You'Re My Everything

You'Re My Everything
The End


__ADS_3

Setelah dokter mengijinkan Lusi untuk pulang, Mike langsung membawa istri dan putranya pulang ke rumah mereka. Dirumah keluarga Wijaya sudah pada berkumpul seluruh keluarga dan para sahabat menyambut kedatangan mereka.


Sesampainya mereka di rumah mereka langsung disambut dengan penyambutan dengan meriah. Karena putra mereka lah yang menjadi ahli waris dari keluarga Wijaya.


***


Tidak terasa waktu sudah berlalu tidak terasa waktu sudah berlalu. Adelard Wijaya, Raja Sanjaya dan Vena Alexander putri dari Dina dan Sam sudah duduk di bangku SD. Vena dan Adelard duduk dikelas dua SD, karena umur mereka hanya beda dua bulan saja. Berbeda dengan Raja Sanjaya putra dari Felix dan Miranda duduk di bangku kelas tiga karena umur mereka berbeda satu tahun.


Mereka dibuat orang tua mereka satu sekolah karena permintaan mereka bertiga. Adelard dan Raja menganggap Vena adik mereka sendiri dan mereka harus menjaga Vena dari orang yang akan menyakitinya.


Hal yang paling membuat lucu antara Dina, Miranda dan Lusi adalah mereka secara bersamaan hamil anka kedua mereka. Hingga membuat semua keluarga mereka terkejut begitu juga dengan suami mereka.


Kini ketiga keluarga itu memutuskan untuk pergi berliburan ke LA ke tempat Jhonson. Karena permintaan dari para istri mereka. Akhirnya Felix menggunakan pesawat pribadinya untuk membawa seluruh keluarganya dan para sahabat nya menuju LA.


Renaldo dan kedua orangtuanya Felix juga ikut berkunjung ke LA. Sedangkan orang tuanya Dina akan menyusul mereka ke LA. Hanya Mesya dan Geral yang tidak ada diantara mereka.


Karena disaat Adelard berumur tiga tahun, Mesya dan Geral mengalami kecelakaan beruntun saat ingin pergi ke puncak untuk menikmati masa tua mereka disana. Tapi Tuhan berkehendak lain, kepergian mereka membuat keluarga Wijaya merasa kehilangan mereka.


"Papa kenapa om Baim sendiri?" tanya Raja yang kini berada dalam pangkuan papanya.


"Kak Raja tidak tahu ya kalau om Baim itu tidak punya istri seperti papa kita. Om Baim kasihan ya tidak punya istri" celetuk Aderald.


Mendengar ucapan Aderald membuat semua orang yang berada dalam pesawat ketawa. Sedangkan Baim yang mendengar ucapan Aderald langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Ingin rasanya Baim menjewer telinga Aderald, tapi karena anak bosnya tentunya dia langsung mengurungkan niatnya.


"Sayang tidak boleh begitu. Itu tidak sopan, loh." ucap Lusi sambil menatap putranya yang duduk bersama dengan Vani putri dari Dina.


"Raja, kembali ke tempat duduknya nak. Sebentar lagi pesawat nya akan take off" perintah Miranda.


Tanpa bantahan Raja kembali ketempat duduknya yang duduk di samping kakek Renaldo.

__ADS_1


***


Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mereka sampai di LA. Saat mereka keluar dari dalam pesawat, mereka langsung disambut dengan Jhonson dan anak buahnya.


Mereka pun langsung saling berpelukan, begitu juga dengan Miranda dan Lusi langsung memeluk Daddy Jhonson dengan erat. Karena mereka sudah sangat kangen dengan Jhonson. Karena sudah beberapa tahun Jhonson terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga membuat Jhonson tidak punya sempat untuk berkunjung ke Indonesia.


"Grandpa apa hanya terus memeluk mama dan Tante Ira saja? Tidak mau memeluk kami?" tanya Aderald dengan kesal.


"Sepertinya kakek hanya sayang pada mama dan Tante Lusi. Baiklah, lebih baik kami balik saja ke Indonesia" ancam Raja.


Semuanya langsung ketawa mendengar ucapan Aderald dan Raja. Para bodyguard nya Jhonson juga ikut ketawa, Jhonson langsung melepaskan pelukannya dari kedua putri angkatnya. Jhonson langsung mensejajarkan tubuhnya dengan tiga bocah kecil yang dari tadi terus menatap dirinya dengan dingin.


"Hei, maafkan grandpa ya. Bukan grandpa yang memeluk mama kalian, tapi mama kalian memeluk grandpa sangat erat tadi. Sekarang apa grandpa bisa memeluk kalian?" tanya Jhonson dengan tersenyum.


Ketika bocah itu langsung saling menatap satu sama lain. Mereka bertiga seperti lagi tampak berpikir. Lalu beberapa detik kemudian mereka bertiga langsung memeluk Jhonson dengan bersamaan.


Semuanya tampak bahagia melihat hal itu. Terutama dengan Jhonson, dia memang sudah sangat merindukan cucu-cucunya untuk datang berkunjung ke rumahnya. Sewaktu Lusi dan Miranda mengatakan akan datang liburan ke LA membuat hatinya merasa bahagia. Dia langsung menyiapkan segala keperluan untuk cucu-cucunya. Dia juga memerintahkan anak buahnya untuk membeli mainan anak-anak untuk cucunya nantinya saat datang.


"Hore..." ucap ketiga bocah kecil itu bersamaan dengan bahagia.


***


Ini pertama kalinya suasana rumah Jhonson sangat ramai, apalagi ada suara anak kecil. Jhonson sangat senang melihat ketiga cucunya bermain dengan sangat bahagia bersama anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga cucu-cucunya.


"Dad, ayo makan..." ucap Lusi sambil menepuk pundak Jhonson.


"Oke, nak. Kamu panggil cucu-cucu ku juga" Lusi langsung mengangguk kepalanya.


Kini seluruh keluarga pada berkumpul untuk makan siang. Aderald, Raja dan Vani berebutan untuk duduk di samping Jhonson, karena mereka masih sangat merindukan Jhonson.

__ADS_1


Mereka bertemu dengan Jhonson beberapa tahun yang lalu. Memang ke-tiga bocah itu sangat dekat dengan Jhonson.


"Ya, sudah Raja dan Aderald duduk di samping kiri dan kanan grandpa ya" ucap Jhonson.


"Jadi Vani dimana?" tanya Vani dengan sendu.


"Em..." Jhonson pun juga bingung untuk menjawabnya.


"Vani duduk disini saja, kakak duduk di samping Vani" ucap Raja yang tidak tega melihat Vani bersedih.


Raja memang lebih dewasa dan suka mengalah, karena Miranda dan Felix selalu menekankan pada Raja untuk menjadi kakak yang baik untuk kedua adiknya.


Mendengar ucapan Raja membuat Vani kembali tersenyum, dan langsung duduk di samping Jhonson. Sedangkan Aderald duduk di antara Vani dan kakek Renaldo.


Acara makan siang bersama mereka dipenuhi dengan canda tawa. Para bodyguard mereka juga ikut makan siang, tapi mereka memilih makan siang di taman belakang rumah Jhonson.


***


Saat Mike naik ke tempat tidur setelah membersihkan wajahnya, dia melihat istrinya menggunakan baju tidur yang sangat tipis. Tentu saja membuat Mike langsung tergoda dengan tubuh istrinya. Dengan penuh semangat Mike langsung menindih tubuh istrinya.


"Mas, kamu ma...emmm" sebelum selesai bicara Mike langsung menyambar bibir istrinya.


Akhirnya dimalam itu Mike dan Lusi berolahraga panas. Tidak hanya mereka berdua saja, tapi dua pasangan yang lainnya juga ikut olahraga panas mereka.


Sedangkan Baim memiliki untuk menikmati suasana malam hari di LA melalui balkon kamarnya. Saat lagi menikmati udara malam hari, hp nya berbunyi yang menandakan bahwa ada pesan masuk.


Saat membuka handphone nya ternyata pesan dari Mei asisten barunya, yang sudah dua tahun bekerja dengannya untuk membantunya. Setelah Renaldo memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan jabatannya pada putranya, Mike. Sejak saat itu Baim diangkat sebagai wakil direktur utama, dan karena itu dia memiliki sekretaris yang bisa membantu dirinya dalam pekerjaan.


Tapi sejak beberapa bulan ini dia mulai tertarik dengan sekretarisnya. Karena dia sangat kagum bagaimana sekretarisnya yang sangat pintar dalam pekerjaan.

__ADS_1


***


__ADS_2