You'Re My Everything

You'Re My Everything
Menemani Dina ke boutique


__ADS_3

Tidak terasa waktu terlalu cepat berlalu, tinggal dua hari lagi Mike dan Lusi akan meresmikan hubungan mereka dalam pernikahan.


Meskipun pernikahan mereka tinggal dua hari lagi, Mike dan Lusi masih tampak sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Kak, nanti sore aku ada acara bersama Ira dan Dina ke boutique ya" ucap Lusi saat mengantarkan berkas yang diinginkan Mike keruangan Mike.


Mike langsung menatap kearah Lusi dengan serius saat mengambil berkas pentingnya dari tangan Lusi.


"Ke boutique? Kamu mau belanja? Kalau mau belanja bersama dengan aku saja dong sayang" ucap Mike yang tidak sadar karena ucapannya membuat Lusi sangat kesal.


"Ish, kak Mike ini apaan sih! Kakak semalam kan sudah setuju!"


Sebelumnya saat mereka lagi makan malam bersama semalam, Lusi memang sudah minta ijin pada Mike untuk menemani Dina ke boutique. Mike yang lagi menikmati makanannya sambil memperhatikan pekerjaannya langsung mengijinkan Lusi.


"Hahahaha. Maaf sayang, aku lupa. Baiklah, tapi kamu harus tetap ditemani dengan mereka!" ucap sambil menunjuk pada bodyguard yang berdiri di luar ruangan Mike.


Lusi langsung mengangguk kepalanya dengan cepat dan wajahnya kembali terpancar kebahagiaan. Karena dia sudah sangat merindukan jalan bersama kedua sahabatnya itu.


Mike semakin memperketat pengamanan pad Lusi, apalagi dia sudah mengetahui apa yang dilakukan Bian pada Lusi tempo lalu. Dia mengetahui semuanya karena ada pegawai yang mengawas CCTV yang memberi tau. Apalagi dia dapat informasi kalau selama ini Bian selalu mengawasi Lusi.


***


Kini ketiga wanita itu sedang berada di boutique untuk menemani Dina mencari baju pernikahannya dua Minggu lagi bersama Sam.


Setiap orang yang melewati boutique itu tampak bingung dan takut, karena bodyguard Lusi dan Miranda berkumpul di depan pintu masuk boutique.


"Lihat gara-gara kalian berdua kita jadi pusat perhatian, pegawai boutique ini saja sampai pada bingung" celetuk Dina yang melihat sekelilingnya.


"Ya, maaf. Kalian harus tau, kalau aku tidak bawa mereka kak Mike tidak akan mengijinkan aku pergi" ucap Lusi dengan cengengesan.


"Iya deh yang sebentar lagi jadi nyonya Mike" ledek Dina.


"Hahaha. Sudah, yuk kita fokus untuk mencari baju pernikahan yang ingin kamu suka" ucap Miranda untuk menghentikan obrolan kedua sahabatnya itu.


***


Cuaca yang masih tampak cerah, karena matahari belum terbenam Bian sudah berada di dalam di diskotik. Didalam dia bersama keempat kepercayaannya sedang berpesta minuman. Bian memang memutuskan dari semalam sampai hari ini dia tidak pergi kerja. Makanya karena itu dia berada di tempat itu menikmati minumannya. Dikedua sisinya Bian ada wanita seksi yang menemaninya dan memberikan sentuhan di dadanya yang kekar itu.


"Bos, bagaimana? Apa kita harus melakukannya sekarang?" tanya salah satu pria yang didalam ruangan itu.

__ADS_1


"Apa pria bodoh itu ikut bersamanya?" tanya Bian yang sudah mulai mabuk.


"Tidak, bos!"


"Baiklah, sekarang kalian kesana. Bawa wanita itu ketempat yang sudah ku siapkan" ucap Bina.


"Baik, bos!" Ucap keempat pria itu bersamaan.


Keempat pria itu langsung pergi meninggalkan Bian bersama dua wanita seksi itu.


Setelah keempat pria itu pergi, Cinta langsung membuka pintu ruangan itu. Betapa sakitnya hati Cinta melihat Bian pria yang dicintainya bersama dua wanita penghibur.


"Mas Bian" panggil Cinta dengan kesal.


Cinta langsung menatap tajam kedua wanita itu, sedangkan Bian yang sudah mabuk melihat Cinta dengan tersenyum bahagia.


"Wah, cinta sayang ku kamu datang" ucap Bian dengan mabuk.


"Kalian dua pergi dari sini, cepat!" teriak Cinta dengan emosi pada dua wanita itu.


"OPS, jangan marah-marah sayang." ucap Bian yang berusaha bangkit berdiri untuk menghampiri Cinta yang berdiri di hadapannya.


"Pergi ku katakan!" teriak Cinta lagi dengan emosi karena kedua wanita itu tidak juga pergi dari hadapannya.


Kedua wanita itu langsung pergi dengan kesal karena mengganggu kesenangan mereka. Sedangkan Cinta langsung membawa Bian keluar dari ruangan itu.


Cinta membawa Bian ke apartemen milik Bian. Cinta yang sudah pernah ke apartemen Bian, tentu saja mengetahui password apartemen Bian.


Sesampainya di apartemen Bian, Cinta meletakkan Bian dengan hati-hati keatas tempat tidur. Bian yang setengah sadar menarik tangan Cinta saat Cinta ingin pergi. Cinta yang terkejut membuat dirinya jatuh ke atas tubuh Bian.


"Apa yang kamu lakukan mas? Lepaskan aku, mas!". Cinta berusaha melepaskan dirinya dari Bian.


Meskipun dia sangat mencintai Bian dan mengharapkan sentuhan Bian kembali, tapi dia ingin Bian melakukannya dengan keadaan sadar. Dia tidak mau Bian melakukannya, tapi menyebutkan nama wanita lain.


"Aku tau kamu sangat merindukan ku. Aku akan mengabulkan keinginan mu. Jangan, sok munafik cinta sayang. Kamu itu belakangan terlalu sok jual mahal" ucap Bian menyakiti hatinya.


Bian memang selalu berusaha mendekati Cinta untuk melayaninya di ranjang. Tapi sejak terakhir kalinya Bian menyentuh Cinta di apartemennya, Cinta menjaga jarak darinya.


"Kamu itu ber****** mas! Kamu menikmati tubuh ku, tapi kamu menyebutkan nama wanita lain.

__ADS_1


"Hahaha. Kamu cemburu? Kamu itu berhak cemburu. Kamu itu hanya ****** ku saja. Kamu sendiri kan yang menyodorkan tubuh mu. Sekarang kamu harus melakukan tugas mu!" ucap Bina dengan sinis.


Hati Cinta semakin sakit dengan ucapan Bian padanya. Dia sadar kalau apa yang dikatakan Bian adalah benar Kalau saja dia tidak seperti wanita murahan mungkin Bian tidak akan beranggapan seperti itu.


Akhirnya sore itu Bian menyatukan tubuhnya dengan Cinta lagi. Cinta sudah berusaha kuat untuk melepaskan dirinya dari Bian, tapi karena tenaga dia yang sangat lemah tentu saja dia kalah. Apalagi dia baru mengetahui tadi pagi kalau dia tengah hamil empat Minggu. Cinta merasa curiga dengan tubuhnya sendiri, karena belakang ini dia selalu mual dan makan pun dia kurang berselera. Makanya karena itu pagi tadi dia pergi ke rumah sakit untuk memastikan dugaannya. Ternyata dugaannya benar kalau dia tengah hamil.


Tujuan dia mencari Bian, adalah untuk memberitahu kehamilannya. Karena anak yang ada didalam rahimnya adalah anak Bian. Hanya Bian saja yang pernah berhubungan badan dengannya.


Entah sudah berapa kali Bian melakukannya. Bian melepaskan Cinta ketika dia juga sudah tampak lelah. Sedangkan Cinta sudah tampak lemah dan tidak memiliki tenaga. Tidak bisa dipungkiri Cinta kalau dia pun juga menikmati sentuhan Bian yang sudah berminggu-minggu mereka tidak melakukannya.


***


Kini Lusi dan kedua sahabatnya menuju pulang ke rumah kediaman mertuanya Miranda. Mereka satu mobil,. sedangkan bodyguard mereka mengikuti mereka dari belakang.


Tiba-tiba saja didalam perjalanan mereka diserempet mobil dari samping mereka. Sehingga mobil mereka oleng dan menabrak pohon yang ada dihadapan mereka.


"AW..." jerit mereka bersamaan. Untung saja mobil mereka tidak terlalu kencang saat itu.


"Maaf, non. Non Ira tidak apa-apa?" tanya supir Miranda dengan panik sambil melihat kebelakang mereka.


Lusi yang duduk di depan mengelus dahinya yang kena benturan didepannya. Lusi melihat kedua sahabatnya itu tampak baik-baik saja, lalu Lusi melihat keluar untuk meminta pertolongan.


Saat keluar dia melihat para bodyguard nya sedang bertarung dengan orang-orang yang menutupi wajahnya.


Lusi langsung mengetahui kalau mereka memang sengaja menyerempet mereka. Luis langsung kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Sekarang kalian harus didalam saja. Jangan ada yang keluar. Ra, kamu segera hubungi kak Felix dan kak Mike. Beritahu mereka kalau kita sedang di serang. Aku akan membantu mereka, kalian tetep didalam" ucap Lusi dengan tegas.


Miranda dan Dina langsung melihat ke belakang mereka. Mereka melihat jelas para bodyguard nya sedang bertarung dengan pria bertopeng.


"Aku ikut bantu kamu!" ucap Miranda.


"Tidak, Ra. Kamu itu lagi hamil. Kamu tetap di dalam. Jangan membantah!" ucap Lusi.


"Pak, Zul tolong jaga mereka. Jangan kasih mereka keluar, sebelum aman!" ucap Lusi pada supirnya Miranda.


"Baik, non. Hati-hati ya non" ucap pak Zul dengan kuatir.


Akhirnya Lusi keluar untuk membantu para bodyguard nya yang sedang bertarung.

__ADS_1


***


__ADS_2