You'Re My Everything

You'Re My Everything
Tujuan Samuel datang ke Indonesia


__ADS_3

Melihat teriakan Renaldo membuat Venesia dan Samuel terkejut dan ketakutan melihat tatapan tajam dari Renaldo.


"Anda bisa tanyakan langsung kepada mereka, tuan. Karena tidak sengaja mendengar ucapan mereka kalau mereka telah membayar jaminan untuk nyonya Mira dan Sandi" ucap Baim.


Prang....


"Lebih baik kita lihat Kak Mike dulu, pa!" ucap Miranda dengan kuatir karena mendengar suara pecahan dari atas.


"Benar, kita lihat dulu keadaan Mike" ucap Putra untuk menenangkan pikiran Renaldo.


"Baim, kamu bawa seluruh keluarga Handoko kesini sekarang" ucap Renaldo sebelum lari naik keatas melihat keadaan putranya.


Mereka semua pun langsung pergi melihat keadaan Mike. Betapa terkejutnya mereka melihat kamar Mike sudah tampak sangat kacau. Banyak barang-barang sudah berserakan dan kaca di lantai.


Miranda langsung berlari memeluk kakaknya dengan erat sambil menangis.


"Kak... Tenang lah. Kita pasti akan menemukan Lusi. Kita akan bersama-sama mencarinya." ucap Miranda sambil memeluk kakaknya. Mike tetap diam saja, tidak ada satupun suara yang keluar dari mulutnya.


Miranda langsung menarik punggung kakaknya dan menatap kakaknya.


"Kak, kalau kakak seperti ini kita tidak bisa menemukan Lusi. Aku sangat yakin kalau Lusi lagi menunggu dengan kedatangan kakak." ucap Miranda dengan bercucuran air matanya.


Mike yang tidak pernah tahan melihat air mata Miranda langsung menghapus air mata Miranda dengan jarinya.


Melihat reaksi Mike membuat mereka langsung tenang. Mereka tahu hanya Miranda saja yang bisa membuat Mike kembali tenang.


"Son, lebih kita kebawah saja sekarang. Kita harus menyusun rencana kita" ucap Renaldo sambil berjalan menghampiri putranya dan putrinya itu.


***


Jhonson menatap sepasang suami istri itu dengan tajam.


"Aku sudah mengatakan kalau anak ku tidak mungkin melakukan hal itu" ucap Venesia dengan kesal karena mendengar Jhonson terus memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Bian. Apalagi anaknya disebut bajingan.


"CK...Hei nyonya tidak usah berteriak. Apa kalian kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan tugas anda tuan Samuel" ucap Mike yang berjalan mulus mendekati Samuel dan Venesia.


Samuel dan Venesia langsung melihat sumber suara, dan mereka melihat tatapan Mike yang sangat dingin pada mereka. Hingga membuat mereka jadi gugup.


"Si...apa kamu? Apa maksudnya?" tanya Venesia dengan gugup karena tidak mengerti pertanyaan Mike.

__ADS_1


Mike tidak langsung menjawab, dia hanya menampilkan tatapannya yang sangat dingin pada mereka.


Mike merogoh kantongnya dan mengambil handphone untuk menghubungi seseorang.


"Kamu dimana?"


"Lagi dijalan pak"


Mike langsung mematikan sambungan teleponnya dan langsung menatap Samuel dan Venesia, Mike duduk di hadapan mereka berdua dan memberikan foto yang ada di dompetnya.


Samuel dan Venesia langsung mengambil foto itu dan betapa terkejutnya mereka melihat foto itu. Samuel langsung menatap Mike dengan tatapan gugup.


"A..apa maksudnya? Kamu dapat dari mana foto ini?" tanya Samuel dengan gugup.


Samuel langsung teringat dengan wajah wanita yang pernah dia bunuh. Saat wanita itu masuk kedalam cafe untuk bertemu dengan Handoko dan adiknya Monika, Samuel langsung merusak rem mobil perempuan itu.


"Kenapa? Apa anda ingin wanita itu?" tanya Mike dengan dingin.


"Apa kamu anaknya? Tapi.. Bukan, setahu ku anak wanita itu perempuan" ucap Samuel.


"Anda benar tuan! Saya memang bukan anaknya" ucap Mike.


"Apa kamu tahu dimana anaknya?" tanya Samuel.


"Tidak. Katakan dimana aku harus bertemu dengannya?"


"Untuk apa?"


"Saya ingin meminta maaf padanya" ucap Samuel dengan sendu.


Melihat raut wajah sendu Samuel membuat Mike ingin sekali ketawa.


"Hahaha. Akting anda sangat bagus sekali tuan Samuel" ucap Mike dengan tersenyum sinis.


Tentu saja membuat Samuel langsung mengkerutkan keningnya karena mendengar kalau dia lagi berakting.


"Bawa mereka ke gudang Sam" ucap Mike dengan dingin.


Sam langsung melakukan apa yang dikatakan Mike, tentu saja Samuel dan Venesia langsung memberontak. Samuel dengan gesitnya langsung memberikan perlawanan dengan menendang perut Sam. Sehingga membuat Sam langsung terhempas ke lantai karena tidak bersiap-siap.

__ADS_1


Mike langsung bangkit berdiri dan langsung berjalan kearah Samuel yang sudah siap-siap bertarung padanya.


Akhirnya Mike dan Samuel bertarung di dalam rumah. Venesia sangat takut kalau suaminya akan terluka, karena suaminya sudah lama tidak pernah lagi bertarung semenjak suaminya bertobat.


Hanya butuh beberapa menit saja Samuel sudah terkapar di lantai dengan wajah yang sudah babak belur. Kini Mike berada di atas tubuh Samuel, saat Mike ingin memberikan tinjunya ke wajah Samuel, membuat Venesia langsung berteriak.


"Jangan" teriak Venesia. Venesia langsung berlari mendekati suaminya dan bersujud di hadapan Mike.


"Ku mohon, tolong hentikan. Jangan sakiti suami mu lagi" ucap Venesia dengan menangis.


Semua yang ada didalam ruangan itu hanya diam saja, tak ada yang ingin ikut campur. Para wanita sebenarnya sangat kasihan melihat Venesia yang menangis-nangis seperti itu. Tapi mereka tidak berani ikut campur.


Tangan Mike kini masih bergantung di udara karena mendengar teriakkan Venesia. Mike langsung menatap kearah Venesia yang berlutut di hadapannya.


"Kumohon jangan lukai dia lagi. Aku jamin, dia tidak akan memberikan perlawanan lagi pada mu." ucap Venesia lagi dengan tatapan sendu.


Mike langsung menghela nafasnya, setelah itu dia bangkit berdiri. Ketika Mike bangkit berdiri Venesia langsung membantu Samuel untuk duduk, melihat darah diujung bibir Samuel Venesia menghapuskan darahnya.


"Sam bawa mereka taman belakang saja. Dan berikan obat padanya" ucap Mike dengan dingin.


Sam langsung melakukan tugasnya dan membantu Venesia membawa Samuel untuk pergi ke taman belakang.


"Terimakasih. Aku tahu kalian tidak akan pernah percaya dengan apa yang dikatakan suami ku. Suamiku memang sudah berubah, tujuan kami datang ke Indonesia untuk meminta maaf pada anak dari wanita itu saja" ucap Venesia dengan tatapan sendu.


Semuanya dapat melihat dari mata Venesia tidak ada kebohongan sama sekali, dan ucapan terimakasihnya juga sangat tulus pada Mike.


"Dan jika benar kalau putra ku telah melakukan hal apa yang telah kalian katakan. Aku siap membantu kalian, untuk menemukannya" ucap Venesia sebelum pergi menyusul suaminya pergi.


"Sepertinya ucapan wanita itu benar" ucap Renaldo dengan menatap putranya yang tampak diam saja.


"Pa, kemana Baim papa suruh?" tanya Mike.


"Papa menyuruhnya untuk membawa Handoko bersama keluarganya kemari!"


Mike kembali diam lagi setelah mendapatkan jawaban dari Papanya. Dan melihat kalau neneknya dan kakeknya tampak sangat lelah.


"Nenek dan kakek lebih baik istirahat saja dulu." ucap Mike sambil berjalan menghampiri Geral dan Mesya yang mulai tampak sangat lelah apalagi pikiran mereka saat ini kepada mantan menantu mereka yang telah bebas. Mereka sangat takut kalau Mira akan membalas dendam pada cucunya Miranda.


"Benar, nenek dan kakek lebih baik istirahat saja" sambung Miranda.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau sudah ada perkembangan kalian harus kabari kami" ucap Geral. Mike hanya mengangguk kepalanya.


****


__ADS_2