You'Re My Everything

You'Re My Everything
Lusi disekap


__ADS_3

Pria itu langsung menekan wajah Miranda dengan tangannya sambil mendongakkan wajahnya Miranda menatap dirinya.


"Katakan diman putra mu?" tanya pria itu dengan tajam.


"Sudah aku katakan kalau putra ku bersama suami ku. Aku bersyukur karena putraku bersama suami ku" ucap Miranda dengan tegas, Pria itu menatap mata Miranda untuk melihat kebohongan atau kejujuran yang dikatakan Miranda.


Tapi pria itu tidak melihat kebohongan dimata Miranda, dan dia melihat kalau Miranda tidak ada rasa takut pada mereka. Setelah memastikan ucapan Miranda, barulah pria itu melepaskan Miranda. Dengan menghela nafasnya yang panjang, pria itu langsung mengambil benda pipih nya dan menghubungi Mira.


Mira yang lagi asyik bermain bersama Sandi di atas ranjang, langsung menghentikan kegiatannya. Mira yang berada di atas tubuh Sandi, langsung mengambil gawainya yang dekat dengannya tanpa melepaskan dirinya dari atas tubuh Sandi.


Sandi tentunya tidak ingin tinggal diam karena merasa tanggung padahal dia sebentar lagi dia ke puncaknya langsung mengambil ahli. Mira yang lagi berbicara pada anak buahnya jadi tidak bisa konsentrasi karena ulah Sandi. Ingin sekali Mira protes, tapi karena dia tidak bisa memungkiri kalau tubuhnya masih menikmatinya jadi hanya bisa pasrah.


Pria itu ingin berbicara, tapi dia langsung menjauhkan benda pipih nya dari kupingnya karena mendengar suara yang sangat horor baginya. Setelah beberapa detik pria itu berusaha memanggil nama Mira dan Sandi, tapi hasilnya tetap sama saja yang ada suara horor yang terdengar. Mira yang merasakan kenikmatan dunia yang diberikan Sandi, melupakan mematikan sambungan teleponnya.


"Dasar pasangan gila" gerutu Pria itu dengan kesal sambil mematikan sambungan teleponnya. Anak buahnya hanya bisa diam saja, tak ada satupun yang berani bertanya kepadanya apa yang dikatakan orang yang membayar mereka.


"Sudah bawa saja dia, ketempat yang sudah ditentukan" ucap Pria itu.


" Baik, bos!" ucap salah satu dari mereka.


Mereka berlima langsung membawa Miranda untuk memasuki mobil mereka. Setelah Miranda masuk kedalam mobil, Mereka langsung pergi.


Tanpa mereka sadari kalau ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang. Miranda berusaha tenang, padahal di hatinya saat ini sangat gelisah karena putranya yang tidak bersama dirinya.


Tring....tring...


Pria yang dipanggil bos itu langsung mengangkat teleponnya ketika mendengar suara teleponnya yang berdering.


"Bagaimana? Apa kalian berhasil?" ternyata yang menghubungi nya adalah Mira yang lagi memakai bajunya.


"Maaf, nyonya putranya ternyata bersama suaminya" ucap pria itu dengan gugup.


"Bodoh. Aku sudah katakan untuk perhatikan lebih dulu, baru bekerja. Jadi sekarang wanita itu bagaimana?" Mira sangat emosi karena putra Miranda dan Felix tidak diculik.


"Aman, nyonya. Kami saat ini sedang ada di jalan menuju tempat yang sudah kita tentukan"

__ADS_1


"Cepat! Dasar bodoh!"


Ketika mendengar kalau anak buahnya telah gagal membuat emosinya Mira naik. Mira langsung menatap kearah Sandi, Sandi tentunya pasti mengerti tatapan Mira padanya.


"Biarkan saja. Sekarang yang penting keponakan mu sudah ditangan kita. Lebih baik kita berangkat sekarang!" ucap Sandi.


***


Mike dan yang lainnya sudah mengetahui kalau Miranda dibawa pergi oleh anak buahnya Mora dan Sandi. Mike dan Felix yang kini sedang memantau tempat persembunyian Mira dan Sandi langsung bersiap-siap ketika melihat lawannya masuk kedalam mobil.


"Usahakan mereka tidak menyadari kalau kita mengikuti mereka" ucap Mike pada bodyguardnya.


"Baik, tuan!"


Mereka pun mengikuti Mira dan Sandi dari belakang. Felix menghubungi Niko untuk tetap menjaga jarak, dari antara mobil Mira dan Sandi. Ternyata Mike dan Felix membawa polisi untuk membantu mereka, karena mereka mendapatkan kabar dari Jhonson dan Renaldo yang mengikuti anak buahnya Mira kalau Mira dan Sandi memiliki banyak anak buah dan memiliki senjata api.


Setelah mengikuti Mira dan Sandi dari belakang selama dua jam mereka sampai di desa yang rumah penduduknya sangat jarang ditemui di pinggir jalan.


Felix menghubungi keberadaan Jhonson dan Renaldo untuk bertemu dengan mereka tidak jauh dari tempat mereka menyekap Miranda.


"Tunggu, dad aku akan menghubungi mereka" ucap Mike.


Mike terus menghubungi istrinya tapi sampai sepuluh kali dia mencoba menghubungi, Lusi tidak juga mengangkatnya. Begitu juga dengan Felix yang juga menghubungi Sam, hasilnya juga sinis. Sehingga membuat mereka jadi cemas.


Tring...tring...


Mike mendapatkan pesan dari anak buahnya yang diam-diam menyamar jadi anggota para penjahat itu.


✉️ Bos saya ingin memberi tahu selain nyonya Miranda, ada tiga orang lagi yang juga mereka sekap. Mereka ketahuan mengikuti mereka dari belakang, dan kini mereka disekap dalam gudang.


"Ah sial!" teriak Mike tiba-tiba sambil meninju mobil nya.


Renaldo langsung merampas hp nya Mike, karena dia sangat yakin kalau pesan yang dibaca putranya yang membuat putranya seperti itu.


Renaldo sangat terkejut membacanya, setelah itu dia langsung menatap kearah putranya. Renaldo langsung menepuk pundak putranya untuk membuat putranya tenang.

__ADS_1


"Tenang lah!" ucap Renaldo.


Renaldo langsung memberi tahu kepada semuanya apa yang telah terjadi pada Lusi, Dina dan Sam saat ini.


***


Kini Mira dan Sandi memasuki gedung yang sudah tampak usang, dengan anggunnya Mira turun dari mobil sambil menggandeng tangan Sandi. Saat mereka turun beberapa anak buah mereka langsung menyambut mereka dengan menundukkan kepala mereka sedikit.


"Dimana dia?" tanya Mira pada anak buahnya.


"Didalam nyonya!"


Miranda yang diikat di kursi dan mata yang di tutup mendengar suara wanita yang bertanya tentang dirinya. Miranda langsung tersenyum, karena tante nya telah datang bertemu dengan dirinya.


Mira dan Sandi langsung masuk kedalam dan melihat Miranda diikat dengan mata yang tertutup. Mira berjalan mendekati Miranda dengan tatapan tajam, seperti tatapan yang sudah siap menerkam mangsanya. Mira menarik tangannya dari genggaman Sandi, lalu berjalan kearah Miranda lebih dekat.


Plak...


Mira tanpa perasaan langsung menampar pipi Miranda dengan keras, sehingga membuat wajah Miranda langsung memerah.


Miranda yang mendapatkan tamparan keras dari Tantenya, malah menampilkan senyumnya yang sinis.


"CK...Apa ini cara anda untuk menyambut keponakannya?" ucap Miranda dengan sinis.


"Hahaha. Ternyata kamu pintar, dengan gampangnya kamu mengenali ku" ucap Mira dengan tersenyum bahagia.


Mira langsung menarik ikatan tutupan matanya Miranda dengan kasar. Kini Miranda dan Mira saling berhadapan dengan tatapan musuh.


"Saya tidak menyangka kalau anda bisa melakukan hal ini kepada keponakan anda sendiri. CK... OPS aku lupa kalau anda saja bisa merebut suami dari saudara kandung anda sendiri!" ucap Miranda dengan sinis.


Plak...


Mira menampar pipi Miranda sekali lagi karena ucapan Miranda yang sangat menghinanya.


****

__ADS_1


__ADS_2