You'Re My Everything

You'Re My Everything
Rencana Pulang


__ADS_3

Mike yang sudah mengetahui dari Baim tentang rencana Bian, langsung memutuskan besok mereka akan pulang. Dia juga memberitahu kepada Papanya, Daddy Richard dan Felix tentang kepulangan mereka.


Tentu saja Keluarga langsung setuju, karena mereka tidak ingin membuat Lusi dalam bahaya. Untuk mengatasi Bian, mereka memutuskan untuk bekerjasama.


"Kak, kenapa kita langsung pulang? Padahal kita baru beberapa hari saja!" ucap Lusi yang belum mengetahui alasan Mike tentang rencana kepulangan mereka lebih awal dari jadwal yang sudah mereka tentukan.


Mike yang masih duduk sibuk dengan teleponnya langsung menghampiri istrinya yang lagi menyusun barang-barang mereka.


Mike sangat tahu kalau saat ini istrinya pasti sangat kesal karena, dia belum puas untuk menikmati keindahan kota Paris. Untuk menghilangkan rasa kesal istrinya, Mike memeluk Lusi dari belakang.


"Maaf, sayang. Ada hal yang harus aku selesaikan lebih dulu. Aku janji selesai urusan ku selesai, aku akan membawa kamu honeymoon lagi." ucap Mike sambil menyandarkan dagunya di pundak istrinya.


Lusi sebenarnya tidak terlalu kesal pada suaminya, malahan dia merasa sangat senang pulang ke negaranya. Karena dia sudah sangat kangen dengan kedua sahabat itu. Apalagi selama lima hari di kota Paris, hanya dua hari saja dia diajak suaminya jalan-jalan di kota Paris. Selebihnya, suaminya tidak pernah melepaskan dirinya. Suaminya selalu mengatakan, supaya mereka cepat dapat memiliki anak, jadi setiap hari mereka harus melakukannya.


Lusi langsung memutarkan tubuhnya supaya berhadapan dengan Mike. Lusi ingin sekali ketawa melihat wajah suaminya yang sendu. Lusi ingin mengerjai suaminya, dan dia memutuskan untuk pura-pura ngambek. Dia ingin melihat bagaimana suaminya membujuk dirinya.


"Alasan, kamu kak" ucap Lusi pura-pura ngambek sambil memanyunkan bibirnya.


Mike yang melihat istrinya memanyunkan bibirnya membuat dia sangat gemas. Dengan cepat Mike langsung mencium bibir istrinya, Lusi yang mendapatkan serangan mendadak membuat dia terkejut. Lusi langsung memukuli dada suaminya supaya melepaskannya, bukanya dilepaskan malah suaminya semakin dalam menciumnya.


Saat Mike makin memperdalam ciumannya, Lusi jadi menikmatinya. Lusi merutuki dirinya sendiri dia yang ingin mengerjai suaminya, sekarang dia malah menikmati kenikmatan yang diberikan Suaminya.


Pagi hari itu mereka kembali menyatukan tubuh mereka. Padahal semalam, mereka melakukannya dari jam 10 malam sampai jam 3 pagi.


Mike tidak pernah puas untuk hal ini, baginya tubuh istrinya sudah menjadi candu baginya. Dan dia juga ingin mendapatkan anak dari wanita yang dicintainya.


***


Mobil Bian memasuki rumah yang tampak sangat luas dan besar itu. Rumah yang sudah lama tidak pernah dia tempati lagi. Dia hanya datang kalau kedua orangtuanya datang ke Indonesia.


Saat dia ingin membuka pintu rumahnya, pintu itu langsung terbuka. Dia melihat wanita yang sudah berumur tapi masih tampak terlihat muda dan cantik. Wanita yang selalu dia rindukan dan sangat penting dalam hidupnya.


"Mama" gumam Bian sambil tersenyum pada mamanya.

__ADS_1


Plak..


"Dasar anak nakal! Kami sudah lama pulang, tapi baru ini kamu datang berkunjung ke rumah orang tua mu!" ucap Venesia pada putranya satunya itu sambil memukul-mukul Bian.


Bian bukanya marah, tapi malah dia langsung merengek seperti anak kecil, supaya mamanya menghentikan pukulannya.


"Mama, hentikan... Sakit mama.." rengekan Bian.


Ya seperti itulah Bian, kalau sudah bersama mamanya dia akan seperti anak kecil. Tapi berbeda kalau bersama papanya, dia akan menunjukkan dirinya kalau dia sudah besar dan dewasa. Vicky saja yang dari dulu sudah bersama Bian, sebenarnya sangat bingung dengan wataknya bosnya itu.


Bian sebenarnya pria yang baik, dan playboy. Selama berhubungan dengan wanita, dia tidak pernah sekalipun menyentuh mereka. Dia menggauli Cinta karena dia sedang mabuk dan apalagi Cinta yang menjebaknya. Tapi semenjak itu dia jadi sangat merindukan tubuhnya Cinta. Dia hanya ingin melakukannya bersama Cinta.


Semenjak mengenal yang namanya Lusi, gadis yang sama sekali tidak terpikat olehnya membuat dirinya berubah. Dia jadi pria yang sangat terobsesi untuk memiliki Lusi.


Mendengar rengekan putranya, Venesia langsung berhenti memukul putranya. Dia langsung memanyunkan bibirnya karena masih kesal dengan putranya.


Bian yang melihat mamanya ngambek padanya, langsung memeluk mamanya. Dia tidak ingin mamanya ngambek terus padanya.


"Baiklah kalau mama masih ngambek. Bian akan mengabulkan permintaan mama deh" ucap Bian yang berusaha membuat mamanya tidak ngambek.


Mendengar itu tentu saja membuat Venesia tersenyum kembali, dia ingin mengambil kesempatan dari tawaran putranya. Venesia langsung melepaskan pelukan putranya dari tubuhnya.


"Bentul nih. Mama ingin kamu mengabulkan tiga permintaan, loh!" pura-pura tegas.


"Ia, mama ku sayang" ucap Bian dengan sendu.


"Bi, kapan kamu datang?" tiba-tiba saja Samuel datang sebelum Venesia mengatakan permintaannya pada putranya itu.


Mereka langsung melihat kearah sumber suara. Mereka melihat Samuel berjalan mendekati mereka.


"Papa" gumam Bian sambil berjalan kearah papanya. Pria yang sangat dihormatinya.


Bian langsung memeluk papanya, karena dia sudah sangat merindukan papanya.

__ADS_1


Mereka pun langsung masuk kedalam dan duduk di ruang tamu. Venesia langsung memerintahkan pembantunya untuk membuat minuman untuk suami, putranya dan asisten putranya itu.


"Kalian sudah makan malam?" tanya Samuel pada Bian dan Vicky.


"Belum, pa. Kami sengaja tidak makan sebelum kesini, kami ingin merasakan masakan Mama" ucap Bian dengan tersenyum kearah mamanya.


"Kebetulan mama masak makanan kesukaan kamu." ucap Venesia bahagia karena putranya akan makan malam bersama mereka.


Mereka pun langsung memutuskan untuk makan bersama. Bian dengan lahapnya memakan semua makanan yang dimasak mamanya. Dia menyadari kenapa selama ini sangat menyukai masakan Cinta, karena masakan Cinta sama rasanya dengan masakan mamanya.


Malam ini Bian memutuskan untuk tinggal di rumah orangtuanya karena permintaan mamanya. Apalagi Papa juga ingin berbicara penting padanya.


Kini Bian berkumpul bersama orangtuanya di ruang tengah setelah habis makan malam.


"Bi, papa mau minta pertolongan dari, mu. Papa harap kamu bisa membantu papa!" ucap Samuel pada putranya.


"Baik, pa. Apa yang bisa Bian bantu?"


"Papa ingin kamu mencari seseorang. Sebenarnya papa tidak tahu namanya, papa hanya punya fotonya waktu masih kecil!" ucap Samuel sambil menyerahkan foto anak kecil perempuan yang selalu ada di dompetnya.


Bian langsung mengernyitkan dahinya, karena melihat foto anak kecil perempuan yang diberikan papanya.


"Apa ini anak selingkuhan papa?" gumam Bian dalam hati. Bian langsung melihat kearah mamanya yang tampak sendu.


Venesia yang sadar dengan tatapannya langsung mengerti apa yang ada dipikiran putranya itu.


"Hei, itu bukan anak selingkuhan papa mu. Papa mu ini suami yang setia!" ucap Venesia sambil memukul-mukul putranya.


"AW... Sakit loh ma. Habisnya mama kelihatan sedih gitu, setelah papa memberikan foto ini" ucap Bian dengan cengengesan.


Samuel hanya tersenyum saja melihat tingkah istrinya dan putranya yang berdebat. Tapi didalam hatinya dia juga merasa bahagia karena istrinya sangat mempercayai dirinya.


***

__ADS_1


__ADS_2