia melihat Bian naik ke atas. Dia melihat wajah Lusi yang tampak sangat pucat saat dalam gendongan Bian, dia merasa kasian melihat Lusi. Ketika melihat Bian mau kearah kamarnya, Cinta langsung menutupinya.
Brugh..
Bian membawa Lusi kedalam kamar Cinta, dia sikap santai ketika melihat bagaimana reaksinya Cinta. Dia malah memberikan senyum manisnya pada Cinta.
"Apa maksudnya mas?" tanya Cinta dengan gugup.
__ADS_1
"Untuk sementara waktu dia akan tinggal di sini. Karena kamar pengantin kami belum selesai." ucap Bian dengan tersenyum.
"Kamar pengantin? Mas, Lusi itu sudah menikah. Kamu sudah gila, ya? Seharusnya kamu itu menikahi aku. Aku sedang hamil anak mu" ucap Cinta emosi.
"Hahaha. Aku tidak peduli dia sudah menikah apa belum. Asalkan kamu tahu, ketika anak itu lahir aku dan Lusi yang akan merawatnya. Tenang saja, aku yakin Lusi pasti bisa menyayanginya. Kamu itu hanya ****** ku saja!" ucap Bian dengan sinis.
"Tidak akan. Aku tidak akan pernah membiarkan anak ku menjadi milik orang lain. Baiklah kamu boleh menikahinya, tapi biarkan aku dan anakku pergi dari sini!" ucap Cinta dengan emosi
Entah kenapa mendengar kalau Cinta ingin pergi dan membawa anaknya, dia merasa enggan. Anak? Bian sangat bingung dengan dirinya sendiri. Karena sejak dia mengetahui kalau Cinta hamil dan mengatakan kalau itu anaknya, Bian tidak menerima anak itu sama sekali. Tapi entah kenapa belakangan ini dia sudah sangat antusias melihat wajah Putranya nanti. Dia juga sudah menyiapkan nama untuk anaknya nanti. Dia juga sudah lebih merasa nyaman dan terbiasa dengan kehadiran Cinta.
"Apa kamu setuju?" tanya Cinta lagi karena Bian hanya diam saja ketika mengatakan kalau dia ingin pergi.
"Tidak akan. Kalian tidak boleh ada yang pergi dari sini. Tugas mu sekarang bertambah, kamu harus bisa membujuknya untuk menandatangani surat perceraian ini dan bujuk dia untuk menikah dengan ku" ucap Bian sebelum dia pergi keluar dari dalam kamar Cinta.
Mendengar hal itu membuat hatinya semakin hancur. Cinta sudah mengambil keputusan dia tidak melakukan tugas yang diberikan Mike padanya untuk saat ini. Dia tidak ingin menghancurkan pernikahan orang lain.
***
Handoko tidak menjawab pertanyaan dari Mike. Karena dia ingin melihat wajah Lusi, putri yang sangat dia rindukan.
"Dimana dia?" tanya Handoko dengan menatap Mike dengan sendu.
"CK... Untuk apa? Apa kamu merindukan putri mu atau anda ingin memberikan pada kakak ipar anda untuk membunuhnya?" tanya Mike dengan dingin, karena dia sangat mengerti siapa yang dimaksud Handoko.
"Membunuh? Putriku?" gumam Handoko, sedangkan Venesia dan Samuel tampak bingung apa yang dimaksud mereka bicarakan.
"Tidak perlu disembunyikan. Saya tahu semuanya. Kalau tuan Samuel lah yang membunuh istri pertama anda, bukan? Karena permintaan istri anda. Dan dia datang ke Indonesia untuk menyelesaikan pekerjaannya untuk membunuhnya karena permintaan istri dan putri anda." ucap Mike dengan dingin.
Mendengar hal itu membuat Handoko terkejut, apa yang selama ini dia sembunyikan Mike bisa mengetahuinya. Begitu juga dengan Venesia dan Samuel juga terkejut. Tapi ada yang mereka bingung kan adalah ucapan terakhir Mike. Putrinya Handoko? Tidak mungkin dia membunuh keponakan yang dia sayangi. Venesia dan Samuel langsung saling menatap karena pikiran mereka langsung ke putri Handoko yang lain.
***
Maaf ya belakang ini update nya lama banget. Karena saya masih lagi sakit... Maaf ya 🙏🙏🙏
__ADS_1