
Kini Lusi dan Mike berada di restoran yang sudah ditentukan istrinya untuk bertemu dengan Roni dan kedua orang tua Roni. Lusi menggandeng tangan Mike dengan erat sambil tersenyum manis. Saat mereka masuk mereka langsung masuk kedalam ruangan VIP, dan melihat Roni sudah ada didalam sambil menikmati kopi.
Roni yang tadi senyum-senyum sendiri karena ingin bertemu dengan Lusi, senyumnya langsung sirna karena melihat Lusi datang bukan sendiri tapi bersama dengan Mike. Roni langsung bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan Lusi dan Mike.
"Maaf ya, kami agak telat datangnya" ucap Lusi dengan lembut.
"Oh ya, Ron perkenalkan ini suami ku. Mas, perkenalkan ini teman satu kampus ku dulu" ucap Lusi.
Dengan perasaan yang kacau Roni berjabat tangan dengan Mike. Sedangkan Mike tampak biasa saja, karena dia tahu kalau istrinya hanya mencintai dirinya.
"Silahkan duduk..." ucap Roni untuk mempersilahkan Lusi dan Mike duduk.
"Oh, ya katanya kamu mau bicara sesuatu dengan ku? Kamu bisa bicara sekarang." ucap Lusi.
Roni langsung menatap kearah Mike, Roni merasa tidak nyaman ada Mike didepannya. Mike yang mengerti tatapan Roni langsung memilih untuk memberikan mereka bicara berdua. Mike, sebenarnya keberatan dengan meninggalkan istrinya bernama pria lain apalagi pria itu mantan pacar Istrinya. Tapi dia tidak boleh egois, dia langsung berpikir kalau dia diposisi Roni pastinya dia juga tidak akan nyaman.
Yang penting baginya, istrinya tidak akan mengkhianati cintanya. Lusi juga sebenarnya tidak ingin Suaminya pergi karena dia tidak mau ada yang disembunyikan dari suaminya, tapi karena Mike mengatakan dia hanya pindah meja saja. Melihat bagaimana Lusi yang tidak mau menjauh dari Mike, Roni langsung mengerti kalau Lusi tidak bisa dipisahkan dari Mike.
Kini satu meja itu hanya ada tinggal Lusi dan Roni. Roni menatap Lusi dengan lembut dan ingin rasanya Roni memeluk Lusi. Tapi itu tidak akan mungkin terjadi karena Lusi pasti langsung ngamuk dan begitu juga dengan Mike.
"Sepertinya kamu sangat bahagia?" tanya Roni dengan memaksakan dirinya tersenyum padahal hatinya sangat sakit.
"Ya, begitu lah" jawab Lusi dengan tersenyum manis sambil melirik ke arah suaminya yang lagi menikmati minuman yang baru saja diantar pelayan.
"Lus,. aku minta maaf!" ucap Roni tiba-tiba sambil menundukkan kepalanya dengan menahan air matanya tidak menetes.
Lusi langsung menatap kearah Roni yang lagi menundukkan kepalanya.
"Aku sudah melupakannya" jawab Lusi dengan singkat. Mendengar jawaban dari Lusi, membuat Roni langsung menegakkan kepalanya dan menatap kearah Lusi.
Tiba-tiba saja ruangan itu terbuka dan terdengar suara mama dan papanya Roni yang baru saja tiba.
__ADS_1
"Roni..." gumam kedua orangtuanya dengan terkejut karena melihat Roni ada bersama dengan Lusi.
"Om, Tante yuk silahkan duduk" ucap Lusi dengan sopan untuk mempersiapkan kedua orangtuanya Roni setelah mencium tangan orang tuanya Roni.
Kedua orangtuanya Roni langsung duduk, mamanya duduk di samping Lusi sedangkan papanya Roni duduk di sebelah Roni.
"Oh, ya Tante dan om silahkan pesan makanannya dan minumannya" ucap Lusi sambil menyerahkan buku menu.
"Kami sudah makan tadi, nak. Kami pesan minum saja" ucap mamanya Roni dengan tersenyum.
Sambil menunggu pesanan kedua orangtuanya Roni datang, Roni langsung bertanya kenapa kedua orangtuanya ada disitu.
"Om, dan Tante aku yang undang. Kemarin tidak sengaja kami bertemu, om dan Tante ingin bicara dengan ku waktu itu tapi aku tidak bisa. Karena kamu juga ingin bicara pada ku, jadi ya aku berpikir untuk disatukan saja waktunya" jelas Lusi.
"Mama ingin bicara apa pada Lusi?" tanya Roni dengan dingin pada mamanya.
"Mama hanya ingin meminta maaf padanya, karena ucapan mama yang sangat kasar padanya waktu itu" ucap sang mama dengan sendu.
"Ron, kenapa begitu sih? Kamu itu bicara sama orang tua harus sopan." tegur Lusi pada Roni.
Lusi langsung menarik tangan Mama nya Roni untuk digenggam, tentu saja membuat Mamanya Roni merasa tersentuh.
"Tante tenang saja, saya sudah melupakan semuanya. Saya memang dulu Kecewa dan sakit hati karena perkataan Tante dulu. Jadi mari kita lupakan semuanya, lebih baik kita dari sekarang menatap ke depan kita" ucap Lusi.
Setelah mengatakan hal itu Lusi langsung menatap kearah Roni dengan tersenyum manis.
"Ron, aku berharap kamu dapat menemukan kebahagiaan kamu nantinya. Lupakan semuanya, seperti yang kamu tahu kalau sudah menemukan pria yang sangat mencintai ku dan menerima segala kekurangan ku. Aku yakin suatu saat kamu akan menemukan seseorang yang begitu mencintai mu. Aku berharap mulai saat ini kita bisa menjalin hubungan kita dalam persahabatan. Apa yang terjadi pada kita, mari kita jadikan sebagai pelajaran kedepannya." ucap Lusi.
Mendengar ucapan Lusi yang sangat bijaksana membuat kedua orangtuanya Roni sangat bangga pada Lusi. Papanya Lusi langsung menepuk pundak putranya. Roni sangat senang kalau Lusi sudah memaafkan dirinya, dan mau menjalin hubungan dengannya lagi meskipun hanya sebatas sahabat.
Roni tidak menyangka setelah bertahun-tahun tidak bertemu dengan Lusi, Lusi menjadi lebih dewasa, dibandingkan dirinya. Dengan ikhlas Roni menerima keputusan dari Lusi, meskipun dia masih sangat mencintai Lusi tapi dia harus bisa menerima keputusan dari Lusi. Karena kalau dia benar-benar mencintai Lusi, maka dia tidak harus menghancurkan kebahagiaan orang yang dicintainya hanya untuk kebahagiaan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Terimakasih, aku sangat senang karena melihat mu saat ini sangat bahagia" ucap Roni.
"Aku berharap aku juga akan menemukan kebahagiaan ku suatu saat. Apa aku bisa memeluk mu untuk terakhir kalinya? Pelukan persahabatan" ucap Roni dengan tersenyum. Lusi langsung mengangguk kepalanya.
Mereka berdua pun langsung bangkit berdiri dan saling berpelukan. Mike yang melihatnya itu secara refleks langsung bangkit berdiri dan langsung menghampiri istrinya.
Roni langsung melepaskan pelukannya karena Mike sudah berdiri di belakang Lusi. Kedua orangtuanya Roni yang belum mengetahui siapa suaminya Lusi, tentu saja kaget.
Lusi langsung melihat kearah belakangnya karena dia merasakan kalau saat ini suaminya berada dekatnya. Lusi langsung menggandeng tangan Mike dengan erat sambil tersenyum manis.
"Em... Baiklah, tuan Mike saya minta karena sudah memeluk istri anda. Jangan marah dan salah paham pada kami. Itu hanya berpelukan persahabatan" jelas Roni karena dari tadi Mike menatapnya dengan tatapan dingin. Roni sangat tahu kalau saat ini Mike tengah cemburu padanya.
"Benar sayang. Oh, ya sayang perkenalkan mereka adalah orang tua Roni" ucap Lusi untuk menghilangkan ketegangan antara mereka.
Mike dengan sopan langsung mencium tangan orang tuanya Roni. Mike langsung memperkenalkan dirinya sebagai suami dari Lusi.
"Kamu sangat beruntung mendapatkan suami yang sangat tampan ya, nak" puji mamanya Roni pada Lusi.
"Hahaha. Terimakasih Tante." jawab Lusi dengan tersenyum malu-malu.
"Oh, ya saya mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian berdua. Maaf saya baru bisa mengatakannya" ucap Roni sambil mengulurkan tangannya pada Mike.
Mike langsung membalas uluran tangannya, begitu juga dengan Lusi. Mike masih tampak sangat kesal pada Roni karena memeluk istrinya.
"Baiklah om, Tante, Ron, saya dan suami saya mohon pamit dulu. Karena kami ada urusan lagi" ucap Lusi.
"Baiklah. Terimakasih sudah mau menyempatkan waktu untuk ngobrol pada kami ya nak" ucap mamanya Roni.
Setelah berpamitan pada Keluarganya Roni, Lusi dan Mike langsung keluar dari dalam restoran itu. Lusi melihat suaminya masih saja diam sejak mereka keluar dari dalam ruangan restoran itu.
***
__ADS_1