You'Re My Everything

You'Re My Everything
Persiapan pernikahan


__ADS_3

Dina dan Miranda menemani Lusi yang lagi di rias. Mereka sangat bahagia kini melihat sahabatnya akan menikah. Tinggal Dina lah yang belum menikah dari antara mereka tiga.


"Ah, kakak ipar ku cantik banget" goda Miranda pada Lusi yang akan sebentar lagi kakak iparnya.


"Kakak ipar? Aku tidak mau kamu panggil aku kakak ipar. Rasanya sangat geli aku mendengarnya" ucap Lusi dengan kesal.


"Hahaha" Dina dan Miranda ketawa karena melihat Lusi yang kesal.


"Wah... Pasti calon suami nona terpesona dengan kecantikannya, non" puji penata rias Lusi setelah menyelesaikan pekerjaannya untuk merias Lusi yang memakan waktu yang lama.


***


Kini Mike sudah tampak rapi, dengan gagahnya dia keluar dari dalam kamarnya. Dia menghampiri papanya, Kakek dan neneknya yang sudah menunggunya.


"Wah, kamu sangat ganteng seperti papa son!" puji Renaldo ketika melihat putranya datang menghampiri dirinya.


Mendengar pujian papanya, Mike hanya tersenyum saja.


"Apa kita sudah bisa berangkat?" tanya Mike pada papanya.


"Hahaha" Renaldo, Kakek dan neneknya langsung ketawa mendengarnya pertanyaan Mike.


"Pa, sepertinya dia sudah tidak sabar bertemu dengan calon istrinya" ledek Renaldo.


"Benar, nak. Dia mengingatkan papa dengan mu dulu" ucap kakeknya Mike sambil menepuk pundak Renaldo.


Mendengar ucapan papanya membuat Renaldo dengan wanita yang sangat dicintainya dan yang telah disakitinya karena penghianatan yang dibuatnya.


Mike yang sudah sangat mengenal papanya, langsung merangkul papanya.


"Ya, ampun kek. Namanya aku putra papa, pastinya aku mirip dengan papa" ucap Mike untuk mengembalikan senyum papanya.


"Hahaha. Kamu benar, son" ucap Renaldo dengan tersenyum karena mendengar ucapan Mike putranya. Mike sangat senang melihat papanya kembali tersenyum.

__ADS_1


***


Acara pernikahan Mike dan Lusi digelar di hotel milik keluarga Mike sendiri. Para pegawai tidak ada yang tahu gedung ballroom hotel mereka akan dipakai untuk pernikahan Lusi dan Mike.


Mereka hanya tau kalau gedung itu disewa, beberapa pegawai hotel diperintahkan Mike untuk ikut memantau saat gedung itu didekorasi. Tapi yang membuat mereka sangat terkejut adalah dua hari yang lalu Miranda, Dina, Veby dan Mesya ada didalam hotel. Mereka melihat kalau para wanita itu yang mengatur dekorasi semuanya.


Mereka semua pada bertanya-tanya kenapa putri dan nyonya besar pemilik hotel tempat mereka bekerja ikut campur dalam dekorasi pelaminan yang akan dipakai. Tapi tidak ada satupun yang berani bertanya pada mereka, kenapa mereka ikut campur. Sehingga para pegawai hotel pada sangat penasaran.


Keesokan harinya rasa penasaran mereka terjawab, dan membuat mereka tampak terkejut. Apalagi beberapa karyawan yang menyukai Mike tampak sangat terkejut. Renaldo mengumpulkan semua pegawai hotelnya, Renaldo mengundang mereka secara langsung untuk menghadiri pernikahan putranya. Mereka tentu saja terkejut, karena setahu mereka putranya Renaldo hanya satu, yaitu Mike.


"Saya harap kalian mau menghadiri acara pernikahan putra saya Mike" ucap Renaldo dengan menegaskan nama putranya.


Renaldo sangat yakin kalau para pegawainya sangat terkejut dan bingung mendapatkan undangan pernikahan secara tiba-tiba.


"Baiklah, saya hanya ingin mengumumkan itu saja. Saya permisi dulu" ucap Renaldo.


Ketika Renaldo keluar dari ruangan rapat, para pegawai semuanya pada grasak-grusuk, mereka sangat penasaran calon istri dari atasan mereka. Karena Renaldo tadi tidak menyebutkan nama calon istri Mike.


Kini di gedung hotel Golden sudah tampak ramai. Para pegawai yang tidak ada jadwal pagi sudah tampak sangat rapi dan cantik. Mereka sepakat untuk datang bersama karena mereka sangat penasaran pengantin perempuannya. Bukan hanya mereka saja, pegawai yang dapat jadwal pagi sesekali mencuri-curi kesempatan untuk melihat kesana.


Itu semua atas perintah dari Mike, karena takutnya akan ada suruhan dari Bian untuk mengacaukan pernikahannya. Kalau Handoko, tentu saja mendapatkan undangan. Walau bagaimanapun Handoko adalah papa kandung Lusi.


"Wah pak Mike sangat tampan ya!" puji salah satu pegawai hotel yang sudah berada di dalam gedung.


"Benar, siapa yang yang beruntung menikah dengan pak Mike?"


"Andai saja aku yang akan menjadi penggantinya, pasti aku bahagia"


"Kamu berhenti bermimpi. Kalian para wanita hanya suka dengan pria keren dan mapan" ucap salah satu pegawai pria yang juga ikut hadir.


Sebenarnya para pegawai wanita itu sangat kesal mendengar ucapan teman pria mereka. Tapi.rasa kesal mereka terobati karena melihat banyak para pria tampan dan mapan juga didalam pesta. Jadi mereka bisa cuci mata dan mana tahu ada yang nempel sama mereka.


***

__ADS_1


Kini mobil yang membawa Lusi telah sampai di depan hotel. Lusi yang tadi tampak santai kini sudah menjadi tegang.


"Dina, apa kamu yakin kalau aku tutup wajah ku ini, mereka tidak akan tau?" tanya Lusi kepada Dina sahabatnya yang duduk di samping untuk menemani dirinya.


"Ia, Lusi ku sayang. Yakin lah, mereka tidak akan tau!" ucap Dina menahan kesal karena sahabatnya itu.


Lusi tidak ingin para pegawai tempat dia bekerja mengetahui kalau dia lah yang akan menjadi istri dari Mike sebelum dia sampai dalam gedung.


Dengan penuh keyakinan Lusi keluar dari dalam mobil dengan dibantu Dina dan penata rias nya Lusi yang mengikuti mereka dari belakang tadi.


Kini seluruh pegawai yang melihat Lusi lewat langsung pada heboh. Mereka tidak dapat melihat jelas wajah Lusi karena Lusi menutupi wajahnya. Dina langsung membawa Lusi kedalam ruangan yang di khususkan untuk sang pengantin.


Miranda bersama mama Mertuanya dan neneknya langsung masuk menuju ruangan Lusi, ketika mendengar Lusi sudah sampai.


Mesya langsung memeluk Lusi dengan erat. Dia sangat bahagia kalau cucunya Mike menikah dengan gadis yang sangat baik.


"Baiklah, sayang kamu jangan tegang. Kamu harus rileks ya." ucap Veby pad Lusi yang sudah dianggapnya sebagai putrinya. Lusi hanya mengangguk kepalanya saja dengan tersenyum.


***


Kini acara pernikahan dan Lusi akan dimulai. Felix sudah berdiri di depan untuk menyambut kedatangan pengantinnya. Dia sudah tidak sabar berjumpa dengan Lusi.


Dina yang tadi sempat keluar, dengan cepat melangkah masuk kedalam Lusi. Dina melihat Lusi sudah sendiri berada di dalam ruangan itu.


"Lusi, yuk siap?" tanya Dina. Lusi hanya mengangguk kepalanya saja. Saat Dina kembali merapikan gaun pengantin Lusi, pintu ruangan itu terbuka.


Betapa terkejutnya Lusi melihat sosok yang sangat penting dalam hidupnya sekarang. Orang yang sangat dia rindukan untuk hadir dalam pernikahannya. Dia tidak menyangka kalau Daddy Jhonson yang sudah seperti papa nya datang ke acara pernikahannya.


"Daddy" gumam Lusi sambil berlari memeluk Jhonson dengan erat.


"Aku tidak nyangka Daddy akan datang. Terimakasih dad" ucap Lusi dengan tersenyum bahagia.


"Hahaha. Daddy tidak mungkin tidak datang. Kamu seharusnya berterima kasih kepada suami mu. Ini semua rencananya, dia juga meminta Daddy untuk jadi wali mu di acara pernikahan kalian." jelas Richard.

__ADS_1


Lusi sangat senang mendengar kalau Mike yang mengatur semuanya. Lusi berpikir kalau Daddy Jhonson tidak akan datang karena Jhonson kemarin mengatakan kalau dia kemungkinan tidak akan bisa hadir.


****


__ADS_2