You'Re My Everything

You'Re My Everything
Bertarung


__ADS_3

Miranda malah ketawa karena mendapat tamparan keras dari Tantenya. Mira dan Sandi dapat melihat dari matanya Miranda tidak ada rasa takut sama sekali.


"CK...Apa kamu pikir aku akan takut karena Tante menampar ku?" ucap Miranda dengan sinis.


"Aku akan melakukan hal yang lebih dari ini, aku akan membuat mu menyesal karena telah muncul lagi di hadapan ku" ucap Mira dengan emosi.


"Oh, ya? Tante yakin bisa melakukannya? Baiklah kalau kalian percaya diri aku akan menunggunya" ucap Miranda dengan sinis.


"Hei, tuan apa anda sangat puas menikmatinya" tanya Miranda dengan menyindir Mira yang masih berdiri dihadapannya.


Sandi langsung berjalan mendekati Miranda dan Mira berada. Sandi langsung mensejajarkan tubuhnya dihadapan Miranda, lalu tersenyum pada Miranda.


"Apa kamu ingin memuaskan ku?" tanya Sandi tiba-tiba.


"Sandi..." teriak Mira dengan emosi karena mendengar ucapan Sandi pada Miranda.


"CK...Apa bayarannya?" tanya Miranda dengan tersenyum sambil melirik kearah Mira yang sudah sangat emosi.


"Apapun..." jawab Sandi dengan lembut.


Tentu saja Sandi sangat tergoda dengan kecantikan Miranda, apalagi Miranda masih muda. Mira sebenarnya masih cantik walaupun lebih cantik Miranda, tapi yang membuat dia kalah dari Miranda adalah Mira sudah berumur. Yang pastinya Miranda masih sangat berenergi dari pada Mira.


Mendengar jawaban dari Sandi tentunya membuat Mira sangat emosi. Dengan emosinya Mira langsung menarik Sandi untuk menjauhi Miranda.


"Apa maksud mu?" tanya Mira dengan emosi.


"CK... Sayang tenanglah aku..."


"Tuan, nyonya.." salah satu pria yang menculik Miranda menghampiri mereka, sehingga membuat ucapan Sandi terpotong.


"Apa?" teriak Mira dengan emosi.


"Saya lupa memberitahu kalau saat kami berjalan kemari, ada orang yang mengikuti kami. Mereka saat ini sudah kami ikat didalam gudang itu" ucap pria itu sambil menunjukkan gudang yang dia maksud.


Tentu saja membuat Mira dan Sandi langsung terkejut. Mereka berdua pun langsung menatap pria itu.

__ADS_1


"Bawa kemari! Cepat" ucap Sandi dengan emosi juga.


Mira dan Sandi langsung menatap kearah mana pria itu pergi. Mereka melihat beberapa ana buah mereka membawa tiga orang dengan menutup mata dan tangan yang diikat dari dalam gedung.


Ketiga orang itu berdiri di belakang Miranda, dan tutupan mata mereka langsung dibuka. Mira sangat terkejut melihat Lusi menantunya yang disekap anak buahnya, apalagi ada Sam yang dia kenal sebagai orang kepercayaannya Felix suami dari Miranda. Kalau Dina, Mira hanya tahu kalau Dina adalah sahabat dari Miranda.


"Kalian?" gumam Mira dengan menatap ketiga orang yang dibawa oleh anak buahnya.


Dor....dor...dor...


Tiba-tiba saja terdengar suara tembakan dari luar gedung itu. Membuat Mira dan Sandi sangat terkejut. Lain halnya dengan Miranda, Dina, Sam dan Lusi mereka malah tersenyum. Karena mereka tahu siapa yang telah datang ketempat dimana mereka disekap.


"Periksa apa yang terjadi di luar sana" teriak Sandi pada anak buahnya.


"Hahaha. Apa kalian takut?" tanya Miranda dengan sinis karena melihat ekspresi wajah Mira dan Sandi.


Mira langsung berjalan kearah Miranda dan langsung menekan wajah Miranda dengan satu tangannya.


"Ini pasti ulah mu kan?" tanya Mira dengan emosi.


Miranda sangat terkejut mendengar suara Sam ada didekatnya. Karena penasarannya Miranda berusaha melihat kearah belakangnya. Saat berhasil dia memutarkan kursinya untuk dapat melihat ke belakang, Miranda sangat terkejut melihat Lusi dan yang lainnya ada di belakang dengan tangan yang diikat ke belakang.


"Kak Sam, Dina, Lusi" gumam Miranda dengan terkejut.


"Bos, diluar banyak polisi" teriak anak buah Mira dan Sandi sambil berlari ke belakang.


"Ah, sial..." teriak Sandi.


"Mira lebih baik kita pergi sekarang, sebelum mereka masuk kedalam" ucap Sandi dengan ketakutan.


"Tidak bisa. Aku harus membunuhnya lebih dulu, ini kesempatan ku untuk membalasnya" ucap Mira dengan emosi sambil menatap tajam ke arah Miranda.


Sam yang dari tadi berusaha melepaskan ikatan tangannya, akhirnya berhasil melepaskannya. Setelah berhasil, dia berusaha untuk melepaskan ikatan Dina istrinya.


"Baiklah, terserah pada mu. Aku lebih baik kabur, sebelum aku masuk kedalam ke tempat menjijikkan itu lagi" ucap Sandi dengan emosi.

__ADS_1


Mira langsung menarik Miranda untuk bangkit berdiri dan menodongkan senjata tajam ke leher Miranda.


"Jalan cepat!" ucap Mira sambil mendorong Miranda berjalan.


"Mas, kamu tolong Ira, aku yang akan membantu Lusi!" ucap Dina dengan cemas.


"Baiklah" ucap Sam.


Saat Sam ingin mengejar Miranda yang dibawa pergi Mira naik keatas gedung, tiba-tiba saja dari arah sampingnya Sam langsung di serang lima orang sekaligus. Dina sudah berhasil melepaskan ikatan tangannya Lusi.


"Thanks. Sekarang kamu pergi cari tempat untuk bersembunyi! Aku akan mencari keberadaan Ira" ucap Lusi.


Dina tidak tahu beladiri, maka karena itu Lusi menyuruh Dina untuk pergi sembunyi. Sedangkan Lusi langsung lari naik ke atas, saat sedang naik, seseorang menembaknya dari atas. Untung saja Lusi dapat mengelak nya, sehingga peluru itu dapat meleset. Lusi mengambil tempat persembunyian supaya untuk berlindung dan mencari posisi orang yang menembaknya tadi.


Ketika melihat lawannya turun, Lusi langsung bersiap-siap untuk menyerang lawannya. Mike, Bian, Baim dan Felix berhasil masuk kedalam. Saat mereka masuk kedalam, mereka langsung diserang oleh beberapa anak buah Mira dan Sandi dengan senjata tajam.


Sandi yang tadi ingin cari tempat persembunyian langsung tidak jadi, karena melihat musuhnya telah berhasil masuk kedalam. Tentu saja membuat dirinya juga ikut bertarung. Sandi dan dua orang ana buahnya secara serentak berkelahi dengan Felix.


***


Di atas gedung itu, Mira mendorong tubuh Miranda hingga terhempas ke lantai. Kemudian dia langsung menatap kearah lima anak buahnya itu.


"Baiklah, aku memberikan kesempatan kepada kalian berlima untuk lebih dulu mencicipi keponakan ku yang cantik ini sebelum dia pergi jauh dari dunia ini" ucap Mira dengan tersenyum licik.


Mendengar hal itu membuat Miranda sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau Tantenya akan melakukan hal keji seperti itu padanya.


"Tante benar-benar gila! Cuih..." ucap Miranda dengan emosi sambil meludahi tantenya.


"Hahaha. Ya, aku sudah gila. Ini semua karena mu..." teriak Mira sambil tertawa.


Felix dan yang lainnya langsung melihat kearah atas, karena mendengar suara teriakan Mira dan Miranda. Felix berusaha untuk pergi ke atas menolong istrinya, tapi lawannya tidak juga habis-habis.


"Kalau saja kamu tidak muncul lagi dan kamu menerima kalau papa mu menikah dengan ku, ini semua tidak akan terjadi" ucap Mira yang kini sudah menatap kearah Miranda dengan tajam.


****

__ADS_1


__ADS_2